My Little Prince

My Little Prince
Keisuke's Prank


__ADS_3

"Kak ... Bangun, Kak Ave! Jangan pergi ... Aku mohon!" Sora masih terisak sambil memeluk tubuh yang sedang terbaring di atas brankar itu.


"Aku harus bagaimana kalau kakak pergi? Hiks ... Kakak harus bangun! Bukankah kakak sudah berjanji sesuatu padaku? Hiks ... Bangun, Kak Ave!"


Sora masih saja menangis dan begitupun denganku. Aku juga sudah banjir dengan air mata menyaksikan semua ini. Rasanya sangat berat.


"Bangun kak ... Jangan pergi!" ucap Sora dalam isak tangisnya lagi.


Namun ada sesuatu yang sedikit aneh, tangan kak Ave tiba-tiba sedikit bergerak dan dia mulai membuka matanya perlahan.


Sora yang menyadari pergerakan jemari kak Ave segera mendongak menatap kak Ave. Dia sedikit terperangah melihat kak Ave yang kini telah membuka matanya.


"Sora ... Ada apa ini?" kata-kata itu keluar begitu saja dari bibir kak Ave dengan intonasi yang begitu rendah dan sangat pelan.


Ada apa ini? Apa kak Ave mengalami mati suri? Atau bagaimana?


"Kak Ave masih hidup?" ucap Sora sedikit kebingungan.


"Tentu saja aku masih hidup, Sora. Aku hanya sedang tertidur. Tapi kamu membangunkanku dengan tangismu." ucapnya yang membuat Sora dan aku sedikit terperangah.


"Tap-Tapi kak Keisuke bilang kakak sudah meninggal ..." ucap Sora yang masih terlihat sedikit kebingungan.


"Aku hanya sedikit terserempet. Dan itu tidak akan membuatku mati konyol." sahut kak Ave.


Beberapa saat tawa kak Keisuke mulai pecah memenuhi ruangan ini. Sora merasa sedikit kesal karena merasa dipermainkan, dan dia reflek menghujani tubuh kak Ave dengan pukulan-pukulannya.


"Kakak ini keterlaluan sekali! Kenapa suka sekali mengerjaiku!" ucap Sora yang masih memukuli badan kak Ave.


"Aduh, Sora. Kenapa malah memukuliku? Aku ini sedang sakit lo ..." celutuk kak Ave.


"Kakak menyebalkan!" ucap Sora tidak peduli dan dia masih terus menghujani tubuh kak Ave dengan pukulan pelannya.


"Sora. Aku tidak ada hubungannya dengan semua ini. Ini adalah siasat Keisuke. Jadi berhentilah marah padaku ..." ucap Kak Ave yang berusaha menahan pukulan Sora dengan kedua tangannya.


Kak Keisuke semakin mengeraskan tawanya kali ini. Benar-benar keterlaluan kak Keisuke! Aku pun juga merasa sedikit kesal padanya!

__ADS_1


Kini kak Zen juga mulai sedikit tertawa melihat semua ini. Aku meliriknya dan sedikit memicingkan mataku menatapnya. Dan dia segera menghentikkan tawanya.


"Yuko. Kakak juga tidak ada hubungannya dengan semua ini!" ucap kak Zen sambil mengibaskan kedua tangannya. "Ini semua ulah Keisuke. Kakak tidak ada hubungannya sama sekali!" imbuhnya lagi meyakinkanku.


"Keisuke! Awas saja kalau aku sudah sembuh nanti. Kau akan menerima balasan dariku!" ucap kak Ave menatap kak Keisuke dengan sedikit kesal.


"Jangan lakukan itu, Ave! Sora! Tolong bujuk Ave agar tidak membalasnya padaku!" canda kak Keisuke yang masih tertawa terbahak-bahak.


"Kau juga menyebalkan ya, Ave! Sudah jalan dan pacaran dengan Sora tapi tidak memberitahu kita!" celutuk kak Keisuke yang kini sedikit mendengus kesal.


"Ave dan Sora pacaran?" tanya kak Zen yang terlihat sangat terkejut.


"Hah? Siapa yang bilang?" ucap kak Ave sedikit salah tingkah dan kini wajahnya sedikit merona.


"Daritadi Sora terus menangis memelukmu dan mengatakan ... Jangan pergi, Kak Ave! Bangunlah, Kak! Bahkan kita baru saja memulainya! Kita baru saja bersama ..." ucap kak Keisuke menirukan cara bicara Sora.


Dan kini Sora sedikit menunduk dan wajahnya tiba-tiba memanas karena malu.


"Wah, kalian benar-benar sudah pacaran ya?" imbuh kak Keisuke lagi.


