
Akhirnya aku hanya pulang bersama Ken. Karena Sora harus menemani kak Ave lagi. Semoga Sora baik-baik saja. Mengingat kejadian saat itu memang sangat membuatku sangat khawatir dengan Sora.
"Yuko. Kita jadi ke cafenya kan? Aku kan sudah janji sama kalian tadi. Dan aku juga lapar ..." kata Ken meringis menatapku.
"Baiklah ..." ucapku.
Kita menaiki bus dan berhenti di halte dekat kontrakan. Ken mengajakku makan malam di cafe yang dekat dari kontrakan kita.
Aku masih kepikiran dengan Sora. Dan aku juga kepikiran dengan Haku. Hari ini dia sakit, tapi dia sama sekali tidak ada kabar. Bahkan saat aku menghubunginya yang mengangkat malah Anzu. Sebenarnya apa yang sudah terjadi? Apa aku coba telpon saja lagi ya?
Sesampainya di kontrakan aku mencoba menghubungi Haku kembali. Tapi kali ini nomornya tidak aktif. Oh, Haku ... Apa yang sudah terjadi denganmu? Aku khawatir sekali.
Ah, Mirae! Kenapa aku tidak mencoba menghubungi dia saja dari tadi? Dengan cepat aku mencari kontak Mirae dan segera menelponnya.
Tut ... Tut ... Tut ...
"Hallo, kak Yuko ..." sapa Mirae dari seberang.
"Hallo, Mirae. Apa kabar?"
"Baik, Kak. Kakak apa kabar? Tumben sekali kakak menelpon? Aku kangen banget sama kakak ..." kata Mirae manja. Aku yang mendengarnya sedikit tertawa kecil.
"Kakak juga kangen sekali dengan Mirae. Kapan-kapan akan kakak jalan-jalan deh."
"Wah ... Serius, Kak? Yata ..." ucapnya kegirangan.
"Hhm. Iya. Mirae maunya jalan-jalan kemana?"
"Kemana saja deh. Asalkan bersama kakak pasti akan menyenangkan ..."
Lagi-lagi aku tertawa kecil mendengarnya. Sangat menggemaskan!
"Baiklah. Nanti kakak kabari kalau kakak lagi senggang."
"Okay, Kak."
"Oya. Uhm ... Apa Haku ada di rumah, Mirae?"
"Kak Haku sudah tidur, Kak. Mau aku bangunkan dia, Kak?"
"Oh, Tidak usah. Besok saja tidak apa-apa kok." kataku cepat-cepat.
"Oh. Okay deh."
"Kalau begitu Mirae cepetan tidur ya. Tidak bagus tidur terlalu larut."
"Hhm. Iya, Kak. Aku juga baru menyelesaikan tugas sekolah kok. Dan ini juga mau tidur."
"Okay. Kalau begitu sudah dulu ya. Kakak akan kabari lagi saat senggang nanti untuk jalan-jalan."
"Baik, Kak."
__ADS_1
"Ja ..."
"Ja ..."
Aku mematikan panggilan itu. Ternyata Haku sudah di rumah ya. Syukurlah kalau begitu. Lalu aku mengjubungi Sora. Dan beberapa saat dia sudah menganggkatnya.
"Ya, Yuko."
"Sora, Kau sudah pulang?" tanyaku antusias.
"Sudah kok. Tadi hanya mampir sebentar menemani kak Ave makan. Setelah itu dia mengantarku. Kasihan juga, kata kak Yuki kak Ave sudah seharian belum makan. Bahkan semenjak kak Zen sakit, terkadang dia sampai dua hari tidak ada makan."
"Aduh ... Bahkan sampai kak Ave juga ikut menderita. Aku sungguh merasa bersalah sekali, Sora." kataku putus asa.
"Sudahlah. Tidak seperti itu juga kok, Yuko. Tadi aku melihat kak Ave makan banyak kok. Mungkin kelaparan dia. Ahahaha ..." terdengar Sora tertawa kecil dari seberang. "Lalu kau dan Ken tadi jadi makan bersama?"
"Hhm. Kasihan Ken. Dia juga sudah lapar tadi."
"Aku jadi nggak enak deh sama Ken. Gimana ya, Yuko? Apalagi saat kejadian di rumah sakit tadi. Kak Ave memang sedikit menyebalkan! Padahal aku sudah janji mau makan bersama kalian."
"Hhm. Tidak apa-apa kok. Lain kali kita masih bisa."
