My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Terlambat


__ADS_3

Setelah hampir satu bulan lebih tidak ke Bandung karena kesibukannya akhirnya weekend ini Marvin memberanikan diri pergi ke Bandung seorang diri untuk menemui Maura.


Marvin pergi dari Jakarta Sabtu sore karena ia harus menyelesaikan beberapa pekerjaan terlebih dahulu.


Jalanan yang macet membuat pria tampan itu beberapa kali mengumpat kesal.


Setelah berhasil melewati padatnya jalan tol kini Marvin kembali terjebak macet begitu keluar dari GT Pasteur.


Jam tujuh malam Marvin baru sampai komplek perumahan elit tempat Maura tinggal.


Beberapa puluh meter sebelum sampai ke rumah Opa dan Oma Maura, tiba-tiba Marvin memelankan laju mobilnya ketika melihat Maura pergi dengan Zico.


Ingin rasanya Marvin turun dari mobil dan menghajar Zico ketika melihat tangan Maura berada dalam genggaman tangan Zico sebelum masuk kedalam mobil.


Namun Marvin buru-buru membuang ide gilanya itu karena tidak ingin Maura marah dan semakin menjauhinya.


Melihat Maura pergi bersama Zico akhirnya Marvin pun memutuskan untuk pergi ke rumah Arin dan akan menginap disana.


Melihat kedatangan keponakannya tentu saja Arin senang. Namun dibalik itu Arin merasa prihatin atas putusnya pertunangan Marvin dengan Nisa.


"Sebetulnya kalian itu ada masalah apa sih sampai bisa putus begitu ?" tanya Seno penasaran akan kisah cinta keponakan tampannya.


"Belum jodoh saja Om " jawab Marvin santai.


"Iya..tapi pasti ada alasannya dong ?" Arin menyelidik.


"Kita baru saling menyadari kalau kita ternyata tidak cocok dan kita belum siap untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih serius " jawab Marvin.


"Iya tidak cocok ya Om..cemburuan lagi..masa sama Maura saja cemburu " sungut Silva.


"Ups..maaf Om keceplosan " Silva buru-buru menutup mulutnya ketika melihat Marvin dan Selina melotot kearahnya.


"Cemburu sama Maura..coba ceritain sama Mama " Arin yang sudah terlanjur mendengar ucapan Silva terlihat sangat penasaran.


"Aku tidak tau..Mama tanya saja sama Om Marvin dan kak Selin " tidak ingin salah bicara lagi Silva pun buru-buru kabur ke kamarnya.


Kini tatapan tajam Arin dan Seno mengarah kepada Marvin dan Selina.


"Mam.. tiba-tiba perut aku sakit. Aku ke toilet dulu ya " Selina pura-pura meringis sambil memegang perutnya.


"Alasan..duduk kamu " titah Seno.


Selina dan Marvin pun duduk berdampingan siap di interogasi oleh Arin dan Seno.


"Gara-gara Silva nih mulutnya ember, pake kabur lagi " sungut Selina kesal.

__ADS_1


"Ceritakan pada kita apa maksud ucapan Silva tadi !" perintah Seno dengan suara tegas.


"Kakak saja yang cerita " Selina mencolek-colek tangan Marvin.


"Malah pada diam..ayo cerita " Arin mulai tidak sabar.


"Aku saja yang cerita " Marvin akhirnya angkat bicara.


Arin dan Seno mendengar dengan seksama cerita Marvin mengenai kejadian di Villa beberapa bulan yang lalu.


"Apakah keputusan Maura untuk tinggal di Bandung juga karena alasan itu ?" tanya Arin.


"Iya " jawab Marvin.


"Kalian itu kenapa tidak cerita..malah merahasiakannya..kalau kakak kamu tau itu yang menjadi alasan Maura ingin tinggal di Bandung Aunty yakin dia akan marah sama kamu " ucap Arin.


"Aku terpaksa merahasiakannya karena takut Maura disalahkan atas permasalahan antara aku dan Nisa " jawab Marvin.


"Siapa yang menyalahkan Maura ? kalau kalian kenyataannya tidak ada hubungan apa-apa.. kecuali kalau kalian memang ada hubungan " ujar Arin.


Marvin hanya menunduk mendengar ucapan Arin yang terakhir.


"Om tanya sama kamu tapi jawab yang jujur.. sebenarnya kamu pacaran tidak sama Maura ?" Seno menatap tajam kearah Marvin.


