My Little Prince

My Little Prince
Kak Ave Menghilang


__ADS_3

Sebenarnya aku juga kangen. Bahkan setiap detikpun aku selalu merindukan Haku. Aku selalu ingin bersama dengannya. Bahkan saat sedang bersamanya aku juga masih merindukannya.


Terlebih saat sedang ada masalah, aku ingin selalu bersamanya. Karena bersamanya akan membuatku merasa lebih tenang dan lebih baik.


"Aku juga kangen sekali padamu, Haku." kataku sedikit lesu karena mengingat masalah Ken dan Sora. Namun aku sedikit bahagia saat ini bisa mendengar suara Haku. Rasanya sedikit meringankan beban dan gelisahku.


"Apa ada masalah, Yuko. Nada bicaramu terdengar sedikit berbeda." tanya Haku mencurigaiku.


Ah, Haku memang orang yang paling mengetahui dan sangat memahamiku setelah Ibuku. Dia selalu tau dan paham tentang apa yang sedang aku rasakan.


"Hhm ...Tidak kok." ucapku berkilah. Aku tidak mau menambah beban untuk Haku. Dia sudah terlalu banyak beban dan masalah. Tidak hanya kuliah, kini dia juga memiliki sebuah tanggung jawab yang berat pada perusahaan ayahnya.


"Hhm. Jangan bohong ... Katakan saja padaku." katanya dengan lembut.


"Bukan masalahku sih. Tapi masalah Sora dan Ken ..." kataku akhirnya.


"Ada apa dengan mereka?"


"Saat ini mereka sedang sedikit ada masalah. Bahkan mereka sedang bertemu di bawah saat ini."


"Masalah apa, Yuko? Bukankah selama ini mereka masih baik-baik saja?"


"Hhm. Tadi tiba-tiba saja Ken memutuskan Hana. Dan sepertinya Ken berniat mengatakan semuanya kepada Sora. Namun sepertinya Sora sudah tidak bisa lagi menerima Ken ..." ucapku menjelaskan.


"Kenapa? Kamu bilang mereka pernah saling suka?" tanya Haku sedikit kebingungan.


"Karena saat ini Sora sudah menjalin ikatan dengan kak Ave." jelasku pelan.


"Apa?" terdengar Haku sedikit mengeraskan suaranya kali ini. Sepertinya dia sangat terkejut mendengarnya.


"I-Iya ... Kemarin mereka baru saja jadian."


"Apa kak Ave yang memaksa dan mengancam Sora?"


"Tidak, Haku! Ini murni keputusan dari Sora." ucapku menjelaskan.


"Hhm ... Aku tidak menyangka sama sekali akan berakhir seperti ini, Yuko."


"Aku juga, Haku. Senior Ave sangat dingin dan tidak mudah dekat dengan siapapun. Bahkan selama ini dia juga sangat tertutup sekalipun dengan keluarga maupun teman-temannya. Namun dia bisa sangat terbuka dengan Sora." ucapku sambil membaringkan tubuhku di atas sofa.


Rasanya kedua kakiku juga sedikit lelah. Huft ...

__ADS_1


"Itulah cinta. Bisa membuat seseorang sangat berubah. Cinta itu sangat ajaib. Seperti pertemuan dua kepribadian itu seperti kontak dua zat kimia. Jika ada reaksi, keduanya berubah." ucap Haku, namun bayanganku sedang membayangkan Haku sedang berada di podium dan menerangkan sesuatu layaknya seorang Dosen yang sedang mengajari muridnya.


"Ya. Sangat ajaib. Seperti pertemuan kita saat itu." kataku dengan tawa kecil.


"Hhm ... Iya, Yuko." sahut Haku yang terdengar sedikit tertawa. "Hhm ... Jadi malam ini Sora akan menginap di rumahmu ya?"


"Iya, Haku."


"Semoga saja Ken dan Sora bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Karena Ken sendiri sebenarnya sangat sulit untuk bisa menyukai seseorang. Untuk melupakannya pasti juga akan butuh waktu." Kata Haku pelan.


"Iya. Sora juga orang yang seperti itu. Namun kini dia sudah bersama kak Ave. Hhm ... Terkadang masalah seperti ini bisa membuat kita sangat bingung ya, Haku ..."


"Hhm ... Tergantung bagaimana menyikapinya sih ... Dan sebaiknya ikuti kata hati saja."


Tiba-tiba sudah ada suara pintu yang terbuka. Sepertinya Sora sudah kembali lagi.


