My Little Prince

My Little Prince
Drunken Haku


__ADS_3

Keesokan hari aku dan Sora pergi ke minimarket terdekat untuk membeli beberapa cemilan, minuman, dan beberapa bahan untuk kita memasak nanti. Karena sore ini aku akan mengundang Ken dan Jessica juga.


Akhirnya sore yang ditunggu pun tiba. Ken dan Jessica sudah berkunjung ke rumahku.


"Wah. Sora kok sudah sampai saja?" tanya Jessica lalu duduk bersama Sora.


"Iya. Karena aku menginap dari semalam. Hehe.." sahut Sora sedikit tertawa.


"Kenapa tidak mengabariku, Sora? Setidaknya aku akan datang untuk menyapamu deh." tutur Ken.


"Semalam adalah hariku bersama Yuko saja ya! Haku saja tidak diizinin datang!" canda Sora.


"Wah. Keterlaluan kalian!" celutuk Ken sambil mengerucutkan bibirnya.


Tok .. Tok .. Tok ..


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamarku. Dan aku segera bergegas membukakan untuknya. Seorang pria sedang tersenyum manis padaku saat aku membuka pintu kamarku.


"Hai, Yuko." sapanya ramah.


"Hai, Haku." balasku sambil melempar senyum terbaikku padanya.


"Apa yang lain sudah datang?"


"Sudah. Kau yang paling terakhir datang!" kataku sambil menyedakepkan kedua tanganku dan berpura-pura marah padanya.


"Aku terlambat karena membeli ini untukmu." kata Haku sambil mengulurkan sebuah bingkisan berisi coklat padaku. "Maaf ya, Sayang."


Ekspresiku segera berubah seketika. Aku tersenyum sangat bahagia seperti mendapat sebuah jackpot saja. Dan aku segera menerima bingkisan itu.


"Aku hanya bercanda kok. Dan aku tidak sedang marah." kataku menatapnya dengan senyum lebar.


"Aku tau kok. Yuko-ku itu tidak mudah marah. Dia sangat baik, cantik, polos, lembut, pemaaf, pandai memasak, dan tentu saja pandai merobohkan pintu hatiku dan satu-satunya yang bisa memasuki hatiku." dia berkata sambil menatapku dengan senyuman manisnya.


Sedangkan aku hanya menatapnya dengan wajahku yang mungkin semakin memanas saking malunya.


"Ehemm ..." tiba-tiba ada yang berdehem membuatku menjadi lebih salah tingkah. "Bahkan di siang bolong begini kau terus molontarkan rayuan mautmu ya, Haku!" kata orang tadi yang ternyata adalah Ken.


Ternyata Ken menyusulku karena terlalu lama di depan.


"Ah, Gangguin aja kamu, Ken." timpal Haku bercanda.


"Buruan masuk dan bantuin masak deh. Kau kan pandai memasak kan, Haku?" celutuk Ken sambil berjalan masuk ke dalam.

__ADS_1


"Okey. Hari ini kita masak apa?" tanya Haku sambil mulai berjalan masuk mengikuti Ken. Dan aku juga segera masuk bersama mereka.


"Kita akan masak sushi, onigiri, okonomiyaki dan masih banyak lagi." sahut Sora.


"Asyik. Makan besar!" kata Jessica bersemangat.


Aku, Sora , dan Jessica bersiap memasak di dapur. Sedangkan Ken sama Haku malah asyik menonton sebuah cartoon, Jujutsu Kaisen. Sesekali mereka dibuat tertawa terbahak-bahak karena cartoon itu.


"Apa sih serunya cartoon itu?" celutuk Sora yang masih sibuk memotong-motong sayurannya.


"Seru kok! Aku juga suka! Aku pernah cosplay menjadi Nobara Kugisaki!" sahut Jessica antusias.


"Hah? Siapa itu?" tanya Sora tak paham.


Jessica tertawa kecil. "Salah satu karakter dalam film Jujutsu Kaisen."


"Wah. Aku tidak tau sih ..." celutuk Sora lalu mencuci sayuran.


"Aku juga tak begitu tau sih ..." sahutku.


Setelah beberapa saat akhirnya semua sudah beres. Malam ini kita akan pesta makanan. Wah, bisa makan sepuasnya dan kita juga masak banyak sekali.


"Bagaimana kalau kita undang beberapa orang lagi yang rumahnya dekat dari sini? Makanannya banyak sekali lho ..." celutuk Ken.


"Jangan!" kata Sora dan Haku bersamaan.


"Kalian berdua kenapa bisa kompak?" Ken tertawa terkekeh. "Apa kalian ada masalah dengan para senior?"


