My Little Prince

My Little Prince
Waiting


__ADS_3

Aku mempersiapkan diri untuk acara dinner malam ini bersama Haku dan rekan kerjanya. Sebenarnya Jessica sedikit membantuku mendandaniku.


Jessica juga sedikit merubah style rambutku. Dia meng-curly rambutku kali ini. Kata Jessica agar aku terlihat sedikit dewasa karena itu adalah acara bersama rekan kerja Haku dan sedikit formal. Aku menurut saja deh.


Jessica juga memilihkan pakaian untukku. Malam ini aku mengenakan sebuah dress putih selutut berbahan sangat lembut seperti bulu. Lembut sekali.


Sebenarnya ini adalah pakaian pemberian dari Kanna dan Mayu sebelum aku berangkat ke Tokyo untuk melakukan studyku di Todai. Dan aku sama sekali belum pernah memakainya.


"Wah, sempurna! Kau sangat cantik dan manis sekali, Yuko!" kata Jessica yang menatapku dengan mata berbinar.


Aku segera berdiri dan berputar-putar di depan cermin. Aku melihat seorang gadis yang sangat ceria dengan balutan pakaian warna putih lembut di hadapanku. Senyumnya merekah dan sangat berbinar. Dia terlihat sangat berbahagia.


"Jessy, apa aku cocok dengan penampilan ini?" tanyaku yang masih menatap diriku dindepan cermin.


"Uhhh, cocok sekali! Kau terlihat sangat bersinar! Haku tak akan memalingkan pandangannya darimu deh nanti!" kata Jessica dengan tawa kecil.


"Terima kasih ya, Jessy!" kataku tulus.


No matter what happens.


Even when the sky is falling down,


I'll promise you.


That I'll never let you go.


Oh oh oh yeah


You, when I fall down, Without ever wavering.

__ADS_1


Help me up again and again with your strong gaze.


And you, when it's too much for me to handle.


At the edge of the cliff with sadness,


You find me again without fail.


To you, who held my hands.


I've never done anything for you and although I'm poor.


I sing this song for you today.


Tonight, in your eyes


I see the pain that you hid for my sake behind that smile.


It just feels so right.


Never say break up.


No matter what anyone says, I will protect you.


Lantunan musik terdengar dari ponselku dan aku segera mengangkat panggilan itu dengan semangat.


"Hallo, Haku." sapaku dengan wajah berbinar.


"Yuko. Kau bisa ke halte? Sepuluh menit lagi aku akan segera sampai di sana." ucap Haku dari seberang.

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan segera kesana." sahutku pelan dan masih tersenyum sendiri.


"Baik. Hati-hati ya ..."


"Hai ..."


"See you, Yuko."


"See you ..." kataku lalu mematikan panggilan itu.


"Jessica, aku akan segera berangkat. Terima kasih ya!" ucapku tulus padanya.


"Oke. Aku juga mau pulang kok. Mau ngerjain tugas itu." kata Jessica sambil meringis.


"Oke."


Jessica segera pulang ke kontrakannya. Sementara aku segera bergegas untuk menuju ke halte.


Aku menunggu Haku di halte dengan sabar. Sepuluh menit berlalu ... Lima belas menit berlalu ... Dua puluh menit berlalu ... Dua puluh menit berlalu. Tapi Haku masih belum datang. Bahkan dia tidak menghubungiku.


Tiba-tiba ponselku kembali berdering. Tertulis nama Haku di layar ponselku dan aku segera mengangkatnya.


"Hallo ..." sapaku pelan.


"Yuko. Maaf. Aku tak bisa datang kesana. Tiba-tiba saja salah satu karyawan ayah mengalami kecelakaan saat dalam perjalanan ke restaurant. Kita semua membatalkan acara malam ini. Dan kita sedang di rumah sakit." kata Haku dari seberang.


"Maafkan aku sudah membuatmu menunggu, Yuko. Tapi aku benar-benar tak bisa datang. Kau pulang saja lagi ya ..." kata Haku pelan.


Tiba-tiba hatiku terasa sedikit sakit setelah mendengar ucapan Haku. Aku sudah menunggunya disini, tetapi dia tidak datang. Tanpa sadar aku sudah sangat murung saja. Tapi aku tidak boleh egois. Haku sedang di rumah sakit bersama yang lainnya.

__ADS_1



__ADS_2