
Pantai Enoshima memang sungguh indah, airnya juga sangat jernih. Hamparan pasir yang luas ini, sangat menakjubkan. Pasir putih dan air hijau zambrud ini benar-benar pemandangan yang tak boleh dilewatkan sama sekali. Apalagi di musim panas seperti ini. Aku beruntung sekali datang hari ini.
Pemandangan laut yang membentang indah menuju cakrawala ini sungguh menakjubkan sekali.
Aku dan Haku segera berganti pakaian agar bisa segera bermain dan berenang di pantai.
Aku mengenakan sebuah tank top berwarna putih dan mengenakan sebuah celana santai pendek berwarna putih juga.
Sementara Haku hanya memakai sebuah celana santai berwarna gelap. Awalnya dia memakai sebuah kemeja lengan pendek berwarna putih, tetapi dia melepasnya saat sudah basah ketika kita bermain di pantai. Dan sekarang dia bertelanjang dada. Membuatku sedikit malu saja.
Jujur aku masih belum terbiasa dengan pemandangan yang seperti ini. Membuatku sedikit berdebar.
Aku dan Haku berlomba membuat sebuah istana pasir sore itu. Dan kita juga mengukir beberapa gambar dengan menggunakan kayu di pasir yang basah itu. Kita juga bermain di bibir pantai saling menyerang dengan air pantai. Bahkan sesekali Haku menggendongku di belakang punggungnya.
Tawa dan canda kita menemani kita sepanjang sore ini. Aku sungguh sangat bahagia sekali. Ini adalah pertama kali aku dan Haku pergi ke pantai bersama.
Setelah asyik bermain, kita beristirahat sejenak. Duduk diatas pasir sambil menikmati beberapa cemilan sore ini. Bahkan Haku juga membelikan ice cream strawberry untukku. Tak lupa juga kita mengambil beberapa foto berdua untuk mengabadikan moment hari ini.
Aku dan Haku menikmati pemandangan senja yang sangat indah ini yang sedang berada di hadapan kita. Lautan yang begitu indah dengan ombak yang sedikit besar. Ah, bagaimana ya jika Haku bermain selancar? Pasti akan sangat keren sekali.
...Membayangkangkannya saja sudah senang sekali....
Tapi sayang sekali, ombak lautan sedikit besar.
"Seharusnya kita tidak datang hari ini ya, Haku." kataku sedikit cemberut.
"Kenapa, Yuko?" tanya Haku sedikit bingung.
"Ombak hari ini sedikit besar." kataku yang masih menatap lautan itu.
"Lalu kenapa? Kau takut?" tanya Haku sambil menatapku. "Tenang saja. Aku disini bersamamu. Tak perlu merasa takut dan cemas. Aku akan selalu melindungimu" Haku tersenyum menatapku.
Kini aku meliriknya. "Sebenarnya.."
"Ya..?"
"Sebenarnya aku ingin melihatmu bermain selancar. Pasti akan sangat keren. Tapi ombak hari ini begitu besar." kataku sedikit cemberut.
Haku malah tertawa kecil mendengarku.
__ADS_1
"Kau ingin melihatku berselancar? Maka aku akan melakukannya untukmu." Haku tersenyum manis menatapku. "Bukan hanya selancar. Semua yang kau mau aku akan melakukannya. Dan aku akan memberikan segala yang aku punya untukmu. Senyumanku, kekuatan dari tanganku, kebahagiaanku, kesedihanku, dan semua harapanku untuk masa depan. Semuanya adalah milikmu. Aku akan memberikan semua itu untukmu." Haku tersenyum manis menatapku lalu menggenggam dan mengecup punggung telapak tanganku. "Karena kamulah aku menjadi seorang pria hari ini. Dan kau adalah milikku."
Aku terdiam beberapa saat menatapnya. Kata-katanya seperti mantra sihir yang mampu membuatku seperti terbang dan menjadi gadis paling bahagia di dunia ini.
Haku mengelus pipiku lembut lalu bangkit dari duduknya.
"Tidak, Haku!" aku meraih tangannya agar dia mengurungkan niatnya. "Ombak hari ini agak besar. Aku tidak mau membahayakanmu. Kau tidak harus melakukannya hari ini." kataku sedikit khawatir.
"Tenang saja, Yuko. Aku sudah terbiasa melakukannya." Haku mengelus kedua tanganku dan tersenyum. "Duduk disini dan nikmatilah pemandangannya! Sebentar lagi akan ada seorang pria tampan yang akan berselancar indah di senja yang sangat memukau ini." katanya sambil mengedipkan satu matanya lalu bergegas pergi meninggalkanku.
