
Aku membuka mataku perlahan.
Ah.. Kepalaku masih terasa sedikit pusing.
Aku mencoba duduk dan menatap sekelililingku. Dan aku sudah berada di kontrakanku. Aku tidak ingat bagaimana aku bisa pulang kesini semalam. Seingatku kemarin malam aku sedang bersama kak Zen di depan Cafe itu. Apa kak Zen yang sudah mengantarku ya?
Aku turun dari ranjang dan berniat pergi ke dapur untuk mengambil minum. Tapi betapa terkejutnya aku yang melihat sosok Haku sedang berada di dapur.
"Haku?" tanyaku sedikit bingung.
"Selamat pagi, Yuko." sapanya lalu membawakan semangkok besar soup ke meja makan.
"Aku tidak ingat kejadian tadi malam, Haku. Apa kau yang menjemputku dan mengantarku kesini?"
Haku malah tersenyum menatapku.
"Nanti saja ngobrolnya. Sekarang kau makan soup buatanku dulu. Biar mabukmu mereda."
Aku duduk di meja makan bersama Haku. Aku sedikit terkejut melihat soup buatan Haku. Selain terlihat sangat menggugah selera, aromanya juga sangat menggoda. Dia pandai sekali memasak.
"Aku mencoba membuat soup gomtang ( daging sapi ) atau galbitang ( tulang daging sapi ) ini, Yuko. Kata orang soup ini sangat populer di Korea karena kandungan kaldunya yang kaya akan protein. Dan soup ini juga bisa meredakan mabuk." kata Haku.
"Darimana kau belajar membuatnya, Haku?" tanyaku takjub.
"Sepupuku Ibby pernah mengajariku membuatnya."
"Ibby?"
"Ya. Dia berasal dari Korea. Dan sekarang dia tinggal di Jepang. Kapan-kapan aku akan mengajakmu mengunjunginya deh."
"Hhm. Oke." sahutku antusias. " Hhmm.. Kelihatannya sangat lezat. Apa aku boleh memakannya sekarang, Haku?" kataku tak sabar.
"Tentu saja." Haku bertopang dagu dan tersenyum manis menatapku.
Aku segera memakan soup buatan Haku.
"Ini enak sekali, Haku!" kataku terharu. "Kenapa bisa seenak ini sih? Aku saja tidak bisa membuat makanan yang enak." aku kalah telak deh. Malu sekali rasanya.
"Kau sangat pandai memasak ramen dan donburi, Sayang." Haku tersenyum lebar menatapku. "Dan aku sangat menyukainya."
Aku hanya tersenyum mendengar Haku. Lalu kembali menikmati soup buatannya itu. Dan sesekali aku menyuapinya.
Ah, Hari-hariku terasa sangat indah saat bersamanya. Bahkan aku tak pernah merasa bosan sedikitpun karena selalu bersamanya. Aku selalu rindu saat-saat bersamanya. Dan ingin selalu bersamanya.
Akhirnya aku menghabiskan soup itu. Ah.. Lega sekali.
__ADS_1
"Nah sekarang kau harus mandi dulu..!" Haku menarikku dan menggiringku ke kamar mandi.
"Ah tapi kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Haku." kataku.
"Iya. Setelah kau mandi kita akan meluruskan semuanya.."
"Meluruskan?"
Memang apa yang sedang terjadi? Apa aku sudah membuat sebuah kesalahan? Apa ini soal unggahan di social mediaku semalam?
"Tapi Haku.."
"Mandilah dulu, Yuko. Atau kau mau aku yang memandikanmu?"
Apa? Mendengar Haku berbicara seperti itu spontan saja membuat wajahku memerah.
"Aku akan mandi sendiri..!!" kataku langsung melompat ke kamar mandi.
Wah.. Haku memang pandai sekali menggoda dan membuatku merasa malu.
Aku segera mandi dan keramas. Agar bau alkohol segera menghilang. Setelah beberapa saat akupun selesai. Dan segera keluar dari kamar mandi. Aku melihat Haku yang sedang menonton sebuah cartoon.
Aku mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutku.
Tiba-tiba saja Haku datang menghampiriku dan mengambil alih hair dryer ku.
"Tapi aku bisa melakukannya sendiri kok, Haku." kataku merasa sedikit tak enak.
"Biarkan aku melakukannya, Yuko." kata Haku pelan. Aku nurut saja akhirnya. Dan Haku mulai mengeringkan rambutku dengan hair dryer perlahan.
