My Little Prince

My Little Prince
Kue Dango


__ADS_3

"Sepertinya aku dan Yuko akan membicarakannya lagi dulu, Tante ... Om ..." sahut Haku.


"Baiklah. Kalau bisa jangan lama-lama ya, Sayang. Tidak ada salahnya menikah muda." sahut Ibuku menatapku terus. Sedangkan aku hanya sedikit tersenyum dan menunduk saja.


Setelah perbincangan itu kita segera melakukan makan makan bersama di ruang makan. Tak banyak obrolan saat kita menikmati makan malam, hanya beberapa obrolan ringan saja.


"Apa kau suka masakannya, Haku? Ini adalah resep rahasia keluarga ini." tanya Bibiku sambil memakan hidangan makan malam.


"Iya, aku suka, Bibi. Ini enak sekali!" sahut Haku ramah.


"Ah, Syukurlah. Kebanyakan pria di keluarga kami tidak menyukai sayuran labu ..."


"Hhm ... Aku suka kok." sahut Haku dengan senyumannya.


Setelah makan malam kita ke ruang tengah. Kali ini kita menikmati film bersama dan meminum red wine.


Mereka semua sangat asyik menonton dan berbincang. Dan juga sesekali meneguk red wine mereka.


Aku kembali dari dapur dan membawa beberapa Kue Dango dan Susuki. Meskipun musim gugur masih 2 hari lagi, tapi Bibi bersikeras ingin membuat beberapa kue Dango dan Susuki.



Sebenarnya kue-kue itu biasanya disajikan saat Acara tadisional Tsukimi (kegiatan memandang bulan).


Festival ini telah ada sejak zaman dulu di Jepang. Pada festival ini orang Jepang biasanya menikmati pemandangan bulan purnama di langit yang cerah. Festival ini biasanya diadakan pada tanggal 15 Agustus sesuai dengan kalendar bulan. Tapi kali ini kegiatan ini diadakan sekitar pertengahan September sampai dengan awal Oktober.


Kue Dango adalah salah satu makanan dari Jepang yang nikmat dan berbentuk sangat lucu. Kue yang terbuat dari tepung beras atau tepung terigu tersebut menjadi salah satu kudapan yang digemari di Jepang. Bentuknya kecil dan bulat dengan tekstur yang sangat lembut, kenyal serta beberapa diantaranya memiliki rasa hambar. Namun, Dango memiliki banyak varian yang bisa disantap.


Salah satu Dango yang paling favorit di Jepang yaitu Hanami Dango. Varian dango satu ini terdiri dari tiga warna, yaitu hijau, putih dan merah muda yang kemudian dijadikan satu tusuk. Warna hijau merupakan rasa teh hijau (matcha), putih tanpa rasa dan merah muda rasa bunga sakura.


Hanami Dango biasanya disajikan ketika musim semi di perayaan hanami atau pesta bunga sakura. Selain itu, masyarakat Jepang biasa menikmatinya dengan segelas teh hijau. Namun Bibiku juga membuatnya kami ini. Ahahaha ...



Dango yang menjadi favorit lainnya, yaitu Mitarashi Dango. Varian satu ini cukup simpel untuk membuatnya, hanya dengan campuran tepung beras, tepung ketan dan gula. Kemudian dipanggang dan dilumuri saus.


Saus tersebut yang menjadikan dango satu ini unik. Sausnya terbuat dari campuran kecap ikan, air, tepung maizena dan gula pasir. Sehingga dango ini memiliki rasa manih dan gurih yang pas di lidah.

__ADS_1



Aku meletakkan kue-kue di atas meja lalu aku duduk di sebelah Haku. Dan dia menyambutku dengan hangat.


"Aku kira kau tidak akan datang malam ini, Haku ... Karena ponselmu tidak aktif." ucapku pelan.


"Ini karena Ken yang memainkan game di ponselku tadi sore. Dan aku tidak sempat menge-charge ponselku. Maaf, ya ..." Haku meraih jemariku dan menggenggamnya.


Rasanya, tangan ajaibnya telah memberikan kehangatan dan kedamaian padaku. Melihat semua itu, semua anggotaku terlihat mulai bersemangat dan saling berbisik kembali. Kecuali Ayah dan Ibuku yang hanya tersenyum melihat kita.


Aku merasa sedikit malu karena tatapan mereka. Perlahan aku mencoba menarik tanganku dari Haku. Namun Haku malah menggenggamnya lebih erat lagi. Dan dia juga tersenyum hangat padaku.


