My Little Prince

My Little Prince
Kak Ave yang Dingin


__ADS_3

"Oke. Lanjut! Putar botolnya Sora!" ucap kak Yuki.


Sora segera memutar botol itu dan kini botol itu berhenti menghadap kak Ave.


"Aku pilih Dare." kata kak Ave sambil tersenyum misterius kepada Sora.


"Baik. Kali ini kakak akan menerima tantangan dariku." ucap Sora tegas.


"Katakan apa tantangannya!" kata kak Ave kembali menyedakepkan kedua tangannya dan memicingkan matanya.


Sora terdiam beberapa saat dan terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu dia tersenyum misterius menatap kak Ave.


"Kakak harus di make up oleh salah satu dari kita." ucap Sora. "Jessica, Yuko.. Apa kalian bawa make up?"


"Maaf Sora. Aku tidak bawa. Aku hanya bawa liptint saja." ucapku.


"Aku bawa lengkap kok.." ucap Jessica lalu memberikan kotak make up nya di atas meja.


" Baik. Asal kau yang meriasku!" kata kak Ave tersenyum samar menatap Sora.


"Whoa.. Serius ini? Selama ini bahkan tak ada yang pernah berani menyentuh Ave." ucap kak Zen tak percaya.


"Benar sekali. Ave paling tidak suka dirinya disentuh orang lain." tambah kak Sena.


"Benar. Apalagi seorang gadis. " tambah kak Sano.


"Ini kan permainan. Dan aku sudah terlanjur memilih tantangan. Jadi apa boleh buat." sahut kak Ave cool.


"Okay. Tapi kakak tidak boleh protes dengan make up yang aku berikan ya!" kata Sora.


"Well. Oke." sahut kak Ave.


"Kali ini aku akan membalasnya! Aku akan membuat make up yang sangat buruk untuknya!" bisik Sora kepadaku.


Tapi entah kenapa aku jadi punya feelling yang kurang baik. Sora, berhati-hatilah! Sepertinya kak Ave itu sangat menakutkaan deh.


Sora bertukar tempat duduk dengan kak Sano yang tadinya duduk disebelah kak Ave. Dan Sora mulai merias wajah dingin kak Ave. Kita semua terdiam menyaksikan mereka. Sebenarnya aku merasa sedikit tegang menyaksikannya.


"Sora. Hati-hati! Kau adalah gadis pertama yang diijinkan menyentuh wajah Ave." celutuk Kak Keisuke sambil tertawa kecil.


Para senior tertawa kecil mendengar dan menyaksikan semua ini.


Sora mulai memberikan powder pada wajah kak Ave dengan hati-hati dan serius. Sementara aku melihat kak Ave yang terus menatap Sora yang sedang meriasnya.


"Sekarang pejamkan mata kakak!" perintah Sora. "Aku akan memakaikan eye shadow dan eyeliner untuk kakak."


Tanpa banyak protes kak Ave mulai memejamkan matanya. Aku yang melihat situasi ini dibuatnya sedikit berdebar. Pasalnya kak Ave itu sangat dingin dan sedikit menakutkan. Bagaimana kalau nanti dia dendam terhadap Sora dan akan membalasnya? Oh tidak!


"Sudah. Kakak boleh membuka mata kakak." ucap Sora. Kak Ave perlahan membuka matanya.


Kali ini Sora meraih sebuah liptint berwarna soft dan natural dari pocket make up kepunyaan Jessica. Saat Sora mau meng-apply di bibir kak Ave, kak Ave sempat menahan dan menggenggam tangan Sora.


"Apa harus pakai ini juga?" protes kak Ave.


"Ave. Kau dilarang protes. Ini adalah tantangan dari Sora. Kau harus menerimanya." kata kak Keisuke sambil tertawa kecil.

__ADS_1


"Aiihh baiklah!" sahut kak Ave lalu melepas tangan Sora. Sora terlihat seperti menahan senyum lalu kembali melanjutkan riasannya.


Setelah beberapa saat akhirnya Sora menyelesaikan riasannya untuk kak Ave.


"Oh tidak!" kata Sora sedikit berteriak.


"Ada apa, Sora?" tanyaku sedikit cemas.


" Ah, Tidak apa-apa." sahut Sora sambil nyengir kecil.


"Wah.. Wah.. Riasan Sora sungguh keren sekali. Tangannya benar-benar sangat ajaib." ucap kak Yuki takjub.



"Ave jadi terlihat lebih tampan dan bersinar saja!" sahut kak Sena yang menatap kak Ave.


Sora jadi terlihat sedikit kesal lalu dia bergegas bertukar tempat duduknya kembali dengan kak Sano.


"Kau baik-baik saja, Sora?" tanyaku pelan kepada Sora yang sudah duduk disampingku. Dia terlihat sangat kesal setelah merias kak Ave.


"Aku mau ke toilet." kata Sora lalu tiba-tiba pergi.


