My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Bertengkar


__ADS_3

Setelah saling melepaskan diri keributan pun tidak bisa dihindari. Nisa dan Marvin langsung terlibat pertengkaran hebat.


Selina dan Silva yang sedang tertidur sampai terbangun karena mendengar pertengkaran antara Nisa dengan Marvin.


Kedua kakak beradik yang tidak mengerti apa yang telah terjadi buru-buru menenangkan Maura yang tengah menangis dengan tubuh yang menggigil.Marvin menyuruh Selina dan Silva membawa Maura ke kamar.


"Ternyata kecurigaan aku selama ini jika kamu ada apa-apa sama Maura itu benar " tuduh Nisa dengan emosi.


"Ada apa-apa gimana maksud kamu ?" tanya Marvin tidak terima.


"Masih pura-pura bego..yang barusan itu apa ?..apa pantas Om dan keponakan peluk-pelukan seperti itu disaat mati lampu ?" Hardik Nisa.


"Kamu itu salah faham Nis..aku hanya menenangkan dia karena Maura takut gelap " Marvin berusaha menjelaskan.


"Alasan..aku bisa bedakan pelukan seperti apa yang kalian lakukan tadi, itu tidak seperti Om dan keponakan.. tapi lebih terlihat seperti sepasang kekasih..kekasih gelap tepatnya " jawab Nisa sinis.


"Terserah kamu lah..lama-lama cape ngomong sama kamu " Marvin sudah malas menjelaskan karena Nisa sudah tidak bisa menerima penjelasan dari Marvin.


Selina dan Silva yang awalnya tidak tau apa-apa akhirnya mengerti apa yang telah terjadi antara Marvin, Nisa dan Maura dari pertengkaran Marvin dan Nisa yang ia dengar barusan.


"Aku tidak seperti apa yang kak Nisa sangka kak " Maura terisak dalam pelukan Selina.


"Iya kakak mengerti " Selina dan Silva berusaha menenangkan Maura.


"Kak Nisa cuma salah faham..Kak Marvin sedang berusaha menjelaskan " Selina mengusap-usap punggung Maura.


Malam itu Maura tidak kembali ke kamar Nisa, ia memilih tidur dikamar Selina dan Silva.


Setelah hampir satu jam akhirnya pertengkaran Marvin dan Nisa pun berakhir.


Meski sudah tidak terdengar adu mulut antara Marvin dan Nisa namun Maura terus menangis di kamar Selina.


"Aku mau pulang saja " ujar Maura diantara tangisnya.


"Pulang kemana ?" tanya Selina bingung.


"Ke rumah Oma " jawab Maura.


"Ini sudah malam Ra " Selina berusaha melarang.


Namun karena Maura bersikeras ingin pulang ke rumah Oma nya malam itu juga akhirnya Selina berinisiatif untuk meminta bantuan Zico.


Selina meminta Zico menjemput Maura di villa dan mengantarkan ke rumah Oma nya.

__ADS_1


Marvin dan Nisa tidak mengetahui jika malam itu Zico datang untuk menjemput Maura.


Sebetulnya Selina dan Silva berniat untuk ikut pulang dengan Maura, namun Maura meminta Selina membereskan barang-barang Maura yang masih ada di kamar Nisa besok dan membawanya ke rumah Oma nya nanti.


"Lo percaya sama gw..Maura akan gw antar ke rumah Oma nya dengan selamat " ucap Zico.


"Baiklah..gw percaya sama Lo " jawab Selina.


"Kalau Lo tidak percaya gw akan sambungkan video nonstop sampai Maura sampai ke rumah Oma nya, biar Lo berdua tenang " saran Zico.


"Oke " Selina mengacungkan jempolnya kepada Zico tanda setuju.


Sepanjang perjalanan mengantarkan Maura, Zico dipantau oleh Selina dan Silva melalui sambungan video.


Setelah memastikan Maura sampai ke rumah Omanya dengan selamat barulah Selina dan Silva dapat tidur dengan tenang.


Karena malamnya tidur lumayan larut karena mendengar pertengkaran antara Marvin dan Nisa, keesokannya Selina dan Silva bangun kesiangan.


Mereka baru keluar dari kamar setelah Marvin memanggil mereka untuk sarapan.


Di meja makan tampak Nisa sudah menunggu dengan mata yang bengkak karena habis menangis semalaman.


"Panggil Maura..suruh ikut sarapan " titah Marvin kepada Selina.


"Maura sudah pulang kak semalam " jawab Selina.


"Semalam Maura dijemput Zico..dia minta diantarkan ke rumah Oma nya " jawab Selina.


"Kenapa kamu ijinkan..kalau ada apa-apa sama Maura bagaimana? " Marvin langsung murka.


