My Little Prince

My Little Prince
Senior yang Kejam


__ADS_3

"Lihatlah betapa kejamnya dia ..." ucap Sora setengah berbisik padaku.


Tak sengaja aku dan Sora melihat kak Ave yang sedang duduk berjongkok di hadapan seekor burung yang sedang terluka sayapnya di halaman kampus.


"Pasti dia yang menyiksa burung malang itu!" ucap Sora lagi. "Yuk ah kita buruan pergi, Yuko! Sebelum kita menjadi korban selanjutnya!" dengan cepat Sora segera menarik tanganku dan menggiringku pergi.


Aku sempat melihat kak Ave yang menoleh ke arah kita namun dia hanya menatap datar kepergian kita.


...***...


Lagi-lagi aku dan Sora tak sengaja melihat kak Ave yang sedang merebut sebuah minuman kaleng dari seorang mahasiswa.


"Ah dasar preman dingin tak tau diri!" celutuk Sora geram. Namun dia mengatakannya dengan pelan dan hanya aku yang mendengarnya.


Disaat kak Ave menyadari ada aku dan Sora yang sedang memperhatikannya, Sora segera menarik tanganku dan menggiringku kembali untuk segera pergi dari tempat itu.


"Kenapa sih dia selalu jahat?" celutuk Sora saat kita sudah lumayan jauh dari tempat itu.


"Aku juga tidak tau, Sora ..." ucapku bingung.


Kenapa ya kak Ave terlihat begitu jahat dan mengerikan? Rumornya kan dia termasuk orang berada. Tapi kenapa memalak seperti tadi?


...***...


Kali ini aku dan Sora melihat kak Ave sedang memukul seorang mahasiswa hingga mahasiswa itu terjatuh di tanah.


Oh My! Saat di kampus pun dia bisa melakukan kekerasan seperti ini?


Aku dan Sora membulatkan mata sempurna menyaksikan semua ini. Dan saat kak Ave hendak melayangkan tinjunya kepada mahasiswa tadi, tiba-tiba saja dia menghentikkannya saat melihat keberadaan kita.


Sora segera menarikku untuk segera pergi karena merasa takut. Sebenarnya aku juga sedikit ketakutan.


"Aduh! Kak Ave benar-benar keterlaluan deh!" celutuk Sora. "Apa kita laporkan saja dia ya?"


"Jangan Sora! Aku takut ... Kak Ave sangat menyeramkan! Apalagi saat dia marah ... Aku tidak berani ..." ucapku sedikit takut karena teringat dengan kak Ave saat malam itu. Malam saat dia sangat marah dan murka kepadaku ketika kak Zen koma.


"Benar. Sebaiknya kita tidak ikut campur dengannya!" ucap Sora dengan tegas.


...***...


"Pulang kuliah nonton yuk! Kan kemarin kita nggak jadi pergi bersama saat aku sakit." ucap Sora saat di ruang kuliah.


"Boleh!" sahutku bersemangat.


"Jessica mau ikut juga?" tanyaku kepada Jessica yang duduk di depanku. Dia sedang sibuk mencorat coret bukunya.


"Maaf. Tapi aku sudah ada janji dengan sepupuku deh." ucapnya yang masih sibuk mencorat coret bukunya.


"Yah. Sayang sekali deh kita hanya berdua ..." keluh Sora.


"Maaf deh ..." sahut Jessica lalu menoleh ke belakang menghadap kita. "Lain kali saja ya kita nonton bersama?"

__ADS_1


"Oke deh!" sahutku.


Tiba-tiba terlihat Ken yang baru memasuki ruang kuliah dan dia segera duduk di belakangku. Aku berbalik dan melihatnya yang sudah duduk di bangkunya.


"Ken. Aku dan Sora akan pergi ke theater pulang kuliah nanti. Kau mau ikut?" tanyaku bersemangat.


Ken terdiam beberapa saat seperti sedang memikirkan sesuatu, "Maaf, tapi aku sudah ada janji dengan seseorang."


"Oh ..." sahutku sedikit kecewa lalu segera berbalik ke depan. Aku melihat Sora yang sibuk dengan ponselnya.


"Lihat Yuko! Bagaimana kalau kita nanti nonton ini?" Sora memperlihatkan ponselnya kepadaku. Dia memperlihatkan film yang akan tanyang hari ini di theater.


"Boleh ..." sahutku tersenyum lebar.


...***...


Pulang kuliah aku dan Sora bergegas untuk ke Keio Mall bersama untuk menonton film. Dan ternyata tak sengaja kita melihat Ken sedang pergi dan menonton bersama seorang gadis.