"Jangan kau undang kak Ave deh! Atau aku akan pulang saja!" kata Sora kesal.


"Berani kalian undang mereka, awas saja!" kata Haku dingin dan sedikit menakutkan.


"Ahahaha. Baiklah. Aku tak akan mengundang mereka deh!" sahut Ken pasrah.


Akhirnya kita mulai menikmati makanan itu. Sangat banyak dan begitu lezat, karena ternyata Sora sangat pandai memasak.


"Aku punya sesuatu!" kata Ken tiba-tiba lalu mengeluarkan sesuatu dari ranselnya. Dia mengeluarkan beberapa botol b*r dari ranselnya.


"Wah, si Ken bener-bener deh!" celutuk Sora. "Aku kapok mabuk!"


"Kenapa? Kita semua aman disini kok!" sahut Ken lagi.


"Benar! Tuangkan untukku, Ken!" Jessica menyodorkan gelasnya lalu Ken menuangkannya untuk Jessica.

__ADS_1


"Kau juga mau aku tuangkan, Sora?" tanya Ken sambil menatap Sora.


Akhirnya Sora menyodorkan gelasnya dengan sedikit cemberut lalu Ken menuangkannya.


Tiba-tiba Haku yang duduk di sebelahku menyodorkan gelasnya padaku. Mengisyaratkan dengan matanya agar aku segera menuangkan juga untuknya.


Aku segera menuangkan juga untuknya. Dan dia segera meminumnya.


"Gelas pertama ..." kata Haku lalu meminumnya. Setelah menghabiskannya, dia kembali menyodorkan gelasnya padaku lagi. Dan aku segera menuangkannya untuknya lagi.


"Gelas kedua ..." katanya lalu meminumnya lagi. Dan setelah menghabiskannya dia kembali menyodorkan gelasnya lagi. Dan aku segera menuangkannya lagi.


"Gelas ketiga ..." katanya lalu segera meminumnya lagi. Begitulah seterusnya hingga Haku menghabiskan sendiri 1 botol b*r.


Haku meminumnya dengan sangat cepat dan mudah.


Sementara aku memang tak mau minum hari ini. Aku harus tetap sadar malam ini. Karena aku ingin melihat seperti apa Haku saat sedang mabuk. Aku belum pernah melihatnya sih.


Ken, Sora dan Jessica sudah tertidur semua. Sora tertidur di atas sofa, Jessica tertidur di atas karpet. Sedangkan Ken tertidur duduk sambil menyandarkan kepalanya di sofa.


Hanya Haku yang masih sedikit tersadar. Matanya sudah sayu. Kulit leher dan wajahnya kini sudah mulai memerah. Membuatnya terlihat sangat menggemaskan. Terkadang dia memejamkan matanya seperti orang yang sedang sangat mengantuk.


Cahaya hangat dan lembut jatuh di matanya yang setengah tertutup, membuatnya terlihat memabukkan dan membuatku sedikit linglung.


"Apa kau mabuk, Haku?" tanyaku sambil mendekatinya perlahan.


"Hhm ..." sahutnya sambil tersenyum menatapku dengan mata yang setengah terpejam.


"Kemarin aku pernah mengatakan bahwa aku ingin mengetahui lebih banyak tentangmu dan semua tentangmu. Tetapi sampai sekarang aku belum melihat semua sisi yang berbeda darimu, Haku?" kataku pelan.


Bahkan saat dia sedang mabuk seperti ini, dia masih sama seperti Haku yang biasanya. Haku yang aku kenal.


"Sisi mana yang belum kau ketahui dariku,Yuko?" tanya Haku pelan. Dia kini merebahkan tubuhnya di atas sofa.


"Seperti Haku yang saat ini sedang mabuk. Dan bagaimana dia akan memperlakukan gadis saat dia sedang mabuk ..." kataku pelan.


Haku terpana beberapa saat sebelum menatap langit-langit dan memperlihatkan lehernya yang berjuntai.


Kemudian dia menatapku dan sudut-sudut bibirnya tersenyum sewaktu dia mengulurkan tangannya dan menyibak rambutku ke belakang telingaku.


"Aku akan membuktikannya. Aku tak akan tergoda dengan gadis manapun sekalipun aku sedang mabuk ..."


"Bagaimana kau membuktikannya?" tanyaku pelan.

__ADS_1


"Kau bisa mencobanya untuk mencari tau sendiri. Apakah aku akan tergoda atau tidak ..." kata Haku dengan mata yang sedikit terpejam.


__ADS_2