My Little Prince

My Little Prince
Sureprise


__ADS_3

" Haku, Bangun! Kita sudah hampir sampai." kataku pelan. "Haku, Kita akan segera turun." aku mengelus pelan pipinya. Dan dia mulai membuka matanya.


" Ah. Apa aku ketiduran, Yuko? Maaf ya." katanya saat terbangun.


" Ahaha ... Daijoubu. Kita sudah hampir sampai. Maaf ya sudah membangunkanmu."


" Hhm ... Kalau tidak membangunkanku malah entah akan sampai dimana kita nanti." candanya. "Yuk..!" Haku berdiri dan menggandengku. Kita berdua turun dari subway. Lalu berjalan menuju rumah Haku.


" Haku. Kalau boleh tau kenapa kau tidak mengerjakan tugas dari senior?" tanyaku saat kita berjalan menuju rumahnya.


" Aku merasa seperti akan mengkhianatimu saja saat itu. Jadi aku memutuskan untuk tidak membuatnya." kata Haku pelan. "Tapi pada akhirnya aku malah membuatnya 100 kali lipat. Aku telah menyatakan cinta pada gadis lain. Maafkan aku, Yuko." katanya menyesal.


Aku tertawa kecil mendengar Haku berkata seperti itu."Itu kan hanya sebuah permainan, Haku. Dan itu tidak nyata."


" Biarpun itu hanya sebuah permainan. Tapi aku tidak menyukainya. Aku takut kau akan marah."


" Aku tidak akan marah kok." kini aku menghentikan langkahku dan Haku ikut berhenti. Aku tersenyum menatapnya. "Aku malah akan sedih jika Pangeranku malah menderita gara-gara terlalu mencemaskan dan memikirkanku."


" Uhh ... Kau benar-benar Yuko. Tentu saja aku akan melakukan apapun untuk membuatmu selalu berada disisiku. Karena aku sudah pernah hampir kehilangan kamu."


Hhm ... Memang benar kata Haku. Kita berdua pernah merasakan saling kehilangan saat itu. Saat Haku yang kutemui pada saat itu bukanlah Haku yang bernyawa.. Dan aku kehilangan dia setelah mengetaui kebenaran. Sedangkan saat aku koma dan tak kunjung sadar, Haku juga pasti merasakan hal yang sama dengan yang aku rasakan. Dia sangat putus asa dan frustasi saat itu.


" Aku akan selalu berada disisimu kok." aku tersenyum menatapnya.


" Hhm. Iya benar ..." tiba-tiba Haku tertawa kecil. "Kita akan selalu bersama. Bahkan kita sudah pernah melakukannya." dia menatapku dan tersenyum nakal.


" Ah! Kau membicarakan itu lagi..!" kataku sedikit shock.


" Memang kenapa? Malam itu adalah malam terindah dalam hidupku." kata Haku dengan senyuman manisnya. Dia terlihat sedikit merona. "Dan aku tak akan pernah melupakannya, Yuko." tiba-tiba saja Haku langsung memelukku dengan gemas.


Dan aku juga tidak akan pernah melupakannya, Haku. Malam itu adalah malam yang sangat mendebarkan dan sangat indah. Mana mungkin aku bisa melupakannya begitu saja.


...***...


Setelah sampai di rumah kita melihat Mirae yang sedang berada di ruang tengah bersama seorang temannya. Mereka sedang sibuk mengerjakan sesuatu.


" Kakak sudah pulang?" kata Mirae menatapku dan Haku girang.


" Iya. Ini buat kalian." aku memberikan sekotak ayam goreng untuknya.


" Wah terima kasih kak." kata Mirae kegirangan. "Yura hari ini akan menginap ya, Kak."

__ADS_1


" Hhm. Oya setelah ini kita akan keluar lagi sebentar. Nanti kunci saja pintunya. Kakak akan bawa kunci cadangannya." kata Haku kepada Mirae.


" Wakarimashita (dipahami)..!" kata Mirae lalu bergabung bersama temannya lagi.


Aku segera bergegas untuk ke kamarku untuk mandi. Begitu juga dengan Haku. Dia segera ke kamarnya.


Setelah beberapa saat, aku sudah selesai mandi dan segera berganti pakaian. Aku mengenakan dress selutut berwarna sweet lilac. Aku juga memakai sweater tipis soft lavender.


Lalu aku memakai sedikit bedak dan liptint berwarna soft pink.Tak lupa ku semprotkan sedikit parfum kesukaanku di tubuhku. Kyara Parfume. Aku sangat menyukai aroma itu. Sangat lembut.


Aku tersenyum menatap diriku sendiri di dalam cermin. "Kau sudah siap, Yuko?" aku tersenyum sambil merapikan sedikit rambutku yang sedikit berantakan. "Oke. Perfect." aku mengedipkan satu mataku dan menatap diriku sendiri.