"Ya tentu tidak dong Pah..orang Maura kan pacarannya sama Zico yang teman sekelas aku waktu di SMA " Selina yang menjawab


"Mereka sudah jadian seminggu yang lalu " jawab Selina.


Mendengar Maura dan Zico sudah jadian seminggu yang lalu membuat Marvin langsung menunduk sedih.


Perubahan sikap Marvin itu tidak luput dari pandangan Seno.Pria mantan pacar Mikha itu curiga jika Marvin memiliki perasaan yang lebih terhadap Maura.


Mungkin nanti ia harus mengajak bicara keponakan tampannya itu dari hati ke hati.


Keesokannya Seno mengajak Marvin olahraga pagi keliling komplek. Awalnya Marvin menolak karena ia tidak membawa pakaian olahraga.


Namun akhirnya Marvin terpaksa menerima ajakan Om nya itu setelah Seno meminjamkan pakaian olahraga nya kepada keponakan tampannya.


Setelah berlari dua putaran mereka pun beristirahat di sebuah bangku taman sambil meluruskan kaki mereka.


"Vin..jujur sama Om.. apakah kamu diam-diam mencintai keponakan kamu sendiri ?" tanya Seno.


Marvin yang sedang menenggak satu botol air mineralnya langsung tersedak dan terbatuk-batuk.


Seno menepuk-nepuk punggung keponakannya sambil tersenyum di kulum.

__ADS_1


"Tidak usah kamu jawab pun Om sudah tau jawabannya " Seno tersenyum menatap wajah tampan Marvin yang terlihat pucat.


Marvin menunduk mendengar ucapan Om nya yang sangat menohok. Dan ia sudah tidak bisa berkelit lagi.


"Apakah Maura tau perasaan kamu kepada dia ?" tanya Seno.


"Tidak Om..aku belum pernah mengatakannya kepada Maura " jawab Marvin masih menunduk.


"Kalau begitu cepat katakan..tunggu apa lagi..kamu kan sudah putus sama Nisa , nanti keburu Maura diambil orang baru menyesal "


"Tapi Om..sekarang dia sudah punya pacar " lirih Marvin.


"Vin..sebelum ada janur kuning kamu masih punya kesempatan..masa anak Papih Adam keok sebelum bertanding " ejek Seno.


"Tapi Om..Maura itu keponakan aku "


"Menurut Om tidak masalah..dia kan putri sambung kakak kamu..jadi kalian tidak ada hubungan darah " jawab Seno.


"Sebetulnya aku tidak yakin Maura akan mau menerima cinta aku, apalagi dia sekarang sudah punya pacar "


"Pacaran belum tentu berjodoh Vin..seperti kamu sama Nisa. Pacaran bertahun-tahun akhirnya putus..cuma buang-buang waktu saja.


Om juga sudah mengalami itu..Om pacaran lama sama Mamih kamu eh taunya Mamih kamu malah nikah sama Papih kamu..dan Om nikahnya sama Aunty kamu " Seno terkekeh.


"Om pernah pacaran sama Mamih ?" Marvin langsung melotot kearah Seno.


"Ups..Om pikir kamu tau " Seno tampak kaget karena telah tidak sengaja menceritakan masa lalunya dengan Mikha. Marvin menggeleng.


"Sudahlah tidak usah dibahas lagi. Yang penting sekarang kamu harus berusaha menaklukan hati Maura dan meyakinkan keluarga kamu..ini tantangan buat kamu..Om akan dukung kamu " ucap Seno.


"Iya Om " jawab Marvin.


Berbicara dengan Seno membuat Marvin kembali mempunyai semangat untuk berusaha mendapatkan hati Maura setelah semalam sempat down ketika mendengar Maura dan Zico sudah jadian.


"Om.. ceritakan pada aku bagaimana bisa putus sama Mamih dan bisa menikah dengan Aunty Arin !" Marvin menatap wajah Seno penasaran.


"Nanti Om akan cerita kalau kamu telah berhasil merebut Maura dari Zico " jawab Seno sambil tertawa.


"Kalau begitu aku akan tanya saja sama Mamih "


"Kalau sampai kamu berani tanya sama Mamih kamu..Om tidak akan dukung kamu lagi " ancam Seno.


"Baiklah..aku tidak akan tanya Mamih " jawab Marvin akhirnya.


Marvin akan menunggu sampai Om nya itu bercerita karena ia tidak mau sampai kehilangan pendukung yang cuma satu-satunya itu.

__ADS_1


Dukungannya dong pliiis..biar Author semangat nulisnya. Happy reading 😘😘


__ADS_2