
"Kenapa kau suka sekali memuji dan membanggakan wanita lain, Yuko?"
tanya Haku menatapku penasaran.
"Ya, karena mereka memang sangat cantik." sahutku yang terus memperhatikan pertunjukkan kak Misha. Benar-benar sangat sempurna. Kak Misha sangat cantik dan juga anggun. Dia juga sangat ramah dan juga baik.
"Tapi menurutku kau yang paling cantik!" kata Haku santai dan pelan.
Kata-katanya membuatku merasa membeku seketika. Bahkan membekukan senyumanku saat ini.
"Tidak kok. Aku malah terlihat seperti anak-anak saja, Haku. Sementara mereka memang terlihat sangat dewasa dan begitu anggun." kataku sedikit minder.
"Ehm ... Menurutku kau lebih menggemaskan kok. Dan kau yang paling cantik di dunia ini." bisik Haku padaku. Membuat jantungku berdegup lebih cepat dan kencang saja.
Aku merasa wajahku kini sudah merona sekali. Tapi untung saja lampu di aula sedikit redup jadi tidak akan terlalu terlihat deh. Kenapa kau suka sekali membuatku merona, Haku?
"Selanjutnya kita akan menampilkan bintang tamu kita. The best cosplayer yang berasal dari Jepang ya. Ada yang tau nggak siapa ya?" kata sang MC dari panggung.
Semua orang bersorak riuh sambil memanggil beberapa nama cosplayer dari Jepang.
"Hakken!" teriak Jessica bersemangat.
"Okay. Kita segera panggil dia yuk. Hakken Coser! Yey ..." sang MC mulai bertepuk tangan kembali untuk menyambut Hakken Coser.
Beberapa saat Hakken sudah menaiki panggung.
"Moshi-moshi ( Hallo ) ..." sapa Hakken sambil melambaikan tangannya kepada kita semua.
Semua orang berteriak riuh menyambut Hakken.
"Apa kabar, semua?" sapa Hakken lagi.
Seluruh yang berada di aula bersorak riuh membalas sapaan Hakken. Hakken hanya tersenyum lebar sambil melambaikan tangannya untuk menyapa kita semua.
"Baik, selain Hakken kita juga akan kedatangan 2 cosplayer keren lainnya yang berasal dari China dan Sidney lho. Kebetulan mereka sedang tour ke Jepang, jadi kita juga mengundangnya. Ada yang tau siapa mereka?" tanya sang MC lagi.
Seluruh mahasiswa baru kembali bersorak riuh dan sangat antusias.
"Ahaha. Baiklah kita segera panggil saja yuk." kata sang MC. "Knite Coser dan Kumaqiii! Yey ..."
Suasana aula kembali sangat riuh sekali. Sebegitu sukanya mereka kepada Hakken, Knite dan Kumaqiii. Wah, seperti apa mereka dari dekat ya? Aku jadi penasaran deh.
Jessica yang duduk di samping Ken histeris bahkan dia sampai melompat dan berjingkrak bahagia.
"Nah aku ingin memberikan sedikit tantangan untuk kalian nih mahasiswa baru Todai tahun ini. Ada yang mau kolaborasi bersama Hakken, Kumaqii dan Knite? Mereka menantang kalian untuk mendampinginya bermain gitar. Sementara Hakken akan bermain bass, Kumaqii akan memainkan piano, dan Knite akan memainkan biolanya. Musik yang akan dimainkan adalah beberapa soundtrack dari game Koi To Producer. Bagi yang mampu menerima tantangan ini, akan mendapatkan hadiah special dari mereka." kata sang MC menjelaskan detail dari tantangan tersebut.
"Wah. Sulit sekali tantangannya." sahut salah satu mahasiswa.
__ADS_1
"Aku suka dan tau Koi To Producer. Tapi aku nggak bisa main musik." keluh seorang mahasisiwi.
"Aku tidak tau kunci-kunci gitar soundtrack itu. Tapi aku sering mendengar lantunannya." sahut Ken.
"Bagaimana? Ada yang mau mencoba?" tanya sang MC lagi.
Belum ada satupun yang bisa menerima tantangan itu hingga saat ini.
"Yuko. Apa aku boleh mencobanya?" tanya Haku padaku tiba-tiba.
Aku sempat sangat terkejut mendengar ucapan Haku barusan. Dia bisa bermain gitar? Aku tidak pernah melihat dia bermain sebelumnya.
"Hhm ..." aku mengangguk dan tersenyum menatap Haku. Haku membalas dengan senyuman manisnya lalu mengangkat tangan kanannya ke atas.
"Baik. Kau boleh ke depan dan ke panggung sekarang!" kata MC meminta Haku untuk segera naik ke panggung.
Haku mulai berjalan ke panggung. Terlihat banyak dari mereka yang saling berbisik. Dan aku bisa mendengar beberapa.
