My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Lost Contact


__ADS_3

Awal tahun ajaran baru kali ini Milea merasa ada yang berbeda dan seperti ada satu sesuatu yang hilang dari dirinya.


Mood Milea yang mendadak tidak baik setiap pulang sekolah tentu saja dapat ditangkap dengan jelas oleh pak Muh.


Pria paruh baya itu diam-diam menyembunyikan senyumnya ketika melihat wajah muram Milea setiap kali pulang sekolah.


"Kalau Neng Mile tidak suka dijemput pake mobil, pak Muh tidak keberatan jemput neng Mile pake motor..nanti pak Muh jemputnya pake motor Om Marvin yang yang keren " ucap pak Muh menggoda.


"Tidak mau.. jemputnya pake mobil saja " jawab Milea mengibaskan tangannya.


"Kenapa tidak mau Neng..biasanya kalau dijemput den Abi pake motor mau..kan motor Om Marvin juga sama bagusnya dengan motor den Abi " pak Muh terus menggoda.


"Sebetulnya aku mau dijemput kak Abi juga karena terpaksa saja..aku cuma tidak enak jika menolak karena dia itu anaknya teman Papih, nanti kalau ngadu aku pasti kena marahin sama Papih " jawab Milea sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ooh begitu ya " gumam pak Muh sambil sedikit menarik sudut bibirnya.."Dasar bocah " batinnya.


Setibanya di rumah Maura dan Mikha yang sedang menimang si kembar langsung dapat menangkap wajah murung Milea.


"Kenapa ini bibir..lagi datang bulan ya ?" Maura mencomot bibir Milea.


"Tidak kak..aku sedang cape saja " jawab Milea sambil mencium pipi si kembar bergantian dengan gemas.


"Makan gih..sudah makan langsung istirahat biar capenya hilang " titah Mikha.


"Iya Mih " jawab Milea sambil kembali mencium si kembar sebelum beranjak ke ruang makan.


Wajah murung Milea seketika sirna ketika Abimanyu mengirimkan pesan untuknya.


Sudah pulang sekolah ? tanya Abimanyu.


Sudah jawab Milea.


Milea menghentikan makannya dan menatap layar ponselnya menunggu Abimanyu mengirim pesan balasan. Setelah sekian waktu berlalu Milea dibuat kecewa karena Abimanyu tidak mengirimkan pesan balasan lagi untuk Milea.


"Huh..dasar gunung es..manusia patung masa cuma nanya begitu doang " umpat Milea dalam hati dan kembali melanjutkan makannya.


Sejak Abimanyu memutuskan melanjutkan sekolah di Jepang baru sekali itu saja remaja tampan itu mengirimi Milea pesan.


Komunikasi antara Abimanyu dan Milea yang sangat minim akhirnya terputus ketika Milea kehilangan ponselnya dalam perjalanan ke Bandung.


Saat itu Milea dan teman-temannya pergi ke Bandung dengan menggunakan kereta.


Milea yang sedikit ceroboh baru menyadari ponselnya hilang setelah tiba di rumah Opa dan Oma nya di Bandung.

__ADS_1


Mengetahui ponsel cucu nya hilang Opa pun langsung membelikan ponsel baru untuk Milea.


Meskipun Milea sudah mendapat gantinya namun ia harus kehilangan semua kontak di ponselnya termasuk nomor Abimanyu.


Abimanyu menatap nanar kearah layar ponsel dalam genggamannya. Sudah seminggu ini ia tidak bisa menghubungi dan berkirim pesan kepada Milea.


Abimanyu tampak kecewa karena ia mengira jika Milea telah berganti nomor dan sengaja tidak memberitahu nomor barunya kepadanya.


Remaja tampan itu tidak mengetahui jika sebetulnya ponsel Milea hilang dalam perjalanan ke Bandung.


Abimanyu tidak cukup berani meminta Daddy nya untuk meminta nomor telepon Milea yang baru kepada Adam dan memilih menerima kenyataan harus lost contact dengan Milea.


Beberapa bulan kemudian saat liburan Natal dan tahun baru Abimanyu beserta Luna dan Kenzo pulang ke Jakarta.


Kepulangannya kali ini Abimanyu berniat untuk mencari nomor telepon Milea yang baru. Namun ketika ia mendatangi rumah Adam ia harus kecewa karena Milea dan keluarganya sedang berlibur di Bali dan menghabiskan libur natal dan tahun barunya disana.


Namun Abimanyu sempat menitipkan oleh-oleh khas Jepang yang ia titipkan kepada satpam penjaga rumah Adam.


Sampai Abimanyu kembali ke Jepang ia tidak sempat bertemu dengan Milea dan belum berhasil mendapatkan nomor telepon gadis itu.


