
Milea yang terus menunduk tidak menyadari jika Abimanyu terlihat tersenyum kearahnya penuh kemenangan.
Setelah selesai makan bersama para karyawan pun terlihat mulai kembali bekerja. Bagas dan Felisha juga Alysha dan Milea bersiap untuk pulang.
"Mom..Milea biar pulangnya sama aku saja " pinta Abimanyu.
Milea mengarahkan tatapan menghunus kearah Abimanyu sebagai tanda jika ia keberatan pulang dengan Abimanyu.
"Ya sudah kalau begitu kami tinggal ya " jawab Felisha sambil menggamit tangan Bagas dan Alysha keluar dari ruangan kerja Abimanyu.
"Tunggu disitu sampai aku selesai kerja " Abimanyu menunjuk sofa di depan meja kerjanya.Milea pun duduk menunggu Abimanyu menyelesaikan pekerjaannya dengan wajah kesalnya.
Sambil menunggu Abimanyu menyelesaikan pekerjaannya sebetulnya Milea ingin menanyakan kepada Abimanyu siapa wanita yang bersamanya kemarin,namun ia tidak berani karena sudah terikat Kesepakatan yang berisi bahwa mereka tidak akan saling mengganggu satu sama lain.
Milea yang banyak termenung tidak menyadari jika Abimanyu diam-diam menatap kearahnya dengan senyum misteriusnya.
Milea semakin tertunduk dengan wajah murungnya ketika Abimanyu terlihat menerima telepon dan berbicara cukup lama dengan menggunakan bahasa Jepang yang tidak Milea mengerti.
Milea yakin jika orang yang sedang berbicara dengan Abimanyu adalah wanita kemarin yang Milea yakini sebagai gadis Jepang.
Setelah mengakhiri obrolan mereka barulah Abimanyu menoleh kepada Milea seolah baru menyadari akan kehadiran gadis itu di ruangannya.
"Asik bener ngobrolnya sampai lupa disini ada orang " sindir Milea yang langsung membuat Abimanyu tertawa.
"Kenapa..kesel ?" tanya Abimanyu diantara tawanya.
"Tidak..cuma dongkol saja. Lagian kak Abi kenapa tidak membiarkan aku pulang saja sama Om Bagas dan Tante Felisha..malah menahan aku disini mendengarkan orang pacaran seperti kambing congek " sungut Milea.
"Ya sudah kita pulang sekarang ! " ucap Abimanyu setelah melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan waktunya pulang kantor.
"Dari tadi kek " sungut Milea sambil merapikan bajunya bersiap untuk pulang.
Abimanyu dan Milea berjalan beriringan menuju parkiran. Di loby mereka sempat berpapasan dengan Nakula yang juga akan pulang.
"Hati-hati Bi mengantar anak gadis orang " pesan Nakula.
"Iya kak " jawab Abimanyu.
Sebelum melajukan mobilnya untuk mengantarkan Milea pulang, Abimanyu kembali mendapat telepon dari seseorang dan mereka kembali terlibat obrolan menggunakan bahasa Jepang. Milea dapat menebak siapa yang sedang berbicara dengan Abimanyu di telepon.
Milea yang merasa kesal sengaja membesarkan volume musik dari mobil Abimanyu yang langsung disambut sentilan lembut di tangannya dari Abimanyu.
Meskipun tidak menyakitkan namun sentilan tangan Abimanyu cukup mampu menusuk kedalam hatinya. Dan Milea pun langsung terdiam sambil membuang pandangannya ke samping dengan wajah yang murung.
"Maaf..apakah sakit ? makanya jangan suka jahil " Abimanyu yang menyadari perubahan wajah Milea buru-buru mengambil tangan gadis itu bermaksud akan menggenggamnya namun Milea buru-buru menarik tangannya.
__ADS_1
"Aku ingin pulang kak !" pinta Milea dengan suara lirih.
"Baiklah..kita pulang sekarang !" Abimanyu pun mulai menyalakan mesin mobilnya.
Sepanjang perjalanan Milea tidak banyak mengoceh seperti biasa. Gadis itu terlihat murung dan selalu mengarahkan pandangannya ke samping kiri menghindari bertatapan langsung dengan Abimanyu.
"Kamu sakit ?" tanya Abimanyu tiba-tiba yang dijawab dengan gelengan dari Milea.
"Kamu pasti kesal karena aku suruh menunggu di kantor " tebak Abimanyu. "Kalau begitu aku minta maaf karena sudah membuat kamu kesal " ucap Abimanyu.
Milea temangu..haruskah ia katakan jika ia sangat kesal kepada Abimanyu sejak dari sehari sebelumnya, lebih tepatnya sejak melihat Abimanyu keluar dari restoran Jepang bersama seorang wanita.
"Mau makan bakso ?" Abimanyu menawarkan Milea makan bakso. Biasanya Milea akan sangat senang jika diajak makan bakso.
"Tidak " jawab Milea lirih. Rasa kesalnya kepada Abimanyu membuat selera makannya lenyap seketika.
Karena Milea menolak apapun yang Abimanyu tawarkan akhirnya Abimanyu pun memilih langsung mengantarkan Milea ke rumah Adam.
"Terimakasih " ucap Milea ketika mobil Abimanyu berhenti tepat di depan rumah Adam.
Setelah turun dari mobil Abimanyu Milea pun langsung masuk ke dalam rumah kemudian mengunci diri di dalam kamarnya.
