
"Kita foto-foto dulu yuk untuk mengagendakan acara hari ini." usul kak Yuki.
"Bener. Kita foto-foto yuk!" sahut kak Sena.
Akhirnya mereka sedang asyik berfoto sendiri-sendiri. Ada beberapa dari senior yang mengajak berfoto bersama Sora, Jessica bahkan denganku.
"Yuko. Foto sama kakak yuk." ajak kak Yuki yang tiba-tiba datang menghampiriku. "Tapi pakai ponselmu dulu ya, Yuko. Soalnya ponsel kakak habis baterai."
"Ehm, Baik kak." kataku ramah.
"Oke. Ayo cepat ambil gambar, Yuko!" perintah kak Yuki antusias.
Aku segera mengambil ponselku di dalam slingbag lalu mengambil fotoku bersama kak Yuki.
"Thanks ya, Yuko. Nanti kirimin lewat Wa ya."
"Baik, Kak." sahutku ramah. Setelah itu kak Yuki mulai mengajak Sora dan Jessica berfoto.
Setelah beberapa saat..
"Oke. Kali ini kita akan bermain Truth or Dare. Bagaimana? Apa kalian sudah siap?" tanya kak Sena.
"Truth or Dare?" tanya Sora tak percaya.
"Dua-duanya adalah pilihan yang sangat buruk." kata Jessica pelan.
"Jangan khawatir. Kita hanya bermain untuk seru-seruan saja kok." ucap kak Sano. "Kita mulai ya." kak sano membuka sebuah botol s*ke lalu menuangkan pada gelas kecil yang sudah berada dihadapan kita masing-masing.
"Tapi aku tak terbiasa meminumnya, Kak." kataku sedikit takut.
"Maka kau harus memilih salah satu pilihan itu jika tak mau meminumnya, Kouhai." kak Ave berkata sambil tersenyum lebar.
"Dan kita ini sudah mahasiswa. Minuman seperti ini sudah biasa. Kalian akan terbiasa nantinya." sahut kak Sano.
"S*ke merupakan minuman fermentasi yang mengandung bakteri asam laktat dan juga dikenal sebagai produk probiotik. Seperti yang kita ketahui, probiotik sangat baik untuk kesehatan pencernaan. Bahkan menurut penelitian di Digestive Desease dan Sciences s*ke merupakan pilihan paling aman diantara minuman beralkohol lainnya. Jika minuman keras lain memberi dampak buruk bagi pencernaan, maka s*ke merupakan pilihan minuman yang paling baik untuk penderita maag atau gastritis. Jadi tidak sepenuhnya s*ke itu buruk untuk tubuh kok." kata kak Sena.
"Dan minuman beralkohol dari Jepang ini mengandung asam amino yang berguna bagi kesehatan kulit lho. Karena adanya proses fermentasi dari beras, sehingga proses tersebut menghasilkan asam amino dan juga enzim diantaranya adalah enzim asam kojic yang berkhasiat untuk mencerahkan kulit dan memudarkan noda-noda hitam. Bahkan sisa dari proses s*ke ini sering dipakai untuk maskeran para wanita di Jepang lho." tambah kak Yuki.
Bagaimana ini? Tetap saja aku sangat merasa takut. Aku tak pernah meminum minuman seperti itu sebelumnya. Dan permainan truth or dare adalah permainan yang pilihan keduanya sangat buruk.
"Kau baik-baik saja, Yuko?" tanya kak Zen tiba-tiba.
"Eh. Iya, Kak. Aku baik-baik saja kok." sahutku berbohong.
"Oke kita mulai ya." kata kak Keisuke lalu bersiap memutar botol yang sudah kosong di atas meja.
Kak Keisuke mulai memutar botol itu diatas meja. Dan botol itu mulai berhenti menghadap Kak Sano.
"Truth or dare?" kak Yuki memberikan pertanyaan untuk kak Sano.
"Truth" sahut kak Sano.
"Apa kau pernah selingkuh, Sano?" tanya kak Keisuke .
"Pernah!" sahut kak Sano sambil tersenyum malu.
__ADS_1
"Wah.. Wah.. Sano terlalu jujur." canda kak Ave terkekeh.
Lalu Kak Sano mulai memutar botol itu. Dan kali ini botol itu berhenti menghadap kak Yuki.
"Aku memilih Dare" sahut kak Yuki.
"Baik. Kau harus makan satu sendok garam!" kata kak Sano sambil menyodorkan sekotak garam yang sudah disiapkan di atas meja.
"Apa? Gila! Kalau gitu aku ganti Truth aja deh." sahut kak Yuki cepat.
"Tidak bisa, Yuki. Kau tidak bisa merubahnya." sahut Kak Sano.
Akhirnya kak Yuki dengan terpaksa harus memakan satu sendok garam. Lalu dia langsung meminum sebotol air mineral. Lalu kak Yuki mulai memutar botol itu dan kali ini berhenti menghadap Ken.
"Kau pilih apa, Ken?" tanya kak Yuki.
"Ehm.. Aku akan pilih Dare saja." sahut Ken.
"Baik. Datangi seorang gadis lalu nyanyikan dia sebuah lagu!" perintah kak Yuki yang sedikit terkekeh.
Ken sempat melongo mendengar perintah kak Yuki. Tapi dia segera berdiri dan mendatangi Sora. Lalu dia menyanyikan sebuah lagu di depan Sora.
"Sory, Sora. Daripada menyanyikan sebuah lagu di depan gadis lain aku akan semakin malu." bisik Ken kepada Sora.
Sora hanya menyikut lengan Ken dan tersenyum samar.
