
Setelah menyelesaikan makan siang, Haku mengajakku untuk pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari situ. Dan masih dalam kawasan Sea Paradise juga.
Dia mengajakku ke sebuah taman bermain. Dan disini banyak sekali wahana-wahana hiburan umum. Ada juga beberapa atraksi yang sangat unik seperti wahana Blue Fall, yang menjatuhkan kita dari ketinggian 107 meter. Ada juga Surf Coaster Leviathan, sebuah wahana roller coaster yang mencakup loop di atas laut dengan cipratan air laut secara langsung.
Ada juga wahana arung jeram Aqua Ride II, dan beberapa wahana permainan lainnya seperti Merry-go-round, Drunken Barrel, naik kereta berkeliling area dengan Sea Train, dan kapal sightseeing Paradise Cruise.
Wah, rasanya aku ingin sekali menikmati semua wahana-wahana ini. Keren sekali! Dan tentu saja nyaliku saat ini sudah tidak sepertu dulu lagi ya. Ahahaha ...
Jadi inilah yang dimaksud Haku tadi, kita harus mengumpulkan lebih banyak energi lagi karena masih ada banyak hal yang akan kita lakukan setelahnya.
Oh My ! Malu sekali rasanya karena aku sudah berpikiran yang tidak-tidak. Aku bahkan malu sekali dengan Haku saat ini.
"Mau coba yang mana dulu, Yuko?" tanya Haku terlihat begitu antusias sambil menatap wahana-wahana itu, sementara tangan kanannya dimasukkan ke dalam saku coat dan tangan kirinya masih menggandengku.
"Uhm, Bagaimana jika kita mulai dari yang pelan dan lembut dulu. Bagaimana dengan Sea train?" usulku berbinar. Pasti akan sangat menyenangkan mengelilingi kawasan Sea Paradise, Kanazawa dengan menaiki Sea Train.
"Boleh ..." sahutnya bersemangat dan tersenyum menatapku.
Kita membeli tiket untuk menaiki sea train. Lalu menaikinya bersama. Namun rasanya sedikit canggung karena kebanyakan yang menaiki sea train adalah sebuah pasangan dan membawa sang buah hati. Jadi seperti sedang menyenangkan sang buah hatinya.
"Apa kalian baru saja menikah?" sebuah pertanyaan tiba-tiba terlontar dari seorang pengunjung yang sedang menaiki sea train juga. Dia adalah seorang wanita paruh baya dan sedang bersama suami dan anaknya yang kira-kira berumur 10 tahun.
"Uhm. Sebenarnya kita baru saja akan menikah." sahut Haku dengan ramah sambil mempererat menggenggam jemariku. Dan aku hanya tersenyum menatap wanita itu.
"Oh seperti itu. Semoga pernikahan kalian lancar dan bahagia." sahut wanita paruh baya tadi dengan seulas senyum.
"Hhm. Terima kasih, Bibi." sahut Haku. Sementara aku hanya tersenyum dan sedikit mengangguk pelan.
"Kalau boleh bibi menebak sepertinya kalian masih sangat muda ..."
"Iya. Kami masih kuliah."
"Tidak masalah kok. Tidak ada salahnya kok untuk menikah muda!" katanya lagi. "Dulu aku juga begitu. Aku dan suamiku juga menikah muda." Bibi tadi menatap suaminya dan tersenyum. Sementara suaminya juga sedikit tersenyum padanya.
"Dan anak pertamaku kini sudah lulus kuliah. Dan dia juga akan segera melangsungkan pernikahan." kata Bibi itu dengan senyum mengembang dari wajahnya yang sudah sedikit keriput.
__ADS_1
"Uhm ... Iya, Bibi. Semoga pernikahan anak bibi juga lancar." kata Haku ramah.
"Hhm. Terima kasih, Nak." sahutnya tersenyum tulus.
"Sama-sama, Bibi."
Kita kembali menikmati pemandangan area Sea Paradise dengan menaiki Sea Train. Meskipun terlihat sedikit kekanak-kanakan, namun sebenarnya ini sangat menyenangkan. Apalagi saat kita menikmatinya bersama seseorang yang sangat berharga.
Sesekali aku memeluk lengan Haku dan menyandarkan kepalaku pada pundaknya sambil bercanda ria menikmati keindahan siang hari ini.
