
Pov Sora
Sore ini kak Ave mengajakku bertemu di Taman Nasional Shinjuku Gyoen. Taman yang sangat cantik dan indah. Apalagi di musim gugur seperti ini. Bunga Sakura dan bunga-bunga lain kini mulai berguguran. Walaupum masih sedikit. Karena biasanya mereka akan berubah warna terlebih dahulu dan akan perlahan gugur.
Taman Nasional Shinjuku Gyoen adalah salah satu taman favorit di Tokyo. Taman Nasional Shinjuku Gyoen juga punya segudang pemandangan yang indah. Kita bisa duduk tenang di bangku taman, menikmati sejuknya udara, sambil melihat pemandangan taman dengan gedung-gedung pencakar langit di belakangnya.
Sangat indah! Tapi ngomong-ngomong kenapa kak Ave mengajakku pergi kesini ya? Aku sudah sampai di Taman ini pukul 4 PM. Namun aku belum melihat sosok kak Ave disini. Apa dia sedang mempermainkanku lagi ya?
Hhm ... Karena bosan aku mulai berjalan-jalan melihat taman khas Perancisnya yang berada disisi depan.
Di taman khas Prancis ada kebun mawar dan bunga-bunga yang ditata rapi di sepanjang jalan. Yang terindah mungkin ada di bagian panorama khas Inggris, karena daerahnya yang luas dan sangat tertata rapi.
Setelah beberapa saat aku menyadari ponselku yang sedang berdering. Dan aku segera mengangkatnya.
"Hallo, Senior." sapaku seadanya.
"Sora, Apa kau sudah sampai?" tanya kak Ave dari seberang.
"Sudah. Aku sedang berada di Taman khas Perancis, Kak. Karena bosan makanya aku berkeliling."
"Oh, Aku akan segera kesana. Jangan pergi kemana-mana ya ..." ucap Kak Ave dari seberang.
"Baik, Kak."
Ucapku lalu mematikan pangggilan itu. Aku kembali menikmati keindahan Taman Nasional Shinjuku Gyoen lagi. Aku melihat Gedung pencakar langit Tokyo Tocho. Gedung ini akan muncul dari balik pohon-pohonan dan memberikan pemandangan yang luar biasa.
Kita juga bisa melihat Gedung pencakar langit Tokyo Tocho. Gedung ini akan muncul dari balik pohon-pohonan dan memberikan pemandangan yang luar biasa.
Keren sekali!
Ah ... Kenapa aku tiba-tiba teringat Ken ya? Dan aku masih merasa sedikit kesal padanya setelah mengetahui dia berkencan dengan seorang gadis. Padahal aku sempat berfikir kalau dia itu ... Ah sudahlah! Aku tidak mau memikirkan dia! Menyebalkan!
Hhm, tapi ... Saat itu dia pernah berkata bahwa dia menyukai seorang gadis. Dan ternyata dia adalah Hana ya? Aku tidak pernah membayangkan sebelumnya siapa gadis itu. Namun aku telah melihatnya sendiri saat itu.
__ADS_1
Lagian kenapa aku harus merasa kesal? Toh selama ini kita hanya berteman dan saling memperolok saja kok. Tidak lebih dari itu. Namun, yang sangat aneh ... Hatiku merasa sedikit sakit.
"Hai, Apa yang sedang kau lakukan disini, Sora?" tiba-tiba ada seseorang yang menyapaku, dan aku segera berbalik untuk melihatnya.
Aku melihat seorang pria yang sangat familiar. Rambutnya yang kini dia warnai silver menjadikannya terlihat sedikit cool. Dia adalah Ken. Tapi sedang apa dia disini seorang diri?
"Aku hanya menghabiskan akhir pekan disini." sahutku seadanya. "Bagaimana denganmu?"
"Oh ..." sahutnya lalu tertawa kecil. "Aku sama sepertimu."
Tak lama kemudian ada seorang gadis yang datang menghampiri kita. Dia segera menggandeng lengan Ken dan tersenyum manis.
"Kenapa meninggalkanku begitu saja? Aku kan hanya pergi ke kamar mandi sebentar." celutuknya dengan nada manja terhadap Ken. Ken hanya menatapnya dengan senyuman saja. Rasanya kesal sekali melihat pemandangan ini!
