My Little Prince

My Little Prince
Americano Coffe


__ADS_3

Aku mulai mengambil beberapa minuman dingin dari kulkas dan segera membawanya ke ruang tengah. Disana aku melihat Haku yang sedang sibuk memainkan ponselnya.


"Haku, kau mau minuman dingin ini atau minum sesuatu yang lain? Aku menyimpan Americano Coffe juga. Barangkali kau mau, biar aku buatkan." tanyaku bersemangat.


"Kau ada americano, Yuko?" tanya Haku menaikkan salah satu alisnya menatapku. "Tumben?"


"Ehm, bukannya kau suka meminumnya saat di kantor? Jadi aku membelinya, siapa tau kau juga mau aku buatkan saat sedang disini ..." kataku pelan.


Sebenarnya aku teringat saat itu, saat dia sedang di kantor. Dan seorang gadis bernama Anzu membuatkan Haku sebuah Americano Coffe. Jujur saja aku merasa sedikit cemburu. Karena Anzu mengetahui sesuatu yang belum aku ketahui tentang Haku. Bukankah aku lebih lama mengenal Haku? Tapi aku belum sepenuhnya mengetahui semua tentangnya.


"Kau boleh membuatkannya untukku." kata Haku ramah, dia juga tersenyum manis padaku.


"Kau suka yang tidak terlalu manis kan?" tanyaku bersemangat.


"Hhm, gulanya satu sendok saja." sahutnya ramah.


"Baiklah, tunggu sebentar ya!" kataku sangat bersemangat lalu kembali ke dapur untuk membuatkan Americano Coffe untuk Haku.

__ADS_1


Ini adalah pertama kalinya aku membuatkannya untuk Haku. Semoga saja takarannya pas. Setelah itu aku segera membawanya ke ruang tengah. Dan memberikannya untuk Haku.


"Ini ..." aku menyodorkannya sambil tersenyum padanya. Haku segera menerima dan meminumnya.


Kini aku duduk di sebelahnya. Aku terus memandanginya menunggunya menyelesaikan dia yang sedang meminum kopi itu. Apa dia menyukainya? Aku takut ada yang salah ... Aku menggigit bibir bawahku karena memikirkan itu.


Setelah beberapa saat Haku meletakkan cangkir kopinya di atas meja.


"Bagaimana?" tanyaku penasaran.


"Apa terlalu manis?" tanyaku sangat khawatir.


"Hhm. Manis sekali ..." Haku mengangguk dan menaikkan salah satu alisnya.


"Padahal aku sudah membuatnya sesuai dengan permintaanmu. Maaf jika masih terlalu manis ..." kataku sedikit cemberut. Ah! Bagaimana ini? Gadis itu ternyata lebih memahami Haku. Aku bahkan tidak bisa membuat kopi sesuai selera Haku. Sedih dan sakit sekali rasanya hati ini.


Tiba-tiba Haku malah tertawa kecil.

__ADS_1


"Maaf. Atau mau aku buatkan lagi?" tanyaku yang masih sedikir cemberut.


"Tidak, Yuko. Aku hanya bercanda kok! Kopinya terlalu manis karena aku meminumnya saat bersamamu." katanya tiba-tiba. "Semuanya sudah pas kok! Aku hanya sedang menggodamu. Jangan cemberut lagi ya!" katanya dengan tawa kecilnya.


Tapi aku masih cemberut saja, aku masih merasa Anzu lebih memahami Haku.


"Sayang. Kenapa masih cemberut begitu?" kini Haku sedikit mendekatkan wajahnya padaku.


"Ternyata masih ada yang belum aku ketahui tentangmu ya, Haku." kataku pelan dan aku hanya menunduk menatap jemariku. "Bahkan gadis itu lebih memahamimu ..."


"Sayang ..." Haku menarik kedua jemariku, membuat kita saling duduk berhadapan. "Dia tau karena aku sering meminumnya saat di kantor. Maaf ya, seharusnya aku memberitahukan padamu juga." Haku memutar bola matanya, dia terlihat sedang mengingat-ingat sesuatu.


"Ehm, aku juga suka sekali menyeduh ramen saat hujan turun. Lalu aku suka meminum teh ocha saat hujan turun. Emm ... Dan aku suka makan makanan pedas saat aku sedang kesal, terus aku suka sekali dengan semua cake. Memakan cake sangat membuatku merasa senang."


Tiba-tiba aku kembali tersenyum samar menatapnya.


"Baiklah. Aku akan mengingat semua itu ..." kataku dengan tawa kecil. Dan kini Haku ikut tertawa bersamaku.

__ADS_1


__ADS_2