My Little Prince

My Little Prince
Pangeran Ave yang Dingin


__ADS_3

Aku segera berlari kecil untuk menghampiri Sora.


"Sora , Apa kau baik-baik saja?" tanyaku sambil meraih bahunya.


Sora hanya mengangguk dengan wajahnya yang memelas. Aku segera melihat ponsel Sora untuk melihat apa yang sedang kak Ave lakukan barusan.


Dan aku melihat sebuah panggilan keluar 3 menit yang lalu.


"Pangeran Ave yang Dingin?" ucapku tak percaya. Sebuah nomor tersimpan dengan nama itu dan berada pada panggilan keluar 3 menit yang lalu.


Sora menatapku lemas dan cemberut. Lalu dia memelukku.


"Kali ini aku benar-benar akan mati perlahan, Yuko. Kak Ave akan menjadikanku pelayannya yang siap melayaninya kapan saja. Hiks ..."


"Tenanglah, Sora. Semua akan baik-baik saja." kataku menenangkan dia. Aku merasa kalau kak Ave tidak sepenuhnya marah dengan Sora.


"Bagaimana aku bisa baik-baik saja , Yuko? Aku harus selalu ada saat dia menghubungiku. Sekali saja aku mengabaikannya dia akan benar-benar membunuhku ..." rengek Sora kembali.


"Percayalah padaku. Semua akan baik-baik saja." kataku menenangkan Sora. Aku menepuk-nepuk pelan bahunya. "Kita kembali ke dalam yuk!" kataku sambil melepas pelukanku.


"Hhm ..." sahut Sora lesu.


Aku dan Sora segera bergegas memasuki aula utama kembali. Dan suasana masih sangan riuh.


"Hai ..." sapa seorang pria dengan kostum Zoro kepada kita. "Aku mahasiswa baru fakultas Hukum. Apa aku boleh berfoto dengan kalian?"


Aku dan Sora saling bertatapan. Sora hanya menganggukkan kepalanya pelan dan mencoba untuk ceria kembali.


"Terima kasih ..." sahut pria tadi lalu mulai mengambil foto kita bertiga.


"Terima kasih ya. Kostum kalian sangat keren!" kata pria tadi sambil mengacungi dua jempolnya. "Kenalin aku Yosuke!" katanya lalu mengulurkan tangannya kepada kita.

__ADS_1


Aku membalas uluran tangannya kali ini. "Yuko. Aku Fakultas Sastra."


"Hhm. Aku tau kau anak Sastra kok." sahutnya sambil tertawa.


Aku hanya tertawa kecil saat mendengarnya.


"Sora, aku juga anak Sastra ..." kata Sora saat mengulurkan tangannya kepada Yosuke.


"Senang bertemu dengan kalian!" katanya ramah.


"Ah, Iya ..." sahutku.


Tiba-tiba saja Ken datang menghampiri kita bertiga.


"Kalian darimana saja? Kenapa menghilang begitu saja? Haku sampai kebingungan juga mencarimu, Yuko." kata Ken yang sedikit khawatir.


"Ah, Maaf ... Tadi aku nemeni Sora bertemu dengan kak ..."


Matanya seakan mengatakan "Ini adalah rahasia berdua kita saja. Oke!"


Aku hanya mengangguk pelan lalu Sora mulai melepaskan tangannya.


"Ya sudah. Kita kembali yuk!" ajak Ken lagi.


"Ah, baik. Sampai jumpa Yosuke!" kata Sora lalu membuntuti Ken dan menarik tanganku.


"Bye ..." ucapku kepada Yosuke.


Yosuke hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya.


Kita bertiga kembali ke tempat duduk kita kembali. Disana sudah ada Haku dan Jessica yang sedang menikmati hidangan cemilan saat itu.

__ADS_1


"Kalian darimana saja?" todong Jessica.


"Kita keluar sebentar nyari angin. Hehe ..." sahut Sora asal.


"Kenapa tidak bilang padaku? Aku khawatir dan mencarimu daritadi lho." kata Haku menatapku seperti menatap seekor anak anjing.


"Maaf deh. Tadi kau sangat sibuk sekali berfoto dengan mereka ..." sahutku memelas.


"Maaf deh, Yuko." kata Haku dengan sedikit cemberut.


"Daijoubu ..." aku tertawa kecil padanya. Dan dia malah mencubit pipiku gemas. "Sakit, Haku!"


"Ah, Maaf deh ..." kata Haku lalu mengelus pipiku yang tadi dicubitnya. "Apa masih sakit?"


"Masih!" kataku berbohong.


Cup ...


Tiba-tiba saja dia malah mencium pipiku membuatku sedikit shock.


"Nah, sudah tidak sakit kan?"


"Apa yang kau lakukan, Haku!" kataku sedikit malu. "Banyak orang disini ..."


"Ah, Jadi kau maunya di tempat yang sepi ya? Baiklah ..." katanya menggodaku.


"Haku!"


Dia malah tertawa kecil melihatku.


...***...

__ADS_1


__ADS_2