
"Apa benar kau pernah tinggal di Hokkaido?" tanya kak Zen tiba-tiba. Dan aku yang mendengar pertanyaannya merasa sangat kaget dan sedikit bingung.
"Iya, Kak. Aku selama ini tinggal di Sapporo, Hokkaido." sahutku. "Ada apa ya, Kak?" tanyaku sopan.
"Uhm.. Tidak apa-apa.." sahut kek Zen seperti ada yang sedang ditutupinya.
"Kalau begitu kita permisi ya kak." aku dan Sora bergegas meninggalkan ruangan itu dan segera menyusul yang lainnya di kantin.
...***...
Kita memutuskan untuk pergi ke Rokkasen Restaurant hari ini sepulang ospek. Kita menaiki subway untuk pergi kesana.
Ketika makan di Rokkasen, kita tidak hanya akan menikmati makanan lezat, tetapi juga pengalaman makan yang luar biasa. Restoran ini fokus pada makanan yakiniku. Salah satu jenis BBQ khas Jepang. Daging tidak dimasak di dalam dapur, melainkan setiap meja memiliki area panggang kecil di atas meja, di mana kita dapat memasak bahan makanan segar sesuai selera. Restoran ini buka hampir setiap hari selama 18 jam per hari.
Rokkasen terletak di 1-3-1 Nishishinjuku, Sunflower Prefektur Tokyo. Stasiun Shinjuku berjarak enam menit dari sini, sedangkan Stasiun Nishi-Shinjuku berjarak sekitar delapan menit dengan berjalan kaki.
Salah satu cara paling populer untuk makan di Rokkasen adalah dengan memesan menu spesial makan sepuasnya. Daging pilihannya temasuk daging sapi, ayam, dan makanan laut. Makanan ini juga dilengkapi dengan sayuran untuk dipanggang, mi segar, dan terkadang makanan lain seperti sup miso dan makanan penutup.
"Wah, tidak kusangka hadiah dari game kapal pecah akan seperti ini." sahut Sora sambil memanggang dagingnya.
"Iya. Beruntungnya kita. Kak Zen baik banget.." sahut Hana.
"Hati-hati. Besok lihat timbangan jangan kaget ya." sahut Ryu bercanda.
"Itu urusan belakangan. Dietnya entaran aja deh." sahut Erika.
"Kalau aku sih tipe orang yang nggak bisa gemuk. Jadi aman aja mau makan seberapapun. Ahaha.." sahut Sora terbahak. "Bagaimana denganmu, Yuko?" Sora kembali melahap Yakiniku-nya.
"Aku sama sepertimu, Sora. Dari dulu aku tidak bisa gemuk, padahal makanku juga banyak lho." sahutku sambil memakan dagingku. "Padahal aku ingin sekali menambah berat badanku."
"Untuk apa kau menambah berat badanmu, Yuko? Kau bahkan sudah sangat ideal." sahut Haku.
"Uhuukk.." aku tersedak mendengar ucapan Haku. Sora segera memberiku segelas minuman.
"Pelan-pelan, Yuko." kata Sora. " Haku, kau ini membuat Yuko jadi tersedak nih!" kata Sora kesal.
"Ah. Maaf!" sahut Haku dengan wajah memelasnya.
"Wah.. Kalian beruntung sekali ya.Kalau aku tipe yang makan sedikit tapi cepat gemuk." sahut Hana.
"Kalian kok ngomongin diet terus sih?!" protes Ken.
__ADS_1
"Habis ini kita kemana nih?"
"Apa? Mau ada ronde dua kah?" sahut Erika semangat.
"Wah. Boleh juga tuh." sahut Ryu. "Bagaimana, Haku?"
"Ah.. Aku sih terserah saja." sahut Haku.
"Bagaimana kalau kita karaoke?" usul Hana.
"Wah, suaraku jelek banget deh." sahut Sora.
"Tidak apa-apa, Sora. Aku juga tidak pandai menyanyi kok." sahut Erika.
"Jadi deal? Kita karaoke?" tanya Ken.
"Deal!" sahut mereka semua kecuali aku dan Haku.
Setelah makan dengan puas kita pergi ke tempat karaoke terdekat. Mereka asyik sekali menyanyikan lagu-lagu. Sementara aku dan Haku hanya menjadi penonton saja.
"Kau bosan, Yuko?" tanya Haku di dekat telingaku, soalnya suara musiknya sangat keras.
