
Menyadari hubungan Maura dengan Marvin yang sedang tidak baik-baik saja Millie dan Wisnu berusaha memberi pengertian kepada Maura jika yang Marvin lakukan adalah bentuk rasa sayang Marvin kepada Maura.
Meski Maura dapat mengerti dengan alasan Marvin namun tidak serta merta membuat hubungan keduanya kembali seperti dulu.
Maura terlihat mulai menjaga jarak dari Marvin, begitu juga dengan Marvin yang tidak lagi berani terlalu turut campur urusan remaja itu. Marvin tidak mau sampai Maura ngambek kepadanya seperti tempo hari.
Komunikasi keduanya pun tidak lagi se intens dulu. Baik Maura ataupun Marvin hanya saling berkomunikasi jika ada sesuatu yang penting saja.
Sepulang sekolah Millie menyuruh Maura ke kantornya, rencananya mereka akan pergi belanja sepulang Millie dari kantor.
Maura diantarkan ke kantor Millie oleh Adi karena rumahnya satu arah. Begitu turun dari mobil Adi, Maura langsung masuk kedalam lift dan naik kelantai tempat ruangan Millie dan Adam juga ruangan Marvin berada.
Setibanya di ruangan kerja Millie Maura mendapati ruangan itu kosong. Menurut sekertarisnya Millie sedang berada di ruangan direktur.
Karena tidak nyaman sendirian di ruangan kerja Mommy nya, Maura pun menyusul ke ruangan Adam.
"Kakak..sini Sayang " Adam melambaikan tangannya menyuruh Maura masuk.
Di ruangan direktur selain ada Adam dan Millie juga ada Marvin. Sepertinya mereka baru selesai membahas sesuatu yang penting. Maura mencium tangan semua yang ada disitu termasuk Marvin.
"Tumben kakak kesini ?" tanya Adam begitu Maura duduk di ujung sofa sementara Marvin duduk di ujung yang lain.
"Sudah janjian sama Mommy Pih " jawab Maura.
"Kalau perempuan sudah janjian pasti tidak jauh dari urusan belanja " tebak Adam.
"Iya dong Pih..enaknya sudah punya anak gadis ya begini...ada teman buat ngabisin uang suami " jawab Millie sambil tertawa.
Sambil ngobrol Millie dan Adam diam-diam memperhatikan Maura dan Marvin yang masih terlihat saling mendiamkan.
Untuk menghilangkan suasana yang sedikit canggung Millie pun mengajak Maura ke ruangannya.
"Kakak tidak apa-apa kan kalau menunggu sebentar sampai Mommy selesaikan pekerjaan dulu ?" tanya Millie.
"Tidak apa-apa Mom " jawab Maura.
Ketika menunggu Millie menyelesaikan pekerjaannya tiba-tiba seorang OB masuk sambil membawa kotak ayam goreng kesukaan Maura.
"Ini siapa yang pesan ?" tanya Millie karena ia tidak merasa memesan apapun.
"Pak Marvin Bu..katanya buat non Maura " jawab Ob itu sambil meletakkan kotak ayam goreng kesukaan Maura itu diatas meja.
"Meskipun kalian musuhan tapi Om Marvin masih tetap perhatian Lo sama Kaka " ujar Millie sambil tersenyum.
__ADS_1
"Kakak tidak musuhan sama Om Marvin Mom " jawab Maura sambil mulai menikmati ayam gorengnya.
"Tidak musuhan tapi tidak teguran, apa bedanya kak ?" tanya Millie sambil meneruskan pekerjaannya.
"Kakak itu sudah besar Mom..jadi tidak mungkin kakak ngikutin Om Marvin terus, apalagi sebentar lagi Om Marvin akan menikah dengan kak Nisa..Om Marvin akan punya kehidupan sendiri jadi aku harus terbiasa tidak tergantung sama dia " ujar Maura sambil mengunyah makanannya.
Millie menatap kagum pada putri sulungnya. Millie tidak menyangka jika dibalik sifat judesnya ternyata Maura memiliki pemikiran yang cukup dewasa.
"Kakak sekarang sudah mulai dewasa, Mommy bangga sama kakak " puji Millie.
"Kakak juga bangga punya ibu sebaik Mommy " balas Maura.
"Ternyata Daddy tidak salah pilih menjadikan Mommy ibu untuk aku dan Mile " sambung Maura.
