My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Calon Anggota Keluarga Baru


__ADS_3

Ketika mereka dalam perjalanan pulang Mikha dan Millie menghubungi Maura dan menanyakan hasil pemeriksaan dokter kandungan, mereka sudah tidak sabar dan berharap mendengar kabar baik tentang kehamilan Maura.


Siap-siap tambah anggota keluarga baru


Tulis Marvin dalam pesannya yang dikirim kepada Mamih dan kakaknya.


Semua langsung heboh begitu membaca pesan yang dikirimkan oleh Marvin.


Sementara Maura sendiri tampak masih tidak percaya jika di dalam perutnya kini sudah ada dua nyawa buah cintanya dengan Om kesayangannya.


"Sayang..kenapa bengong..apakah kakak tidak senang dengan kehamilan kakak ?" tanya Marvin sambil menggenggam jemari Maura yang dingin dengan tangan kirinya.


"Bukan tidak senang Sayang..kakak cuma masih shock saja tiba-tiba ada dua nyawa di perut kakak " jawab Maura sambil mengusap perutnya yang masih rata.


"Ya bisa dong Sayang..kan kita hampir setiap malam bercocok tanamnya " jawab Marvin sambil tersenyum menggoda.


"Tapi kenapa kakak tidak merasakan tanda-tanda kehamilan seperti orang-orang ?" tanya Maura.


"Ya Bagus.. itu tandanya bibit premium aku menghasilkan anak-anak yang Soleh sehingga tidak merepotkan calon bunda nya " jawab Marvin.


"Iya..semoga kelak mereka sebaik kamu Sayang " jawab Maura sambil memeluk lengan kiri Marvin.


"Mau beli ayam goreng ?" tanya Marvin ketika mereka melewati gerai ayam goreng kesukaan Maura.


"Iya..kakak mau beli dua ember karena calon anak kita dua " jawab Maura.


"Baiklah " jawab Marvin sambil turun dari mobil sementara Maura sendiri memilih menunggu di mobil sambil mendengarkan lagu yang ia dan Marvin nyanyikan di pesta pernikahan mereka.


Tidak lama kemudian Marvin pun kembali dengan beberapa kantung makanan di tangannya.


Selain membeli ayam goreng Marvin juga membeli beberapa burger dan kentang goreng untuk ketiga tuyul di rumahnya.


Kedatangan Maura dan Marvin langsung disambut penuh suka cita oleh Adam, Mikha , Millie dan Wisnu.


Sedangkan ketiga tuyul itu langsung memburu kantung makanan ditangan Marvin.


Meysha yang paling kecil mengambil burger kemudian langsung duduk dipangkuan Wisnu. Millie menyuapi putri bungsunya itu agar tidak belepotan oleh saus tomat.


"Jadi sudah berapa bulan usia kandungannya kak ?" tanya Mikha sambil mengelus perut Maura karena wanita itu langsung duduk menggelendot dilengannya.


"Kata dokter usianya delapan Minggu Mih " Marvin yang menjawab.


"Sudah dua bulan masa kakak tidak merasakan apa-apa ?" tanya Millie.


"Tidak Mom...biasa saja " jawab Maura sambil menikmati ayam gorengnya.

__ADS_1


"Tiap orang kan beda-beda kak " ujar Mikha kepada Millie.


"Iya juga sih " jawab Millie.


"Mulai sekarang kakak harus lebih menjaga diri karena didalam tubuh kakak ada satu nyawa yang juga harus kakak jaga " nasehat Mikha.


"Bukan satu Mih..tapi dua " ralat Marvin.


"Dua ? " dahi Mikha mengernyit.


"Iya Mih..kita akan tambah dua anggota keluarga baru..Maura sedang hamil anak kembar " Marvin menjelaskan.


"Kembar..ya ampuun kalian itu kenapa tidak bilang daritadi !" omel Mikha.


"Lupa Mih " jawab Marvin.


"Tokcer juga kamu Vin " Adam mengacak rambut putra bungsunya dengan wajah yang bangga sementara Maura sendiri tampak anteng menikmati ayam gorengnya sambil memeluk lengan Mikha.


"Kalau kakak hamil berarti tidak akan jadi model lagi dong..masa model perutnya buncit " ucap Milea diakhiri dengan ledekan yang langsung disambut tawa ketiga pasang suami istri itu.


