My Little Prince

My Little Prince
Kak Ave dan Sora Datang


__ADS_3

Rasanya dingin sekali. Seluruh tubuhku menggigil saat ini. Dan mataku masih terpejam karena terasa begitu berat.


"Yuko ... Kenapa tidur di sini? Bukannya aku sudah memintamu untuk tidur di kamar?"


Samar-samar aku bisa mendengar suara Haku, namun mataku masih terpejam. Rasanya gelap sekali, dan begitu berat untuk membukanya.


"Yuko ..."


Perlahan aku merasakan sesuatu yang hangat menyentuh keningku.


"Kamu demam, Yuko ..." aku mendengar suara Haku yang begitu khawatir samar-samar. "Tunggu sebentar!" imbuhnya lagi lalu berlalu dan meninggalkanku lagi.


Aku masih mendengar samar-samar suara Haku lagi. Hingga beberapa saat aku merasakan sesuatu yang hangat dan basah menempel pada keningku. Ya ... Dia sedang mengkompresku saat ini.


.


.


.


Setelah beberapa saat Haku sudah datang lagi dan aku mulai membuka mataku. Pusing dan berat sekali rasanya kepalaku saat ini.


"Yuko ... Kau sedang sakit. Badanmu panas sekali!" ucapnya begitu khawatir.


Aku tersenyum samar padanya dan berusaha untuk duduk, "Aku tidak apa-apa kok. Dan aku akan baik-baik saja setelah minum obat." aku melirik jam dinding di depan dan ternyata sudah jam 8 Am.


"Berangkatlah ke kantor, Haku ..." ucapku lagi.


"Bagaimana mungkin aku meninggalkanmu disaat seperti ini, Yuko?" ucap Haku yang terlihat begitu sedih dan khawatir.


"Tidak apa-apa kok! Aku akan makan, minum obat, lalu istirahat. Dan aku akan segera sembuh." aku mencoba tersenyum kembali padanya kali ini.


"Baiklah. Aku sudah siapkan bubur. Makanlah dulu selagi hangat ..." ucapnya begitu lembut dan menyodorkan semangkok bubur padaku.


'Hhm ..." aku mengangguk dan menerima semangkok bubur itu.


"Baiklah. Aku akan berangkat. Tapi kamu harus berjanji untuk menghubungi aku jika terjadi sesuatu." sepasang mata bening itu menatapku penuh dengan kekhawatiran.

__ADS_1


"Baiklah. Aku janji padamu!" aku tersenyum menatap Haku.


"Segera habiskan makanannya dan minum obat! Tidak usah memasak! Nanti siang dan sore akan aku kirimkan makanan untukmu. Kamu istirahat saja ..."


"Hhm ... Baiklah." aku menyauti dengan tersenyum dan mengangguk.


Haku mengelus kepalaku lalu mengecup pipiku dengan lembut.


"Aku berangkat dulu ya. Aku akan datang lagi nanti malam."


"Iya ... Hati-hati di jalan."


"Hhm. Iya ..."


Haku mulai bangkit dan berlalu, dia memakai sepatunya dan segera meninggalkanku.


Brruukk ...


Tepat setelah Haku meninggalkanku, tubuhku ambruk begitu saja di sofa. Rasanya benar-benar berat sekali kepalaku saat ini dan saat ini terasa sangat dingin.


...***...


Aku duduk dan menuruni ranjangku. Aku mulai keluar dari kamar, dan aku sudah melihat Sora yang sedang bersama kak Ave di ruang tengah. Mereka sedang menonton tv bersama dan sesekali tertawa bersama saat melihat scene lucu.


Kapan mereka masuk ya? Apa aku lupa mengunci pintu juga?


Aku mulai berjalan melenggang lalu duduk di sofa sebelah mereka duduk untuk bergabung bersama mereka.


"Hai, Yuko!! Kau sudah sadar?" ucap Sora yang sedikit terkejut melihatku datang.


"Apa aku tadi pingsan, Sora?" tanyaku sangat penasaran.


"Yeap. Kamu pingsan tadi. Haku menghubungimu berkali-kali, tapi kamu tidak mengangkat panggilannya sama sekali. Makanya dia menyuruhku untuk datang melihatmu. Dan ternyata kau pingsan, bahkan tidak mengunci pintu." jelas Sora padaku. "Bagaimana? Apa kau sudah mendingan? Tadi aku sudah mengompres demammu ..." imbuhnya lagi.


