My Little Prince

My Little Prince
Sweet Ice


__ADS_3

"Lalu kenapa kakak peduli saat aku takut kepada kakak?" ucapan Sora kini membuat kak Ave terdiam beberapa saat.


Seketika mereka berdua saling terdiam dan hanya melakukan kontak mata untuk beberapa saat.


"Itu ... Karena ..."


Sora memperhatikan dan menunggu jawaban kak Ave dengan seksama.


"Aku akan memberitahumu semua di akhir pekan. Jadi apa kau punya waktu?" tanya kak Ave tiba-tiba.


Sora masih menatap kak Ave bingung dan sedikit mengerutkan keningnya. Mungkin dia merasa sedikit aneh, karena biasanya kak Ave selalu menyuruhnya untuk selalu menemaninya secara sepihak tanpa menanyakan situasi Sora terlebih dahulu, apakah dia sedang punya waktu atau tidak.


"Baiklah ..." ucap Sora akhirnya.


"Oya ..." kak Ave merogoh sesuatu dari saku coat yang sedang dia pakai. "Ini, Simpanlah!" dia menyodorkan sebuah amplop coklat dan menarik salah satu tangan Sora dan memaksa Sora untuk menerima amplop coklat itu.


"Tapi kak ..."


"Aku tidak membutuhkan uang itu. Jika kamu mau membayar kesalahanmu maka traktir aku di akhir pekan saja!"


"Kakak serius?" tanya Sora kegirangan dan sangat berbinar. "Kakak tidak sedang mempermainkanku kan?"


"Ucapanku lebih berharga dari sebuah kontrak yang tertulis!"


"Ahahaha ... Oke deh! Terima kasih, Kak! Aku akan mentraktir kakak deh di akhir pekan!" sahut Sora bersemangat.


"Baiklah. Sekarang istirahatlah. Aku akan pulang!"


"Kakak tidak bawa motor?" Sora sedikit celingukan mencari motor kak Ave. Namun dia tidak menemukan motor itu.


"Tidak. Aku tidak bisa mengendarainya sekarang dalam kondisi seperti ini." ucap kak Ave sedikit murung.


Sora menatap tangan kak Ave yang masih sedikit mengepal dengan sedih.


"Baiklah. Aku akan menemani kakak ke halte!" ucap Sora tiba-tiba.


"Tidak! Masuklah saja! Sebentar lagi taxi onlineku akan segera datang kok." kata kak Ave lalu merogoh ponselnya dari saku coatnya. Namun ponselnya malah terjatuh karena jemari kak Ave yang belum begitu pulih untuk menggenggam ponsel itu.


"Ya ampun! Ponsel kakak terjatuh!" Sora segera memungutnya dan melihat ponsel itu dan memberikannya kepada kak Ave.


"Tidak apa-apa kok. Masuklah! Aku juga akan pulang!" kata kak Ave pelan dan dia tersenyum.


"Kakak baru saja tersenyum! Dan itu adalah senyuman yang berbeda dari biasanya!" ucap Sora antusias.


"Benarkah? Aku rasa otakku sudah sedikit kacau malam ini." kini kak Ave sedikit tertawa kecil.


"Dan kakak juga tertawa kali ini? Wah wah ... Ini sungguh keajaiban!" ucap Sora girang.


"Gawat! Bisa gila aku!" gumam kak Ave pelan. "Aku pulang dulu ya. Sana cepat masuk!" kak Ave segera berbalik dan berjalan untuk pergi. "Bye ..." katanya lalu berusaha untuk melambaikan tangannya kepada Sora tanpa menatapnya.


Setelah kak Ave pergi, Sora segera menghampiriku dan mengajakku kembali ke kontrakanku.


"Maaf ya lama ..." kata Sora saat kita berjalan menuju lantai 2.

__ADS_1


"Tidak apa-apa kok. Ehm ... Sora ..."


"Ya ..."


"Sepertinya memang benar ya kak Ave menyukaimu. Dia sangat berbeda sekali malam ini. Dia menjadi sedikit kalem dan lebih hangat malam ini." ucapku sambil membuka pintu kontrakanku.


"Masa sih, Yuko?"


"Hhm ... Menurutku begitu. Kalau memang begitu, apa kau mau menerimanya?"


Senyuman Sora kini mulai memudar setelah mendengar pertanyaanku.


"Aku tidak tau, Yuko." ucapnya pelan. "Aku takut kecewa. Aku tidak mau mengulangi kesalahan yang sama lagi. Dan aku belum mengetahui kak Ave dengan baik. Bahkan sebenarnya aku masih sedikit takut padanya." ucapnya sedikit murung.


"Hum ... Tidak apa-apa. Tidak usah terlalu dipikirkan. Dan tidak usah buru-buru! Kita makan ramen yuk! Aku lapar lagi nih!"