Aku menyamber slingbagku lalu bergegas hendak keluar dari kamar. Tapi saat membuka pintu ternyata disaat itu juga Haku hendak mengetuk pintu kamarku.


Kita saling bertatapan beberapa saat terkejut tapi kembali tersenyum bersama.


Haku memakai kemeja lengan panjang berwarna hitam. Dan dia sedikit melipat pada bagian lengannya. Dengan dipadukan celana jeans warna terang, dia terlihat sangat keren sekali. Mata gadis mana yang bisa berpaling darimu, Haku?😭 Pesonamu sungguh luar biasa.


" Wah ... Kau manis sekali, Yuko." kata Haku yang menatapku terus.


" Tidak kok." kataku sambil tersenyum.


" Hhm ..." aku mengangguk lalu segera memeluk lengannya. "Yuk!" ajakku.



Aku dan Haku segera bergegas. Dan ternyata dia sudah memesan taxi online. Kita mengunjungi Gyukatsu Motomura Harajuku Restaurant.


Setelah turun dari taxi Haku memintaku untuk menutup mataku. Tanpa pikir panjang aku langsung menutup mataku. Dia memegang kedua pundakku dan membantuku berjalan memasuki restaurant itu.


" Tetap tutup mata ya, Yuko. Aku sudah menyiapkan hadiah spesial untukmu malam ini." bisik Haku di dekat telingaku.


Aku yang mendengarnya hanya tersenyum lebar. Hadiah spesial apa yang sudah Haku persiapkan untukku ya? Aku jadi penasaran sekali.


" Aku akan menghitung mundur. Dalam hitungan ketiga kau buka mata ya ..." kata Haku sambil memegang kedua pundakku.


" Hmm ... Baik ..." kataku tak sabar.


" Well. Aku akan mulai menghitung. Ichi ... Ni ... San ... Open your eyes, Honey ..." kata Haku di dekat telingaku.


Perlahan aku mulai membuka mataku. Senyumku mengembang menatap yang ada di hadapanku saat ini. Aku bahkan hampir tak percaya dengan apa yang sedang aku lihat. Aku melihat Kanna, Mayu, dan Kiro yang sudah berdiri di hadapanku.

__ADS_1


" Sureprise! Happy Birthday Yuko." kata mereka bertiga kompak.


"Kalian!" kataku terharu. "Aku sangat merindukan kalian!" aku segera berlari memeluk Kanna dan Mayu secara bergantian.


" Kita juga sangat merindukanmu, Yuko ..." sahut Kanna.


" Benar sekali. Kita tak pernah berpisah lama sebelumnya. Hiks ..." kata Mayu yang terlihat sedih.


" Huhuhu ... Itu benar sekali ..." aku kembali memeluk kedua sahabatku itu.


" Wah, Kok aku nggak dapat pelukan sendiri sih? Yuko, Kau curang!" kata Kiro sambil mengerucutkan bibirnya.


" Sini! Biar aku yang peluk kau saja, Kiro." goda Haku langsung memeluk Kiro.


" Padahal baru beberapa hari aku tidak melihatmu. Tapi kau berubah menjadi lebih tampan saat menjadi seorang mahasiswa." canda Kiro.


" Aku selalu tampan dari lahir tau!" balas Haku.


" Wah, Haku sudah berubah ya. Tidak pemalu dan pendiam lagi." Kiro terkekeh.


Haku ikut tertawa renyah dan masih merangkul Kiro.


Kita semua ikut tertawa melihat mereka.


Kita segera duduk dan memesan makanan. Sambil menunggu makanan datang kita saling melepas rindu. Ah, Padahal baru beberapa hari berpisah dengan mereka. Tapi rasanya seperti sudah lama sekali tidak bertemu.😄


" Tapi bukannya kalian masih ospek ya Kok malah pergi ke Tokyo?" tanyaku sedikit terheran.


" Tidak masalah ijin beberapa hari kan." Mayu tersenyum nakal menatapku.


" Tapi masa ospek itu juga sangat menyenangkan lo, Mayu ..." sahutku.


" Tidak untuk menulis 100 lembar pernyataan cinta.." sahut Haku sedikit cemberut.


" Kau disuruh menulis 100 lembar surat pernyataan cinta, Haku?" tanya Kiro seakan tak percaya.


" Hhm, Menyebalkan sekali."


Tapi Kiro malah menertawakan Haku kali ini. " Kau biasanya yang selalu mendapat surat pernyataan cinta. Entah sudah berapa puluh kali kau menerimanya. Tapi kau bahkan tak pernah membacanya. Dan sekarang impas. Mungkin ini doa dari para gadis itu agar kau mendapat hukuman."


" Ih, Kau nyebelin ya, Kiro!" sahut Haku kesal.

__ADS_1


__ADS_2