
Aku segera mandi dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Haku.
Kali ini aku mengenakan sebuah kemeja pendek berwarna putih. Dan memakai bawahan rok berwarna soft grey. Aku juga mengikat rambutku hari ini.
Aku mengoles sedikit BB Cream pada wajahku lalu memakai powder dengan tipis.
Setelah itu aku meng-applykan sedikit blush on soft pink pada kedua pipiku, dan mengoleskan eyeshadow berwarna natural pada kelopak mataku. Tak lupa aku memberikan sedikit gliter tepat di centre kelopak mataku.
Aku juga menggambar sedikit pinggiran kelopak mataku dengan eyeliner dan terakhir aku memoles sedikit liptint berwarna soft pink pada bibirku.
Make up natural yang sempurna!
Aku terus menatap diriku dalam cermin sambil tersenyum manis.
Tiba-tiba ponselku berdering. Dan ternyata Haku yang sedang menelpon. Aku segera mengangkatnya dengan semangat.
"Ya, Hallo ..." sapaku.
"Apa kau sudah siap, Yuko? Aku sudah di bawah."
"Ah, Iya. Aku akan segera turun!" kataku lalu mematikan ponselku.
Aku segera menyamber slingbagku. Dan menyemprotkan sedikit parfum pada tubuhku. Lalu aku segera bergegas untuk turun menemui Haku.
Ternyata Haku sedang mengobrol bersama Ken di bawah.
"Hai ..." sapaku kepada mereka.
"Hai, Yuko!" balas Ken.
Sementara Haku terus menatapku saja tanpa menjawab sapaanku. Membuatku sedikit malu karena dia terus menatapku.
"Ehem ..." Ken berdehem dan membuyarkan lamunan Haku.
"Oh, Maaf ..." kata Haku terkesiap malu.
"Maaf sudah menunggu lama." kataku.
"Tidak kok. Aku baru saja sampai." sahut Haku sambil tersenyum manis.
Dia terlihat sedikit lelah, namun dia berusaha untuk tetap tersenyum padaku. Bahkan dia masih mengenakan setelan jaz lalu dibalut dengan sebuah coat.
"Ken. Kita pergi dulu ya." kata Haku segera menggandeng tanganku.
"Yeap. Jangan lupa besok sore langsung kesini ya! Jessica akan merias kita untuk acara puncak di kampus." kata Ken mengingatkan Haku.
"Oke ..."
"Kita pergi dulu, Ken." kataku.
"Oke!" sahutnya.
__ADS_1
Haku dan aku segera berjalan meninggalkan kontrakanku. Kita berjalan menyusuri jalan menuju halte.
"Haku ..." kataku pelan.
"Ya ..." sahutnya lalu sedikit menatapku dengan senyuman manisnya.
"Apa tidak apa-apa kita berjalan-jalan? Kau terlihat sangat lelah." kataku pelan.
"Aku memang sedikit lelah. Tapi bersamamu itu membuatku merasa lebih baik. Seperti semua lelah dan bebanku menghilang begitu saja." Haku mempererat genggaman tangannya dan melirikku lagi dengan senyumannya.
"Baiklah ..." kataku sedikit malu. "Hari ini kita kemana?" aku meliriknya sedikit sambil terus berjalan menuju halte.
"Bagaimana kalau kita ke Shinjuku Gyoen?" Haku melirikku meminta persetujuanku.
"Aku terserah kamu saja, Haku."
"Baiklah ..." sahutnya sambil tersenyum manis.
Akhirnya kita ke halte dan menunggu taxi.
"Bagaimana di kantor tadi? Apa sangat berat pekerjaannya?" tanyaku pelan saat di dalam taxi.
"Hhm, tidak kok. Aku bisa menangani semuanya. Jangan khawatir!" Haku memiringkan wajahnya menatapku, sementara tangannya tak pernah lepas menggenggamku.
"Jadi ... Bagaimana dengan kuliahmu, Haku?"
"Aku akan mengambil kuliah Sore. Karena pagi aku akan berada di kantor. Dan aku juga harus sudah mulai bekerja dengan sungguh-sungguh! Ayah sudah mempercayakannya padaku. Jadi aku harus sungguh-sungguh."
Aku segera memeluk lengannya dan bersandar pada bahunya. Sementara tangan yang satunya masih saling menggenggam.
Haku memiringkan kepalanya untuk menatapku.
"Kita akan bertemu setiap akhir pekan. Dan aku akan selalu menghubungimu." katanya lembut.
"Hhm ..." aku semakin erat memeluk lengannya.
"Jangan bersedih ..." katanya pelan.
Akhirnya setelah beberapa saat kita sampai juga di Shinjuku Gyoen.
Taman Nasional Shinjuku Gyoen adalah salah satu taman favorit di Tokyo. Taman Nasional Shinjuku Gyoen juga punya segudang pemandangan yang indah. Kita bisa duduk tenang di bangku taman, menikmati sejuknya udara, sambil melihat pemandangan taman dengan gedung-gedung pencakar langit di belakangnya.
