
"Baiklah. Kakak akan mencoba membuka hati ..." ucap kak Zen dengan nada rendah.
Aku tersenyum lega mendengar ucapan kak Zen barusan. Semoga saja kak Zen bisa segera menemukan wanita yang baik dan tepat.
"Gitu dong, Kak!" sahutku tersenyum lebar.
Aku melihat kak Zen yang sedikit melamun dan tersenyum samar memandangi ke depan. Apa yang sedang dia pikirkan ya?
"Pulanglah! Kakak juga akan langsung pulang."
Oh benar juga. Kini kita sudah sampai saja di depan kontrakanku. Aku bahkan tak menyadarinya tadi. Sampai kapan kau akan begitu ceroboh, Yuko?! Haha ... Aku selalu saja ceroboh.
"Baiklah.Terima kasih ya kak karena sudah mengantarku." kataku tulus dan tersenyum padanya. "Dan terima kasih untuk gantungan kunci ini!" aku menimang gantungan kunci pemberian dari kak Zen tadi.
"Hhm ... Masuklah!" sahutnya sambil tersenyum menatapku.
"Kalau begitu aku masuk." aku membungkukkan badanku lalu bergegas untuk masuk ke kontrakanku.
Sesampainya di kontrakan aku segera mandi lalu kembali merebahkan diriku di atas ranjang. Tiba-tiba ada panggilan Video Call dari Mayu. Dan aku segera mengangkatnya.
"Hai, Yuko!" sapa Mayu saat kita video call. Sudah lumayan lama sekali kita tidak video call. Aku kangen sekali.
"Yuko, aku kangen!" sahut Kanna yang sedang berada bersama Mayu. Ternyata mereka sedang bersama malam ini. Ah aku juha ingin sekali ikut berkumpul bersama mereka. Hiks ...
"Aku juga kangen banget sama kalian! Kalian apa kabar?" kataku kegirangan.
"Kita baik-baik saja. Bagaimana denganmu, Yuko?" tanya Kanna.
__ADS_1
"Seperti yang kalian lihat! Aku baik-baik saja!" sahutku riang. "Kau sedang menginap di rumah Mayu ya, Kanna?"
"Yeap ..." sahut Kanna tersenyum lebar.
"Ah, aku juga mau ikutan dong. Hiks ..."
"Ah, kapan kita bertemu lagi ya ..." kata Mayu sedikit murung.
"Entahlah. Andai saja ada pintu doraemon. Udah tiap hari kita bertemu!" candaku.
"Malah ngelawak nih si Yuko ..." sahut Kanna sedikit cemberut.
"Yuko. Akhir-akhir ini aku sering sendirian nih. Kanna sibuk berkencan!" kata Mayu padaku.
"Ha? Kanna punya kekasih? Siapa?" tanyaku penasaran.
"Emang makanan anget!" sahut Kanna sambil tertawa kecil.
"Wah benarkah itu Kanna? Kenapa tak pernah cerita padaku? Aku sedih nih ..." sahutku.
"Maaf, Yuko. Bukannya mau merahasiakan. Hanya saja belum ada waktu yang tepat untuk mengatakannya padamu." sahut Kanna.
"Siapa cowok itu? Katakan padaku! Apa aku mengenalnya? Aku tak akan membiarkan sahabatku meliliki kekasih salah. Aku harus tau dia pria yang seperti apa!" kataku serius.
Benar sekali, selama ini Kanna belum pernah menjalin ikatan bersama seorang pria. Dan tiba-tiba saja sekarang aku dengar dia memiliki seorang kekasih. Aku harus tau seperti apa pria itu. Kanna adalah gadis yang baik. Dan dia adalah salah satu sahabat terbaikku. Aku tak akan membiarkan dia melilih pria yang salah. Tidak akan!
"Ayo! Cepat katakan padaku!" desakku lagi.
__ADS_1
"Ehm ... Sebenarnya kau sudah mengenalnya, Yuko ..." jawab Kanna pelan.
"Aku sudah mengenalnya?" tanyaku tak percaya. "Siapa dia?"
"Pria itu adalah ... Kiro." kata Kanna pelan.
Aku hampir tak percaya dengan apa yang baru saja Kanna katakan. Kanna dan Kiro berpacaran? Bagaimana ini bisa terjadi?
"Kau dan Kiro ...?" tanyaku tak percaya.
"Hhm ..." sahut Kanna yang tersenyum malu-malu.
"Wah. Aku sungguh tidak menyangka Kanna! Tapi aku akan sangat mendukung kalian!" kataku tersenyum lebar dan sangat bersemangat.
"Terima kasih, Yuko!" sahut Kanna dengan senyuman lebar.
Kanna adalah sahabatku yang baik. Dia sangat periang, baik dan juga cantik. Sementara Kiro adalah seorang pria yang juga baik. Aku sudah mengenalnya dari kecil. Dia juga adalah sahabat Haku. Jadi aku sangat mendukung mereka berdua.
"Jadi tinggal Mayu aja nih yang masih betah jomblo?" kataku menggoda Mayu.
"Ahahaha ... Aku akan langsung menikah saja nanti tanpa pacaran. Aku nggak mau sakit hati." sahut Mayu asal.
"Langsung menikah? Tapi bagaimana cara kamu mengetahui kepribadian dia kalau tidak pacaran dulu?" tanya Kanna sambil.menatap Mayu bingung.
"Ya cari tau dulu donk! Hehe ... Lagian percaya banget sih! Aku kan hanya bercanda!" sahut Mayu cekikikan.
Aku dan Kanna hanya tertawa kecil melihat tingkah Mayu.
__ADS_1
...***...