Aku merasa sedikit gugup sih.
"Yuko.."
"Ya.."
"Tentang postinganmu semalam. Kau bisa jelaskan sesuatu?" tanya Haku pelan.
Aku meraih dan mematikan hair dryer itu karena rambutku sudah mulai mengering.
"Semalam kita sedang bermain Truth or Dare. Dan saat aku kena, kak Ave memberikan tantangan padaku untuk membiarkan salah satu dari mereka membuat status di social mediaku."
"Sudah kuduga. Itu bukan kamu." Haku tersenyum menatapku. "Karena aku yakin, Yuko-ku tak akan pernah membuat postingan yang seperti itu."
"Terima kasih sudah mempercayaiku, Haku." aku tersenyum menatapnya haru. "Lalu apa yang terjadi semalam? Terakhir aku ingat aku sedang menunggumu di depan cafe itu. Tapi tiba-tiba aku tertidur dan aku tak ingat apa-apa lagi."
__ADS_1
"Ya. Malam itu aku datang dan melihatmu sedang bersama kak Zen. Bahkan kau tertidur bersandar padanya."
"Apa? Jangan bercanda deh, Haku!" kataku sedikit tak percaya.
"Iya. Dia memintaku untuk mengantarmu ke kontrakanmu. Tentu saja aku akan mengantarmu dong." kata Haku yang terlihat sedikit cemberut. "Lain kali kalau sedang tidak bersamaku jangan meminum minuman itu ya. Aku khawatir."
"Baiklah. Maaf ya, Haku sudah membuatmu khawatir." kataku menyesal.
"Tidak apa-apa, Sayang." Haku mengambil sebuah sisir lalu menyisir rambutku yang masih berantakan dengan lembut. Setelah rambutku rapi dia duduk di sebelahku lalu menyibak rambutku ke samping lainnya. Dia mengecup lembut tengkukku. Dia melingkarkan tangannya memelukku. Dan mendaratkan dagunya yang indah di atas bahuku.
" Ehm. Haku.."
" Ya.."
"Kau bilang kita akan ke pantai akhir pekan?" tagihku kepadanya.
"Bagaimana kalau kita pergi hari ini?"
"Serius?" tanyaku kegirangan.
"Hhm.. Tapi setelah yang ini dulu ya." Haku lalu kembali mengecup lembut bahuku. Membuatku sedikit berdebar dan merona.
Perlahan dia mulai mengecup lembut bibirku. Haku selalu melakukannya dengan sangat lembut dan manis. Salah satu tangannya memegang tengkukku untuk memperdalam ciumannya. Sementara tangannya yang lain menahan pinggangku.
Nafas panjangnya bisa aku rasakan di dalam ciuman itu. Membuatku berdebar dan membangunkan kulitku yang masih sensitive.
Aku pasrah mengikuti permainannya. Sesekali dia memainkan lidahnya di dalam mulutku. Ciumannya sungguh seperti racun yang perlahan membuatku tak berdaya dan seperti melayang.
Dia menghentikkannya ciuman itu untuk beberapa saat untuk membiarkanku bernafas sejenak. Lalu dia kembali mengecup kembali bibirku dengan sangat lembut. Terasa sangat manis seperti lelehan sebuah ice cream.
Lantunan dari salah satu backsound anime kiss of death di TV yang sedang menyala mengiringi ciumanku bersama Haku. Membuatku sedikit menghilangkan rasa nervousku dari setiap nafas kita.
Perlahan dia mengakhiri ciuman itu. Dia menatapku dan tersenyum sangat manis.
"Yuko.."
" Hhm..."
"Kita berangkat sekarang?"
"Ehm. Boleh. Tapi tunggu disini sebentar ya. Aku akan ke kamar Jessica sebentar untuk mengembalikan pouch make up-nya. Semalam dia nitip ke aku dan aku malah pulang duluan."
Haku mengelus kepalaku sambil tersenyum dan mengangguk.
Aku segera bergegas ke kamar Jessica untuk mengembalikan pouch make up-nya. Setelah itu aku bergegas kembali ke kamarku.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya aku, Haku malah sedang tertidur di atas ranjangku.
Padahal aku hanya meninggalkannya sebentar saja. Pasti dia mengantuk dan sangat kecapekan. Semalam dia mengurusku entah jam berapa dia baru tidur. Dan tadi pagi-pagi sekali dia sudah bangun untuk membuatkanku soup.