"Aku juga permisi mau ke toilet." kataku lalu segera menyusul Sora.


Setelah sampai di toilet.


"Sora, kau baik-baik saja?" tanyaku sedikit khawatir.


"Aku kesal sekali, Yuko." sahut Sora dengan wajah kesalnya. Tapi malah terlihat sangat manis dan imut menurutku. Sangat menggemaskan.


"Padahal aku ingin membalas kak Ave yang menyebalkan itu dengan riasan. Tapi aku gagal. Dia malah semakin bersinar saja."


"Kenapa kau malah menertawakanku, Yuko?"


"Maaf, Sora. Tapi kau terlihat sangat lucu dan menggemaskan saat sedang kesal dan marah." kataku yang masih sedikit tertawa.


"Ih, Yuko! Aku lagi serius nih!"


"Maaf deh." kataku lalu menghentikan tawaku. "Tapi sedingin apapun kak Ave, sebenarnya dia cukup tampan sih menurutku. Makanya dia sama sekali tak terlihat konyol dengan riasan itu." kataku.


"Huh! Memang dia sangat menyebalkan ya!" Sora mendengus kesal.


"Hehe. Sudah! Sudah! Biar bagaimanapun dia tetap senior kita." kataku menenangkan Sora.


Tiba-tiba ponselku berbunyi terus. Banyak sekali bunyi notifikasi sebuah sosial mediaku. Aku segera melihat karena penasaran.


Mataku membulat sempurna menatap ponselku.


"Ada apa, Yuko?" tanya Sora penasaran.


"Sora, lihat apa yang diposting kak Ave tadi!" kataku memelas. Sora segera melihat ponselku lalu melotot dan menutup mulutnya dengan salah satu tangannya.


____________________________________________


@yukomatzuo27

__ADS_1


Foto bersama seniorku yang paling tampan dan sangat aku kagumi ^_^♡♡


@maidreminshibuyacafe


25 minutes ago



"Bagaimana ini Sora? Kak Ave melarangku untuk menghapusnya." kataku putus asa.


"Kak Ave benar-benar keterlaluan deh!" sahut Sora sedikit kesal.


"Huhuhu. Bagaimana ini? Semua orang pasti akan salah paham."


"Semua orang? Bilang saja Haku!" kini Sora malah menggodaku.


"Sora! Kemarin kita baru salah paham soal kak Zen. Dan sekarang malah ditambah foto dan unggahan bersama kak Yuki." kataku memelas.


"Tenanglah, Yuko. Postingan ini tak akan terlalu menjadi masalah kok. Nanti aku bantu jelasin ke Haku deh misal dia nggak percaya." sahut Sora menepuk bahuku.


"Hhm.." aku mengangguk lesu.


"Lihat ada yang comment!" Sora melihat dari ponselnya. Dan aku segera melihat dari ponselku.


@Kiro : Yuko...? Apa ponselmu sedang di hack seseorang?


@ Kanna : Ini beneran Yuko sahabatku yang posting? Hhmmm 🤔


@ Mayu : Yuko..? Kau baik-baik saja?


"Wah sepertinya mereka sungguh memahami dirimu, Yuko." ucap Sora sambil tersenyum membaca komentar Kiro, Kanna dan Mayu.


"Hhm, Mereka adalah sahabatku sewaktu di Sapporo, Sora." kataku. "Oya. Malam ini kau mau menginap di kontrakaku, Sora?"


"Sebenarnya aku ingin sekali. Tapi malam ini aku tak bisa, Yuko. Besok pagi-pagi aku harus menjemput kakakku di Bandara. Maaf ya." ucap Sora dengan wajah memelas.


"Hhm, Tidak apa-apa kok. Lain kali masih bisa." ucapku tersenyum lebar menatapnya.


Tak lama kemudian ponselku berdering. Aku segera melihat layar ponselku dan ternyata Haku yang menelpon.


"Sora. Aku angkat telpon dulu ya." kataku.


"Hhm, Oke! Aku akan menunggumu kok. Aku malas cepat-cepat kembali bersama mereka."


"Baiklah." aku berjalan agak menjauh dari Sora lalu mengangkat telpon dari Haku.


"Hallo, Haku." sapaku pelan.


"Yuko. Kau sedang tidak sibuk ya? Kok bisa mengangkat telponku?" tanya Haku dari seberang.


"Kebetulan aku sedang di kamar mandi. Jadi aku bisa mengangkat telponmu, Haku."


"Oh. Baiklah. Jam berapa acara kalian selesai?"


"Sepertinya jam 11, Haku."

__ADS_1


"Baiklah. Nanti aku akan menjemputmu."


"Hhm. Baiklah." kataku sambil tersenyum. Rasanya aku selalu saja sangat bahagia jika berbicara apalagi bertemu dengan Haku. Hanya dengan mendengar suaranya saja sudah membuatku merasa bahagia sekali.


__ADS_2