Beberapa saat kemudian aku melihat seorang pria yang sangat tampan dan imut sedang berselancar dengan sangat mahir sekali. Pria yang sangat luar biasa dan menawan. Hanya melihatnya yang sedang berselancar membuatku melayang tak terkendali dan begitu bangga kepadanya. Cahaya senja yang menyinari tubuhnya menjadikannya terlihat sangat menawan. Rambutnya yang terkena tiupan angin menari-nari dengan sangat indah.
Ternyata Haku sangat mahir sekali berselancar. Aku bahkan baru mengetahuinya hari ini. Ternyata masih banyak yang tidak aku tahu tentang dia.
Aku ingin mengetahui lebih banyak lagi tentangmu, Haku.
Setelah beberapa saat terlihat seorang pria yang mulai berjalan ke arahku. Kini aku sedang berdiri menantikannya. Cahaya senja menyinari rambutnya yang menari terkena hembusan angin. Cahaya itu juga menyinari tubuhnya yang sangat atletis, menjadikannya lebih tampan dan sangat menawan.
Bahkan aku merasa dirinya terlihat lebih indah dari pemandangan senja pantai saat ini. Tanpa sadar aku telah mematung lama menatapnya terus dari tadi. Haku begitu sempurna. Sangat tampan dan... Aku tak bisa lagi menggambarkan dirinya. Aku seperti sudah tersihir saja karena sangat menyukainya.
"Yuko.."
Kenapa bisa begitu menawan sekali.
"Ehm, aku sedang melihat senja yang sangat indah ini." kataku sedikit gugup
"Hmm. Benar sangat indah."Haku menatap sekelilingnya dan masih dihadapanku.
Oh My..!! Seharusnya kau pakai bajumu, Haku! Aku tak bisa berpikir dengan jernih kalau seperti ini terus. Wajah dan tubuhnya benar-benar sangat indah.
"Yuko, apa yang sedang kau lihat?" kali ini Haku bertanya dengan sedikit tertawa kecil seperti sedang menggodaku.
Aku segera mengalihkan pandanganku. Agar dia tidak melihat wajahku yang mulai merona.
"Tentu saja aku sedang melihat senja yang begitu indah ini." kataku berbohong.
"Benar. Dan lebih indah saat aku melihatnya bersamamu."
Aku tersenyum malu mendengar ucapan Haku.
__ADS_1
"Bagaimana selancarku barusan?"
"Keren sekali." sahutku antusias. "Aku bahkan baru mengetahui kalau kau sangat hebat berselancar, Haku."
"Karena kau tak pernah melihatku berselancar sebelumnya, Yuko." Haku tertawa kecil lalu menarikku untuk duduk kembali.
Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam ranselnya.
"B*r?" tanyaku sedikit tak percaya.
"Hhm. Aku ingin minum bersamamu."
"Tapi aku tidak pandai meminumnya, Haku."
"Kalau begitu biar aku saja yang meminum semuanya deh." Haku mulai meminum b*r itu.
"Eh jangan! Kau tidak boleh minum banyak-banyak. Mana!" aku merebutnya lalu meminumnya.
Haku tertawa kecil. "Tak perlu takut meminumnya saat bersamaku. Kau aman bersamaku, Yuko."
"Hhm.." kataku lalu meneguk minuman itu lagi. Walaupun rasanya pahit tapi aku tetap meminumnya.
"Tapi jangan pernah kau coba meminumnya saat tidak bersamaku ya!"
"Hhm.."
Akhirnya aku menghabiskan hampir setengah botol. Saat aku mau meminumnya lagi, tiba-tiba saja Haku langsung merebutnya dariku.
"Jangan minum terlalu banyak. Lihat, kau sudah mabuk." katanya.
"Aku tidak mabuk!" kataku mengelak lalu menunduk dan memegang paha Haku untuk pegangan. Aku sedikit pusing, dunia seperti sudah mulai berputar-putar.
"Lihatlah, wajahmu sudah memerah. Kau sudah mabuk, Yuko."
Kini aku mendongak menatap wajah Haku. "Wajahmu juga sudah memerah, Haku. Kau juga mabuk?"
"Aku tidak mabuk!"
"Tapi wajahmu sangat merah lho.."
"Itu karena ... Ehm, mungkin efek alkohol."
__ADS_1
Kepalaku semakin terasa sangat berat. Kini aku benar-benar menjatuhkan kepalaku di paha Haku.
" Yuko!" sempat ku dengar Haku yang memanggilku. Tapi aku tak kuat lagi.