My Little Prince

My Little Prince
Double Rainbow


__ADS_3

Aku terbangun karena cahaya mentari yang menyinari dan menyeruak memasuki kamarku. Aku bangun dan berjalan dan membuka jendela kamarku.


Ternyata tadi malam hujan ya. Terlihat bunga-bunga yang masih basah dan jalanan yang sedikit basah. Namun mentari sudah kembali bersinar. Menyinari bumi dengan cahaya hangatnya. Udara juga masih sangat segar. Aku menghirupnya dan melepaskan perlahan.


Aku menatap alam di hadapanku. Aku sungguh terkesima dan terpana melihat sebuah pelangi yang menghiasi langit saat ini. Begitu indah. Tetapi yang benar-benar menarik perhatian adalah pelangi ganda yang berjalan di langit.


Aku sungguh beruntung sekali bisa melihatnya. Aku berharap bisa melihatnya bersama Haku. Memikirkan hal ini, tiba-tiba saja aku memencet nomor telepon Haku.


Tut ... Tut ... Tut ...


"Hallo, Yuko. Selamat pagi ..." sapa Haku dari seberang.


"Hallo, Haku. Selamat pagi ... Kau sedang apa?"


"Aku baru saja mau mandi. Nanti jam 10 Am aku akan segera menjemputmu." ucapnya dari seberang.


"Hhm. Baiklah. Aku juga akan bersiap." kataku dengan senyum bahagia.


"Baiklah. Ja matte ne, Yuko."


"Ja matte ne ..."


Aku mengakhiri panggilan itu dan menatap pelangi ganda itu lagi. Aku tersenyum lebar menatapnya. Semoga aku masih bisa melihatnya nanti bersama Haku.


Kini aku segera bergegas untuk mandi. Rasanya begitu bahagia sekali karena aku akan bertemu dengan Haku kembali. Padahal baru saja kemarin bertemu tapi rasanya sudah kengen sekali.


Hari ini aku memakai kemeja putih lengan pendek. Dan menghiasinya dengan dasi pita. Dan aku juga mengenakan jaket berwarna merah. Hari ini aku juga mengikat rambutku.


Tak lupa aku mengenakan make up tipis dan natural seperti biasanya. Dan tak lupa juga aku semprotkan parfum kesayanganku.


"Yuko! Hari ini kau harus mengatakan semuanya kepada Haku! Apapun yang terjadi kau harus mengatakan semuanya tanpa ada yang kau sembunyikan darinya! Apa kau siap, Yuko?" tanyaku pada diriku sendiri di depan cermin. Aku juga menatap diriku sendiri dengan sangat serius.


Aku berharap jam 10 Am segera tiba. Namun ini masih jam 9 Am. Apa aku terlalu bersemangat? Ahahaha, rasanya malu sekali.


Beberapa saat aku menunggu. Namun tiba-tiba saja ada hujan lebat yang tak terduga pada saat ini dan semua harapanku rasanya seperti dipadamkan begitu saja oleh badai hujan di luar jendela.


Aku memutuskan untuk menghubungi Haku untuk merubah janji kita. Ketika aku hendak menelpon Haku untuk menunda waktu yang telah kita sepakati, tiba-tiba saja terdengar ketukan pintu.


Dan aku segera bergegas untuk membukakannya. Aku melihat Haku yang kini sudah basah kuyup terkena hujan. Bulu matanya terlihat dengan jelas basah, tetapi matanya seakan mengatakan kepadaku bahwa dia tidak akan menyerah.


"Haku, kenapa kamu tetap datang dalam situasi hujan lebat seperti ini? Kau basah kuyup. Padahal kemarin kamu baru saja sakit ..." ucapku sedikit khawatir.


"Tadi tidak hujan kok. Tapi saat sudah hampir sampai di kontrakanmu tiba-tiba saja hujannya sangat lebat. Tapi tenang saja, hujan ini bukan masalah besar kok." ucapnya tenang dan masih saja tersenyum manis.

__ADS_1


"Bukan masalah besar bagaimana, Haku? Padahal kemarin kau sakit gara-gara kehujanan." celutukku.


Meskipun Haku berbicara dengan mudah. Tapi aku tidak bisa mengurangi rasa khawatirku. Aku segera menarikknya ke dalam kontrakanku.


Aku segera mencarikan baju ganti untuknya. Dan membantu mengeringkan rambutnya.


