My Little Prince

My Little Prince
Mencari Kontrakan


__ADS_3

"Wah.. Kak Ave benar-benar deh!" celutuk Sora saat kita berjalan menuju kantin. Aku menatap Sora yang sedikit cemberut. Tapi bagiku dia juga terlihat sangat manis, sekalipun sedang cemberut.


"Maaf ya, Sora. Gara-gara aku yang mengajakmu mengobrol tadi. Kau jadi kena incar kak Ave." kataku sedikit menyesal.


"Hhm. Tidak kok Yuko. Karena aku duluan yang mengajakmu ngobrol tadi deh." Sora merangkul dan tersenyum padaku.


" Kita ke kantin?"


" Saa! ( Ayo )"


Tiba-tiba saja belum sampai ke kantin Sora menarik tanganku sehingga aku menghentikkan langkah kakiku.


"Ada apa, Sora?" tanyaku sedikit bingung.


" Itu bukannya Haku?" Sora menatap ke arah sebuah ruangan. Lalu aku melihat ke dalam ruangan yang ditunjuk Sora itu.


Haku sedang berada di dalam ruangan dengan seorang gadis. Haku terlihat sedang duduk di sebuah bangku dan menulis sesuatu. Sementara gadis itu duduk di meja sebelah bangku Haku. Siapa gadis itu?


" Waktu ospek hari ini kan sudah berakhir. Kita ajak dia yuk." Sora hendak memasuki ruangan itu tapi aku menarik tangannya.


" Mungkin dia belum selesai. Kita duluan aja yuk." ajakku pada Sora. Akhirnya kita berdua pergi ke kantin.


Siapa gadis itu? Kenapa dia terlihat seperti sedang mendekati Haku? Dan kenapa Haku juga tidak menghubungi aku seharian ini? Hhm..


" Yuko! Kok melamun saja?" kata Sora mengagetkanku. "Buruan makan ramennya. Nanti dingin nggak enak lho.."


"Ah.. Iya.." aku segera mengambil sumpitku dan segera memakan ramenku.


" Habis ini kau mau kemana?" tanya Sora sambil memakan ramennya.


" Aku mau mencari kontrakan, Sora."


" Mau aku temani? Kebetulan aku sedang tidak ada acara.." Sora menawarkan diri dengan semangat.


" Boleh." kataku senang.


" Hai para gadis-gadis sastra!" tiba-tiba Ken datang menghampiri kita berdua. Dia datang bersama Ryu anak fakultas seni.


" Hai Ken.. Hai Ryu..." balas Sora.


" Ryu. Apa ospek anak fakultas seni sudah selesai hari ini?" tanyaku pelan karena penasaran. Ryu kan juga mengambil fakultas seni, sama dengan Haku.


" Sudah kok. Makanya saat ini aku sudah berada disini." sahut Ryu.


Lalu kenapa Haku masih belum datang? Bahkan belum menghubungiku? Kita sudah berada 1 jam di kantin dan Haku juga belum datang. Apa aku telpon dia saja ya? Ah tidak boleh! Mungkin dia memang sedang ada tugas tambahan dari seniornya. Jadi aku memutuskan untuk mengirimi dia sebuah pesan saja.


📱 Haku. Aku pulang duluan ya. Aku akan mencari kontrakan dulu bersama Sora.


Lalu aku mengirim pesan itu.


" Aku dan Yuko pergi duluan ya." kata Sora sambil menggendong ranselnya.

__ADS_1


" Cepat sekali. Kalian mau kemana?" tanya Ken.


" Aku mau menemani Yuko mencari kontrakan."


" Kontrakan? Di dekat kontrakanku ada yang kosong lho. Tempatnya lumayan bagus dan bersih. Dan harga sewanya juga sangat terjangkau." kata Ken.


" Oh ya? Di daerah mana itu?" tanyaku antusias.


" Shinjuku."


" Boleh antar kita kesana, Ken?" tanyaku memohon. " Aku sangat butuh kontrakan!" kataku memelas.


" Tapi kau traktir aku Ice Cream ya!"


" Deal!" kataku.


" Ish.. Selain narsis kau juga sangat perhitungan ya. Kau tidak ikhlas membantu kita ya?!" celutuk Sora agak kesal.


" Sora. Aku hanya bercanda. Setelah Yuko mendapat kontrakan itu, aku yang akan traktir kalian nanti." kata Ken lagi.


" Serius?" tanya Sora berubah jadi girang.


" Tidak! Tidak! Tapi aku yang akan mentraktir kalian saat aku sudah dapatkan kontrakan itu." kataku.


