
Tak terasa sudah jam 10 malam. Haku mengajak kita semua untuk pulang ke rumahnya. Malam ini kita semua akan menginap di rumah Haku.
" Apa kita tidak begadang saja malam ini?" usul Kiro.
" Ide yang bagus Kiro!" sahut Kanna.
" Kita nonton saja di ruang tengah?" usul Mayu.
" Tapi kita nonton apa ya?" Kanna tampak sedang berpikir.
" Horor aja bagaimana?" usul Haku.
Kiro, Kanna, dan Mayu yang mendengar ide Haku lagsung membulatkan matanya dan sangat antusias.
" Ide bagus. Cepat putar filmnya dan matikan lampu!" kata Mayu antusias.
" Allright. Aku akan mematikannya. Mana tombol lampunya, Haku?" tanya Kanna sambil mencari-cari tombol lampu itu.
" Itu disebelah aquarium." kata Haku sambil mencari sebuah film yang akan kita tonton malam ini.
Akhirnya tiba-tiba saja lampu sudah padam. Kanna langsung melompat ke sofa disebelahku.
" Wah.. Memang nih kalian kompak banget. Pecinta horor." kataku menyerah.
" Hehe.. Biar seru.." sahut Mayu.
Setelah beberapa saat layar Tv sudah menyala. Dan film itu sudah mulai dimainkan. Ternyata Haku memilih film Hallowen terbaru. Film yang sangat menyeramkan dan mendebarkan menurutku. Bahkan itu bukan hanya horor tapi juga pembantaian.
Setelah memutar film itu Haku mulai bergabung dengan kita dan duduk disebelahku dan langsung merangkulku. Sementara Kiro dan Mayu duduk di karpet sambil menikmati cemilan.
" Kalian mau?" Kiro menawarkan potato chips kepada kita yang sedang duduk di sofa.
" Thank you." sahut Kanna sambil menyamber potato chips itu.
" Bagi donk...!!" seru Mayu sambil mengambil beberapa.
" Sstt.. Jangan berisik deh! Udah mulai tuh." kata Haku memperingatkan.
" Oke.. Oke.."
Kita semua terdiam dan mulai fokus menonton film itu. Sungguh sangat mendebarkan sekali menontonnya. Terkadang aku merasa sangat terkejut hanya karena mendengar backsoundnya yang secara tiba-tiba.
" Aku mau ke toilet dulu. Dimana kamar mandinya, Haku? Aku lupa." tanya Mayu tiba-tiba.
" Tuh.." kata Haku menunjuk arah kanan. "Di sebelah tangga."
" Oke." kata Mayu langsung ngeloyor pergi. Keadaan masih remang-remang karena kita sengaja mematikan lampu tengah dan sekitarnya.
" Ahh..!!"
Tiba-tiba saja terdengar Mayu berteriak histeris. Dan beberapa saat dia sudah datang kembali dan langsung duduk diantara aku dan Kanna.
" Ada apa?" tanya Kanna penasaran.
__ADS_1
" A.. Ada hantu... Ha.. Hantu berambut panjang.." kata Mayu sangat ketakutan.
" Ha? Dimana?" tanya Kiro.
" Di dekat kamar mandi." kata Mayu menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
" Kau yakin?" tanya Haku. "Tapi selama aku tinggal di rumah ini. Aku tidak pernah melihat hantu."
" Ayo kita lihat." ajak Kiro tiba-tiba. Kiro memimpin menuju arah yang ditunjuk Mayu.
" Dimana? Nggak ada apa-apa kok." kata Kiro.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka perlahan. Kita semua senam jantung. Terlihat seorang gadis berambut panjang di balik pintu itu.
Tiba-tiba lampu menyala. Ternyata Haku yang menghidupkan lampu.
Dan ternyata yang dibilang hantu berambut panjang itu adalah Mirae. Kamar Mirae kan dekat kamar mandi.😅
" Huh.. Kau ternyata ya, Mirae! Kakak hampir saja kena serangan jantung." kata Mayu.
Mirae malah tertawa cekikikan.
" Lagian ngapain sih nonton horor malam-malam. Pakai dimatiin segala pula semua lampu." canda Mirae.
" Hehe.. Biar seru." sahut Kanna.
" Udah yuk. Mending kita tidur saja. Besok kita lanjut lagi." usul Haku.
Aku, Kanna da Mayu tidur di ruang tamu. Sedangkan Kiro tidur dengan Haku.
...***...
Kita semua mendengarkan dengan seksama. Seperti biasa disebelahku sudah ada Sora dan Ken.
