
Huft ... Rasanya sangat lega melihat Sora dan Ken bisa baikan lagi. Semoga saja mereka bisa akrab dan dekat seperti dulu lagi. Dan kita bisa berteman seperti dulu lagi.
Kini aku dengan semangat melangkahkan kakiku mendekati mereka berdua dengan senyum begitu mengembang. Hingga aku datang, mereka masih pada posisi yang sama dan hanya menoleh sedikit ke arahku saja. Dengan cepat Sora segera melepaskan lengan Ken dan segera kembali duduk di dekatku.
"Sudah kau dapatkan buku itu, Yuko?" tanya Ken lalu menarik kursinya untuk dia duduki.
"Sudah kok. Ini ..." kuserahkan buku tebal itu kepada Ken. Dia tersenyum menatap buku itu dan mulai membuka lembar demi lembar untuk membacanya.
"Kalian diskusi saja dulu! Aku akan membacanya sedikit." ucap Ken datar.
"Okay!" sahutku dan Sora bersamaan.
Aku melihat raut wajah Sora dan Ken yang kini sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini terlihat begitu bahagia dan seperti tak ada beban seperti hari sebelum-sebelumnya. Huftt ... syukurlah ... Aku sangat lega.
Beberapa saat akhirnya Jessica dan Ran juga sudah datang kembali dengan membawa minuman dingin untuk kita.
"Nih. Kalian minumlah dulu!" ucap Jessica sambil menyodorkan minuman dingin itu di atas meja.
"Terima kasih, Jessy." sahutku dan Sora bersamaan. Sementara Ken masih terlihat begitu serius membaca buku itu.
"Ken! Minumlah dulu!" kini Sora berinisiatif untuk menyodorkan sekaleng minuman untuk Ken.
"Ehm ... Iya. Sebentar lagi ..." sahut Ken yang masih sibuk membaca novel itu.
"Setelah ini kita makan bersama yuk!" ajak Sora dengan sangat bersemangat.
"Boleh!" sahutku dengan cepat dan begitu antusias.
"Aku juga ikut!" sahut Ran tak kalah bersemangat.
"Hhhm. Setuju!" sahut Jessica. "Bagaimana denganmu, Ken?" imbuhnya sambil memandang Ken.
"Hhm. Aku terserah kalian saja deh!" sahut Ken sembari menutup novelnya lalu membuka minuman kalengnya dan meneguknya.
"Wah ... Asyik!!" seru Sora dengan bersemangat. "Setelah makan, kita karaoke ya!" imbuh Sora lagi.
"Setuju!" sahut Jessica dengan bersemangat.
"Hhm. Boleh juga sih. Aku juga akan ikut." sahut Ran.
__ADS_1
"Ken, Yuko! Kalian juga ikut kan?" tanya Sora dengan wajah begitu berseri menatapku dan Ken secara bergantian.
"Baiklah aku akan ikut." jawabku dengan senyum lebar.
"Hhm. Oke! Aku juga akan ikut." jawab Ken tersenyum lebar.
"Yata!!" sorak Sora sangat bersemangat. "Malam ini kita bersenang-senang!"
...***...
"Ahhh ... ini benar-benar enak sekali! Daging wagyu-nya benar-benar sangat lezat dan empuk!" ucap Sora sambil menikmati sepotong daging wagyu itu. "Cobain deh, Ken!" kini Sora mengambil sepotong daging wagyu dengan sumpitnya dan tiba-tiba mulai menyuapi Ken tanpa rasa canggung seperti biasanya.
Ken merasa sedikit terkejut namun dia tetap membuka mulutnya dan menerima suapan dari Sora. Raut wajahnya terlihat sedikit berseri kali ini.
"Bagaimana? Enak kan, Ken?" tanya Sora begitu antusias.
"Hhm. Iya. Ini enak sekali!" sahut Ken membulatkan matanya saat menikmati daging itu.
"Sudah lama ya kita tidak berkumpul dan pergi bersama seperti ini ..." celutukku sambil menikmati takoyakiku.
"Kalian sering pergi bersama dulu?" tanya Ran tiba-tiba.
"Hhm. Kita sering pergi bersama dulu. Dan saat itu masih ada Haku juga ya ..." celutuk Sora.
"Yeap. Apa kau mengenal Haku, Ran?" tanya Jessica.
