My Little Prince

My Little Prince
Despair


__ADS_3

POV HAKU


...📱Haku. Maaf, tapi hari ini aku agak terlambat ya.. Ada sesuatu yang harus kulakukan....


Pagi ini Yuko mengirimiku sebuah pesan. Pesan yang membuat dadaku berdesir dan terasa sesak sekali. Bukan tentang isi pesannya yang membuatku sedih. Tapi aku menyadari sesuatu, bahwa waktu itu kini telah tiba. Waktu dimana aku harus berpisah dengannya. Kini aku tak akan bisa lagi berbicara, bercanda gurau dengannya, bahkan aku tak bisa meraihnya dan memeluknya lagi.


Tak kusangka hari itu akan menjadi hari terakhir kebersamaanku bersama Yuko. Aku kembali teringat kejadian kemarin bersama Yuko.


"Arrrgghhh....!!" teriakku putus asa.


Aku terduduk lemas dan bersandar di dinding kamar.


Tak kusangka semua akan berakhir secepat ini.🥺 Tak kusangka aku akan berpisah secepat ini denganmu. Semua tentangmu masih sangat melekat dihatiku. Semua yang kau ucap masih kuingat dengan sangat jelas. Tak akan pernah aku lupakan semua itu, Yuko. Semua kenangan manis bersamamu itu tak akan pernah aku lupakan.


Setelah hari itu, Yuko mengetahui kebenaran bahwa sebenarnya aku sudah tiada. Kiro menceritakan semua kejadian 2 tahun yang lalu. Sebuah kecelakaan di depan Edo Museum yang menewaskanku disana.


Sebenarnya Kiro sudah curiga sejak awal. Saat Mayu dan Kanna menyebut namaku dihadapannya.


Kiro mencari tahu tentang pacar Yuko kepada Mayu dan Kanna. Dan akhirnya Mayu dan Kanna memberitahu Kiro, jika Yuko memiliki seorang pacar bernama Haku. Dan Haku adalah Pangeran Kecil Yuko saat anak-anak. Haku yang tinggal di Tokyo dan menyusul Yuko ke Sapporo lagi.


Kiro yang mendengar cerita Mayu dan Kanna seakan tidak percaya. Hingga akhirnya Kiro memberi tahu Mayu dan Kanna tentang kebenaran bahwa aku sudah tiada.


Bagaimana mungkin seseorang yang sudah meninggal bisa kembali hidup lagi dan menemui seseorang yang masih hidup? Bahkan menjalin sebuah ikatan? Kiro sangat kebingungan akan hal ini.


Namun bagaimanapun Kiro berusaha mencari tahu mengapa semua ini bisa terjadi, dia tetap tidak menemukan jawabannya. Begitu juga denganku. Aku bahkan tak mengetahui, mengapa semua ini bisa terjadi. Aku hanya mendefinisikan sebagai sebuah keajaiban.


Yang membuatku sangat terpukul adalah,


Aku tak mengira bahwa kita akan berpisah secepat ini. 🥺

__ADS_1


Yuko, Maafkan aku. Maafkan aku yang kembali meninggalkanmu lagi. Aku selalu membuatmu bersedih dan menangis. Maafkan aku..


Yuko tak jera saat itu. Bahkan Yuko berusaha mencariku saat itu. Dia mendatangi appartementku. Yah.. Apartement yang kemarin sempat dikunjunginya bersamaku. Bahkan dia mencariku sampai sekolahanku, dimana aku pernah bilang padanya kalau aku pindah sekolah disana.


Namun, semua usahanya hanyalah sia-sia... Dia tak dapat menemukanku. Bahkan tak ada yang mengenaliku sama sekali. Karena memang hanya dialah yang bisa melihatku. Hanya dialah yang bisa berinteraksi denganku.


Kulihat dia terduduk menangis di depan pagar sekolahan itu. Aku berjalan mendekatinya perlahan. Dan saat aku hendak meraihnya.. Tetapi tangan dan tubuhku menembusnya begitu saja.


Apa yang terjadi? Benarkah kini semua sudah berakhir begitu saja? Benarkah kali ini kita akan berpisah untuk selamanya? Benarkah semua kenangan itu akan berakhir sampai disini saja?


Oh, Aku masih belum bisa kembali terbangun dari mimpi indahku. Rasanya sangat berat kaki ini melangkah.


