My Little Prince

My Little Prince
Jessica


__ADS_3

Aku turun ke bawah kontrakan untuk membuang sampah. Dan aku bertemu dengan seseorang yang aku kenal. Bukankah dia Jessica anak fakultas sastra? Apa dia juga tinggal di daerah sini juga?


" Hai!" sapaku saat berpapasan dengannya. "Aku Yuko anak fakultas Sastra. Apa kau mengingatku?"


Jessica memandangiku sebentar lalu tersenyum. "Tentu saja aku ingat. Kau tinggal di daerah sini juga?"


" Iya. Aku tinggal di lantai 2 nomor 18." jawabku ramah.


" Benarkah? Apa kau baru pindah? Kenapa aku tidak pernah melihatmu sebelumnya?" tanyanya ramah.


" Hhm. Aku baru 2 hari tinggal disini."


" Pantas saja." Jessica tertawa kecil. "Aku tinggal di lantai 2 nomor 27. Kamar paling ujung." katanya bersemangat.


" Wah. Benarkah?" kataku riang. Sepertinya Jessica anak yang baik. Dia juga manis tapi selama ini terlihat agak pendiam.


"Hhm.." dia tersenyum dan mengangguk. "Kau boleh mampir dan bermain ke kamarku kapan saja." katanya ramah dan tersenyum manis.


" Baiklah. Aku akan mampir nanti." sahutku.


Lalu kita bersama-sama naik ke lantai 2.


" Kau nanti datang ke acara di Maidremin Shibuya Cafe, Yuko?" tanya Jessica saat sudah sampai di depan kamarku. Kita berhenti sejenak karena masih ngobrol.


" Hhm." aku mengangguk. "Bagaimana denganmu?"


" Tentu saja aku akan datang. Kalau tidak datang bisa kena hukuman nanti.." Jessica tertawa kecil. "Bagaimana kalau kita datang bersama?" usulnya sumringah.


" Hhm.. Boleh." sahutku riang.


" Baiklah. Sampai jumpa nanti, Yuko. Aku akan beres-beres kamarku dulu."


" Beres-beres?"


" Hhm. Aku baru saja merubah tatanan kamarku."


" Bolehkah aku membantuku, Jessica?"


Dia terdiam dan berpikir sejenak. "Boleh. Kalau begitu ayo kita ke kamarku...!"


" Hhm.."


Akhirnya aku ikut ke kamar Jessica.


Kamarnya sangat rapi dan penuh nuansa pink. Aku banyak melihat koleksi miniatur anime yang tertata rapi di sebuah lemari kaca yang berukuran kecil.


Aku juga melihat beberapa foto Jessica yang dipajang di meja belajarnya dengan memakai costum anime. Sepertinya dia sangat menyukai anime dan sepertinya dia adalah seorang cosplayer.


Aku melihat foto-foto Jessica, di dalam foto itu dia sedang memakai cosplay sebagai Sakura dan Misha Amane. Selain itu aku kurang paham sih.


" Jessica, apa kau ikut cotaku?" tanyaku lalu mengambil dan melihat salah satu foto itu.


" Dulu iya. Tapi sekarang sudah tidak sih." sahutnya sambil memberesakan meja tamunya.


" Kenapa? Padahal ini terlihat sangat keren."


" Aku sudah tidak punya waktu untuk itu, Yuko." Jessica tertawa kecil. "Sekarang aku hanya akan fokus belajar."


Aku jadi teringat sesuatu deh. Bukannya minggu depan akan diadakan acara puncak penerimaan mahasiswa baru dengan dresscode anime cosplay?


" Minggu depan kau bisa melakukannya, Jessica." aku tersenyum menatapnya. "Karena di acara puncak para mahasiswa baru disuruh wajib mengikuti acara itu. Dan dresscode-nya adalah anime cosplay."


" Serius kau, Yuko?" tanyanya antusias.


" Hhm.. Aku dengar dari Ken."


" Wah.. Sudah lama aku tidak melakukannya. Rasanya sedikit berdebar." kata Jessica yang terlihat begitu senang.

__ADS_1


" Pasti kau akan terlihat sangat keren deh nanti." aku menatap Jessica kagum.


" Hhm.." Jessica mengangguk dan tersenyum. "Bagaimana denganmu, Yuko?"


" Aku belum pernah melakukannya sih. Jadi agak bingung mau mulai darimana dulu."


" Sebenarnya itu mudah kok." Jessica menatapku dan tersenyum. "Cukup tentukan mau cosplay menjadi siapa dan persiapakan costum lengkapnya. Udah deh."


" Tapi kita kebingungan untuk make up-nya." kataku sedikit cemberut. "Aku dan Sora tidak bisa make up yang seperti itu."


Jessica terdiam beberapa saat lalu tersenyum lebar.


" Kalau soal itu serahkan saja padaku deh." kata Jessica sambil tersenyum menampakkan susunan giginya yang putih dan rapi.


" Kau bisa make up cosplay, Jessica?"


" Hhm.." dia mengangguk pelan. "Selama ini aku memakai make up cosplay sendiri sih. Yah walaupun sedikit amatiran sih." katanya nyengir.


" Tapi menurutku riasanmu sangat keren kok!" kataku antusias.


" Benarkah?"


" Hhm.." aku mengangguk dan tersenyum lebar menatap Jessica.


" Thanks ya, Yuko. Selama ini tidak ada yang memuji riasan cosplayku sama sekali. Bahkan mereka menganggap hobi cosplayku itu aneh." kulihat Jessica tersenyum samar.