"Tentu saja aku tau dia! Dia sangat populer dan juga sangat ramah. Begitu banyak mahasiswi yang mendekatinya selama ini." celutuk Ran sambil menikmati makanan malamnya.
"Hhm. Dia memang sangat populer sejak SMP sih! Dan dia juga terkenal sangat ramah, dan sebernarnya Haku memang sangat baik dan ramah." sahut Ken.
"Ehemm ..." Sora tiba-tiba berdehem. "Jangan membicarakan Haku terus atau seseorang tiba-tiba akan sangat merindukannya." imbuh Sora dengan nada jenaka dan sedikit menyikut lenganku.
Sedangkan aku hanya tersipu malu dan mempercepat memakan hidangan di hadapanku. Ken, Sora dan Jessica tertawa kecil melihatku yang sedikit salah tingkah.
"Memang siapa yang akan merindukan Haku?" tanya Ran kebingungan. "Sepertinya dia tipe yang sulit untuk didekati dan sulit jatuh cinta. Apa diantara kalian ada yang menyukai Haku?" imbuh Ran lagi.
Ken, Sora dan Jessica kini tertawa kecil mendengar ucapan Ran.
"Haku memang sulit untuk diraih. Cintanya hanya ada satu dan selamanya hanya akan ada satu! Dan tempat itu sudah diisi oleh seseorang." celutuk Sora dengan kekehan kecil yang semakin membuatku malu dan membuat pipiku semakin memanas.
__ADS_1
"Benarkah? Apa hanya aku yang tidak mengetahui semua itu? Siapa gadis yang sangat beruntung itu?" tanya Ran sangat ingin tau.
"Kau sungguh tidak mengetahuinya, Ran?" tanya Jessica sedikit terkejut.
"Hhm ... aku tidak tau. Selama aku mengambil kuliah sore aku tak pernah melihat Haku dekat dengan seorang gadis. Dia selalu bersama Ryu atau Ken saat Ken mengambil kuliah sore." ucap Ran seadanya. "Apakah kekasihnya juga kuliah di Todai?"
"Iya. Dia kuliah di Todai." sahut Ken tersenyum lebar. "Mereka sudah bertunangan dan mereka akan segera menikah."
Mataku kini semakin membelalak setelah mendengar ucapan Ken. Apa Haku juga sudah menceritakan semua itu kepada Ken? Ah ... rasanya malu sekali. Mungkin wajahku sangat merah saat ini. Sehingga aku hanya menunduk dan mengabaikan obrolan mereka.
"Wah. Beruntung sekali gadis itu ..." celutuk Ran.
"Haku juga sangat beruntung mendapatkan gadis itu. Karena dia adalah gadis yang sangat baik." Sora menyauti dengan santai dan sedikit menyikut lenganku lagi, tapi aku masih pura-pura sibuk dengan makananku saat ini.
"Oh ... seperti itu ya?" Ran mengangguk-anggukkan kepalanya lalu memasukkan sepotong okonomiyaki ke dalam mulutnya. "Yuko kenapa diam saja daritadi? Apa sedang tidak enak badan?"
"Eh? Tid-Tidak kok. Aku hanya sedang menikmati makan malamnya. Sangat enak!" kilahku dengan senyum lebar dan sedikit tersentak.
"Setelah ini kita jadi karaoke kan?" tanya Jessica.
"Jadi donk! Harus jadi!" sahut Sora dengan bersemangat.
"Tapi suaramu sungguh jelek, Sora!" celutuk Ken.
"Aku tidak butuh komentarmu!" sahut Sora dengan tersenyum mengejek.
"Telingaku bisa rusak jika mendengarmu menyanyi ..." sahut Ken lagi.
"Enak aja! Suaraku tidak seburuk itu ya! Dasar Ken nyebelin!" Sora yang kesal kini mengacak-acak rambut Ken.
"Sora! Jangan lakukan itu atau tingkat ketampananku akan berkurang 5 persen." celutuk Ken disertai dengan tawa kecil.
Bukannya menghentikkan tingkah usilnya, kini Sora malah semakin mengacak-acak rambut Ken.
"Sora hentikkan atau aku akan membalasnya!" ancam Ken dengan tawa.
"Balas saja!" tantang Sora tanpa pikir panjang.
"Awas saja saat kau lengah aku akan membalasnya!" sahut Ken.
__ADS_1
"Aku tidak takut!"
Rasanya bahagia bisa melihat mereka berdua kembali seperti ini lagi. Syukurlah ...