"Haku..!! Dimana kamu?" Yuko terisak sambil memanggil namaku. "Kemana lagi aku harus mencarimu...?!" Yuko masih terisak dan terduduk di atas tanah.


"Yuko.. Aku disini.." kataku parau. Tapi dia tidak bisa mendengarku. "Aku disini..!" kini aku juga sudah menangis didepannya. Aku berusaha untuk kembali meraihnya, dan lagi-lagi aku hanya bisa menembus tubuhnya. Dan aku terus berusaha meraihnya. Tetapi tidak ada yang berubah. Aku tetap tidak bisa meraihnya.


"Yuko..." Tiba-tiba Kiro datang menghampiri Yuko. Lalu dia jongkok dihadapan Yuko. "Yuko, tenanglah!" kata Kiro lembut lalu memeluk Yuko.


"Hhm.. Aku percaya padamu." kata Kiro pelan. "Kamu harus kuat ya. Haku akan sedih jika melihatmu seperti ini." kata Kiro berusaha menghibur Yuko.


Yuko masih menangis dipelukan Kiro.


Aku harap Kiro bisa menjagamu dengan baik, Yuko. Hanya dia yang bisa kupercaya saat ini.


Semoga kau tetap bisa melangkah dan melanjutkan hidupmu dengan baik. Seperti janjimu saat itu padaku. Aku perlahan mengusap air mataku. Dan tersenyum samar melihat Yuko dan Kiro.


...***...


Ternyata Yuko lupa akan janjinya dulu. Dia tidak menepati janjinya padaku. Dia sering melamun dikamarnya. Dia tidak masuk sekolah bahkan dia sampai 3 hari tidak makan. Orang tua dan sahabat-sahabatnya sering menghibur dan membujuknya untuk makan, tapi dia tidak mau.

__ADS_1


Dia terlihat begitu kurus dan pucat, dan matanya membengkak.


Melihatnya seperti itu sangat membuatku sedih dan terpukul. Kau harus bisa bangkit, Yuko..!! Kau harus bisa menepati janjimu padaku..!!


Sore itu Kiro mengunjunginya.


"Yuko, Kamu harus terus melangkah! Janganlah kamu menyiksa diri seperti ini..!! Kamu harus tegar dan tidak boleh menjadi lemah..!! Kamu harus bisa melewatinya! Hiduplah dengan baik..!! Haku akan sangat sedih melihatmu seperti ini." kata Kiro yang baru datang.


Kulihat Yuko yang masih terdiam, lalu tiba-tiba dia kembali terisak.


"Kamu tidak boleh menjadi lemah..!! Aku tau ini pasti sangat berat untukmu. Tapi percayalah, Kamu tidak sendirian. Kamu masih punya orang tuamu dan sahabat-sahabat yang menyayangimu. Mereka akan ikut bersedih jika melihatmu seperti ini." Kiro menghapus air mata Yuko perlahan.


"Aku suapi ya..." bujuk Kiro pelan sambil tersenyum. Dan Yuko mengangguk pelan. Kiro mengambil sebuah mangkok sup yang berada di meja samping Yuko. Lalu kemudian menyuapi Yuko dengan sangat telaten. Setelah itu dia menyuapi Yuko nasi kepal yang ia bawa tadi.


"Bagaimana? Aku memasaknya sendiri lo." kata Kiro pamer.


"Ini enak sekali.." kata Yuko pelan.


"Kalau enak, habisin dong!" canda Kiro.


Yuko mengangguk pelan sambil tersenyum samar. Aku ikut tersenyum haru melihatnya. Akhirnya engkau bisa tersenyum lagi, Yukoku.


"Terima kasih, Kiro." kata Yuko pelan.


"Tak perlu berterima kasih, Yuko. Aku senang kok bisa melihatmu tersenyum lagi." sahut Kiro.


"Ehm anu.. Apa aku boleh minta satu lagi..? Aku masih lapar." kata Yuko pelan, terlihat dia sedikit malu.


"Tentu saja" Kiro menyuapi Yuko lagi. "Ini sangat wajar, 3 hari kau bahkan tidak makan." kata Kiro lembut.

__ADS_1


Terima kasih, Kiro. Aku menatap Kiro yang begitu tulus terhadap Yuko. Kini aku tak akan khawatir lagi saat meninggalkannya. Karena Yuko kini sudah bersamamu. Bersama orang yang menyukaimu dengan tulus sejak dulu. Bahkan Kiro mengalah padaku saat itu. Kini kalian akan bersama.


...***...


__ADS_2