My Little Prince

My Little Prince
Di Kamarku..


__ADS_3

POV HAKU


Pagi-pagi sekali Yuko menuju ke station. Ternyata Kiro, Kanna dan Mayu juga sudah menunggunya di station. Hari ini mereka akan pergi ke Tokyo, mereka mau ke rumahku. Entah apa yang sedang Yuko pikirkan hingga dia berniat mengunjungi rumahku saat ini.


Aku melihat Yuko yang lebih banyak terdiam dan melamun disepanjang perjalanan.


Sesampai di Tokyo, Kiro langsung memesan sebuah Taxi dan mereka menuju ke sebuah rumah di daerah Shinjuku prefekture Tokyo.


Akhirnya mereka sampai di kediaman keluargaku.


Yuko menatap rumahku dari luar dengan tatapan kosong. Apa yang sedang dia pikirkan? Aku menatap sendu kearah Yuko yang tepat berdiri disampingku.


Kiro memencet bel rumah itu. Beberapa saat, pintu terbuka. Tak lama seseorang membukakan pintu. Ya.. Ibuku yang membukakannya.


Aku menatap sendu kearah ibuku. Okaa-san, Aku merindukanmu. Aku rindu pelukan bahkan omelanmu. 🥺


Aku rindu semua tentangmu, Ibu.🥺


"Okaa-san. Selamat sore." sapa Kiro sambil membungkukkan badannya. Yuko, Kanna, dan Mayu ikut membungkuk. Kiro sudah terbiasa memanggil ibuku seperti itu. Karena kita sudah seperti saudara dan sangat dekat sekali.


"Kiro! Ayok masuk..! Ajak teman-temanmu!" kata Ibuku sangat ramah. Lalu mereka semua mengikutinya masuk.


"Okaa-san apa kabar? Dimana otousan dan Mirae?" kata Kiro saat mereka sudah duduk di dalam rumah.


"Sangat baik." jawab ibuku sambil tersenyum. "Ayah belum pulang dari kantornya. Paling sebentar lagi pulang. Mirae sedang tertidur di kamarnya. Kalian mau minum apa? Biar ibu buatin dulu." kata ibuku yang begitu ramah.


Kulihat Yuko tak henti-hentinya memandangi ibuku. Tatapannya begitu sendu. Apa yang sedang dia pikirkan saat ini?


"Tidak perlu repot-repot Okaa-san." jawab Kiro cepat-cepat. "Kita kesini karena Yuko ingin datang kesini." Kiro melihat kearah Yuko.


Ibuku menatap dan mengamati Yuko agak lama. Seperti berusaha mengingat sesuatu.


"Yuko yang tinggal di Sapporo itu?" tanya ibuku sedikit tak percaya.


"Hai, Okaa-san." Yuko mengangguk dan berusaha tersenyum.


"Wah.. Sudah besar dan cantik ya. Pantas saja Haku selalu menyukaimu." canda Ibuku. "Dia selalu bersemangat jika menceritakanmu lho."


Ibuku tersenyum lebar sambil memandang Yuko.

__ADS_1


Yuko tersenyum malu. Aku yang mendengarnya juga malu sendiri ibu. 😭


"Okaa-san, Apa aku bisa bertemu dengan Haku?" tanya Yuko hati-hati sedikit bergetar.


Deegghh...


Hatiku sangat nyeri mendengarnya. 🥺


Ibuku tiba-tiba terdiam. Dia menatap Yuko dengan tatapan sendu.


"Yuko, Haku sudah meninggal 2 tahun yang lalu. Dia mengelami sebuah kecelakaan saat wisata sekolah di Musium Edo Tokyo." kata Ibuku pelan.


Yuko menunduk, dan air matanya mulai terjatuh lagi. Kanna dan Mayu langsung memeluknya.


"Apa Kiro tidak memberitahumu, Yuko?" tanya Ibuku kepada Yuko lalu menatap Kiro bingung.


Yuko mengangguk pelan. Dia masih menunduk.


"Kiro sudah memberitahukan semuanya padaku, Okaa-san." kata Yuko pelan. "Tapi aku masih belum percaya. Makanya aku datang kesini untuk memastikan semuanya." kini Yuko menatap Kiro.


"Maaf, Kiro. Bukannya aku tidak percaya padamu. Tetapi aku datang kesini hanya untuk..."


"Tidak papa, Yuko. Aku tau perasaanmu kok. Tak perlu meminta maaf padaku." kata Kiro sambil tersenyum kepada Yuko.


Maafkan aku..


