
Sore nya setelah selesai memesan cincin pernikahan di toko perhiasan langganan Mikha, Marvin dan Maura pun pulang ke rumah Adam sesuai pesan Millie sebelum mereka pergi.
"Sudah pesan cincinnya kak ?" tanya Mikha begitu Marvin dan Maura sampai.
"Sudah Mih " jawab Maura sambil duduk di sofa di sebelah Mikha.
"Lusa kita akan ke Bandung mau photo prewedding disana " Marvin memberitahu rencana keberangkatannya ke Bandung bersama Maura.
"Om..aku ikut dong " Mile merengek sambil menarik-narik tangan Marvin.
"Jangan ikut..Om Marvin dan kak Maura bukan mau main " Adam melarang.
"Tapi aku ingin ikut..aku janji tidak akan nakal " Mile terus merengek ingin ikut.
"Jangan..lebih baik kita jalan-jalan sama Papih saja..nanti kamu boleh beli mainan sepuasnya " bujuk Adam. Mile tampak berpikir mendengar tawaran dari Adam.
"Iya deh ..tapi aku tidak mau beli mainan lagi..aku sudah besar. Aku mau beli kosmetik saja boleh ya Pih " akhirnya Adam berhasil membujuk si Gemoy.
"Kosmetik ?" Adam langsung mengerutkan dahinya.
"Menurut Papih jangan dulu beli kosmetik kamu masih kecil Sayang " Adam langsung melarang.
"Tidak apa-apa Sayang..nanti aku pilihkan kosmetik yang aman untuk anak seusia Mile " Mikha menyentuh tangan Adam.
"Memang ada Sayang kosmetik untuk seusia Mile ?" tanya Adam.
"Ada " jawab Mikha sambil tersenyum. Mana mengerti Adam urusan kosmetik.
"Baiklah..Mile boleh beli kosmetik, nanti diantar Mamih belinya " Adam akhirnya setuju.
"Kalau aku mau beli mainan saja tidak mau kosmetik " celetuk Malik membuat semua yang ada disana tertawa.
"Kirain Malik juga mau beli kosmetik hihi " Maura terkikik.
"Kak.." Mikha yang duduk disebelah Maura langsung mencubit tangan Maura.
Marvin diam-diam tersenyum melihat Maura yang mendapat cubitan dari Mamihnya.
"Iya daripada kalian ikut kak Maura dan Om Marvin lebih baik kalian jalan-jalan saja sama Papih.. habiskan uang Papih " ujar Millie.
"Hust..jangan ngajarin anak yang tidak benar !" Millie langsung mendapat Omelan dari Wisnu.
__ADS_1
"Aku becanda Sayang " jawab Millie buru-buru memeluk tangan Wisnu.
Meysha yang masih kecil belum banyak minta apa-apa kepada Adam dan Mikha tidak seperti kedua kakaknya Mile dan Malik.Bocah mungil itu tampak anteng menyedot susu botolnya dalam pangkuan Daddy nya.
"Vin..malam begadang yuk !" ajak Wisnu kepada Marvin yang sedang menyandarkan kepalanya disandaran sofa sambil menatap Maura yang sedang menggelendot manja kepada Mikha.
"Ayok Mas " jawab Marvin.
"Tidak boleh..kalau mau main PS jangan lewat jam dua belas " Millie langsung sewot.
"Kamu itu jangan suka melarang kesenangan suami kak " nasehat Adam.
"kesenangannya itu suka sampai lupa waktu Pih..apalagi ada temannya lagi satu server " Millie melirik tajam kearah Marvin, yang dilirik hanya nyengir.
"Tidak kebayang kalau Marvin dan Maura sudah menikah..bisa tiap malam mereka begadang main PS " Millie terus menggerutu.
"Ya tidak mungkin dong kak..justru kalau Marvin dan Maura sudah menikah Marvin dan Wisnu tidak akan begadang main PS berdua lagi..Marvin nanti mainannya bukan PS lagi " ledek Adam membuat Marvin dan Wisnu langsung tergelak.
Maura yang kurang mengerti apa yang Adam bicarakan tampak bersikap biasa saja.
"Untung anaknya gak ngerti " gumam Mikha sambil menahan tawanya.
Menjelang malam Millie akhirnya terpaksa mengijinkan Wisnu main PlayStation di kamar Marvin dengan syarat tidak boleh lebih dari jam dua belas malam.
"Kak..ini sudah malam bukannya tidur " Marvin mengingatkan Maura yang masih anteng nonton.