Hujan masih belum reda. Dan malah bertambah lebat. Padahal tadi pagi sangat cerah bahkan ada pelangi.


Akhirnya kita menghabiskan waktu di kontrakanku dulu dengan menonton bersama. Setelah itu aku memperlihatkan novelku kepada Haku yang baru aku tulis beberapa bab. Dan Haku membacanya sebentar dengan sangat serius.


"Your Name?" tanya Haku setelah selesai membaca beberapa bab itu.


Aku mengangguk dan tersenyum lebar padanya.


"Bagaimana? Apa kurang bagus dengan judulnya?" tanyaku padanya.


Haku terdiam beberapa saat dan terlihat sedang berpikir.


"Hhm ... Bagus sih. Tapi sepertinya ada yang lebih bagus dan tepat deh, Yuko." ucapnya berbinar menatapku


"Oh ya? Apa itu?" tanyaku sangat antusias.


"My Little Prince. Karena di dalam novelmu tidak hanya fokus dengan nama si tokoh pria saja. Tapi lebih tepatnya Pangeran Kecil dari gadis si tokoh utama. Bagaimana?" Haku mengangkat kedua alisnya menatapku.


"Kau benar sekali, Haku. Terima kasih ya ..." sahutku berbinar lalu menarik laptopku dan mulai merubah judul novel itu.


"Wah, aku jadi malu kau sampai menulisnya seperti ini." ucap Haku sambil menatap layar laptopku.


Aku tersenyum dan jariku masih menari lincah di atas laptopku.


"Tidak apa-apa. Agar anak-anak kita nanti bisa membaca kisah kita ..." candaku asal dengan sedikit tawa.


Haku malah menatapku dan mulai tersenyum nakal.


"Anak-anak kita?" katanya dengan nada menggodaku. Dan aku hanya tertawa kecil mendengar ucapannya. Dia melingkarkan tangannya memelukku dan mendaratkan dagunya di atas bahuku. Sementara aku masih sibuk merevisi beberapa bab di laptopku.


"Sayang ... Itu kamu salah ngetiknya." kata Haku sambil menunjuk ketikanku yang typo.


"Oh iya ..." kataku segera membenarkan tulisan itu.


"Kenapa bab itu kamu beri judul Kenangan Terakhir?" tanya Haku sambil sedikit memiringkan wajahnya menatapku.


"Hhm ... Karena saat itu adalah hari terakhir kita bertemu saat kau adalah seorang arwah. Dan disaat itu aku merasa sangat hancur karena tiba-tiba kau menghilang begitu saja."

__ADS_1


"Hhm ... Bagaimana kalau diganti judul babnya menjadi Sorrow Love? Judul yang unik terkadang sangat membuat penasaran reader lho, Sayang!" usul Haku berbinar.


"Sorrow Love?"


"Hhm. Bagaimana?"


"Okay. Sorrow Love juga sangat bagus." kataku berbinar lalu mengganti judul bab itu.


Wah, ternyata rasanya lebih seru dan bersemangat saat mengerjakan sesuatu bersama. Pagi ini terasa sangat indah dan hangat saat aku lalui bersama Haku.



...Hai ... Hai ... Ijinkan Author yang kece ini nongol sebentar ya. ( Haduh, Percaya Diri banget sih ya )...


...Apa kabar semuanya? Author doakan semoga kalian semua dalam kondisi yang sehat wal afiat....


...Kira-kira bagaimana kisah Yuko dan Haku selanjutnya ya setelah Haku mengetahui jika Yuko adalah cinta pertama Kak Zen?...


...Apa yang akan terjadi saat Kak Zen sadar dari koma-nya?...


...Apakah Yuko akan meninggalkan Haku untuk Kak Zen?...


...Atau Kak Zen akan merelakan Yuko bahagia bersama Haku?...


...Ikuti terus kisah mereka dalam bab-bab selanjutnya ya. Jangan lupa untuk selalu mendukung Author dengan,...


...Like...


...Comment...


......Klik "Favourite"......


...Vote...


...Rate...


...Dan dukung dengan Gift apabila mampu....


...Dukungan dari kalian semua adalah moodboster terbaik untuk Author. Terima kasih untuk yang sudah menemani dan mengikuti kisah-kisah mereka selama ini....


...Salam sayang dari Author...


...♡♡♡...

__ADS_1


__ADS_2