
Tanpa berkata apa-apa kepada Samuel Abimanyu pun membawa Milea pulang.
Sepeninggalan Milea dan Abimanyu Samuel pun melajukan mobilnya menuju rumah orangtua Raja untuk menjemput keempat temannya.
"Aku pikir setelah menjalani hukuman skorsing selama satu Minggu kamu akan berubah " ucap Abimanyu dengan rahang yang terlihat mengeras menahan amarah.
"Aku sudah berubah kak..aku sudah tidak pernah bolos lagi..dan aku juga sudah rajin belajar " jawab Milea.
"Tapi kamu masih liar..main tidak tau waktu bahkan berani bohong sama keluarga kamu dengan bilang belajar bersama di rumah Samuel tapi kenyataannya kelayaban di Bekasi berdua " omel Abimanyu.
"Aku tidak pergi berdua..aku pergi berenam " ralat Milea.
"Tapi yang aku lihat kalian hanya berdua " kekeh Abimanyu.
"Ya sudah kalau tidak percaya " Milea membuang pandangannya keluar jendela, ia malas menjelaskan lagi karena Abimanyu tidak memberi kesempatan kepadanya untuk menjelaskan.
Sepanjang perjalanan mereka saling membisu. Sepertinya Abimanyu sangat marah kepada Milea sehingga setelah sampai ke rumah Adam Abimanyu memilih langsung pulang.Di rumah Milea pun langsung mendapat omelan dari semua orang.
*
Keesokannya setelah semalaman mendapat Omelan dari orang rumah Milea pun memilih mengurung diri di kamar karena kebetulan hari itu adalah weekend. Karena kesal Milea pun kembali memblokir nomor Abimanyu untuk ketiga kalinya.
Milea mengabaikan ajakan Maura dan Mikha untuk pergi ke salon. Ia memilih menghabiskan waktu dengan mendengarkan musik menggunakan headset tanpa takut diganggu oleh Abimanyu karena ia sudah memblokir kembali nomor Abimanyu.
Pagi itu suasana rumah terasa sepi karena Adam dan Marvin pergi main golf, sedangkan si kembar dibawa oleh Millie dan Wisnu ke rumah mereka.
Disaat rumah sedang sepi tiba-tiba Abimanyu datang dengan wajah menyisakan kekesalan kepada Milea karena gadis nakal itu kembali memblokir nomornya.
"Aku disuruh Mommy untuk menjemput kamu " ucap Abimanyu.
"Aku tidak mau " jawab Milea.
"Aku tidak bertanya kamu mau atau tidak...cepat siap-siap jangan sampai Mommy dan Daddy menunggu lama "
"Kak Abi itu pemaksa sekali " Milea melampiaskan kekesalannya dengan mencubit lengan Abimanyu sambil ngeloyor pergi ke kamarnya untuk siap-siap.
__ADS_1
"Dia itu seperti kepiting saja " keluh Abimanyu sambil menatap tangannya yang merah hasil cubitan si gunung Merapi.
Hanya menunggu sepuluh menit Milea pun sudah siap dan mereka pun pergi ke rumah Bagas.
"Di rumah ada kak Luna dan kak Kenzo..tolong jaga sikap jangan cemberut begitu tidak enak sama mereka " pesan Abimanyu dengan wajah datarnya.
"Kenapa aku tidak boleh cemberut sedangkan kak Abi sendiri wajah nya asem begitu..nih ngaca coba !" balas Milea sambil mengarahkan central mirror kearah Abimanyu membuat Abimanyu langsung terdiam untuk beberapa saat.
"Kak Abi.. setelah aku pikir-pikir sepertinya kita itu tidak cocok, kak Abi orangnya kalem sedangkan aku pecicilan..aku sering membuat kak Abi kesal..jadi demi kebaikan bersama bagaimana kalau kita putus saja " ucap Milea enteng setelah sekian lama mereka membisu.
"Jauhkan pikiran itu dari kepala kamu " jawab Abimanyu dingin.
"Emang kak Abi tidak lelah pacaran sama anak nakal seperti aku ?" tanya Milea.
Gadis itu terus mengabsen catatan keburukannya agar Abimanyu menyerah dan akhirnya mundur.
"Berhenti mengoceh yang tidak jelas! " perintah Abimanyu.