"Well. Okay!" sahutnya bersemangat.


Akhirnya aku dan Sora menyeduh ramen instant dan menikmatinya dengan menonton sebua film.


"Yuko. Apa rencanamu dengan Haku?" tanya Sora sambil menikmati ramennya.


"Uhm ... Sebenarnya malam itu kita bertunangan." ucapku pelan.


"Uhuuuuukkkk ..." Sora tersedak saat mendengar ucapanku. Dan aku segera menyodorkan minuman kepadanya. Dan dia segera meneguknya.


"Maaf, Sora ..."


"Hhm, Iya ..."


"Kenapa tidak mengundang kita?" todongnya sedikit manyun.


"Karena semuanya sangat mendadak, Sora. Maaf ... Bahkan aku saja tidak tau jika malam itu kita akan bertunangan. Aku tau setelah di rumah Haku, tiba-tiba saja keluarganya meminta kita untuk bertunangan dulu."


"Kenapa mendadak sekali? Yuko ... Kau tidak sedang ..." Sora membulatkan matanya menatapku dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Tidak kok ..." kataku lalu tertawa kecil. "Kedua orang tua kita menginginkannya. Makanya kita membuat janji pernikahan."


"Lalu kapan kalian akan menikah?" tanya Sora antusias.


"Tahun depan di musim semi." sahutku tersenyum lebar.


"Wah. Sahabatku akan segera menikah!" Sora memelukku dengan gemasnya. Dan dia terlihat sangat bahagia.


"Ahahaha ... Iya, Sora. Kau harus datang ya di acara pernikahanku nanti!" candaku dengan tawa kecil.


"Tentu saja aku akan datang, Yuko!" katanya bersemangat.


"Terima kasih ya, Sora ..."


"Untuk apa?" kini Sora melepas pelukannya dan menatapku bingung namun senyumannya masih menghiasi wajahnya yang cantik.


"Karena sudah menjadi sahabatku!"

__ADS_1


"Ah soal itu ya ...Tidak perlu berterima kasih karena aku senang berteman denganmu!"


Kita berdua tertawa kecil dan memutuskan untuk segera tidur. Namun tiba-tiba ponselku bergetar, rupanya Haku yang menelponku.


"Sora. Kau tidurlah dulu. Aku akan mengangkat telpon dari Haku dulu." kataku segera bergegas keluar dari kamar menuju ruang tengah.


"Ya ..." sahutan Sora masih bisa kudengar saat meninggalkan kamarku.


"Hallo, Haku." sapaku sambil menghempaskan tubuhku di atas sofa.


"Yuko. Maaf baru bisa menghubungimu. Tadi buru-buru sekali. Pulang dari kantor sedikit terlambat dan langsung ke kampus. Setelah itu aku harus mengantar ayah ke Bandara."


"Daijoubu, Haku. Oya Ayah pergi kemana memangnya?" tanyaku sesikit penasaran.


"Ada yang harus di urus di luar Kota. Uhm ... Kau sedang apa?"


"Aku baru saja mau tidur tadi."


"Wah, jadi aku mengganggu dong. Ya sudah kamu istirahat dulu saja ..."


"Eh, Kok gitu?"


"Tapi kamunya kan mau istirahat, Yuko."


"Sebentar lagi deh ..."


"Hhm, Baiklah. Oh iya akhir pekan aku libur. Kita ke Sea Paradise yuk!"


"Serius, Haku?" tanyaku kegirangan. Karena sebenarnya aku juga belum pernah pergi ke sana. Pasti sangat cantik. Sebuah akuarium besar dan kita bisa memasukinya. Dan akan ada banyak jenis ikan disana. Pasti keren dan cantik sekali! Ah aku tidak sabar deh menunggu akhir pekan.


"Serius dong. Apa jadi mau mengajak Ken, Sora dan Jessica?"


"Sepertinya mereka sedang ada masalah kecil. Tapi nanti aku akan coba bicara dengan mereka dulu, Haku."


"Masalah apa?"


"Sepertinya Ken memiliki kekasih baru." celutukku.


"Lalu?"


"Ya ... Aku kira selama ini Ken dan Sora itu saling menyukai. Tapi ternyata malah seperti ini."


"Hhm ... Ken tidak pernah cerita padaku sih. Dia hanya bilang jika dia sedang menyukai seseorang, namun gadis itu malah sudah berkencan dengan pria lain."


"Apa Ken salah paham dengan hubungan Sora dan kak Ave ya?" celutukku.


"Sayang. Aku tidak tau dengan semua itu. Tapi satu hal yang aku tau ..."


"Apa?"


"Aku kangen Tuan Putri Kecilku ..." sahutnya dengan sedikit tawa. Dan aku ikut tertawa bersamanya.


...***...

__ADS_1


__ADS_2