"Jadi dia yang bernama Haku. Anak Fakultas Seni itu ya? Keren sekali!" kata seorang gadis
"Benar-benar seperti pangeran! Lihatlah dia begitu tampan dan tinggi ..." bisik yang lainnya lagi.
"Sempurna sekali ..." bisik yang lainnya lagi.
"Dia juga sedang magang menjadi seorang Direktur di perusahaan ayahnya ..." bisik yang lainnya lagi.
Ah, kau populer sekali Haku. Terkadang aku merasa tak percaya bahwa kau adalah Haku-ku. Pangeran masa kecilku. Hhm ...
Beberapa saat Haku sudah sampai di atas panggung. Dan disambut hangat oleh sang MC.
"Hallo, tampan. Siapa namamu?" tanya sang MC kepada Haku.
"Namaku Haku. Aku mahasiswa baru tahun ini jurusan Seni." jawab Haku.
"Apa kau bisa bermain gitar?"
"Aku hanya tau beberapa saja." sahut Haku santai.
"Lalu kau mau menerima tantangan ini begitu saja?" tanya sang MC yang sedikit keheranan.
"Hhm. Aku akan bermain gitar mengiringi mereka." kata Haku sambil menatap Hakken, Kumaqiii dan Knite.
"Baiklah. Bagaimana kalau kita mulai saja?" tanya Knite sambil tersenyum menatap Haku.
"Baiklah ..." Kumaqiii kini mulai memainkan melody dari pianonya. Music yang terdengar sangat ceria dan riang mulai mereka lantunkan.
Kulihat Haku yang memejamkan matanya beberapa saat lalu mulai memainkan gitarnya mengiringi musik yang mereka mainkan. Dan dia terlihat sangat mahir sekali.
__ADS_1
Baru kali ini juga aku melihat Haku bermain gitar dan dia mengetahui beberapa soundtrack dari Koi To Producer dengan baik.
Selanjutnya mereka melantunkan melody yang begitu sedih dan menyayat hati. Kita yang mendengarkannya seakan terbawa dan terbang ke dalamnya. Melody yang begitu memilukan hati.
"Haku keren sekali! Dia bahkan bermain musik bersama Hakken, Knite, dan Kumaqiii ..." kata Jessica berjingkrak.
"Sejak kapan dia mengetahui melodi-melodi itu?" tanya Ken bingung.
"Haku benar-benar sudah menyihir semua yang ada disini bersama mereka bertiga." celutuk Sora.
"Benar Sora. Aku juga sangat tersihir olehnya ..." aku terus menatap Haku dari kejauhan. Seakan dunia sedang berhenti berputar saat tiba-tiba aku merasa sekelilingku menjadi gelap. Dan hanya ada cahaya yang menghubungkan antara aku dan Haku yang sedang berdiri di atas panggung.
Dia tersenyum manis dari kejauhan sambil terus menatapku. Sementara jemarinya masih terus menari indah diatas gitar itu.
Rasanya seperti sudah tersihir olehnya saja. Karena hanya ada dia di benak dan pikiranku. Semua dipenuhi olehnya.
Beberapa saat mereka mengakhiri permainan musik mereka.
"Wah. Kolaborasi yang sangat keren!" sahut sang MC.
Aku melihat Hakken, Knite dan Kumaqiii yang memeluk Haku secara bergantian.
"Hadiahnya adalah tour seharian bersama mereka kami di Tokyo! Selamat ya ..." ucap Knite menepuk bahu Haku pelan.
"Kita juga bisa perform bersama besok. Kau ternyata sangat hebat, Haku. Benar itu kan namamu tadi?" tanya Hakken ramah.
Haku mengangguk dan tersenyum menatap mereka bertiga. "Apa aku boleh mengajak beberapa temanku besok? Mereka sangat menyukai kalian!"
"Tentu saja ..." sahut Kumaqiii ramah.
Semua yang berada di aula kembali bersorak riuh menyaksikan ini semua. Apalagi Jessica yang semakin berjingkrak karena merasa dirinya memiliki kesempatan untuk bertemu langsung bersama mereka bertiga besok.
Akhirnya Haku kembali bersama kita lagi. Aku masih menatapnya dengan senyuman takjub kepadanya.
"Kau sangat hebat sekali!" celutuk Ken.
"Benar sekali. Bagaimana kau melakukan semua itu, Haku?" tambah Sora.
"Kau bilang hanya tau beberapa. Padahal kau sangat mahir sekali, Haku." ucapku takjub.
"Aku memang hanya tau beberapa saja kok ..." sahut Haku sambil tersenyum samar.
"Tidak! Semua itu sungguh sangat keren dan menakjubkan!" kataku bersemangat.
"Haku! Jangan lupakan aku untuk menjadi salah satu list temanmu yang akan ikut tour bersama mereka besok!" ancam Jessica.
"Ahahaha ... Oke deh!"
__ADS_1