"Tidak jelas bagaimana orang aku ngomongnya jelas begini..kak Abi tuh yang engga jelas " sungut Milea dengan suara pelan.
Setibanya di rumah Bagas, mereka disambut oleh tiga bocah bermata sipit dan berpipi bulat.
"Aih..lucunya boneka Jepang ini " puji Milea.
Tangan Milea gatal ingin mencubit pipi bulat ketiga boneka jepang milik Luna dan Kenzo itu. Karena takut ketiga anak itu menangis akhirnya tangan Abimanyu lah yang jadi sasarannya. Dan anehnya Abimanyu membiarkan saja Milea melampiaskan rasa gemasnya itu kepada tangannya.
Di dalam semua anak, mantu dan cucu Bagas berkumpul memenuhi ruang keluarga. Meskipun ruangan keluarga itu cukup luas dan sofa disana cukup besar namun tidak dapat menampung semuanya.
Milea dan Abimanyu memilih duduk di karpet bersama Alysha dan delapan keponakannya yang sedang bermain sambil menyusun puzzle.Milea dan Abimanyu juga Alysha membantu anak-anak itu yang sedang kesulitan menyusun puzzle mereka.
Di depan seluruh keluarga Abimanyu dan Milea memilih melakukan gencatan senjata agar tidak membuat seluruh keluarga curiga.
Ana yang cepat bosan langsung memisahkan diri dan mendekat kearah Kenzo kemudian menggelendot manja di pangkuannya.
Pada saat berkumpul Felisha menyarankan agar Milea dan Abimanyu bertunangan saja yang langsung di dukung oleh seluruh keluarga. Dan sialnya Abimanyu pun malah setuju.
__ADS_1
Ketika hari menjelang sore Abimanyu pun pamit untuk mengantar Milea pulang.
"Kakak Abi tadi kenapa sih pake bilang setuju waktu Tante Felisha nyuruh kita tunangan ? kita kan mau putus " oceh Milea.
"Supaya kata putus itu hilang selamanya dari kepala kamu " jawab Abimanyu santai.
"CK..aku tuh tidak bisa bayangkan bagaimana nanti kita kedepannya pasti kita akan sering bertengkar karena kita mempunyai karakter yang berbeda..aku yakin kak Abi akan menyesal telah mengambil keputusan itu " oceh Milea.
"Sudah selesai ngocehnya ?" tanya Abimanyu tanpa menoleh sedikitpun kepada Milea. "Kalau sudah kita mampir dulu beli bakso " ajaknya.
Abimanyu sengaja mengajak Milea makan bakso untuk meredakan kekesalan gadis itu kepadanya dan berhenti membujuknya meminta putus.
Meski wajah Milea masih cemberut namun gadis itu tidak menolak ketika Abimanyu menuntunnya ke warung bakso bahkan Milea makan dengan sangat lahap.
Tanpa Milea sadari sudut bibir Abimanyu tersungging senyum tipis. Ternyata tidak sulit membuat Milea berhenti mengoceh..hanya dengan semangkuk Bakso cukup ampuh membuat Milea melupakan kekesalannya.
" Anak-anak kakak Luna lucu banget ya..matanya sipit ikut kakak Ken semua " oceh Milea setelah mereka berada di dalam mobil.
"Ya " jawab Abimanyu singkat.
Milea melirik kearah Abimanyu yang berwajah datar tanpa ekspresi dan kekesalan nya kepada pria itu muncul lagi.
Seandainya Abimanyu tidak sepasiv itu mungkin Milea tidak akan merasa jengkel karena pada dasarnya Milea orangnya mudah luluh.
Milea hanya belum bisa menerima karakter Abimanyu yang seperti itu yang menurutnya seperti gunung es dan tidak asik.
"Mau nambah ?" tanya Abimanyu setelah Milea menghabiskan baksonya.
"Iya mau..aku butuh energi yang banyak untuk bertengkar dengan kak Abi " jawab Milea santai.
Abimanyu hanya geleng-geleng kepala kemudian kembali memesan satu porsi bakso untuk Milea. Setelah pesanan untuk Milea datang gadis itu pun melahapnya dengan rakus.
"Niat banget ya kamu mengajak aku bertengkar ?" Abimanyu menatap Milea yang tampak berkeringat melahap baksonya.
"Iya " jawab Milea. Abimanyu hanya membuang nafas kasar.
__ADS_1