My Little Prince

My Little Prince
A Choice


__ADS_3

POV SORA


Udara malam semakin menyapu tubuh kita dan terasa begitu dingin. Lampu kelap-kelip menghiasi gedung-gedung tinggi pencakar langit dan menghiasi sepanjang lampu jalananan.


Saat ini masih jam 7.30 Pm, aku dan Kak Ave masih berada di Taman Shinjuku Gyoen. Kita berdua berjalan beriringan setelah keluar dari cafe itu.


"Ehem ..." Kak Ave bedehem sambil menutup mulutnya dengan punggung tepalak tangan kanannya. Namun tatapannya sedang menatap ke sisi lainnya.


"Sora ..." katanya pelan dan seperti sedang ditahan. Antara iya dan tidak, dia terlihat sedikit ragu untuk mengatakan sesuatu.


"Ya, Senior." sahutku sambil meliriknya.


"Aku ... Aku hanya ingin mengatakan ..."


Aku menunggu kak Ave untuk menyelesaikan perkataannya dengan sabar. Dan aku menatapnya sedikit meskipun dia tidak menatapku saat ini.


"Jika kakak ragu untuk mengatakannya. Lebih baik tidak usah dikatakan saja. " ucapku pelan.


"Eh ... Tidak bisa!" ucap kak Ave cepat-cepat dan kini dia menoleh ke arahku. "Aku harus mengatakannya sekarang ..."


"Hhm? Okay kalau begitu." sahutku seadanya.


"Ehm ... Jadi begini ..." kali ini kak Ave sedikit mengusap tengkuknya dan seperti mau mengatakan sesuatu tapi sedikit kebingungan. Dia terlihat masih ragu-ragu atau lebih tepatnya sedikit kikuk.


"Sora ... Aku punya satu permintaan." kali dia memberanikan diri untuk menatapku.


"Ya?"


"Tolong jangan pernah takut lagi padaku!" ucapnya dengan pelan dan tiba-tiba dia terlihat sedikit murung. "Aku minta maaf jika selama ini aku selalu membuatmu kesal dan marah. Tapi itu semua aku lalukan hanya untuk mencari alasan. Yah, hanya alasanku saja ... Agar aku bisa selalu bersamamu. Akkhh ..." kali ini kak Ave mengalihkan pandangannya. Wajahnya kini terlihat begitu memerah dan dia kembali menutupi mulutnya dengan punggung telapak tangannya.


Bukannya pusing mau menjawab apa tapi aku malah fokus pada sikap lucu kak Ave. Aku merasa dia begitu lucu dan manis. Ahaha ... Apa ini beneran Kak Ave? Jujur saja kini aku sedang menahan tawaku agar tidak meledak.


"Sekali lagi maaf ..." imbuhnya lagi.

__ADS_1


"Wah, aku marah nih kak!" kataku berbohong. "Kakak sudah menjadikanku seperti pembantu saat itu! Dan kakak bilang itu hanya sebuah alasan saja? Kakak sudah mempermainkanku! Sungguh aku sangat marah dan kesal sekali kepada kakak!" imbuhku lagi dengan ekspresi kesal. Sebenarnya aku hanya bercanda sih. Ahahaha ...


"Sora. Maaf aku benar-benar menyesal!" ucapnya yang terlihat sangat menyesal. "Aku tidak pernah mendekati seorang gadis sebelumnya! Dan aku tidak tau harus berbuat seperti apa? Yang aku tau, aku bisa bersamamu. Itu saja. Namun sepertinya caraku salah dan kau malah membenciku." ucapnya kembali murung.


Aku berpura-pura berbalik membelakanginya dan menyilangkan kedua tanganku di depan dada. Sebenarnya aku takut kak Ave melihatku yang sedang menahan tawa sih.


"Entahlah. Aku sangat kesal sekali saat ini ..." kataku lagi dengan nada putus asa.


"Katakan, bagaimana aku bisa menebus kesalahanku? Aku akan melakukannya!"


"Jauhi aku! Karena aku sangat marah dan benci dengan kakak!" ucapku dengan tegas.


"Apa itu maumu?" ucapnya pelan dan terdengar sangat putus asa.


Sebenarnya aku hanya ingin mengetahui seberapa jauh dia menghargaiku. Jika dia memilih untuk menjauhiku, itu berarti dia telah menghargai permintaanku. Namun jika dia tetap bersikeras dan tidak mau menjauhiku, berarti dia hanyalah seorang pria egois sama seperti pria yang lainnya.


