
Sora masih menangis saja saat di kontrakanku. Aku hanya duduk di sampingnya dan berusaha untuk menenangkannya dengan memeluk dan mengusap pelan punggungnya.
"Yuko ... Aku memang pernah menyukai Ken!" ucap Sora pelan sambil sesegukan.
"Jujur saja saat aku memutuskan untuk mengganti uang coat kak Ave dan tidak mau menjadi pesuruhnya lagi saat itu karena aku tidak mau membuat Ken salah sangka lagi padaku. Karena sebelum-sebelumnya Ken sepertinya sudah sering salah paham tentang hubunganku dengan kak Ave." ucap Sora pelan.
"Namun, lagi-lagi Ken salah paham tentang ciuman itu. Bahkan setelah itu tiba-tiba saja dia menjalin hubungan dengan seorang gadis ... Aku merasa sudah tidak memiliki harapan lagi kepada Ken saat itu. Namun sebenarnya aku sedikit kesal padanya, karena dia berubah tiba-tiba." ucap Sora dengan tatapan sedikit muram.
"Dan disaat aku terjatuh seperti itu, kak Ave ada untukku dan bersamaku saat itu. Dia menunjukkan sisi lemahnya padaku ... Dan aku juga mulai menyukainya." ucap Sora yang terdengar sedikit putus asa dan kebingungan.
"Yuko, aku harus bagaimana? Aku memang menyukai Ken saat itu. Dan aku juga sedikit mulai berharap padanya. Namun ... Namun semua tidak berjalan semudah itu ..."
"Hhm. Aku tau apa yang kamu rasakan sekarang." ucapku sambil mengelus bahu Sora. "Pasti sangat berat sekali untukmu ..." lanjutku.
"Apa yang harus aku lakukan, Yuko?" ucapnya lalu melepas pelukannya. Kini Sora menatapku dan matanya masih terlihat sedikit merah karena menangis.
"Sora. Sekarang apa kata hatimu?" tanyaku pelan dan menatapnya dalam. Aku hanya ingin yang terbaik untuk Sora. Dan aku hanya ingin dia bahagia.
Namun kak Ave dan Ken adalah sama-sama pria yang baik. Aku sendiri jika sedang di dalam posisi Sora pasti juga akan merasa sangat kebingungan.
Aku menatap Sora dengan sedih, wajah cantiknya kini sedikit basah karena air matanya yang telah tumpah.
"Aku tidak tau, Yuko!" ucapnya pelan. "Bahkan beberapa hari yang lalu saja aku masih sangat kesal ketika melihat Ken sedang bersama Hana. Namun kak Ave hadir dan merubah segalanya. Uhh ..." kini Sora menjatuhkan kepalanya di atas meja di hadapannya dengan pelan.
Wajahnya kini sedikit cemberut dan sangat murung. Tiba-tiba ponsel Sora berdering, dia meraihnya dari slingbag yang ada di hadapannya dengan lesu.
Terlihat nama si pemanggil Pangeran Ave yang Dingin. Namun Sora tidak menganggkat penggilan itu dan malah meletakkan kembali ponselnya di atas meja.
"Kenapa tidak diangkat, Sora?" tanyaku sedikit penasaran.
"Suasana hatiku sedang tidak baik. Aku tidak mau kak Ave mengetahuinya. Atau semuanya akan menjadi lebih berantakan. Biarkan saja ... Kalau tidak diangkat mungkin dia akan mengira aku sudah tidur." sahut Sora yang masih pada posisinya.
"Hhm ... Sora maaf tapi aku juga bingung harus memberikan solusi seperti apa ... Mereka berdua sangat baik. Tapi menurutku ... Mungkin saja memang kamu dan Ken pernah ada rasa saling suka, namun kak Ave yang pertama menyatakannya padamu. Dan kau sudah menerimanya." ucapku dengan hati-hati.
"Uhm ... Kamu menerima kak Ave bukan karena kamu sedang sakit hati karena melihat Ken yang sudah memiliki kekasih kan?" tanyaku lagi hati-hati.
"Entahlah, Yuko ..." sahut Sora yang masih terlihat sedikit murung.
"Kalau kamu seperti itu, berarti kamu juga sama saja dengan Ken."
Mendengar ucapanku Sora segera mengangkat kepalanya menatapku.
