My Little Prince

My Little Prince
Returning From The Dark


__ADS_3

Baru kali ini aku mengetahui semua waktu yang cukup gelap dan kenangan buruk Haku saat-saat itu. Sebelumnya, Haku selalu terlihat kuat dan ceria.


Namun malam ini aku baru mengetahui sisi lemahnya yang selama ini dia simpan sendiri. Pasti itu semua sangat berat untuknya. Maafkan aku Haku. Padahal selama ini kau selalu ada untukku. Namun aku sama sekali tidak mengetahui beban terberatmu saat itu.


"Aku memahaminya ..." kataku dengan suara parau dan dia masih sedikit terisak di pelukanku. Aku menepuk dan mengelus pelan bahunya berusaha untuk sedikit menenangkannya.


"Mulai sekarang aku akan selalu ada untukmu, Haku. Dan kau bisa berbagi apapun kepadaku. Jangan pernah kau pendam sendiri lagi ..." ucapku pelan dengan mata yang kembali berair.


"Yuko ... Maaf jika kamu menjadi sedih karena mengetahui semua itu." katanya lirih.


"Jangan meminta maaf, Haku! Kamu tidak salah apa-apa ..." aku semakin memeluknya dan daguku kini berada di atas rambut dan kepala Haku.


Butuh waktu beberapa saat untuk Haku kembali tenang kembali. Dan saat ini kita saling duduk di bangku balkon dan menatap langit malam yang sedikit gelap.


"Masa lalu terkadang memang sangat menyakitkan. Namun aku juga melihat ada kebahagiaanku disana. Jadi aku tak bisa melupakannya dengan mudah." ucap Haku sambil menatap langit malam.


"Masa lalu bukan untuk dilupakan, Haku. Tapi jadikan sebagai pembelajaran untuk memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi." ucapku pelan dan aku juga memandang langit malam.


"Kau benar sekali, Yuko. Dan aku bisa seperti ini karena ada masa lalu." ucapnya yang sudah terdengar cukup tenang.


"Hhm ..." kita saling berpandangan dan tersenyum bersama.


Masa lalu akan selalu menjadi cerita kita bersama. Biarlah tetap menjadi kenangan kita berdua. Selamanya. Saatnya kembali melangkah bersama, bangkit bersama untuk melewati semua duri dan jalanan terjal bersama. Karena pelangi akan selalu datang setelah hujan. Dan kebahagiaan akan datang setelah penderitaan.


Cukup terus melangkah dan bersabar untuk mencapai suatu tujuan bersama. Karena Buah dari sebuah kesabaran adalah kebahagiaan.


"Haku, Yuko ... Kalian ada disini rupanya?" tiba-tiba Ibu Haku menyusul kita berdua di balkon. Dan kita segera berdiri untuk menyambutnya.


"Iya, Ibu. Kita sedang mencari udara segar. Ada apa ya, Bu?" tanya Haku lalu berjalan menghampiri Ibunya. Dan aku juga mengikuti di belakangnya.


"Keluarga Matsuo akan segera pulang. Tolong kamu antarkan mereka ya, Sayang." kata Ibu Haku memerintahkan Haku.

__ADS_1


"Kenapa tidak bermalam disini saja, Bu?" tanya Haku kebingungan. "Lagian sudah lama Paman dan Bibi tidak bertemu dengan keluarga kita."


"Benar juga ya ... Coba Ibu bilang lagi sama mereka dulu." kata Ibu Haku lalu bergegas pergi kembali.


Haku melirikku lalu kita tertawa kecil bersama.


Akhirnya kedua orang tuaku memutuskan untuk menginap setelah Ibu Haku membujuknya untuk bermalam di rumahnya. Kedua orang tuaku tidur di kamar tamu, sedangkan aku tidur bersama Mirae di kamarnya.


Keesokan harinya Haku dan aku mengantarkan orang tuaku ke station karena hari ini mereka harus segera kembali ke Sapporo.


"Haku, Tolong jaga Yuko baik-baik ya selagi kita di Sapporo." ucap Ayahku sebelum memasuki kereta.


"Iya, Paman. Aku akan selalu menjaganya. Paman jangan khawatir." kata Haku dengan percaya diri dan sedikit tersenyum. Ucapan yang sama persis dengan waktu itu, saat aku akan melakukan study di Todai.