Selina dan Silva langsung mengkerut mendapat Omelan dari Marvin.Silva yang akan mengisi piringnya dengan nasi goreng akhirnya memilih menutup kembali piringnya.


Nisa tampak terisak ketika Marvin yang murka langsung pergi meninggalkan ruang makan.


Tangis Nisa semakin kencang manakala melihat Marvin pergi dengan mobilnya.


"Kak..aku mau beresin barang-barang Maura di kamar " Selina meminta ijin untuk membereskan semua barang Maura yang ada di kamar Nisa.


"Iya " jawab Nisa diantara tangisnya.


Selama Selina membereskan barang Maura, Silva pun membereskan barang mereka. Silva yakin jika liburan mereka kali ini sudah benar-benar usai.


Marvin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah orangtua Wisnu.

__ADS_1


Karena jalanan pagi itu masih sepi tidak butuh waktu lama Marvin pun sampai di rumah orangtua Wisnu.


"Sebentar Oma bangunkan dulu Mauranya..semalam dia datang sudah lumayan malam diantar Zico, katanya habis main dari rumah temannya terus mobilnya mogok.. makanya datang kesini kemalaman " Ibu Wisnu pamit untuk membangunkan Maura.


Marvin salut kepada Maura yang berusaha menyembunyikan masalahnya dengan membuat kebohongan kecil kepada Oma nya.


Sepuluh menit kemudian Maura keluar dari kamarnya. Marvin menunduk sedih ketika melihat mata Maura yang sedikit bengkak.


"Kak kenapa semalam pergi tidak bilang-bilang..kalau ada apa-apa bagaimana ?" omel Marvin namun dengan suara yang lembut.


"Om Marvin kenapa kesini..nanti kalau kak Nisa tau dia pasti semakin marah sama aku " ucap Maura.


"Jangan pedulikan dia..Om mau pastikan kamu baik-baik saja " jawab Marvin.


"Aku disini baik-baik saja Om..jangan khawatir " Maura berusaha tersenyum kepada Marvin.


"Kakak disini siap-siap ya..nanti siang Om kesini lagi untuk jemput kakak.. kita pulang ke Jakarta siang ini " ucap Marvin dengan suara pelan.


"Barang-barang aku titipin kak Selin saja. Aku masih mau menginap disini jadi aku tidak akan ikut Om pulang ke Jakarta " jawab Maura.


"Nanti Mommy kamu pasti nanya kenapa kamu tidak ikut pulang..Om harus jawab apa ?" Marvin terlihat bingung.


"Om tinggal jawab saja aku masih ingin menginap disini..Mommy dan Daddy tidak akan marah " jawab Maura yakin.


Tentu saja Wisnu dan Millie tidak akan marah jika Maura menginap di rumah Opa dan Omanya.


Marvin terlihat kecewa karena Maura bersikeras tidak ingin ikut pulang dengannya. Namun ia juga tidak bisa memaksa jika Maura masih ingin menginap di rumah Oma nya.


Akhirnya Marvin pun kembali ke villa tanpa Maura. Setibanya di villa Nisa, Selina dan Silva tampak sudah membereskan barang-barang mereka dan bersiap untuk pulang.


"Maura tidak ikut pulang ke Jakarta ?" tanya Silva yang terlihat bingung.


"Tidak..Maura masih akan menginap di rumah Oma nya. Barang-barang Maura akan kakak antar sambil pulang " jawab Marvin.


Nisa tampak termenung. Ia hanya bisa diam dan tidak berkata-kata apa-apa.


Marvin kembali datang ke rumah Oma untuk mengantarkan barang-barang Maura. Selina dan Silva turun sebentar untuk sedikit menghibur Maura. Sementara Nisa memilih diam di dalam mobil.


Setelah mengantarkan barang-barang Maura, Marvin pun melanjutkan ke mengantarkan Selina dan Silva pulang.


Ketika dalam perjalanan mengantarkan Selina dan Silva pulang Marvin berpesan agar Selina dan Silva tidak menceritakan kejadian pertengkaran mereka kepada Arin dan Seno.


Marvin khawatir jika nantinya Maura akan merasa disalahkan karena telah menyebabkan Marvin dan Nisa bertengkar. Selina dan Silva pun mengiyakan.

__ADS_1


Setelah mengantarkan Selina dan Silva pulang, Marvin pun melanjutkan perjalanan pulang ke Jakarta bersama Nisa.


Sepanjang perjalanan keduanya tidak ada yang berbicara. Marvin tampak fokus dengan jalanan di depannya dan sama sekali tidak mempedulikan Nisa yang kembali terisak tertahan disebelahnya.


__ADS_2