Tiba-tiba saja ada sebuah insiden terjadi. Lampu besar yang tergantung di atap jatuh dan mengenai beberapa mahasiswa. Seisi aula berteriak histeris. Mereka berusaha mendekat dan menolong korban. Aku juga datang mendekat. Dan aku melihat beberapa orang terluka. Tapi yang terparah adalah kak Zen. Bahkan lampu itu menancap dan menembus tubuh kak Zen. Aku sangat histeris melihat semua ini.
" Kak Zen..!!" teriakku.
Aku terbangun dan menatap sekelilingku. Di kamar? Jadi itu semua hanya mimpi?
Hah.. Syukurlah.. Lega sekali mengetahui semua itu hanya mimpi. Aku kembali mengatur nafasku yang tersenggal. Bahkan aku sampai berkeringat karena mimpi itu.
Rasanya seperti nyata saja.
" Siapa kak Zen? Sampai kau memanggilnya seperti itu di dalam mimpi?" tanya Kanna yang dari tadi sudah memperhatikanku.
" Dia seniorku." sahutku.
" Dan kau memimpikan dia? Sampai kau berkeringat seperti ini, Yuko. Apa yang sedang kalian lakukan di dalam mimpi?" selidik Mayu.
" Lalu bagaimana dengan Haku? Bukannya kalian tak terpisahkan?" tambah Kanna.
" Apa yang sedang kalian bicarakan? Aku bermimpi buruk tentang seniorku." kataku masih sedikit gemetaran.
__ADS_1
" Ahahaha.. Aku kira kau bermimpi aneh-aneh Yuko." Mayu terbahak.
" Tidak, Mayu. Aku bermimpi ada sebuah kecelakaan saat kita di aula. Sebuah lampu besar yang tergantung di atap terjatuh dan mengenai beberapa mahasiswa. Dan yang terluka parah adalah kak Zen. Bahkan lampu itu menembus tubuh kak Zen."
" Sudahlah. Itu hanya mimpi. Bunga tidur saja kok." sahut Kanna menenangkanku.
" Hhm.. Semoga saja begitu." sahutku. "Kalian kok udah dandan cantik gini?" tanyaku sambil menatap kedua sahabatku itu.
" Ya.. Kita akan segera kembali ke Sapporo." sahut Kanna.
" Secepat itu?" tanyaku tak percaya.
" Hhm.. Lusa akan ada acara puncak di kampus. Jadi kita harus segera kembali." sahut Mayu.
" Wah.. Aku akan merindukan kalian deh." kataku sedikit cemberut.
" Tenang saja Yuko. Kita masih bisa saling berkunjung kok." sahut Mayu. "Sekarang kau mandilah dulu. Bukannya kau harus segera ke kampus?"
" Benar..." aku segera bergegas mandi. Untungnya semalam Haku menyarankan membeli ayam goreng yang banyak. Jadi hari ini aku tidak perlu memasak. Syukurlah..
...***...
" Maaf ya tidak bisa mengantar ke station." kata Haku.
" Daijoubu. Kita akan naik taxi kok. Lagian kalian juga harus segera ke kampus kan..?" kata Kiro.
" Aku akan merindukan kalian. Huhuhu.." aku masih memeluk erat Kanna dan Mayu.
" Yuko. Jaga diri baik-baik ya." kata Mayu yang semakin membuatku mewek.
" Tenang saja. Aku akan selalu menjaganya kok." sahut Haku.
" Cie yang udah punya body guard nih." Kanna menggodaku.
Haku dan Kiro tertawa kecil.
" Kalau begitu kita pamit ya, Yuko." kata Mayu.
" Jangan menangis lagi. Kita akan segera bertemu kembali suatu saat nanti." Kanna menghiburku dan mengusap air mataku. Dia tersenyum manis padaku.
" Hhm.. Kalian hati-hati ya." kataku.
" Hhm.."
Akhirnya Kanna, Mayu dan Kiro segera meninggalkan kita. Mereka menaiki sebuah taxi untuk pergi ke station.
Haku yang menyadari aku yang masih bersedih segera memelukku dengan hangat.
" Kita juga harus segera berangkat. Sini aku bawain ranselmu." Haku langsung menyamber ranselku dan membawanya.
" Aku bisa bawa sendiri kok." kataku pelan.
" Biar aku saja. Ini kan berat."
__ADS_1
Ya. Kita membawa beberapa baju ganti karena malam ini para mahasiswa baru akan berkemah di daerah Kanto utara.
...***...