" Ah.. Jadi kalian akan traktir aku ya? Haha.. Kita pesta makan saja dikontrakan barumu nanti, Yuko." kata Sora tertawa kecil.


" Boleh!" kataku girang.


" Oke.." sahut Ken.


Akhirnya Ken mengantarkanku ke kontrakan itu. Tempatnya sangat bersih dan rapi. Aku menyukainya. Jadi aku memutuskan mengambil kontrakan ini.


" Jadi kapan kau mulai menempatinya, Yuko?" tanya Sora.


" Aku akan membersihkannya dulu baru pindah. Aku akan mengundangmu saat aku sudah pindah kesini nanti deh." kataku menatap Sora.


" Baiklah." kata Sora riang.


" Aku juga tinggal di lantai 1 Yuko. Barangkali kau butuh bantuanku hubungi saja aku." kata Ken.


" Iya. Thanks ya, Ken." kataku.


" Yeap.."


Aku, Sora dan Ken masih beristirahat di sebuah cafe kecil yang lokasinya tak jauh dari kontrakan itu.


Ah lega sekali rasanya sudah mendapat tempat tinggal. Nanti malam aku akan berkemas. Dan besok mungkin aku akan segera pindah. Aku juga merasa sangat tidak enak kepada Haku dan keluarganya karena menumpang terlalu lama.


Aku melihat ponselku dan ternyata sudah ada 15 panggilan tak terjawab dari Haku. Oh My..!! Ternyata aku lupa merubah mode silentnya..!! Aku segera menghubungi Haku. Dan setelah beberapa saat dia mengangkatnya.


" Yuko. Kau dimana saja? Kenapa tidak mengangkat telponku?" todong dia.

__ADS_1


" Maaf. Aku lupa merubah mode silentnya. Aku tak tau kalau kau menghubungiku tadi, Haku. Maaf."


" Sekarang kau ada dimana?"


" Aku akan segera pulang kok. Jadi tidak usah menjemputku."


" Yuko. Kumohon! Aku sangat mengkhawatirkanmu. Beritahu aku kau ada dimana!"


" Baiklah. Aku akan mengirimnya melalui pesan."


" Oke. Tunggu sampai aku datang ya."


" Hhm.."


Setelah mematikan telpon aku mengirimi alamat lokasiku saat ini kepada Haku.


" Siapa?" tanya Sora sambil meminum jus apelnya.


" Haku.." kataku pelan.


" Wah.. Kalian sudah sampai tahap ini ya ternyata." kata Ken. "Kupikir kalian hanya teman."


"Jadi kau dan Haku itu pacaran ya?" selidik Sora.


" Ehm.. Sebenarnya.. Iya.." jawabku malu.


" Sudah kuduga!" kata Sora.


" Kau sudah menyadarinya?" tanyaku tak percaya.


" Hhm.. Aku melihat ada sesuatu diantara kalian sejak dia mulai bergabung dengan kelompok kita." sahut Sora. "Sebuah chemistry yang sangat kuat diantara kalian. Bahkan aku merasa kalian seperti tak bisa dipisahkan." kata Sora melirikku.


" Apa kau seorang peramal, Sora?" tanya Ken asal.


" Tidak. Tapi aku yakin itu memang benar." sahut Sora. "Benar begitu, Yuko?"


Aku menunduk dan mengingat masa laluku bersama Haku. Itu memang benar, Sora. Kini ikatanku dengan Haku sangatlah kuat. Karena kita sudah berjalan sangat jauh untuk sampai saat ini. Kita telah melewati semua itu hingga akhirnya bisa bersama seperti saat ini. Perjalanan jauh dan terjal telah kita lalui saat itu. Bahkan kita hampir berhadapan dengan kematian saat itu.


Aku mendongak menatap Sora dan tersenyum padanya.


"Aku ingin sekali menceritakan semuanya padamu, Sora. Tapi tunggulah saat itu tiba." kataku. "Karena ceritanya sangat panjang."


"Hhm.. Aku akan menjadi pendengar setiamu, Yuko!" sahut Sora antusias.


"Terima kasih, Sora. Aku beruntung sekali bertemu denganmu." kataku terharu lalu Sora memelukku.


" Aku juga beruntung mendapatkan teman sepertimu, Yuko."


Kita berdua mempererat pelukan kita. Haru dan bahagia bercampur menjadi satu saat ini.


" Haduh! Para gadis ini..!!" Ken menepuk jidatnya melihat tingkah kita saat ini.

__ADS_1



__ADS_2