"Lagi tanggung Om sebentar lagi tamat " jawab Maura.
"Emang seru banget ya film nya ?" tanya Marvin.
"Iya " jawab Maura tanpa menoleh sedikitpun kearah Marvin yang duduk rapat tepat disebelah nya.
"Kalau sudah nonton drama Korea Om dicuekin " Marvin protes karena Maura sama sekali tidak melirik kearahnya sedikitpun.
"Lagi seru Om " jawab Maura sambil menyandarkan kepalanya di bahu Marvin namun dengan mata tetap menatap layar televisi di depannya.
Tangan Marvin memeluk bahu Maura dan iseng mencolek-colek dada Maura yang tepat berada dalam jangkauan tangannya.
"Om diam dong geli tau " Maura menangkap tangan Marvin dan tidak melepaskan nya agar tangan Marvin tidak iseng mencolek-colek asetnya yang belum pernah disentuh oleh siapapun kecuali Om kesayangannya itu.
Karena tangan kanannya Maura kunci Marvin pun semakin iseng, ia merunduk dan mengecup leher Maura yang terlihat begitu menggoda karena gadis itu mencepol rambutnya keatas.
__ADS_1
"Oom..iih..geliii tau " Maura menggelinjang kegelian ketika bibir kenyal Marvin mulai menyusuri lehernya. Hembusan nafasnya yang hangat menghadirkan geleyar aneh disekujur tubuh Maura.
Marvin baru melepaskan Maura ketika drama Korea yang Maura tonton selesai.
"Sudah malam..kakak tidur gih " Marvin meraih remote kemudian mematikan televisi.
"Iya..Om juga tidur nanti kalau bangunnya kesiangan terus telat ke kantor dipecat Papih baru tau rasa " jawab Maura sambil beranjak menuju kamarnya.
"Kakak tuh yang suka bangun kesiangan " balas Marvin sambil tertawa.
Sebelum Maura kembali ke kamarnya Marvin masih sempat menangkap gadis itu dan mencium bibirnya sebagai ucapan selamat malam.
"Katanya disuruh tidur tapi nyosor terus " Maura menggerutu sambil berlalu ke kamarnya. Marvin hanya tersenyum sambil mengusap bibirnya yang basah.
Setelah Maura masuk ke kamarnya Marvin pun kembali ke kamarnya dan bersiap untuk tidur.
Keesokannya pagi-pagi Adam dan Mikha mengajak Mile dan Malik untuk olahraga pagi berkeliling kompleks perumahan elit tempat tinggalnya.
Bagi sebagian orang yang tidak tau, Mile dan Malik mereka kira anak-anak Adam dan Mikha saking lengketnya mereka kepada Adam dan Mikha.
Mikha sebetulnya mengajak Wisnu dan Millie, namun mereka menolak dengan alasan tidak membawa baju olahraga.
Padahal mereka berniat untuk olahraga pagi dengan cara mereka sendiri sambil memanfaatkan waktu saat Meysha masih tertidur.
Marvin yang pagi itu baru bangun sempat mendengar suara aneh yang cukup nyaring dari kamar kakaknya.
Maura yang juga baru bangun dan berpapasan dengan Marvin di depan kamar Mommy nya pun tidak sengaja mendengar suara-suara aneh itu.
"Mereka sedang olahraga pagi " bisik Marvin sambil buru-buru membawa Maura menjauh dari kamar Millie.
Maura yang sudah mengerti apa yang sedang Mommy dan Daddy nya lakukan tertawa cekikikan.
"Om tidak sabar ingin mendengar suara seperti itu dari mulut kakak " bisik Marvin sambil memepet Maura ke dinding.
"Maksud Om suara uh..ah..?" tanya Maura sambil menirukan suara Mommy dan Daddy nya yang baru saja ia dengar.
"Iya " jawab Marvin tersenyum smirk.
"Cuma menirukan suara begitu saja aku juga bisa Om " jawab Maura sambil menahan dada Marvin yang semakin merangseg kearahnya.
"Om mau ngapain... mmptthh..Oom " Maura akhirnya pasrah ketika bibir Marvin langsung melu matnya dengan rakus.
__ADS_1
Cukup lama mereka berciuman karena Adam dan Mikha juga Mile dan Malik sedang bersepeda keliling komplek, sedangkan Millie dan Wisnu masih berada diatas ranjang panas mereka belum menyelesaikan permainan nya.