Kini aku telah menyiapkan mentalku. Apapun keputusan kak Ave, maka aku akan menghargainya. Dan pilihannya akan mempengaruhi keputusanku saat ini.


"Iya! Itu adalah kemauanku!" ucapku dengan tegas.


"Baiklah jika memang itu yang kau mau, Sora." ucapnya pelan. "Aku tidak akan memaksamu lagi. Sekarang pulanglah! Hari sudah semakin gelap dan dingin." imbuhnya yang terdengar sedikit putus asa.


"Taxi online ku akan segera datang! Kakak duluan saja!" kataku masih dengan intonasi tegas.


"Baiklah. Kamu hati-hati ya. Aku akan segera pulang! Dan selalu jaga dirimu baik-baik! Aku tidak akan pernah muncul dan mengganggumu lagi ..." ucap kak Ave lalu perlahan berbalik dan mulai berjalan beberapa langkah.


Kak Ave serius memenuhi keinginanku? Dia memenuhinya begitu saja. Aku hampir saja tidak percaya. Aku kira dia akan memaksaku lagi untuk melakukan sesuai keinginannya.


Aku berbalik dan dan melihat punggungnya yang mulai berjalan menjauh dariku. Apakah ini jawaban dari pertanyaanku selama ini? Apakah dia yang selama ini aku nantikan?


Kini tak terasa mataku sudah berair dan aku sudah menangis begitu saja. Aku memutuskan untuk segera berlari untuk mengejarnya. Dan aku tidak akan melepaskannya kali ini! Tidak akan!


Kak Ave terus melangkah pelan dengan langkah yang terlihat begitu berat. Dan aku terus mengejarnya. Hingga kini aku bisa meraihnya, dan aku segera memeluknya dari belakang. Tubuhnya begitu besar sehingga kedua tanganku hanya bisa melingkar dan tidak saling bertemu.

__ADS_1


Sesaat kak Ave menghentikkan langkahnya, sementara aku masih terus menangis karena terharu dan masih memeluknya dari belakang


"Sora ... Ada apa?" kak Ave masih bingung dengan situasi ini. Lalu dia melonggarkan pelukanku dan berbalik ke arahku. "Kenapa menangis?" imbuhnya yang masih menatapku dengan bingung.


Aku masih menangis tanpa menjawab pertanyaannya.


"Apa aku sungguh telah membuatmu menjadi sangat membenciku?"


Aku hanya menggeleng dalam isak tangisku.


"Lalu ada apa? Katakan padaku, Sora " ucapnya yang terdengar sedikit lebih lembut. Dan kak Ave mulai menyeka air mataku perlahan.


Lagi-lagi aku belum bisa berkata apa-apa saat ini. Rasanya hanya ingin menangis saking terharunya.


"Baiklah! Menangislah jika itu bisa membuatmu merasa lega ..." ucap kak Ave pelan dan dia memberanikan diri untuk meraih dan memelukku. Aku tau, awalnya dia sedikit ragu untuk melakukannya. Namun akhirnya dia bisa melakukannya.


Kenapa dia begitu imut? Tidak seperti tampilan luarnya yang terlihat sangat gentle dan dingin. Ternyata kak Ave punya sisi sisi manis dan lembut. Aku baru menyadarinya sekarang.


Dia masih memelukku dan mengelus rambutku untuk beberapa saat. Aku juga mendengarkan detak jantungnya yang berdegup lebih cepat saat ini. Apakah saat ini dia juga sedang gugup?


Setelah beberapa saat akhirnya aku berhenti menangis. Dan kita kembali berjalan beriringan dan masih di taman.


"Kenapa kau menangis tadi?" pertanyaan itu kembali dilontarkannya begitu saja oleh kak Ave.


Kedua tangannya kini dimasukkan pada saku celananya. Dan rambutnya masih terlihat sangat rapi dengan disisir ke belakang. Ternyata kak Ave hari ini sedikit berbeda ya. Biasanya dia selalu berponi deh. Kenapa aku baru menyadarinya sekarang? Apa saja yang kau ingat hari ini, Sora? Haduh ...


"Kak. Maaf ... Tapi ucapanku tadi tidak serius." kataku pelan dan sedikit menunduk karena takut kak Ave akan marah padaku.


"Maksud kamu?"


"Permintaan untuk menjauhiku tadi. Aku tidak serius mengatakannya." aku sedikit meliriknya sambil menggigit bibir bawahku dan mengkerutkan keningku.


Kini akankah kak Ave akan marah padaku?

__ADS_1



__ADS_2