Setelah itu kita menaiki Drunken Barrel. Lalu terakhir kita menaiki yang wahana yang sedikit ekstrim yaitu Surf Coaster Leviathan. Wahana ini benar-benar sangat mendebarkan dan sangat menguji adrenalin.
Saat menaikinya aku terus saja berteriak histeris karena ketakutan dan aku lebih sering memejamkan mataku. Rasanya jantungku mau melompat saja. Aku kapok menaikinya! Hanya karena sangat penasaran akhirnya aku berakhir dengan sangat ketakutan. Hiks ...
Sesekali aku juga merasakan sedikit cipratan air laut ketika sedang berada di dekat laut. Benar-benar sangat mendebarkan! Dan aku tidak akan pernah melupakan pengalaman pertamaku menaiki sebuah roller coaster di atas laut.
Sementara Haku terlihat sangat menikmati wahana satu ini. Tidak ada terlihat rasa takut sedikitpun saat dia menaikinya.
"Yuko. Apa kau baik-baik saja?" tanya Haku lalu duduk di sebelahku.
"Uhm. Iya ..." kataku berbohong padanya.
"Maaf, ini semua gara-gara aku yang terlalu bersemangat dan mengajakmu naik Surf Coaster Leviathan." katanya dengan sedikit murung.
"Tidak kok. Aku menyukainya. Dan aku senang karena aku menaikinya bersamamu." aku berusaha tersenyum padanya.
"Uhm. Bagaimana kalau kita kembali ke Shinjuku besok saja? Kau terlihat sangat lelah sekarang."
"Lalu kita akan kemana?"
"Yah, Kita akan menginap."
"Menginap?"
__ADS_1
"Hhm ... Kau mau?"
"Uhm ... Baiklah, tapi aku tidak bawa baju ganti."
"Tidak apa-apa. Setelah ini kita akan membeli beberapa baju. Okay?"
"Hhm ... Okay!"
"Gadis manis!" Haku tersenyum dan mengelus kepalaku pelan. Dan aku hanya membalasnya dengan tersenyum padanya.
Setelah itu kita kembali berjalan-jalan menyusuri sekitar. Ternyata ada taman kecil dan ada beberapa bunga yang sangat cantik. Aku sedikit berlari ke arah taman dan langkah demi langkah kakiku terasa seperti sedang menari saja.
Hatiku mulai berbahagia kembali setelah tadi sedikit shock dengan Surf Coaster Leviathan. Bunga-bunga kuning yang indah dan menenangkan hati.
Haku mengambil ponselnya dan mulai memegangnya seperti bersiap mau mengambil beberapa foto.
"Aku akan mengambil beberapa foto bunga-bunga yang cantik itu." ucapnya yang masih berdiri tegap memegang ponselnya dan bersiap untuk mengambil gambar.
"Hhm ... Ambil saja foto mereka. Mereka sangat cantik!" kataku dengan sangat riang dan kembali berbaur dengan bunga-bunga itu.
Sedangkan Haku mulai mengambil beberapa gambar dengan ponselnya. Namun aku merasa seperti kamera itu sedang mengarah padaku. Ah mungkin hanya perasaanku saja.
"Cantik sekali ..." katanya pelan.
"Kamu benar, Haku! Mereka sangat cantik!" sahutku lalu kembali melangkah seperti sedang menari di antara bunga-bunga itu. Entah kenapa rasanya bahagia sekali hari ini.
"Boleh aku melihat fotonya?" kini aku mulai berjalan ke arah Haku yang sedang melihat hasil potretnya tadi. Aku sedikit berjinjit untuk ikut melihatnya. Menyadari itu, Haku sedikit menurunkan ponselnya agar aku tidak berjinjit lagi. Dan aku hanya tertawa kecil karena aku merasa terlalu pendek jika dibandingkan dia.
Aku sedikit terkejut ketika melihat semua hasil jebretan Haku tadi. Hampir semuanya adalah fotoku. Bukannya dia bilang mau mengambil foto bunga-bunga itu? Lalu kenapa malah mengambil fotoku saja?
Sebenarnya Haku juga mengambil foto bunga-bunga itu, tapi fokusnya adalah hanya padaku.
__ADS_1