
Keesokannya Abimanyu kembali membuntuti Milea. Kali ini ia tidak menggunakan mobil namun ia memakai motor agar bisa menyelinap di sela-sela kendaraan supaya tidak kehilangan jejak lagi dan beruntungnya Milea tidak menyadari jika sebetulnya ia sedang dibuntuti.
Abimanyu berhenti membuntuti Milea setelah gadis itu sampai di sekolah nya yang ternyata bekas sekolah Abimanyu waktu SMA.
"Ternyata kamu sekolah disini juga gadis nakal " gumam Abimanyu sambil tersenyum dan mulai meninggalkan gedung sekolahnya dulu.
Karena Abimanyu juga pernah sekolah di tempat yang sama jadi pria tampan itu tau dengan pasti kapan waktunya Milea akan pulang sekolah.
Mendekati waktu Milea pulang sekolah Abimanyu kembali mendatangi sekolah Milea bermaksud menemui gadis itu. Namun karena sedikit terlambat ia melihat mobil Milea sudah melaju meninggalkan gerbang sekolahnya.
Abimanyu berusaha mengejar Milea dengan motornya. Ketika melewati jalanan yang sepi dan sedikit jauh dari pemukiman Abimanyu berhasil mengejar mobil Milea dan memepetnya menyuruh berhenti.
Milea dengan terpaksa menghentikan mobilnya karena motor Abimanyu menghalangi sebagian jalannya.
Milea tidak mengetahui jika orang yang menyuruhnya berhenti itu adalah Abimanyu karena mengenakan helm full face. Milea mengira jika pria itu adalah perampok.
Milea diam di dalam mobilnya dan menekan central lock. Pada saat Abimanyu turun dari motornya dan akan menghampiri mobil Milea tanpa disangka-sangka gadis itu langsung menginjak gas dan menabrak motor Abimanyu kemudian kabur dengan bagian depan mobil yang sedikit penyok.
"Sialan.." umpat Abimanyu sambil berlari memburu motornya yang rusak parah.
Beruntung Abimanyu sudah turun dari motornya sehingga ia masih bisa selamat dari kebrutalan gadis bar-bar itu.
"Ya Tuhaan Mile..tiga tahun tidak bertemu kenapa kamu menjadi bar-bar begini ?" keluh Abimanyu sambil berusaha mengangkat motornya.
Karena motornya mengalami kerusakan yang sangat parah Abimanyu pun menelpon Azriel dan meminta sepupunya itu segera menjemputnya.
Abimanyu juga menyuruh orang untuk mengangkut motornya yang rusak parah ke bengkel.
"Bagaimana ceritanya sampai motor Lo rusak parah begini sementara Lo sendiri tidak apa-apa ?" tanya Azriel menatap sekujur tubuh Abimanyu yang sama sekali tidak mengalami luka sedikitpun, bahkan baju Abimanyu pun tampak bersih tidak ada tanda-tanda bekas kecelakaan.
Abimanyu pun menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya kepada Azriel.
__ADS_1
"Jadi bocah perempuan itu yang nabrak motor Lo ?" mata Azriel langsung melotot.
"Dia bukan bocah lagi..dia sekarang sudah berubah menjadi monster " jawab Abimanyu datar.
"Bahaya juga tu bocah..saran gw Lo cari gebetan yang lain saja..jangan bocah ingusan yang bandel seperti dia..nanti Lo yang pusing sendiri " saran Azriel.
Abimanyu menulikan telinganya dan langsung masuk kedalam mobil Azriel.
"Bocah itu sempat liat muka Lo ga ?" tanya Azriel sambil menyalakan mesin mobilnya.
"Tidak " jawab Abimanyu singkat.
"Ooh..ya pantas kalau begitu. Mungkin dia kira Lo perampok " oceh Azriel.
"Mungkin " jawab Abimanyu datar.
Abimanyu awalnya berniat merahasiakan kerusakan motornya dari keluarganya namun tidak berhasil karena Sadewa tidak sengaja melihat saat motor Abimanyu yang rusak parah diangkut menuju ke bengkel.
Saat Azriel mengantarkan Abimanyu tidak lama kemudian Sadewa pun datang dan langsung mengintrogasi Abimanyu.
"Anak pemberani..tidak salah Milea melakukan itu. Pasti dia pikir kamu adalah perampok " ujar Sadewa sambil terbahak dan meninggalkan adiknya yang berwajah masam.
Abimanyu berwajah masam bukan karena motornya rusak parah namun karena belum berhasil mendekati Milea.
*
Wisnu, Adam dan Marvin tampak memeriksa body depan mobil Milea yang sedikit penyok.
Adam baru beberapa bulan membelikan mobil itu untuk Milea agar gadis itu melupakan keinginannya untuk memiliki motor.
"Demi keamanan mulai besok kamu kembali diantar jemput oleh pak Muh lagi " putus Adam.
__ADS_1
Adam tidak dapat menyembunyikan kekhawatiran akan keselamatan Milea.
"Apakah kamu sempat melihat wajah orang itu ?" tanya Wisnu dengan wajah tak kalah khawatir.
"Tidak Dad..dia memakai helm tertutup " jawab Milea.
"Apakah kamu sempat melihat plat nomornya ?" tanya Marvin.
"Tidak sempat Om..setelah motor itu aku tabrak aku langsung kabur " jawab Milea.
Marvin tampak berpikir. Sepertinya ia akan berkonsultasi dengan Sadewa mengenai peristiwa yang Milea alami.
Marvin berharap Sadewa mau membantu menyelidiki kasus yang menimpa Milea.
Keesokannya pada saat jam makan siang Marvin datang ke kantor Sadewa.
Beruntung pria gagah itu tidak terlihat sedang sibuk sehingga mereka bisa mengobrol dengan santai di ruang kerjanya.
Sadewa terdengar terbatuk kecil ketika Marvin menceritakan kejadian yang menimpa Milea kemarin sepulang sekolah.
"Kalian jangan khawatir..aku sudah berhasil mengantongi identitas pelakunya " ujar Sadewa membuat Marvin langsung melongo.
Bagaimana bisa Sadewa sudah mendapatkan identitas pelakunya secepat itu sedangkan ia saja baru selesai bercerita kepada Sadewa.
"Siapa pelakunya..dan apa motiv nya ?" tanya Marvin penasaran.
"Pelakunya adalah Abimanyu..apa motivnya masih aku selidiki ..dia masih belum mau bicara " jawab Sadewa sambil terkekeh. "tapi aku curiga motivnya adalah urusan asmara "
"Ya Tuhan..kalau cuma urusan asmara kenapa harus serumit ini ? tinggal datang ke rumah temui Papih dan Mas Wisnu..beres " Marvin menyandarkan punggungnya di sandaran kursi.
Meskipun begitu setidaknya ia merasa sedikit lega karena tidak ada yang mengancam keselamatan Milea.
__ADS_1
Sebelum pulang Marvin sempat bertanya kepada Sadewa. " Apakah kami harus bertanggung jawab atas kerusakan motor Abimanyu ?"
"Kurasa tidak perlu..sepertinya ada kemungkinan kita akan menjadi keluarga " jawab Sadewa sambil menepuk bahu Marvin.