Sepertinya aku pernah melihat gadis itu. Apa dia juga mahasiswi di Todai ya? Gadis berambut sebahu dan terlihat sangat ramah dan ceria.


Aku dan Sora duduk di seat tengah. Sementara mereka terus berjalan ke belakang dan duduk di kursi belakang. Ken tidak melihatku dan Sora karena lampu theater sudah mulai dipadamkan. Aku juga memperhatikan Sora yang mulai berubah sedikit pendiam setelah melihat Ken yang sedang bersama gadis itu.


Ah, Pasti mereka sudah saling salah paham. Soal Sora yang berciuman dengan kak Ave. Dan sekarang ditambah Ken yang sedang berkencan dengan seorang gadis. Kini mereka sudah saling sedikit menjauh satu sama lain.


Bagaimana ini? Aku sangat yakin jika mereka sebenarnya memiliki perasaan yang sama. Tapi aku tidak tau harus berbuat apa?


"Sora. Kau baik-baik saja?" tanyaku khawatir padanya.


Sora segera menatapku dan tersenyum padaku, "Tentu saja aku baik-baik saja, Yuko."


Kita mulai menonton film itu. Dan film berakhir setelah kira-kita 2 jam. Sora sengaja mengajakku untuk keluar dari theater paling akhir, agar Ken tidak melihat kita.


Namun ternyata kita malah bertemu lagi dan berpapasan saat di luar.


"Hai ... Kalian menonton disini juga ya rupanya?" sapa Ken saat kita berpapasan di luar theater.


"Iya, Ken ..." sahutku sambil tersenyum lalu memandang gadis yang sedang bersama Ken.


"Kenalkan. Dia Hana, anak Fakultas Hukum." kata Ken memperkenalkan gadis itu kepadaku dan Sora.


Tenyata memang benar mahasiswi di Todai juga. Pantas saja seperti tidak asing melihatnya. Hana juga terlihat sangat manis, ramah dan ceria.


Aku mengulurkan tanganku dan berjabat tangan dengannya.


"Hana ..." katanya dengan ramah dan tersenyum lebar.


"Yuko ..." kataku ramah.


Lalu Hana bersalaman dengan Sora.


"Hai, Aku Hana." kata Hana dengan senyum lebar.

__ADS_1


"Aku Sora ..." sahut Sora degan senyuman manisnya.


"Ehm. Kalau begitu kita duluan ya. Aku harus mengantar Hana pulang dulu." ucap Ken.


"Uhm. Okay ..." sahutku.


Akhirnya Ken berlalu bersama Hana. Aku melihat senyuman Sora yang kini memudar setelah kepergian mereka. Wajahnya yang cantik kini terlihat sangat murung.


"Sora, Kau baik-baik saja?" tanyaku sedikit khawatir.


Sora menatapku dan tersenyum lebar, "Kenapa kau selalu menanyakan itu kepadaku, Yuko? Aku baik-baik saja kok. Jangan khawatirkan aku!" katanya lalu tertawa kecil.


"Sora, jangan berbohong padaku! Aku tau kau tidak sedang baik-baik saja!"


"Yuko ... Bolehkah aku menginap di kontrakanmu malam ini?" ucapnya tiba-tiba.


"Oh ... Tentu saja boleh!"


"Hhm. Ayo!" Sora tersenyum lebar lalu menarik tanganku dan kita segera bergegas untuk pulang.


Sesampainya di kontrakan, ternyata kita bertemu lagi dengan Ken di bawah.


"Sora menginap di kontrakan Yuko ya?" tanya Ken antusias.


"Yeap. Aku malas pulang sendirian!" sahut Sora asal.


"Apa mau aku antar?" tanya Ken tiba-tiba.


"Kamu mau ngantarin aku?" tanya Sora sedikit terkejut.


"Iya. Kamu bilang kamu malas pulang sendirian?"


"Oh ... Tid ..."


"Iya, Ken! Sana antar Sora dulu!" kataku memotong ucapan Sora. Mungkin saja aku bisa membantu sedikit mereka untuk kembali akrab.


"Kau mengusirku, Yuko?" kini Sora memelototiku. Dan aku hanya nyengir lebar menatapnya.


"Jadi bagaimana?" tanya Ken lagi.


"Tidak usah! Gadis tadi akan salah sangka jika melihat kita bersama!" kata Sora asal. "Yuk Yuko. Aku capek ..." Sora segera menarikku untuk menaiki tangga.


Ken hanya terdiam bingung menatap kita.


...***...


...Hallo reader tersayang. Kali ini Author mau merekomendasikan novel karya temen Author yang nggak kalah menarik ya....


...Jangan lupa untuk mampir ya ... ...


...Arigatou minna-san...

__ADS_1


...♡♡♡...



__ADS_2