"Yuko. Jaga diri baik-baik ya, Sayang! Jangan telat makan, jangan sering begadang ..." ucap Ibuku dengan mata yang sudah berkaca-kaca.


"Iya, Ibu ..." kataku lalu memeluk Ibuku. Pelukannya begitu hangat dan sangat membuatku nyaman. Sebenarnya rasanya berat sekali untuk berpisah dengan mereka. Aku tidak bisa menahan air mataku untuk tidak keluar.


Akhirnya Ayah dan Ibuku segera memasuki kereta jurusan ke Hokkaido itu. Aku terus menatap kepergian mereka dengan sangat berat dan sedih. Bahkan aku masih menangis sampai detik ini.


Setiap aku berpisah dengan mereka saat itulah terasa begitu berat dan duniaku seakan runtuh perlahan. Sama saat waku keberangkatanku ke Tokyo saat itu.


Sebuah tangan yang kuat dan hangat segera merangkulku perlahan. Dan mengistirahatkanku pada dada bidangnya.


"Jangan menangis ... Melihatmu menangis akan membuat mereka bersedih ..." ucapannya begitu lembut dan menenangkan. Namun aku masih terus menangis.


Haku membelai pelan rambutku dan masih berusaha menenangkanku. Saat aku menyadari jaz Haku yang sedikit basah karena terkena air mataku, aku segera melepas pelukannya.


"Ah ... Pakaianmu jadi basah dan kotor, Haku! Bagaimana ini? Padahal kau harus segera berangkat ke kantor sekarang!" ucapku sedikit histeris.


Aku berusaha mengelapnya dengan sapu tanganku namun pakaiannya masih terlihat basah dan sedikit kotor karena terkena make up ku.

__ADS_1


Haku segera melihat pakaian yang sedang dipakainya dan masih terlihat biasa saja. Bagaimana ini? Dia tidak mungkin bekerja dengan pakaian kotor ini.


"Haku ... Bagaimana ini?" ucapku sangat kebingungan.


"Jangan pikirkan pakaianku! Aku bawa baju ganti kok di dalam mobil. Untuk berjaga jika terjadi sesuatu seperti saat ini." dia kembali tersenyum menggodaku. Dan aku merasa sedikit lega setelah mendengar ucapannya.


"Sekarang ayo ku antar ke kampus!" Haku segera menggandengku dan menggiringku ke parkiran. Di dalam mobil dia melepas jaz nya dan menggantinya dengan yang baru. Dengan cepat aku merebut pakaiannya yang kotor tadi.


"Ini biar aku yang cuci." ucapku setelah merebut pakaian kotornya tadi.


"Tidak usah, Yuko. Berikan padaku!" Haku menengadahkan tangannya padaku.


Aku menggelengkan kepalaku dengan tegas, "Tidak! Aku yang akan mencucinya!"


"Baiklah jika kau memaksa deh." Haku segera menyalakan mesin mobilnya. Dan dia mulai mengambil rute untuk ke Kampus Todai.


Aku memperhatikan pemandangan sepanjang jalan. Besok sudah musim gugur saja. Waktu berjalan begitu cepat sekali. Padahal rasanya baru kemarin musim semi dan aku memasuki Todai.


Sepanjang perjalanan sesekali aku memperhatikan Haku dari samping. Dia terlihat sedang fokus mengemudikan mobilnya.


Pria ini adalah Pangeran masa kecilku. Dan kelak benar-benar akan menjadi Pangeranku yang akan menemani sisa hidupku. Kita akan selalu bersama, melewati suka dan duka bersama.


Terkadang aku masih merasa jika semua ini adalah mimpi. Karena dia sangat sempurna dan seperti bintang yang selalu bersinar dengan terang. Seperti matahari yang selalu menghangatkan. Dan seperti pelangi yang selalu memberikan warna yang indah dan menghiasi hidupku.


...***...


...Assalamualaikum reader tersayang ......


...Selamat Sore ......


...Author mau ngrekomendasiin Novel dari temen nih yang nggak kalah menarik dan bikin greget. Bagi pecinta humor pasti akan langsung nagih dengan karya Si Author kece ini deh. Jangan lupa mampir ya ... ♡♡♡...

__ADS_1



__ADS_2