"Haku, Sepertinya Sora sudah kembali. Sudah dulu ya. Dan sebaiknya kamu segera istirahat ..."


"Hhm. Baiklah. Jangan tidur terlalu larut ya."


"Siap ..." jawabku dengan sedikit tawa kecil.


"Bye ..."


"Bye ..."


Belum sempat aku menanyakan apa yang terjadi, ponselnya tiba-tiba berbunyi. Menandakan ada sebuah pesan yang masuk.


Dengan cepat Sora segera membuka pesan itu dan segera membacanya.


Setelah membaca pesan itu, matanya sedikit membulat dengan sempurna. Dan dia menutup mulutnya dengan salah satu telapak tangannya.


"Ada apa Sora?" tanyaku sangat penasaran dan sedikit melirik layar ponsel Sora.


"Kak Ave ..." ucap Sora sedikit gelagapan.


📱Ternyata alasan kau tidak mengangkat panggilan dariku adalah karena saat ini kau sedang bersama dengan Ken ya? Hhm ...


Oh My ... Itu berarti kak Ave sedang berada di sekitar sini donk. Dan dia melihat Sora sedang bertemu dengan Ken tadi?


"Memang tadi kau dan Ken pergi kemana, Sora?" tanyaku sedikit penasaran.

__ADS_1


"Kita hanya berbincang sambil berjalan sedikit ke depan ..." sahut Sora yang terlihat sedikit gelisah.


Sora segera melakukan sesuatu terhadap ponselnya. Dan sepertinya dia berusaha untuk menghubungi kak Ave.


Sora terlihat sangat gelisah saat menunggu panggilan itu hingga diangkat. Namun kak Ave tidak mengangkatnya, malah panggilan berikutnya nomornya malah tidak aktif.


Apa kak Ave sedang di rumah kak Zen ya? Memikirkan hal itu, aku segera meraih ponselku dan segera menghubungi kak Zen. Tak lama aku menunggu, kak Zen sudah mengangkat panggilan dariku.


"Hallo, Yuko." sapa kak Zen dari seberang.


"Uhm ... Hallo, Kak." balasku.


"Ada apa, Yuko? Kenapa telpon malam-malam? Apa sudah terjadi sesuatu?" tanya kak Zen yang terdengar sedikit cemas.


"Apa kak Ave sedang di rumah kakak ya?" tanyaku tak sabaran.


"Ave? Tidak. Dia tidak disini. Ada apa, Yuko?" jawab kak Zen.


"Oh, hanya ingin tau saja kak. Kalau begitu sudah dulu ya kak. Terima kasih. Selamat malam." ucapku cepat-cepat.


"Ah, Iya ... Selamat malam." jawabnya seadanya.


Tut ...Tut ... Tut ...


Aku mengakhiri panggilan itu dan aku masih melihat Sora yang masih berusaha menghubungi kak Ave namun masih saja ponselnya tetap tidak aktif.


"Yuko ... Bagaimana ini?" tanya Sora dengan wajah cantiknya yang kini berubah menjadi sangat gelisah. Tapi tetap saja, dia masih sangat cantik.


"Atau bagaimana kalau kita turun mencarinya? Aku akan menemanimu kalau kau mau, Sora." kataku mengusulkan.


"Hhm ... Ide bagus. Ayo!" sahutnya langsung menarik lenganku dan tak sabaran.


Akhirnya aku dan Sora memutuskan segera turun kembali dan segera menyusuri jalanan bahkan kita sampai ke halte untuk mencari kak Ave. Namun kita tak menemukan sosoknya sama sekali.


Sesekali Sora masih berusaha untuk menghubungi ponsel kak Ave, namun masih saja tidak akhif. Sora terlihat sangat kebingungan dan sedikit khawatir.


Dimana sebenarnya kak Ave? Kita sudah mencarinya dan menyusuri jalanan itu tapi tetap tak menemukannya. Aku melirik jam tanganku dan kini sudah menunjukkan pukul 11 PM.


"Sora, lebih baik kita segera kembali. Mungkin saja kak Ave sudah pulang." ucapku membujuk Sora, karena suasana di luar sudah sangat dingin.


Sora mengangguk pelan dengan sangat muram. Sepertinya dia masih sangat tidak tenang. Tapi mau gimana lagi? Ini sudah sangat malam, dan di luar juga sangat dingin.

__ADS_1


...***...


__ADS_2