My Little Prince

My Little Prince
Ohayoo, Haku ...


__ADS_3

Aku bangun pagi-pagi sekali hari ini. Aku segera mandi dan memasak seuatu. Sedangkan Haku masih tertidur dengan lelap. Sesekali aku melihatnya, dia sangat manis.


Aku kembali ke dapur untuk melanjutkan aktifitasku kembali. Rasanya aku menjadi sangat bersemangat hari ini. Sesekali aku melantunkan beberapa lagu saat aku sedang memasak. Lagu ceria seperti keadaan hatiku saat ini.


Setelah semuanya siap aku berniat untuk membangunkan Haku. Aku mulai mendatanginya.


"Ohayoo, Haku ... Haku, ini sudah jam 8 am. Kau harus segera bangun." kataku sambil membuka tirai kamarku. Haku sedikit merubah posisinya dan kini membelakangi arah jendela mungkin karena sedikit silau. Aku mulai berjalan mendatangi Haku.


"Haku, bangunlah atau kau akan terlambat untuk pergi ke kantor." kataku pelan sambil memegang bahunya.


"Emh ... Sebentar lagi deh." sahutnya tanpa membuka matanya.


Aku menunggunya beberapa saat dan setelah itu aku kembali membangunkannya lagi.


"Haku, bangun!" aku kembali mengoyangkan pelan bahunya.


"Hhm ... Iya ..." katanya lalu membuka matanya perlahan. "Selamat pagi, Sayang." katanya yang masih berbaring. "Kasurmu sangat nyaman sekali. Dan juga harum. Aku betah sekali disini ..." kata Haku lalu kembali memeluk guling dan memejamkan matanya kembali.


"Haku!" kataku lalu merebut guling itu darinya. Tapi dia malah menarik selimutnya kembali dan menyembunyikan dirinya dibalik selimut itu.


"Haku! Kau bisa terlambat ke kantor nanti ..." kataku lalu menarik selimut itu.

__ADS_1


"Sayang. Dingin ..." katanya pelan lalu menarik selimut itu lagi.


"Haku ..." aku kembali menarik selimutnya kembali.


"Baiklah. Aku bangun deh ..." katanya lalu perlahan duduk. Dia mengucek matanya pelan.


"Jam berapa sekarang, Yuko?"


"Sudah jam 8.15 am. Bukannya jam 9 kau harus sudah sampai kantor ya, Haku?"


"Hari ini aku libur ke kantor kok. Sebagai ganti kemarin aku sudah bekerja akhir pekan."


"Yeap. Hari ini kita bersama ke kampus ya." pintanya dengan senyum manisnya.


"Hhm ..." aku mengangguk dan tersenyum lebar.


"Tapi nanti malam ada dinner bersama dengan beberapa divisi. Kau mau menemaniku, Yuko?"


"Bolehkah?" tanyaku sedikit tak percaya.


"Tentu saja boleh." kata Haku lembut dan tersenyum manis padaku.

__ADS_1


"Oke. Ya sudah sana buruan mandi! Setelah itu kita sarapan. Aku sudah memasak sesuatu!" kataku bersemangat.


"Aku maunya mandi bersama ..." rengeknya yang membuatku sangat malu.


"Apaan sih?! Lagian aku sudah mandi!" kataku mengelak dan segera bergegas meninggalkan Haku. Aku mendengar Haku yang tertawa kecil melihat tinggahku.


Aku berpura-pura kembali ke ruang tengah dan menyiapkan sarapan. Sementara Haku segera pergi ke kamar mandi. Huft ... Dasar Haku! Pagi-pagi sudah mau membuat senam jantung saja.


Setelah beberapa saat Haku sudah menyelesaikan mandinya. Lagi-lagi dia hanya memakai handuk untuk menutupi tubuh bagian bawahnya. Aduh!


Aku masih berpura-pura untuk menyiapkan makanan di meja makan.


"Yuko. Aku lupa tidak bawa baju ganti. Apa disini ada beberapa bajuku?" tanya Haku yang masih dengan rambut berantakan dan sedikit basah.


"Ah, Iya ada. Tunggu sebentar!" kataku segera bergegas menuju ke kamarku untuk mencari pakaian Haku di lemariku.


Aku mengambil sebuah kemeja pendek berwarna cream, celana panjang denim dan juga coat dark grey milik Haku yang tersimpan di rumahku.


"Ini ..." kataku mengulurkan pakaian itu kepadanya dan aku hanya menunduk tanpa menatapnya.


Bukannya segera berpakaian Haku malah semakin mendekatiku dan menggodaku. Dan aku masih menunduk dan mundur beberapa langkah.

__ADS_1


__ADS_2