__ADS_1
"Tidak, Yuko! Aku tidak seperti itu! Sudah aku bilang aku tidak akan mudah membuka hati. Dan aku sudah berjanji kepada kak Ave. Jadi aku akan menepatinya. Aku akan selalu bersama kak Ave! Dan aku tidak akan membiarkannya menghadapi setiap masalahnya sendirian lagi!" ucap Sora dengan sangat yakin.
"Hhm ... Aku akan selalu mendukungmu, Sora. Semoga saja Ken bisa segera melupakanmu. Dia juga tipe orang tidak mudah jatuh cinta, pasti dia akan sedikit kesulitan." gumamku pelan.
"Mudah-mudahan saja seperti itu ..." sahut Sora lalu meraih ponselnya kembali untuk melihat sebuah pesan masuk di ponselnya.
"Siapa?" tanyaku penasaran.
"Ken ..."
"Ken lagi? Apa isi pesannya?" kataku sangat penasaran.
Sora menyodorkan ponselnya padaku dan aku mulai membacanya.
📱Sora, turunlah sebentar ... Ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Sebentar saja, Aku mohon sekali padamu! Ken
"Bagaimana ini, Yuko?" tanya Sora sedikit kebingungan. Dia terus menatapku berharap aku memberikan solusi terbaik untuknya.
"Uhm ... Sebaiknya kau temui saja dia, dan bicarakan baik-baik semua. Jangan sampai hubungan pertemanan yang selama kalian jalin tiba-tiba hancur begitu saja." kataku menyarankan.
"Begitu ya?"
"Hhm ... Tentu saja!" kataku dengan anggukan tegas.
"Semangat, Sora!"
"Hhm ..." sahut Sora lalu menyamber sweater tipisnya dan memakainya kembali. "Aku turun dulu ya." imbuhnya lagi.
"Hhm ..." kataku dengan anggukan lagi.
Akhirnya Sora bergegas untuk menemui Ken di bawah. Semoga saja mereka bisa menyelesaikan masalahnya kali ini.
Ah, aku sendiri juga sangat bingung. Hufftt ...
Disaat aku sendiri juga kebingungan karena memikirkan Sora dan Ken tiba-tiba saja ponselku berdering memecah kesunyian malam ini.
Aku segera meraihnya dan melihat nama si pemangggil. Bibirku mulai tersenyum lega setelah melihat nama yang terlihat di layar ponselku adalah nama Haku.
Dengan sangat bersemangat aku segera mengangkat panggilan dari Haku.
"Hallo ..." sapaku bersemangat.
__ADS_1
"Hai, Yuko. Sudah pulang dari Keio Mall?" ucap Haku dari seberang.
"Hhm. Sudah. Kamu sudah pulang juga dari Hotel?"
"Sudah kok. Aku sudah pulang dari sore tadi malah."
"Lalu kenapa baru menghubungiku?" ucapku sedikit lesu.
Haku tertawa kecil setelah mendengar ucapanku.
"Maaf. Aku takut mengganggu acaramu bersama Sora." sahutnya.
"Bagaimana pertemuannya tadi? Semua lancar?"
"Hhm ... Lancar kok. Kita hanya membicarakan untuk pembukaan cabang baru lagi di Kanagawa."
"Wah, kerennya Haku! Sekarang sudah semakin hebat ya!" ucapku kagum.
"Tidak kok, Yuko. Ini semua adalah karena kerja keras ayah selama ini. Aku hanya meneruskannya saja." kata Haku yang terdengar sangat pelan.
"Uhm. Semangat selalu ya!"
"Hhm, Aku akan selalu bersemangat kok. Kamu sedang apa, Yuko?"
"Aku di kontrakan saja. Haku, kau belum mengantuk?"
"Belum. Aku kangen kamu."
Sebenarnya aku juga kangen. Bahkan setiap detikpun aku selalu merindukan Haku. Aku selalu ingin bersama dengannya. Bahkan saat sedang bersamanya aku juga masih merindukannya.
Terlebih saat sedang ada masalah, aku ingin selalu bersamanya. Karena bersamanya akan membuatku merasa lebih tenang dan lebih baik.
...***...
...Hallo selamat pagi semuanya. Selamat tahun baru. Semoga di tahun ini kita bisa menjadi lebih baik lagi dibanding tahun kemarin....
...Aamiin ......
...Oya author mau memberikan rekomendasi novel kece nih. Tentang memperjuangkan sebuah cinta yang berbeda alam....
...Jangan lupa untuk mampir ya ... Karena ceritanya juga keren banget deh....
__ADS_1