" Ehm.. Sebenarnya itu tidak aneh sih. Menurutku itu sangat keren kok."


" Thanks ya, Yuko."


" Hhm.." aku tersenyum lebar menatapnya.


Aku segera membantu Jessica untuk merapikan kamarnya. Sebenarnya sudah rapi dan bersih sih. Kita hanya merubah sedikit tatanannya saja. Karena dia bilang dia sedikit bosan dengan tatanan lamanya.


" Akhirnya selesai...!!" Jessica dan aku merebahkan tubuh kita di ranjang Jessica. "Thanks ya Yuko udah bantuin aku hari ini."


📱Yuko, kau dimana? Kakak mengetuk pintu kamarmu tapi sepertinya kau sedang tidak ada di rumah ya..?


" Kita turun yuk. Aku traktir ramen deh." ajak Jessica.


" Ehm. Sepertinya lain kali saja deh. Soalnya aku harus segera kembali ke kontrakanku." kataku lalu bergegas bangun. " Aku pulang balik dulu ya, Jessy. Bye."


" Hhm.. Oke!" sahutnya.


Aku segera keluar dari kamar Jessica dan segera menuju ke kamarku. Aku melihat Kak Zen yang sudah berjalan beberapa langkah hendak meninggalkan kamarku.


" Kak...!!" panggilku.


Dan dia segera berbalik.


Dia tersenyum manis dan kembali berjalan ke arahku.


" Maaf kak. Aku tadi sedang di kamar Jessica. Ehm.. Ada apa ya, Kak?" tanyaku ramah.


" Kakak hanya ingin memeriksa keadaanmu saja kok."


" Aku sudah mendingan kok kak. Dan lukanya sudah sedikit mengering."


" Syukurlah kalau begitu. Kakak bawakan ini untukmu." kak Zen memberikan sebuah bingkisan kecil untukku. Aku menerimanya dengan ragu.


" Ehm.. Apa ini ya, Kak?"


" Red Velvet Cake."


" Kue lagi?" tanyaku tak percaya.


" Kenapa? Apa kau tidak menyukainya, Yuko?"

__ADS_1


"Bukan seperti itu, Kak. Kue buatan kakak sangat enak. Dan itu adalah kue terbaik yang pernah aku makan. Tetapi aku jadi merasa tidak enak karena kakak selalu membuat kue untukku."


" Sudah kakak bilang kan kalau kakak suka membuat kue. Dan membuat kue adalah salah satu yang bisa membuat kakak merasa lebih baik." ucap kak Zen sambil tersenyum manis.


" Ehm maaf ya, Kak. Karena aku sungguh merasa tak enak karena terus merepotkan kakak."


" Baiklah. Ini adalah yang terakhir. Kakak janji tidak akan lagi membuat untukmu." kata Kak Zen yang sedikit murung.


" Bukan seperti itu kakak. Maaf."


Kak Zen terdiam lama dan kemudian tersenyum samar. "Kakak bercanda, Yuko. Tentu saja kakak tidak merasa direpotkan kok. Dan lagi.. Melihatmu membuat kakak teringat dengan gadis kecil itu." kata kak Zen pelan.


" Aku?" tanyaku sedikit tak percaya.


" Ehm maksud kakak.. Karena kira-kira dia seumuran kamu Yuko."


" Oh.. Begitu ya." aku tertawa kecil.


" Kalau begitu kakak pulang ya. Semoga lukanya lekas sembuh."


" Hhm baik, Kak. Terima kasih kuenya ya, Kak." kataku tulus.


" Hhm.."


Setelah itu kak Zen segera bergegas pergi meninggalkanku.


...***...


Aku kembali ke kamarku. Aku menghidupkan TV dan tiduran di sofa. Tapi ternyata aku malah ketiduran. Dan terbangun saat pukul 3 sore.


Tak lama kemudian ponselku berdering dan aku segera meraih dan mengangkat telpon dari Haku.


" Hallo!" sapaku.


" Sayang. Kau sedang apa?" kata Haku dari seberang.


" Aku baru bangun tidur, Haku. Tadi ketiduran setelah bantuin Jessica menata kamarnya."


" Siapa Jessica?"


" Anak Fakultas Sastra juga. Dan ternyata dia adalah tetanggaku."


" Oh. Jam berapa nanti berangkat ke Maidremin Shibuya Cafe?"


" Kira-kira jam 4 kita akan berangkat."


" Kau berangkat bersama Ken dan Jessica?"


" Hhm. Kau sendiri berangkat jam berapa ke Canal Cafe, Haku?"


" Mungkin jam 5, Yuko. Karena lokasinya tak terlalu jauh dari rumah. Ehm, kamu hati-hati ya berangkatnya dan saat disana ya, Yuko. Maaf aku tak bisa mengantar dan menemanimu."


" Tidak apa-apa kok." aku tertawa kecil.


" Aku akan pulang lebih awal dan akan menjemputmu nanti."


" Oh.. Tidak usah, Haku. Aku bisa pulang bersama Ken dan Jessica kok."


" Kau tidak mau bertemu denganku, Yuko?"


" Bukan seperti itu, Haku. Tentu saja aku malah selalu ingin bersamamu. Tapi aku tak ingin merepotkanmu. Apalagi menyusahkanmu."


" Pokoknya nanti aku akan menjemputmu. Jangan pulang sebelum aku datang ya!"


" Hhm. Baiklah."


...***...

__ADS_1


__ADS_2