Semua ini sudah takdir. Semua ini adalah kehendak Tuhan. Kita tak akan bisa bertemu dan bersama lagi.


"Okaa-san. Boleh aku melihat kamar Haku?" pinta Yuko.


"Tentu. Ayo ibu antar." Ibuku mengantar Yuko menuju ke sebuah kamar. Yah, kamarku. Sementara Kiro, Kanna, dan Mayu tetap diruang tamu.


"Kamar ini masih sama seperti saat Haku masih ada. Ibu hanya membersihkannya saja. Ibu masih sering merindukannya, makanya ibu tak pernah mengemasi barang-barang Haku. Terkadang ibu masih merasa kalau Haku masih sering datang kerumah." ibuku menatap seisi kamarku ini.


Gyuuutttt...


Rasanya nyeri sekali hati ini mendengar ucapan ibu. Maafkan anakmu ini yang semasa hidupnya sering menyusahkanmu, Ibu. Aku sering bolos sekolah dan sering membangkang. Maafkan aku, Ibu! Aku menyesal.


"Ibu akan menemani teman-temanmu dulu. Kau tidak apa-apa sendirian?" kata Ibuku pada Yuko.

__ADS_1


"Oh, Iya." sahut Yuko.


Ibuku meninggalkan Yuko sendirian di dalam kamarku sekarang. Yuko menyusuri kamar ini.


Semua masih tertata rapi, ada beberapa figura di meja belajarku. Yuko mengambil salah satu. Disitu ada fotoku dan Yuko semasa kecil.


Air mata Yuko kembali tumpah kembali.


Ingin sekali aku memeluknya dan menenangkannya. Tapi aku tak bisa. Sebanyak apapun aku mencoba berbicara padanya, meraihnya tapi semua sia-sia.


Aku hanya bisa menembus tubuhnya.


"Aku merindukanmu, Haku. Maaf aku datang terlambat." kata Yuko lirih.


"Aku juga sangat merindukanmu, Yuko." kataku lirih. Kini air mataku juga sudah tumpah perlahan.


Yuko. Aku tetap disini.


Dan aku masih ingin berada disini. Aku masih mengingat semua kenangan kita. Aku tak bisa berpura-pura jika itu adalah sebuah kesalahan. Aku membutuhkan kamu untuk selalu disisiku. Aku hanya ingin kamu bisa menemukanku lagi, melihatku lagi. Berbicara padaku lagi seperti saat-saat itu.


Setelah keabadian ini berakhir maka semuanya akan menghilang. Aku akan pergi ke suatu tempat yang tak ada siapapun disana. Tapi aku masih punya sentuhanmu.


Lepaskanlah tali yang mengekangmu itu, dan dengarlah aku! Karena aku ingin memelukmu. Jadi katakanlah padaku sekarang! Bahkan sekalipun sebuah harapan yang tak akan terwujud lagi.


Kumohon sentuhlah aku sekarang. Karena aku tak dapat pergi kemanapun. Dan walaupun begitu, aku tak ingin terbangun dari mimpi indah ini karena aku seperti ini karena kamu ada disini.


Mengapa mimpi indah? Yah, karena bagiku bertemu denganmu adalah sebuah mimpi yang sangat indah.


Bahkan jika itu adalah hal terakhir yang tak meninggalkan jejak. Aku tau, aku tak akan melewatkannya. Aku akan selalu merasakan keberadaanmu dimanapun itu. Walaupun bunga itu akan layu, tetapi aku akan selalu bermimpi tentangmu disetiap malam.


Yuko membaringkan tubuhnya diatas ranjangku. Dia mengelus-elus kasurku. Aku ikut berbaring dihadapannya. Dan dia tetap tak bisa melihatku. Seperti ada tembok pembatas diantara kita. Tembok yang memisahkan kita.


"Wangi ini, Aku bisa mencium wangi khas ini. Wangi yang sama dengan Haku yang akhir-akhir ini kutemui." katanya pelan. Yuko masih memeluk figura foto yang dia bawa tadi.


"Andai aku datang lebih cepat, aku akan benar-benar bisa bertemu denganmu." kata Yuko lagi. "Andai aku bisa kembali kemasa lalu. Aku akan kembali hanya untukmu. Merubah takdir ini."


Yuko menatap gelang pemberian dariku yang terpasang manis di tangan kirinya.


"Haku, aku merindukanmu." tiba-tiba Yuko sudah tertidur dengan masih memeluk figura tadi.

__ADS_1


"Aku juga merindukanmu, Yuko. Andai kita bisa bertemu kembali. Andai takdir ini bisa berubah."


...***...


__ADS_2