"Ah.. Tidak kok. Hanya tidak terbiasa saja dengan tempat seperti ini."
"Boleh.."
Akhirnya aku dan Haku memutuskan untuk keluar mencari udara segar dan ketenangan.
"Apa kita pulang duluan saja?" usul Haku menatapku.
"Tapi nggak enak sama mereka." kataku pelan.
"Kau selalu saja memikirkan orang lain tanpa memikirkan dirimu sendiri ya."
"Ya..?" kataku sedikit bingung.
"Ya. Saat itu pun kau menyelamatkanku tanpa memikirkan dirimu sendiri. Dan akibatnya kau terluka. Aku harap mulai sekarang kau lebih memikirkan dirimu sendiri. Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa, Yuko." Haku menatapku lurus-lurus. " Katakan isi hatimu dan lakukan sesuai isi hatimu."
Aku tertawa kecil mendengar Haku berbicara seperti itu.
"Yuko, aku serius."
__ADS_1
"Kau berlebihan, Haku. Ini kan cuma masalah sepele. Tidak akan apa-apa kok."
"Menyelamatkanku waktu itu juga kau anggap sepele, Yuko? Kau bahkan sampai terbaring koma selama 6 bulan. Aku sangat frustasi saat itu. Aku takut kehilanganmu saat itu..."
"Maaf, Haku. Aku sudah membuatmu sangat khawatir saat itu. Tapi jika saat itu aku tidak melakukannya. Mungkin saja saat ini aku tak bisa berdiri bersamamu seperti saat ini." aku menunduk menahan air mataku. Aku kembali teringat dengan kejadian saat itu. Aku hampir saja kehilangan Haku untuk selama-lamanya.
Tiba-tiba saja Haku meraih dan memelukku. Dekapannya begitu hangat. Lengannya yang kuat begitu hangat memelukku. Detak jantungnya yang stabil seperti irama musik indah di kala sore ini. Aku merasakan kehangatan dan sangat merasa nyaman sekali di pelukannya. Aku merasa tubuhku ini begitu kecil sekali dibandingkan Haku.
"Maaf, Yuko. Demi untuk menyelamatkanku saat itu, kau harus mengalami semua itu."
"Itu akan selalu menjadi cerita indah kita, Haku." sahutku pelan. "Karena kejadian itu, kini kita bisa bersatu." aku tersenyum di pelukannya.
Terima kasih Haku. Selama ini kau telah menjadi mentariku yang begitu menghangatkan. Tanpamu mungkin kini aku sudah kehilangan harapan dan langkahku.
Terima kasih untuk selalu bersamaku.
"Haku.."
"Ya..."
"Aku belum mendapat kontrakan !!" aku melepas pelukannya dan sangat shock kali ini. Bagaimana mungkin aku lupa untuk mencari kontrakan sepulang ospek? Dan malah asyik bersenang-senang seperti saat ini. Yuko..!! Kapan kau berubah menjadi sedikit saja tidak ceroboh?! 😑
"Besok saja ya." Haku tersenyum manis menatapku. "Aku ingin bersamamu malam ini." godanya dengan senyuman nakalnya.
"Kau mau apa?" tanyaku sedikit gugup.
"Ada deh!" dia kembali memelukku erat sambil tertawa kecil. Tidak bisa kupingkiri. Aku sangat merasa nyaman di pelukannya. Seakan masalah di hidupku lenyap begitu saja.
Setelah beberapa saat kita memutuskan untuk kembali ke ruangan karaoke tadi menyusul yang lainnya.
"Kalian darimana saja?" tanya Sora saat kita datang.
"Kita membeli minum tadi. Ini buat kalian." aku menyodorkan sekantong minuman botol kepada Sora.
"Wah.. Thank you, Yuko-chan." sahut Sora kegirangan sambil menerima minuman yang kubawa tadi.
"Karena hanya kalian yang belum menyanyi. Maka kali ini kalian harus menyanyi bersama-sama." kata Ken lalu menyodorkan microphone kepadaku dan Haku.
"Ah.. Tidak! Aku tidak bisa menyanyi." kataku cepat-cepat.
"Tidak ada kata tidak! Ayo cepat pilih lagu kalian dan segera bernyanyilah!" Ryu dan Hanna mendorongku dan Haku ke depan.
__ADS_1
Aku menatap Haku bingung. Tapi dia malah tersenyum kepadaku. Lalu mencari sebuah lagu. Lagu apa yang sedang dia cari?