"Iya..kakak akan cuti dari dunia modeling " jawab Maura santai.


Marvin tersenyum menatap bangga pada Maura, ternyata tanpa diminta pun Maura sudah bisa mengambil keputusan yang terbaik.


"Sebaiknya begitu kak..kakak lebih baik fokus mengurus suami dan kehamilan kakak saja..kalau kuliah kan bisa sambil berjalan " nasehat Millie.


"Eh Mom..tau tidak tadi waktu di dokter kandungan kita ketemu siapa ?" tanya Maura tiba-tiba.


"Ya pasti dokter kandungan lah " celetuk Milea.


"Bukan tau..tadi disana kakak ketemu mantan pacarnya Om Marvin " ucap Maura.


"Nisa..apakah dia sedang hamil juga ?" tanya Millie.


"Iya Mom.. perutnya sudah besar " jawab Maura.


"Bagaimana Vin rasanya ketemu sama mantan ?" tanya Wisnu menggoda.


"Biasa saja Mas " jawab Marvin santai.


"Bohong Dad..pasti hatinya deg-deg an " tuduh Maura.


"Tidak Kak..beneran biasa saja " jawab Marvin meyakinkan.


"Sudah-sudah..tidak usah membahas masa lalu " Nasehat Adam.

__ADS_1


Mikha yang masih sering menyindir Adam tentang masa lalunya yang kelam hanya terdiam.


Sepertinya memang ia harus benar-benar melupakan masa lalu Adam yang banyak menorehkan luka untuknya.


"Untuk merayakan kehamilan kakak Maura bagaimana kalau kita liburan ke pulau Putri..Papih lihat photo-photo kalian disana sepertinya bagus " ajak Adam.


"Jangan kesana Pih..aku tidak kuat mabuk laut " jawab Marvin.


"Om Marvin payah " ledek Malik setelah menghabiskan burger nya.


"Papih curiga sepertinya kamu itu bukan mabuk laut Vin..tapi mabuk karena ngidam..soalnya kamu kan selama ini tidak pernah mabuk laut "


"Iya Vin..kakak pikir juga begitu " ucap Millie.


"Sepertinya bayi kalian itu sedang memberitahu keberadaan nya " ujar Mikha.


"Mungkin juga Mih " jawab Marvin.


"Besok pulang dari kantor Mommy akan beli susu hamil untuk kakak " ucap Millie.


"Iya Mom " jawab Maura.


Setelah menghabiskan cukup banyak ayam goreng Maura tampak mulai terkantuk-kantuk di lengan Mikha dan ketiga tuyul pun sudah kembali ke kamar masing-masing bersama Millie dan Wisnu.


"Vin..Maura bawa ke kamar sepertinya sudah mengantuk " titah Adam.


Marvin pun membawa Maura ke kamarnya untuk beristirahat. Setelah naik keatas kasur mereka Marvin mengelus perut Maura yang masih rata.


"Terimakasih ya Sayang akhirnya kalian sudah hadir disini " ucap Marvin sambil menciumi perut Maura.


"Sayang..kamu senang ya mau jadi Ayah ?" tanya Maura.


"Senang sekali.. akhirnya perjuangan kita setiap malam begadang berhasil juga " Marvin terkekeh sambil terus menciumi perut Maura.


"Berarti mulai sekarang kita tidak usah begadang lagi ya Sayang " Maura menyisir rambut Marvin yang berada diatas perutnya.


"Begadang nya sedikit dikurangi mengikuti nasehat dokter " jawab Marvin.


"Biasanya semalam bisa beberapa ronde mulai sekarang cukup satu ronde saja " sambung Marvin sambil menyingkapkan rok Maura.


"Ini mau ngapain Sayang ?" tanya Maura ketika tangan Marvin mulai menarik turun cela na dalam Maura.


"Mau kenalan sama si kembar " jawab Marvin sambil merenggangkan kedua paha Maura.


"Kakak pikir kamu itu akan puasa dulu Sayang sampai melahirkan " ucap Maura.

__ADS_1


"Puasa sampai melahirkan..enak saja. Dokter juga tidak ada bilang seperti itu " Marvin menyentil kening Maura. Maura pun terkekeh.


"


__ADS_2