
Pagi ini aku sedikit kesiangan. Aku segera bergegas untuk mandi dan bersiap untuk pergi kuliah. Sedangkan aku masih melihat Ayana yang masih tertidur dengan pulas. Aku membiarkannya saja, karena mungkin dia masih sangat mengantuk dan lelah.
Aku segera pergi mencari Ibuku. Dan ternyata dia sedang di dapur bersama Bibi.
"Yuko. Kau sudah mau berangkat?" tanya Ibuku saat menyadari kedatanganku.
"Iya, Bu. Aku kesiangan!"
"Sarapan dulu, Yuko!" kata Bibi.
"Terima kasih, Bi. Tapi Yuko sudah terlambat. Oya Bu, nanti sepulang kuliah Yuko pulang dulu ke kontrakan ya. Setelah itu baru kesini lagi dan kita berangkat berangkat bersama."
"Iya, Sayang. Hati-hati ya berangkatnya ..." kata Ibuku sambil mengelus kepalaku dengan lembut.
"Hai ... Wakarimashita, Okaa-san ..." sahutku dengan senyum lebar.
"Kalau begitu Yuko berangkat dulu ya, Ibu ... Bibi ..."
"Ya ..." sahut mereka berdua serempak.
Setelah berpamitan aku segera bergegas untuk pergi. Hari ini kuliah dulu. Nanti malam kita akan berkunjung ke rumah Haku. Aku tidak tau mau memakai baju apa? Aku belum mempersiapkan semuanya. Bagaimana ini? Ini terlalu mendadak.
Tiba-tiba ponselku bergetar. Dan aku segera meraihnya. Aku melihat ada sebuah pesan masuk dari Haku.
📱Ohayoo ... Semangat untuk belajar hari ini ya. Aku tidak sabar untuk segera bertemu nanti sore.
Aku tersenyum membaca pesan itu lalu segera membalasnya.
📱Ohayoo ... Haku, aku sedikit gugup ...
Beberapa saat sudah ada balasan lagi dari Haku.
📱Aku juga. Tapi semua pasti bisa berjalan lancar. Yuko, aku punya kejutan untukmu nanti malam.
Kejutan? Kejutan apa ya? Aku jadi sangat penasaran.
📱Kejutan apa, Haku?
Aku memencet tombol send lalu memikirkan dan membayangkan kejutan seperti apa itu?
Ddrrtt ... Ddrrtt ...
Haku sudah membalas pesanku lagi. Dan aku segera melihat dan membacanya.
📱Nanti malam donk, Sayang. Kamu dandan yang cantik ya nanti malam.😘
__ADS_1
Hhm ... Aku masih sangat penasaran dengan kejutan itu.
...***...
Lonceng berdentang di kampus. Bunga ceri di luar jendela terlihat sangat indah dan rimbun. Para mahasiswa dan mahasiswi terlihat sedang bercanda satu sama lain dan bertahap memasuki ruang kuliah ini.
Aku segera memasuki sebuah kelas untuk kuliah hari ini. Tumben sekali sepi. Hanya ada beberapa mahasiswa dan mahasiswi saja hari ini. Kalau dihitung hanya ada sepuluh orang saja.
Sinar matahari yang hangat menembus jendela dan membentuk cahaya lembut di atas meja. Membuatnya menjadi merasa damai. Kecuali aku yang lebih memilih duduk di sudut ruangan paling belakang karena masih merasa sedikit mengantuk. Rasanya malu sekali jika aku harus duduk di depan. Ahahaha ...
Aku bahkan tidak melihat Ken dan Jessica hari ini. Kalau Sora memang tidak berangkat hari ini, karena dia sedang tidak enak badan.
Tiba-tiba ponselku bergetar. Dan aku segera mengangkat panggilan dari Sora.
"Hallo ..." sapa Sora dari seberang.
"Hallo, Sora. Apa kau sudah merasa lebih baik? Aku sudah berada di dalam aula sekarang ini ..." aku meletakkan tanganku di mulutku dan menjaga suaraku agar tetap rendah.
"Aku sudah merasa lebih baik kok. Yuko, apa sore ini kau bisa menemaniku ke Perpustakaan kota?"
"Maaf Sora ... Tapi sore ini aku akan berkunjung ke rumah Haku bersama orang tuaku."
"Oh well. Tidak apa-apa kok. Orang tuamu sedang di Tokyo?"