*
Samuel dan teman-temannya cukup peka melihat perubahan yang terjadi pada diri sahabatnya itu.Mereka berlima seperti kehilangan keceriaan dari diri sahabatnya itu.
Kecurigaan teman-teman Milea berubah menjadi sebuah keyakinan ketika pada suatu malam mereka bertemu dengan Abimanyu bersama perempuan bermata sipit yang pernah bertemu dengan mereka keluar dari sebuah coffee shop.
Karena malam itu Milea tidak ikut maka Samuel dan keempat temannya itu berinisiatif mengikuti mobil Abimanyu. Mereka berniat akan memberi pelajaran kepada si gunung es yang sudah menyakiti hati sahabat mereka.
Setelah mengantarkan teman wanitanya ke sebuah apartemen, Abimanyu pun melanjutkan perjalanan pulang. Namun ditengah jalan Abimanyu menyadari jika ada sebuah mobil yang mengikutinya dan ia tau itu adalah mobil Samuel.
"Dasar anak-anak nakal..mau belajar jadi detektif " Abimanyu terkekeh sambil menatap mobil Samuel yang berada di belakangnya melalui kaca spion.
Abimanyu menepikan mobilnya di sebuah coffee shop lain yang kebetulan ia lewati begitu juga dengan mobil Samuel dan keempat temannya.
"Kalian sepertinya ingin berbicara dengan saya " Abimanyu menghampiri mobil Samuel.
"Iya..kami ingin bicara " jawab Samuel tegas. Meskipun masih berseragam putih abu namun ia tidak takut menghadapi Abimanyu karena ia memiliki pasukan yang cukup banyak.
"Kita bicaranya di sana saja !" ajak Abimanyu.
Samuel dan keempat temannya setuju kemudian mereka pun mencari tempat untuk berbicara.
Sebelum mereka memulai berbicara mereka terlebih dahulu memesan minuman.
__ADS_1
"Kita ngobrol nya sambil ngopi biar enak " ucap Abimanyu santai.
Setelah pesanan mereka datang, Abimanyu berusaha menciptakan suasana yang santai kepada kelima remaja itu.
"Apa yang ingin kalian bicarakan kepada saya hingga nekad mengikuti saya ?" tanya Abimanyu.
Kelima remaja itu saling pandang dan akhirnya memilih Samuel sang ketua Genk untuk menjadi juru bicara.
"Kami sebagai sahabat Milea yang sudah sangat mengenalnya merasa marah kepada kak Abi karena kak Abi sudah membuat teman kami berubah.. maksud kami Milea " Samuel mulai mengatakan maksudnya.
"Berubah ? " dahi Abimanyu mengernyit.
"Ya..sejak dekat dengan kak Abi Milea berubah menjadi lebih pendiam..dia selalu menolak pergi dengan kami dan menjadi lebih tertutup " jawab Samuel.
"Mungkin Milea sudah bosan melakukan kenakalan bersama kalian " jawab Abimanyu santai. " bukannya itu bagus ?"
"KENAKALAN.. ?!" Kelima remaja itu langsung melotot tidak terima.
"Sering bolos hingga berakhir mendapat hukuman skorsing itu bukannya bentuk kenakalan kalian ?"
Kelima remaja itu saling pandang dengan wajah yang menyimpan kekesalan yang besar kepada Abimanyu.
"Kami akui jika kami memang sering bolos tapi kami juga punya alasan kenapa kami sering bolos " jawab Samuel.
"Apapun alasannya itu tetap salah " ujar Abimanyu.
"Walaupun kak Abi anggap itu salah tapi kami bangga melakukannya tapi kak Abi sendiri malah menjadikan Milea pacar dan kemudian mengkhianatinya..apa itu juga bukan kenakalan ?" balas Samuel.
Abimanyu terdiam, ditatapnya wajah kelima remaja itu dalam. " Saya tidak pernah mengkhianati Milea " ucapnya tegas.
"Sering jalan dengan perempuan lain apa itu namanya ?" sindir Samuel.
"Kamu juga sering jalan berdua dengan Milea..buktinya saya mendapati kalian jalan berdua di Bekasi " balas Abimanyu.
"Waktu itu kita jalan berenam, aku dan Milea pergi berdua untuk mengantarkan tetangganya Raja yang akan melahirkan ke rumah sakit dan keempat teman saya menunggu di rumah Raja " Samuel membela diri dan diikuti anggukan dari teman-temannya.
Samuel pun terpaksa menceritakan alasan mereka sering bolos dan sering pergi ke Bekasi kepada Abimanyu.
Abimanyu mendengarkan dengan seksama penjelasan dari Samuel dan teman-temannya. Pada akhirnya Abimanyu menyimpulkan jika sebetulnya Milea dan teman-temannya tidak senakal yang ia pikir.
"Jadi apa yang kalian inginkan dari saya ?" tanya Abimanyu setelah mendengarkan semua cerita kelima remaja itu.
"Kami tidak mau kak Abi menyakiti Milea dengan cara mempermainkan perasaannya.. kalau kak Abi masih seperti itu maka kak Abi akan berhadapan dengan kami " ancam kelima remaja itu.
Mendengar ancaman kelima remaja itu Abimanyu pun tersenyum. "Baiklah " jawabnya santai.
__ADS_1
"Saya harus pulang sekarang.. kalian juga harus pulang sebelum orangtua kalian mencari " ucap Abimanyu sambil pergi setelah sebelumnya membayar semua tagihan minum mereka dan meninggalkan kelima teman Milea yang tampak saling pandang satu sama lain.