My Little Prince

My Little Prince
Missing You ...


__ADS_3

Aku terbangun saat sinar mentari mulai menyelinap masuk ke dalam kamarku.Ternyata sudah pagi saja. Aku berjalan dan membuka tirai jendelaku. Dan aku melihat tanaman di balkon memancarkan cahaya emas. Alis tegangku kini terasa sedikit santai dan membuat hatiku merasa lebih nyaman.


Bahkan setelah melakukan Video Call bersama Kanna dan Mayu semalam aku sudah ketiduran.


Aku meraih ponselku dan ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari Haku. Ah, aku pasti sudah ketiduran malam itu. Aku segera menghubungi Haku kembali, tapi dia tidak mengangkatnya.


Apa dia masih tidur ya? Aku mencoba menghubunginya kembali tapi dia tetap tidak mengangkatnya.


Ya sudah deh. Mungkin dia masih tidur. Aku memutuskan untuk segera mandi lalu memasak untuk menyiapkan sarapanku sendiri.


Beberapa saat ponselku berdering dan aku segera. mengangkatnya.


"Hallo, Haku ..." sapaku bersemangat.


"Hallo, Yuko. Maaf tadi aku sedang mandi." kata Haku dari seberang. Dia terdengar sedang melakukan sesuatu, seperti sedang melakukan beberapa aktifitas.


"Aku kira kamu belum bangun malahan." kataku sedikit tertawa. "Maaf tadi malam setelah video call bersama Mayu dan Kanna aku ketiduran." kataku lalu duduk di atas sofa.


"Daijoubu. Oya maaf besok kita tidak bisa bertemu, Yuko." kata Haku pelan.


"Akhir pekan kau juga akan bekerja, Haku?"

__ADS_1


"Iya. Ayah memintaku pergi ke Shibuya. Ada Pusat Perbelanjaan baru yang segera dibuka disana. Aku akan melakukan survey bersama ayah."


"Oh. Begitu ya ... Tidak masalah kok. Kita masih bisa bertemu di hari Minggu." sahutku riang.


"Maaf. Hari Minggu juga tidak bisa. Minggu akan ada launching Toserba baru di Kanagawa. Dan aku juga harus pergi ke sana. Aku sungguh minta maaf, Yuko." kata Haku dengan nada menyesal.


"Oh. Tidak apa-apa kok. Kita masih bisa bertemu lain kali saat kau tidak sibuk. Kau harus semangat ya, Haku! Aku selalu mendukung setiap langkahmu!" kataku berusaha untuk tetap ceria.


Padahal sebenarnya aku merasa sangat sedih karena akhir pekan ini sama sekali tidak bisa bertemu dengan Haku.


Jadi harus menunggu akhir pekan minggu depannya lagi. Hiks ... Aku akan sangat merindukanmu, Haku.


"Terima kasih telah mengerti keadaanku, Yuko." kata Haku pelan. "Padahal aku sangat ingin bertemu denganmu. Aku kangen sekali ..."


"Yuko ..." Haku memanggil namaku dengan suaranya yang rendah dan sangat lembut.


"Ya ..." kataku pelan.


"Kau marah padaku?"


"Tidak kok. Aku juga kangen ..."

__ADS_1


"Sabar ya ... Kita akan bertemu. Kita pasti bisa melewatinya. Biarkan seperti ini dulu dan akan bertambah besar nanti rasa kangennya ..." canda Haku lalu tertawa kecil.


Aku yang mendengarnya jadi ikut tertawa kecil. "Aku akan selalu sabar menunggumu, Haku ..."


"Terima kasih, Sayang. Akan aku usahakan untuk segera bertemu denganmu secepatnya! Semoga akan ada waktu yang agak senggang minggu depan."


"Hhm. Baiklah ..." kataku sedikit tersenyum.


"Hati-hati berangkat ke kampusnya ya. Kau berangkat bersama Ken dan Jessica kan?"


"Hhm. Aku berangkat bersama mereka kok."


"Eh, Tapi kemarin bukannya mereka mengambil kuliah sore ya? Kemarin aku bertemu mereka di kampus."


"Hhm, Iya. Tapi hari ini mereka ikut kuliah pagi kok."


"Oh begitu. Ya sudah kalau begitu segera bersiaplah! Aku juga akan segera berangkat bersama ayah."


"Hhm. Iya ..."


"Bye ..."

__ADS_1


"Bye ..."


...***...


__ADS_2