"Oh begitu ya. Aku akan minta tolong sama Ken saja. Apa Ken ada bersamamu?"
"Tidak. Dia bahkan tidak hadir hari ini."
"Kemana dia? Apa kalian tidak berangkat bersama?"
"Aku berangkat dari rumah Bibiku pagi ini."
"Oh. Okay. Nanti aku akan hubungi dia. Kau semangat ya kuliahnya!"
"Hhm. Jangan khawatirkan aku, Sora. Segera minum obatmu dan istirahatlah!"
"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, Yuko. Uhuuk ... Uhhukk ..." terdengar suara Sora yang sedang batuk.
"Jika kamu ingin berterima kasih padaku maka kamu harus segera sembuh, Sora." ucapku tulus.
"Yeap. Aku janji!" sahut Sora.
"Sora, sudah dulu ya. Sepertinya Profesor akan segera memasuki kelas." kataku berbisik.
"Okay, Bye ..."
__ADS_1
"Bye, Sora ..."
Setelah mematikan panggilan itu aku sedikit mendesahh tak berdaya karena merasa sedikit mengantuk.
Aku melihat jam dinding yang terpasang di depan kelas. Jam menunjukkan 5 menit sebelum jam 10 Am. Seharusnya Profesor sudah datang.
Belum lama ini aku dan Sora membuat janji akan hang out bersama, namun dia malah terkena flu. Semoga kau segera sembuh, Sora.
Aku membuka buku catatanku dan sedikit membacanya. Aku juga sedikit memperhatikan sekitarku. Tidak terlalu banyak mahasiswa yang datang hari ini. Kemana mereka semua ya? Bahkan Ken dan Jessica tidak datang juga. Huft ...
Ketika aku memikirkan semua itu, tiba-tiba datang figur yang sangat familiar mulai memasuki ruang kuliah.
Seorang pria yang sangat aku kenal. Pria berbadan tinggi, tegap, berambut kecoklatan, dan bermata biru. Pria pemilik mata Okavango Blue Diamond mulai berjalan memasuki ruang kuliah.
Dia memakai setelan hitam putih dan memakai kacamata dengan sebuah tas di tangan Kak Zen mulai berjalan lurus ke podium.
Kak Zen sudah benar-benar sembuh dan kini sudah mulai pergi ke kampus lagi. Ah, Syukurlah ... Aku sedikit tenang sekarang.
Saat dia menatap seisi ruangan, aku segera sedikit menundukkan wajahku agar dia tidak melihatku. Aku membuka bukuku dan bersembunyi di balik buku itu.
Sebenarnya aku masih sedikit malu karena malam itu sudah berkata yang bukan-bukan. Bahwa ada roh jahat yang telah merasuki tubuhnya. Oh, Sungguh konyol sekali!
Bagaimana bisa kak Zen yang mengajar kelas hari ini? Apakah kali ini Kak Zen akan menggantikan Profesor Fuller?
Sebelum aku memulihkan diri dari rasa syok. Tiba-tiba suara kak Zen mulai kudengar.
"Selamat pagi. Hari ini saya yang akan mengajar mata kuliah Biologi. Professor Fuller sedang cuti karena alasan kesehatan. Jadi dia memintaku untuk menggantikannya hari ini." ucap ka Zen yang terdengar sangat tegas dan berkharisma.
"Pagi ..." sahut para mahasiswa disertai dengan tepuk tangan yang riuh.
Aku memindahkan buku catatanku sedikit untuk mengintip ke depan sebentar.
"Kenapa yang hadir untuk kelas hari ini begitu sedikit ya?" ucap Kak Zen sambil menatap para mahasiswa yang ada di ruangan ini.
"Kalau saja mereka tau yang mengajar hari ini adalah Senior pasti mereka semua akan datang berbondong-bondong deh ..." celutuk seorang mahasiswi.
Seisi ruangan tertawa kecil. Begitu juga dengan kak Zen. Sepertinya dia belum menyadari kalau ada aku disini. Syukurlah ...
Kak Zen mengangkat tangannya sedikit dan suasana kelas kini menjadi tenang kembali.
"Baik. Bisa kita mulai untuk study hari ini?" tanya kak Zen dengan ramah sambil memandangi junior-juniornya.
"Bisa, Senior!" sahut mereka semua serentak.
__ADS_1