"Sudah lebih baik kok. Makasih ya, Sora. Bahkan aku tidak sempat mengabari dosen hari ini ..."


"Tenang saja. Haku sudah memberitahuku tadi, dan aku sudah mengijinkanmu kepada dosen hari ini. Tenang saja, Yuko. Sekarang kau hanya harus fokus agar segera sembuh saja." ucap Sora dengan ramah dan tersenyum manks kepadaku.

__ADS_1


"Maaf jika aku merepotkan kalian ..." kataku sedikit tak enak kepada Sora dan kak Ave.


"Tidak enak bagaimana? Kau sudah seperti saudaraku sendiri! Kalau ada apa-apa katakan saja padaku!" Sora mulai menceramahiku kali ini. Sementara kak Ave hanya bertopang dagu dan tersenyum menatap Sora. "Atau sebaiknya aku tinggal bersamamu saja kali ya! Aku juga malas serumah sama kakakku! Tiap hari kerjaannya pacaran mulu!" celutuk Sora dengan wajah kesalnya.


"Bukankah kau sama saja, Sora?" potong kak Ave tiba-tiba. "Kita juga selalu bersama lho ..." imbuh kak Ave menggoda Sora dengan tawa kecil.


"Tapi kita kan bersama hanya karena kakak mau mengajariku membuat tugas ..." kilah Sora.


Kak Ave yang mendengar jawaban polos dari Sora kini tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya yang rapi dan putih, "Sebenarnya itu hanya alasanku sih ... Aku hanya ingin bersamamu saja." gumam kak Ave pelan disertai senyum malu-malu.


"Apa?! Dasar kakak ini nyebelin ya!" kini Sora memukuli lengan kiri kak Ave, sementara yang sedang dipukuli hanya senyam-senyum saja.


Lucu sekali mereka berdua!



Aku hanya tersenyum lebar melihat tingkah lucu mereka berdua. Dan tentu saja aku juga bahagia melihat Sora bahagia. Sora sudah terlalu menderita selama ini. Dikecewakan, dibohongi, dan dikhianati. Semoga kali ini dia tidak mengalami hal-hal buruk lagi.


"Aku akan buatkan minum. Kalian mau minum apa?" ucapku menawari mereka minum.


"Tidak usah, Yuko! Tidak usah repot-repot! Kau sedang sakit, jadi tidak perlu melayani kami!" ucap Sora cepat-cepat.


Aku hanya tersenyum lebar menatap Sora, "Tidak apa-apa kok!"


"Kau disini saja. Biar aku yang buat minum!" ucap Sora lalu memaksaku untuk duduk kembali. Setelah itu Sora segera pergi ke dapur untuk membuat minum.


"Kak Ave apa kabar?" tanyaku basa-basi.


"Aku baik-baik saja." jawabnya dengan ramah.


Wah, kak Ave benar-benar berubah deh. Menjadi lebih ramah dan hangat. Sora benar-benar sudah merubahnya. Hebat sekali dia!


"Yuko ..." ucap kak Ave setengah berbisik kepadaku lalu melirik ke arah dapur untuk melihat sesuatu.


"Ya, Kak. Bagaimana ya?" tanyaku dengan ramah.


"Uhm. Begini ... Aku ingin membelikan sesuatu untuk Sora. Sebuah hadiah. Tapi aku bingung mau belikan apa." ucap kak Ave sambil mengusap tengkuknya. "Kau kan temannnya ... Menurutnu dia suka apa ya?" imbuh kak Ave lagi.

__ADS_1


"Ehm ..." aku memutar bola mataku untuk berfikir sesuatu. "Semua pemberian dari kakak, pasti dia akan sangat menyukainya kok. Dan lagi, dia juga tidak melihat nilai. Tapi ketulusan kakak ..." imbuhku dengan jujur.


Memang benar, seorang gadis pasti akan menyukai apapun pemberian dari kekasihnya. Tak peduli nilai dan seberapa mahal sesuatu itu. Karena semua nilai itu tak ada harganya dibandingkan dengan sebuah ketulusan. Aku yakin Sora juga akan berfikiran sama denganku. Karena Sora adalah gadis yang baik dan tidak memandang dunia.


__ADS_2