
"Oi, Haku! Kenapa kau kuliah pagi hari ini?" todong Ken saat kita bertemu di bawah.
"Hari ini aku off di kantor sih. Jadi aku kuliah pagi saja." sahut Haku sambil berjalan ke arah Ken.
"Jadi semalam kau menginap di tempat Yuko? Ahaha ... Kalian ngapain saja berduaan?" kini Ken sudah merangkul Haku dan mulai berjalan untuk pergi ke halte.
Sedangkan aku dan Jessica mengikutinya.
"Tidak ada. Kita hanya menonton dan membuat tugas kuliah Yuko." sahut Haku yang masih di depan bersama Ken.
"Begitu saja? Tidak ada yang lain?" tanya Ken yang seperti tidak puas mendengar jawaban dari Haku.
"Tidak ada ..."
"Ah, kau tidak seru Haku!" celutuk Ken.
"Memang seperti apa yang seru itu?" ucap Haku sedikit melirik Ken yang masih berjalan merengkulnya. Lalu Ken membisiki sesuatu di telinga Haku dan kemudian mereka berdua tertawa terbahak-bahak.
"Kalian ngomongin apaan sih?" celutuk Jessica penasaran.
"Ini urusan pria, Jessica!" sahut Ken yang masih sedikit tertawa.
"Ishh ... Dasar para pria! Yuk, Yuko kita duluan aja!" celutuk Jessica lalu segera menarikku dan berjalan mendahului Haku dan Ken.
Sedangkan mereka hanya terkekeh melihatku dan Jessica. Kita duduk di halte dan menunggu bus datang. Tak lama kemudian bus datang dan kita segera menaiki bus itu.
"Jadi kau sudah mengerjakan dari kak Zen, Yuko?" tanya Jessica yang duduk di sebelahku. Sementara Haku duduk bersama Ken.
"Ehm, Sudah sih. Tapi belum selesai sepenuhnya. Hanya tinggal menyempurnakannya saja." jawabku sambil menatap Jessica yang juga sedang menatapku.
__ADS_1
"Wah. Aku malah sama sekali belum mengerjakannya! Bahkan aku belum menentukan film apa yang akan aku pilih." celutuk Jessica sedikit cemberut.
"Bagaimana kalau kau pilih salah satu dari film favorit kamu saja?" usulku.
Jessica terdiam beberapa saat dan kemudian tersenyum lebar.
"Benar juga ya! Kau memang keren, Yuko!" sahutnya berbinar. "Aku akan memilih film Lord of The Ring saja. Atau Harry Potter!"
"Wah. Kau juga suka film yang seperti itu ya, Jessica?"
"Hhm ..." Jessica mengangguk dan tersenyum lebar.
"Thanks ya, Yuko atas idenya!"
"Sama-sama, Jessy."
...***...
"Setelah nonton dia mengajakku ke toko buku. Setelah itu aku disuruh nemenin dia makan." sahut Sora malas.
"Ken mengira kalian pacaran lho!" kataku pelan.
"Hah? Serius? Kenapa dia berfikir begitu?" Sora menatapku sedikit bingung.
Aku mengangkat kedua tanganku dan menggelengkan kepalaku.
"Sora, Yuko. Hari ini kalian mau kemana? Ngerjain tugas bareng yuk!" tiba-tiba Ken sudah duduk di hadapan kita saja.
"Aku belum ada janji sih. Jadi aku bisa saja ..." sahut Sora. "Kalau kau, Yuko?"
__ADS_1
"Haku memintaku untuk menemaninya makan malam nanti bersama rekan kerjanya." sahutku dengan wajah menyesal. "Kalian bisa berdua membuat tugas!"
Ken dan Sora saling berpandangan sebentar dan Sora segera menatapku sedikit cemberut.
"Baiklah. Aku sih tidak masalah. Bagaimana denganmu, Sora?" tanya Ken sambil menatap Sora.
"Uhm. Baiklah, dimana kita akan mengerjakannya, Ken?"
"Bagaimana kalau di di kontrakanmu?" usul Ken.
"Boleh. Kakakku juga hari ini tidak di rumah kok!" sahut Sora.
"Baiklah ... Pulang kuliah kita langsung saja ya."
"Yeap ..."
Sementara aku senyum-senyum saja melihat mereka berdua. Sebenarnya mereka juga terlihat sangat serasi deh. Sora adalah gadis yang baik dan sangat ceria. Sedangkan Ken juga adalah pria yang baik. Sepertinya akan sangat cocok sekali deh.
"Hei, kenapa senyum-senyum sendiri, Yuko?" tanya Sora membuyarkan anganku tentang mereka.
"Palingan juga keingat kejadian semalam bersama Haku." canda Ken dengan tawa kecilnya.
Aku yang mendengar ucapan Ken membulatkan mataku menatap Ken.
"Apa maksudmu, Ken? Tidak ada yang terjadi semalam ya ..." ucapku sedikit kesal.
"Aku bercanda kok, Yuko ..." sahut Ken terkekeh.
...***...
__ADS_1