"Wah. Selamat ya, Ave ... Sora ..." ucap kak Zen dengan senyum menawannya. Dan dia terlihat sangat bahagia saat ini setelah mendengar berita bahagia dari salah satu sahabatnya itu.


"Ini adalah pertama kalinya untuk Ave. Jadi, semoga saja kamu memahaminya, Sora." imbuh kak Zen lagi.


"Uhm ... Iya, Kak." sahut Sora yang masih merasa sedikit kikuk namun dia berusaha untuk tersenyum.


"Akhirnya Ice Prince tidak akan lagi melajang seumur hidup. Dan dia akan melangsungkan sebuah pernikahan." ujar kak Keisuke menggoda kak Ave.


"Tentu saja aku akan menikah dong!" sahut kak Ave. "Mana mungkin aku hidup sendirian seumur hidupku!" imbuhnya lagi.


"Aduh! Aku merasa sedikit tertampar ..." celutuk kak Zen dengan nada sedih. "Aku bahkan belum memiliki kekasih ..." imbuhnya lagi dengan ekspresi sedih.


"Sudah aku bilang kan. Sebaiknya kau mencoba bersama Misha. Sepertinya dia juga menyukaimu kok." ujar kak Ave dengan tertawa kecil.


"Hhm ... Aku masih belum memikirkan soal itu sih. Waktuku sangat disibukkan dengan kuliah dan menjadi asisten beberapa dosen. Aku takut jika memiliki kekasih, aku hanya akan membuatnya sedih, karena aku tak punya cukup waktu untuk dia." ucap kak Zen sambil memasukkan kedua tangannya ke dalam saku coatnya.

__ADS_1


"Ya sudah langsung nikah saja, Zen! Biar pulang-pulang ada istri yang mengurus dan memanjakanmu!" celutuk kak Keisuke.


"Nanti, tunggu lulus dulu." sahut kak Zen dengan seulas senyum.


"Sora. Maaf ya, sudah membuatmu khawatir kemarin malam. Malam itu setelah mengirim pesan untukmu ponselku mati karena batrei habis. Dan saat terserempet, ponselku terjatuh dan kini malah rusak total." ucap kak Ave kepada Sora.


"Ehem ..." kak Keisuke berdehem. "Sejak kapan kau mulai mengkhawatirkan perasaan orang lain, Ave? Biasanya kau selalu masa bodoh orang mau memikirkanmu seperti apa." imbuh kak Keisuke dengan sedikit tawa.


"Ehm ... Sekarang situasinya sedikit berbeda ." sahut kak Ave sambil mengusap tengkuknya karena merasa sedikit kikuk.


"Ehm. Zen, Yuko ... Kita cari makan dulu yuk!" ajak kak Keisuke tiba-tiba.


"Kalian mau makan kemana?" tanya kak Ave.


"Ke kantin sebentar. Kau dan Sora harus membicarakan sesuatu dulu bukan?" ucap kak Keisuke sambil menatap kak Ave dengan senyum lebar dan menaikkan kedua alisnya menggoda kak Ave.


"Haishh! Awas saja kalau badanku sudah pulih nanti! Habislah, kau!" ancam kak Ave.


Sementara kak Keisuke hanya tertawa kecil diikuti kak Zen yang mulai tertawa melihat tingkah mereka berdua.


"Baiklah. Kita pergi sebentar dulu ya." ucap kak Zen pamit kepada Kak Ave dan Sora.


"Hhm ... Iya, Kak." sahut Sora dengan seulas senyum.


"Sora. Aku keluar sebentar ya." kataku sebelum meninggalkan ruangan untuk menyusul kak Zen dan kak Keisuke.


"Oke ..." sahut Sora dengan senyum manisnya.


...***...


"Kita mau makan di kantin?" tanya kak Zen sambil berjalan di sebelahku. "Kau sudah lapar, Yuko?" tanya kak Zen lagi sambil melirikku.


"Hhm. Iya, Kak." sahutku singkat.


"Aku sungguh tidak menyangka, ternyata mereka benar-benar sudah pacaran saja. Ave selama ini kan susahnya minta ampun! Dari gadis model bagaimanapun dia tak pernah tertarik sama sekali. Bahkan pernah Sano mengenalkannya dengan seorang model yang cantik, tapi juga nihil. Dan ini malah sama Sora? Wah ... Wah ... Wah ... Sora benar-benar sangat hebat telah menakhlukkan gunung es!" ucap kak Keisuke panjang lebar.

__ADS_1


"Itulah cinta. Sangat ajaib ..." sahut kak Zen yang membuatku sedikit terdiam. Ucapannya sama dengan Haku.


__ADS_2