Setelah pulang berlibur dari Bali Milea kaget ketika satpam rumahnya memberikan sebuah paperbag yang katanya titipan dari seseorang untuk Milea.


Mata Milea langsung membola melihat isi dalam paperbag itu adalah beberapa macam pernik khas Jepang.


Dalam sekali lihat saja Milea sudah dapat menebak siapa yang telah menitipkan semua itu untuknya.


"Eh tapi kak Abi kan tidak tau nomor telepon aku yang baru " Milea tertawa sambil menggaruk pelipisnya.


*


Satu tahun berlalu Milea akhirnya menanggalkan seragam putih biru nya. Satu tahun pula Milea dan Abimanyu tidak ada komunikasi. Milea pun sepertinya sudah lupa akan sosok Abimanyu yang sedang berada di bagian bumi yang lain.


Untuk merayakan kelulusannya Milea dan teman-temannya membuat pesta kecil-kecilan di villa milik Samuel di daerah puncak.


Milea yang baru pertama kali datang di villa milik Samuel terlihat kaget karena villa milik Samuel ternyata berdekatan dengan villa milik keluarga Bagas.


Bahkan Milea cukup kenal dengan mobil Bagas yang kebetulan terparkir di halaman villa megah itu menandakan jika Bagas sedang ada disana.


Meskipun Milea mengetahui jika Bagas sedang berada disana namun Milea samasekali tidak berniat untuk menemuinya.


Meskipun Milea tidak berniat untuk menemui Bagas namun gadis remaja itu tidak bisa menghindar ketika tiba-tiba Bagas dan Felisha datang ke villa milik Samuel untuk menemui Milea.


"Kenapa kamu tidak menemui kami padahal villa kita berdekatan ?" Felisha langsung mengomel membuat Milea menunduk menyembunyikan wajahnya.

__ADS_1


"Kalau saja Alysha tidak bilang melihat kamu disini Om dan Tante tidak akan tau kalau kamu juga sedang menginap disini " ucap Bagas.


Milea menoleh kearah Alysha yang sedang tersenyum kepadanya. Ternyata mata bocah itu cukup jeli sehingga bisa mengenali Milea.


"Iya Om..Tante..kita sedang merayakan perpisahan kelas disini " jawab Milea.


"Baiklah..jam berapa pestanya selesai ? kalau bisa jangan malam-malam " pinta Bagas.


"Tidak akan Om..paling jam 11 selesai " Samuel yang menjawab.


"Oke..nanti jam 11 Om kesini lagi untuk menjemput Milea..dia akan tidur bersama kami " ucap Bagas sambil pamit kembali ke villa mereka.


Milea hanya melongo menatap kepergian Bagas dan Felisha.


Namun ia sempat melihat Alysha menoleh dan tersenyum sambil melambaikan tangannya kepada Milea.


Setelah Bagas dan Felisha juga Alysha berlalu pesta kecil-kecilan itu pun kembali dilanjutkan.


Tepat jam 11 malam Bagas benar-benar datang untuk menjemput Milea di villa milik Samuel.


Milea tidak punya pilihan lain selain mengikuti langkah Bagas ketika tangan kokoh itu menuntunnya membelah gelapnya malam untuk kembali ke villa nya.


"Papih kamu tau kalau kamu ada acara disini ?" tanya Bagas.


"Tau Om..karena ini adalah acara teman sekelas aku Om " jawab Milea.


"Bagus..awas saja kalau kamu pergi tanpa ijin dari mereka " ancam Bagas.


"Tidak Om " jawab Milea mengkerut.


Setibanya di villa ternyata Felisha belum tidur dan sedang menunggu mereka.


"Kamu tidur bersama Alysha ya Sayang " Felisha menuntun Milea ke kamar Alysha.


"Iya Tan " jawab Milea.


"Besok pagi Alysha pasti senang mendapati kamu ada disini " ujar Felisha sambil menuntun Milea naik ke ranjang berukuran cukup besar dimana Alysha sudah tertidur lelap.


Felisha baru meninggalkan kamar setelah Milea tertidur. Sebelum keluar dari kamar wanita cantik itu terlebih dahulu menarik selimut tebal hingga menutupi dada Milea dan Alysha.


"Aku seperti memiliki dua putri kembali setelah Kenzo mencuri Luna dariku " ujar Felisha setelah kembali ke kamarnya dan menemui Bagas yang sudah menunggunya diatas kasur empuknya.


"Apa kita sebaiknya tambah momongan lagi ?..Mas masih kuat loh nambah adik untuk Alysha " ucap Bagas sambil menarik tubuh Felisha kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Iya aku tau Mas masih kuat..tapi aku sudah tidak mau membagi kamu lagi " jawab Felisha sambil menenggelamkan wajahnya di dada Bagas.


"Baiklah kalau begitu " jawab Bagas.


__ADS_2