Oh My! Mungkin kini wajahku sudah memerah kembali.


Di malam hari ini, orang-orang mulai menyalakan petasan di luar. Terdengar suara mereka yang begitu riuhnya.


Kita semua duduk dan menyaksikan sebuah film bersama. Dengan hidangan kue Dango, teh ocha, bahkan ada juga red wine.


"Haku ... Nama yang begitu bagus! Dan sangat baik untuk berbagi makanan ini di pertemuan pertama kita. Cheers ..." ucap pamanku dengan menyodorkan segelas red wine dan mengajak Haku bersulang.


Haku segera mengambil minumannya dan bersulang bersama yang lainnya juga.


"Terima kasih, Paman. Tapi ini adalah pertama kalinya Paman mengundangku untuk makan malam di rumah. Dan aku sedikit terlambat. Jadi aku akan minum 3 gelas untuk pinalti." ucap Haku pelan.


"Well. Okay ..." sahut Pamanku.


Haku mulai meneguk 2 gelas red wine dengan cepat dan sedikit meringis. Aku berusaha untuk menghentikkannya, tapi dia hanya tersenyum dan segera meneguk gelas terakhir.


"Good man! Good man! Aku juga akan minum!" sahut Pamanku lalu meneguk minumannya.


Di dalam kegugupanku seolah semua menjadi tidak karuan. Padahal aku sudah mempersiapkan dan menunggu pertemuan ini. Semua yang sudah aku persiapkan seolah lenyap dan menghilang karena kegugupanku.


"Haku, kita tidak tau makanan kesukaanmu. Jadi kita hanya memasak beberapa kue ini." ucap Bibiku kembali.


"Haku suka kue yang berbau manis kok." sahut Ibuku.


"Semuanya sangat bagus. Dan aku menyukainya Tante, Bibi ..." sahut Haku dengan seulas senyum.

__ADS_1


"Katakan, Haku. Bagaimana keluargamu biasanya merayakan festival penyambutan musim gugur? Apakah dengan makan malam di rumah? Atau makan malam di luar rumah?" tanya Bibiku lagi.


"Kita merayakannya di rumah. Karena Ayah biasanya selalu pulang larut malam. Dan menurutku semua festival itu sama saja. Tidak berbeda dari hari lainnya." sahut Haku.


"Oh, Anak muda. Jelas saja saat ada perayaan kau harus lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga." ucap Bibiku.


Percakapan mereka terus berlanjut. Dan Haku terlihat sudah mulai terbiasa menghadapi keluargaku.


Aku terus memperhatikannya karena aku merasa sedikit khawatir jika dia merasa tidak nyaman. Namun setiap melihatku Haku selalu menyunggingkan senyuman hangatnya padaku. Seolah dia berkata "Aku baik-baik saja, Yuko."


Dan aku hanya bisa membalasnya dengan senyumanku.


Pamanku dan Ayah kini merokok di balkon. Ibu dan Bibi sibuk di dapur. Sedangkan Ayana juga sibuk dengan ponselnya.


"Haku, Apa kau baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja. Hanya 3 gelas red wine! Itu bukan masalah dan aku tidak akan mabuk!" dia tersenyum menatapku.


"Maaf ya jika keluargaku membuatmu sedikit merasa tidak nyaman ..." ucapku pelan.


"Tidak masalah kok. Aku menyukai mereka."


"Haku ... Selama ini kamu selalu ada untukku. Dan jika kau butuh pundak untuk bersandar ... Aku akan selalu ada untukmu." ucapku pelan.


Aku tidak pernah melihat Haku yang sedikit gugup dan sedikit tertekan seperti malam ini. Aku selalu melihat Haku yang ceria, kuat, dan hangat. Aku melupakan sesuatu jika juga dia bisa menjadi seperti ini ...


...♡♡♡...


...Hallo reader tersayang ......


...Author minta maaf ya jika menulisnya kurang maksimal. Dikarenakan Author masih sedikit kurang fit. Dan lagi masih harus mengejar beberapa novel....


...Tapi InshaaAllah Author akan tetap mengupayakan untuk tetap Up setiap hari....


...Oya, Jangan lupa untuk mampir ke karya penulis kece di bawah ini ya....


...Salam sayang dari Author ♡♡...

__ADS_1



__ADS_2