"Sebetulnya Mommy dulu mau menikah sama Daddy juga karena Mommy sudah lebih dulu jatuh cinta sama kakak dan Mile..bukan sama Daddy " ujar Millie.
"Haaah..yang bener Mom ?" Maura melongo. Millie mengangguk.
"Berarti dulu Mommy tidak cinta dong sama Daddy ?" tanya Maura.
"Bukan tidak cinta kak..tapi belum " jawab Millie sambil tersenyum. Maura manggut-manggut tanda mengerti.
Tidak butuh waktu lama bagi Maura untuk menghabiskan semua ayam goreng dalam kotak itu.
Setelah Maura menghabiskan ayam gorengnya tidak lama kemudian Millie pun menyelesaikan pekerjaannya.
Millie dan Maura terlihat masuk ke sebuah toko tas dengan brand ternama.Keduanya asik memilih tas yang mereka inginkan.
Millie memilihkan tas untuk Maura dengan model yang cocok untuk remaja seusia Maura.
Setelah mendapat tas yang mereka inginkan mereka melanjutkan memasuki sebuah toko kosmetik.
Millie begitu memperhatikan kebutuhan Maura yang sudah menginjak remaja.
Selain membeli kosmetik untuk mereka,Millie juga membelikan kosmetik khusus anak-anak untuk Milea.
Acara belanja hari ini dikhususkan untuk membeli kebutuhan perempuan termasuk pakaian dalam untuk Maura
Di toko itu Millie membeli dua buah lingerie. Maura memilihkan yang berwarna hitam dan putih.
"Daddy pasti senang dibelikan ini " bisik Maura sambil terkikik
"Kakak ada-ada saja " Millie ikut tertawa membayangkan Wisnu sedang memakai lingerie itu.
__ADS_1
Sebelum pulang kedua wanita itu membeli banyak makanan untuk Mile, Malik dan Meysha.
Jam tujuh malam mobil Millie terdengar memasuki halaman rumah. Tidak lama kemudian Millie dan Maura turun sambil membawa kantung belanjaan yang lumayan banyak.
"Haduh ini dua anak gadis Daddy habis belanja " Wisnu berkacak pinggang sambil geleng-geleng kepala.
Maura dan Millie menyembunyikan kantung belanjaan mereka yang cukup banyak itu dibelakang tubuh mereka.
"Tidak usah disembunyikan..Daddy sudah lihat kalau kalian hari ini habis merampok uang Daddy " ujar Wisnu. Maura dan Millie hanya tertawa.
"Anak-anak mana Mas ?" tanya Millie sambil celingukan mencari Mile, Malik dan Meysha. Sementara Maura langsung membawa barang belanjaannya ke kamar.
"Semua sudah tidur " jawab Wisnu.
"Sayang sekali padahal aku beli makanan banyak untuk anak-anak " ujar Millie.
"Kamu tidak belikan apa-apa buat Mas ?" tanya Wisnu.
"Ada..nanti aku kasihnya di kamar " jawab Millie sambil membawa kantung belanjaan nya ke kamar. Wisnu mengikuti dari belakang.
"Sayang..katanya beli sesuatu untuk Mas ?" Wisnu duduk menunggu.
"Ini untuk Mas " Millie memberikan paperbag berisi lingerie pilihan Maura sebelum ia beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Mata Wisnu langsung melongo melihat isi didalam paperbag itu. Namun tidak lama kemudian senyum lebar mengembang di bibirnya.
"Sayang kalau sudah selesai mandinya di pake ya " pinta Wisnu sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.
"Iya " jawab Millie dari dalam kamar mandi.
Sementara di kamar Maura, gadis itu sedang sibuk membongkar barang belanjaannya.
Tas dan baju-baju juga kosmetik yang baru dibelinya sudah ia simpan ke tempatnya.
Setelah semuanya rapi Maura pun berbaring sambil memegang ponselnya.
Maura baru ingat jika ia belum sempat mengucapkan terimakasih kepada Marvin karena tadi sudah dibelikan ayam goreng kesukaannya pada saat di kantor Mommy nya.
Om terimakasih tadi ayam gorengnya
Maura mengirimkan pesan singkat kepada Marvin. Tidak lama kemudian Marvin pun membalas.
Ya
__ADS_1
Hanya itu pesan balasan dari Marvin. Maura menatap layar ponselnya dengan wajah sedih, berharap bukan hanya dua huruf itu yang Marvin tulis..tapi nyatanya tidak ada lagi.
Dukungannya dong pliiis.. Happy reading 😘😘😘