Selanjutnya Ken mulai memutar botol itu lalu botol itu berhenti menghadapku.
"Kau pilih apa, Yuko?" tanya Ken.
Semoga Ken memberiku pertanyaan yang tidak sulit. Kumohon Ken! Selamatkan aku!
"Ehm, Apa yang membuatmu merasa insecure, Yuko?"
Sebelum menjawab pertanyaan dari Ken aku tersenyum lebar menatapnya seakan berkata. "Terima kasih, Ken"
"Aku sangat introvert. Dan aku kurang pandai bergaul." jawabku pelan.
"Baik. Sekarang putar botolnya, Yuko!" kata Kak Zen ramah.
Aku segera memutar botol itu lalu botol itu berhenti menghadap Jessica.
"Aku memilih Truth." kata Jessica.
"Jessica, kapan terakhir kali kamu berbohong?" tanyaku.
"Ehm. Aku tidak pernah berbohong, Yuko." sahut Jessica sambil tersenyum lebar menatapku.
"Ah junior-junior ini mainnya nggak seru deh!" celutuk kak Sano.
Sedangkan aku melihat kak Zen yang sedikit tertawa kecil mendengar ucapan Kak Sano.
Jessica mulai memutar botol itu dan kali ini botol berhenti menghadap kak Zen.
"Kakak pilih Truth." sahut kak Zen.
__ADS_1
"Siapa orang yang kakak sukai saat ini?" tanya Jessica. "Dan apa yang ingin kakak lakukan untuknya?"
Kak Zen terdiam beberapa saat lalu berusaha menjawabnya.
"Kakak masih menyukai dan mengharapkan cinta pertama kakak. Tapi jika itu tidak mungkin, maka kakak hanya mengharapkan dia bahagia. Itu saja."
Ternyata Kak Zen masih selalu mengharapkan gadis kecil di masa lalunya itu. Semoga saja mereka bisa bertemu kembali.
Kak Zen mulai memutar botol itu dan kini botol itu berhenti menghadap kak Ave.
"Aku pilih Dare saja deh." sahut kak Ave.
"Telpon seorang teman dan katakan selamat ulang tahun sambil menyanyikan sebuah lagu! Dan di loudspeaker ya!" kata Kak Zen sambil nyengir menatap kak Ave.
Kak Ave segera memencet nomor seseorang lalu menyanyikan sebuah lagu ulang tahun untuknya.
"Ave. Tapi ulang tahunku masih 3 bulan lagi." kata seorang pria yang ditelponnya itu.
"Anggap saja kau ulang tahun hari ini deh." sahut kak Ave asal lalu mematikan telponnya. Kita yang berada di meja tertawa kecil.
Selanjutnya kak Ave memutar botol itu dan kali ini aku kena lagi. Gawat! Kali ini kak Ave yang akan memberiku pertanyaan atau tantangan. Aku punya firasat buruk deh.
"Kau pilih apa, Yuko?" kak Ave tersenyum misterius menatapku.
"Dare.." tidak sadar aku telah memilih dare begitu saja. Bagaimana ini? Bagaimana jika kak Ave memberikan tantangan yang aneh?
"Baiklah. Mana ponselmu!" kata kak Ave tiba-tiba.
"Apa?" tanyaku sedikit bingung.
"Berikan ponselmu..!!" kata kak Ave lagi. Dengan terpaksa aku memberikan ponselku kepadanya.
"Tantangan kali ini adalah membiarkan salah satu diantara kita update status di media sosialmu." kata kak Ave sambil mulai mengetik status di media sosialku.
"Kau tidak boleh menghapusnya ya, Yuko!" ancam kak Ave.
Kira-kira kak Ave bakalan membuat status apa ya?? 😢
Setelah beberapa saat dia kembali memberikan ponselku. Belum sempat aku melihatnya dia segera menyuruhku memutar botol itu. Aku segera memutar botol itu dan kali ini berhenti menghadap Sora.
"Aku pilih Truth!" sahut Sora cepat. Dia berbinar menatapku. Mungkin dia tau aku tak akan memberikan pertanyaan yang aneh-aneh.
Aku bingung mau bertanya apa kepadanya? Tapi tiba-tiba saja aku teringat sesuatu. Dia pernah berkata kalau dia tidak menyukai pria tampan. Jadi aku tanyakan saja deh.
"Sora. Kau pernah berkata kalau kamu tidak menyukai pria tampan. Katakan apa alasanmu karena aku sangat penasaran." kataku pelan.
"Eh?" Sora terdiam bingung menatapku. "Ehm, Sebenarnya itu karena... Aku pernah ada kenangan buruk dengan pria tampan. Aku pernah menjalin ikatan bersama seseorang. Dan dia sangat tampan dan baik saat itu. Hidupku merasa sangat bahagia dan sempurna saat itu. Tapi ternyata di belakangku dia sangat playboy dan suka merayu gadis disana-sini." kata Sora pelan.
"Jadi sekarang kau trauma dengan pria tampan?" tanya kak Ave sambil menyedakepkan kedua tangannya.
"Bukan trauma. Tapi lebih tepatnya aku tak mau mengulangi kesalahan yang sama. Tampan itu bukan jaminan kebahagiaan."
"Hhm, Seharusnya kau lebih berhati-hati dalam menilai seorang pria. Baik di hadapanmu belum tentu baik dibelakangmu. Dan yang terlihat buruk di hadapanmu belum tentu dia sangat buruk." kata kak Ave lalu meminum segelas s*ake di hadapannya.
Sora yang mendengar ucapan kak Ave hanya bisa terdiam saja. Sepertinya dia sedang tak ingin berdebat dengan kak Ave.
__ADS_1