"Iya. Tapi pasti Ken mikir yang aneh-aneh lagi. Padahal aku dan kak Ave tidak ada hubungan istimewa. Aku hanya pesuruhnya saja."
"Kau peduli dengan itu? Apa kau benar-benar menyukai Ken?" aku tertawa kecil menggoda Sora.
"Aku tidak berkata seperti itu, Yuko." sahutnya cepat-cepat.
"Yuko, Hentikkan!" rengeknya sangat menggemaskan. Bisa aku banyangkan ekspresi Sora saat ini. Pasti sangat lucu sekali.
Obrolan kita berakhir juga setelah beberapa saat. Lalu aku memutuskan untuk segera tidur dan mengistirahatkan tubuh dan otakku.
...***...
Seperti biasa. Aku bangun setelah alarm di ponselku berbunyi. Aku memasak, mandi dan sarapan. Lalu aku segera berangkat ke kampus bersama Ken dan Jessica.
Sampai saat ini Haku juga belum menghubungiku sama sekali. Bahkan saat aku mencoba untuk menghubunginya, ponselnya masih tidak aktif. Sebenarnya apa yang sudah terjadi ya?
Sebenarnya aku sangat khawatir. Semoga saja tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya.
Setelah kuliah tak sengaja aku berpapasan dengan Ryu anak Seni. Jadi aku menanyakan Haku kepadanya.
"Hai, Ryu ..." sapaku padanya.
"Yuko. Kau sudah mau pulang?" tanyanya padaku.
"Hhm. Iya. Oiya, Apa kemarin Haku berangkat kuliah ya?"
"Tidak. Dia tidak datang kemarin. Bahkan dia juga tidak ada kabar. Pesanku juga sama sekali tidak dia baca sampai sekarang." ucap Ryu yang membuatku tambah khawatir saja.
"Oh. Begitu ya ..."
__ADS_1
"Iya. Oya aku masuk kelas dulu ya, Yuko."
"Oh, Okay ..."
Setelah itu Ryu segera berlalu dariku. Sebenarnya Haku pergi kemana kemarin? Dan kenapa ponselnya bisa dibawa Anzu? Dan dia juga menghilang sampai detik ini.
Aku melangkahkan kaki dengan malas menuju keluar kampus. Aku harus ke rumah sakit sekarang. Aku segera ke halte untuk menunggu bus.
Tak lama kemudian bus sudah datang. Dan aku segera naik ke dalam bus. Aku terus mengecek ponselku. Bahkan aku terus menggenggamnya sepanjang perjalanan. Berharap Haku akan segera menghubungiku.
Karena bosan aku mencoba membuka salah satu media sosialku. Dan aku menemukan beberapa postingan Kanna, Sahabatku.
___________________________________________________
@kanna_cute18
My Lovely Kiro. Seseorang yang selalu saja bisa membuatku tertawa. ♡♡
2 Hour Ago
__________________________________________________
@kanna_cute18
Thanks For always being with me ♡♡
1 Day Ago
Aduh ... Aku membulatkan mata menatap beberapa postingan Kanna di media sosialnya. Dengan tidak sabar aku segera menuliskan beberapa komentarku pada postingan itu.
Bahkan aku menggodanya habis-habisan. Rasanya senang sekali mengetahui Kanna dan Kiro akhirnya bisa bersama. Bagaimana tidak mereka berdua adalah sahabatku dan Haku. Dan mereka juga sangat serasi.
Tak terasa aku sudah sampai di depan Rumah Sakit. Aku segera bangkit dan bersiap untuk segera turun dari bus.
Aku segera menuju ke ruang ICU. Hari ini sudah hari kelima kak Zen belum sadar dari koma. Semoga saja dia segera bangun kembali.
Kali ini aku melihat kak Keisuke dan kak Sena yang sedang duduk di bangku depan ruangan ICU. Sementara di dalam ada kak Yuki yang sedang menunggu kak Zen.
"Masuklah, Yuko jika mau masuk. Di dalam ada Yuki kok." kata kak Sano padaku.
"Iya, Kak. Oh iya ini buat kakak." aku memberikan bingkisan beberapa kue dan minuman dingin yang aku beli di kantin kampus tadi. "Kalau begitu aku masuk dulu, Kak."
"Thanks ya, Yuko." kata kak Keisuke ramah.
"Iya, Kak."
Setelah itu aku mulai memasuki ruang ICU.
__ADS_1