Ternyata dia sedang berkencan bersama Hana ya. Huh ... Tanpa sadar aku sedikit mendengus kesal.
"Aku melihat Sora, jadi aku mau menyapanya sebentar." sahut Ken menjelaskan.
Hana langsung menoleh ke arahku dan tersenyum lebar.
"Ehm ... Itu ... Aku ..." kataku sedikit bingung harus berkata apa. Tidak mungkin aku bilang datang sendirian, atau aku akan dipandang sebagai jones yang patut dikasihani karena datang ke taman kota sendirian. Tapi aku juga tidak mungkin bilang kalau aku datang bersama kak Ave, bisa-bisa kak Ave akan marah jika aku bicara asal.
Disaat aku sedang bingung memikirkan jawaban apa yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Hana tiba-tiba saja seseorang datang.
"Dia datang bersamaku!" tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang begitu berat dan tegas.
Kita semua menoleh ke arahnya, ternyata kak Ave sudah datang. Dan kini sudah berdiri di sampingku.
"Wah, ternyata kau datang bersama senior Ave ya? Aku baru tau kalau ternyata kalian sedekat ini." sahut Hana yang terlihat sangat antusias dan tersenyum lebar.
Aku yang mendengar hanya meringis padanya. Sedangkan Ken mulai tersenyum menatapku. Tapi aku tidak menyukai senyuman itu!
"Selamat ya, Sora." kata Ken memberiku selamat dengan sebuah senyuman.
__ADS_1
Selamat? Untuk apa? Bukankah dia yang sedang mendapat kekasih baru? Kenapa malah memberiku selamat? Aku benar-benar kesal sekali padanya! Sehingga aku tidak tau harus berkata apa saat ini.
"Baiklah. Aku dan Sora akan segera pergi." kata Kak Ave lalu mulai menggandengku. Aku sedikit terkejut melihat kak Ave dan menatap genggaman itu. Mataku sedikit membulat menatapnya, namun dia tak menghiraukanku dan malah semakin menggenggam tanganku dengan erat.
"Baik, Kak." sahut Hana dan Ken bersamaan.
"Ayo, Sora. Kita pergi!" kini kak Ave mulai menarikku meninggalkan mereka.
"Bye ..." kataku sebelum meninggalkan mereka.
Setelah agak jauh aku segera menarik tanganku dari kak Ave karena aku sangat merasa canggung.
Kak Ave menatapku bingung, sedangkan aku hanya sedikit meringis menatapnya.
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama ..." ucapnya tiba-tiba. "Taxi online-nya agak lama datangnya karena sedikit macet."
Kali ini dia meminta maaf lagi? Hahaha ... Benar-benar seperti bukan kak Ave yang biasanya.
"Tidak apa-apa, Kak." aku tersenyum padanya lalu aku melihat kedua tangan kak Ave yang sudah terlihat biasa. Bahkan dia sudah bisa menggenggam jemariku dengan kuat tadi.
"Apa tangan kakak sudah sembuh?"
"Belum sepenuhnya sih. Aku masih harus kontrol." sahutnya lalu mengangkat kedua jemarinya dan menatapnya datar.
"Tapi kakak bisa menggenggam tanganku tadi." celutukku.
"Entahlah. Aku juga bingung. Padahal aku masih sedikit kesusahan untuk memegang sesuatu."
"Ehm ... Kalau boleh tau kakak mengalami kecelakaan apa saat itu? Kenapa bisa kedua tangan kakak mengalami cedera sekaligus?" tanyaku sedikit penasaran.
"Sudahlah. Jangan membicarakan itu." sahut Kak Ave lalu mengalihkan pandangannya dan kini dia menatap pemandangan taman di sisi lainnya.
"Hhm ... Baiklah. Hari ini kakak mau aku traktir makan apa? Ayo kita segera makan!"
__ADS_1
"Kenapa terburu-buru sekali?" kali ini kak Ave menatapku lagi dengan ekspresi kedua alisnya yang sedikit mengkerut.
"Ya, biar kita tidak pulang terlalu malam." sahutku seadanya.