Taman Nasional Shinjuku Gyoen terbagi menjadi 3 bagian yaitu taman Jepang tradisional, taman khas Prancis, dan panorama khas Inggris. Ketiga bagian ini memiliki karakteristik sendiri-sendiri.
Di Taman Jepang tradisional kita bisa menemukan kolam-kolam besar dan jembatan di atasnya, di taman khas Prancis ada kebun mawar dan bunga-bunga yang ditata rapi di sepanjang jalan. Yang terindah mungkin ada di bagian panorama khas Inggris, karena daerahnya yang luas dan sangat tertata rapi.
Kita juga bisa melihat Gedung pencakar langit Tokyo Tocho. Gedung ini akan muncul dari balik pohon-pohonan dan memberikan pemandangan yang luar biasa.
Ada juga Kyugoryotei atau paviliun Taiwan di taman ini. Sangat keren sekali!
Di taman ini ada kira-kira 1500 batang pohon bunga sakura yang mekar serentak pada musim semi. Bunga-bunga sakura yang terdapat di sini banyak jenisnya, sehingga kita bisa mendapatkan bunga sakura yang bewarna merah muda, putih, dan kuning. Namun, tentu saja karena letaknya yang sangat strategis, Taman Shinjuku Gyoen sangat penuh kala musim bunga sakura. Saat musim semi akan ramai sekali orang melakukan hanami di sini.
__ADS_1
Kita juga melihat rumah kaca atau green house. Di sini kita bisa melihat bunga dan tanaman-tanaman yang berasal dari penjuru bumi yang lain. Semua tanaman dirawat dengan amat baik dan jadi kesempatan kita melihat bunga-bunga beraneka musim di dalam satu tempat. Keren sekali!
Aku dan Haku juga melihat 3 bagian taman taman Jepang tradisional, taman khas Prancis, dan panorama khas Inggris yang sangat menakjubkan. Tentu tidak lupa kita berfoto bersama disini.
"Ini untukkmu. Pasti lucu ..." tiba-tiba Haku memakaikanku sebuah bando lucu yang ada telinga kucing yang berbulu.
"Ahaha ... Kau dapat darimana, Haku?"
"Aku membelinya saat perjalanan ke kontrakanmu tadi, Yuko."
"Terima kasih, Haku. Ini lucu sekali ..." kataku gemas.
"Hhm. Dan kau juga sangat terlihat lucu dengan headwear itu." Haku masih saja tersenyum menatapku.
"Kau mau ice cream, Yuko?" tanya Haku saat kita duduk beristirahat di sebuah bangku. Kebetulan tak jauh dari situ ada penjual ice cream.
Aku mengangguk dan tersenyum menatap Haku.
"Tunggu sebentar disini ya ... Jangan pergi kemana-mana!" kata Haku pelan dan tersenyum padaku.
"Hai ..." sahutku. Lalu Haku bergegas pergi meninggalkanku. Tak lama kemudian dia sudah datang lagi membawa 2 cup ice cream vanila.
"Maaf, Yuko. Tinggal tersisa rasa vanila." kata Haku lalu duduk di sebelahku.
"Aku juga suka rasa vanila kok."
"Benarkah?"
"Hhm ..." aku tersenyum dan mengangguk pelan.
Kita mulai menikmati ice cream kita. Ice cream di musim panas, sangat cocok sekali.
"Yuko, sebentar ..." tiba-tiba Haku menatapku serius dan sedikit mendekat.
"Ya?" tanyaku menghentikkan aktifitasku sebentar dan menatapnya juga. Matanya sangat jernih dan bersinar membuatku sedikit terhanyut dalam beberapa saat. Bahkan membuatku membeku seperti es di musim dingin.
Tiba-tiba perlahan Haku mengelap pelan bibirku dengan jemarinya.
"Belepotan ice creamnya ..." katanya sambil tersenyum.
"Oh, Ah ... Iya." kataku malu dan segera mengalihkan pandanganku.
Haku tertawa kecil lalu kembali menikmati ice creamnya. Begitu juga aku.
Setelah menghabiskan ice cream, kita mulai berkeliling kembali di taman Shinjuku Gyoen.
"Oya, Yuko. Aku lupa mengatakan sesuatu." kata Haku sambil memegang kedua tanganku. Dan kini kita saling berhadapan.
"Hari ini kau sangat cantik dan manis sekali ..." katanya pelan sambil tersenyum manis padaku. Bisa aku bayangkan betapa merahnya mukaku saat ini. Pasti terlihat sangat jelas di sore ini deh. Hiks ...
Tiba-tiba kurasakan sesuatu yang lembut menyapu pipiku. Haku mengecup pipi kiriku. Membuatku semakin merona saja.
__ADS_1
...***...