My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Berlibur di villa part 1


__ADS_3

Jumat sore keluarga Adam pergi untuk memenuhi undangan menginap di villa keluarga Bagas di puncak. Dari Jakarta mereka pergi dengan menggunakan dua mobil.


Keluarga Bagas sudah tiba di Puncak dari Jumat siang. Mereka sudah menyediakan banyak makanan untuk menyambut tamu mereka.


Acara di villa kali ini ketiga anak Bagas yaitu Nakula, Sadewa dan Luna tidak bisa hadir karena mereka sedang berlibur bersama di negara asal leluhur Kenzo.


Setelah magrib rombongan keluarga Adam tiba di villa. Bagas dan Felisha menyambut kedatangan keluarga Adam dengan hangat.


"Sayang Alysha sudah tidur, kalau belum tidur dia pasti senang kalian datang " ucap Felisha kepada ketiga tuyul Milea, Malik dan Meysha.


Felisha tidak menyadari jika bukan hanya putri bungsunya saja yang senang dengan kedatangan keluarga Adam di villa mereka tapi Abimanyu juga.


Karena keluarga Adam datang pas waktu makan malam Felisha pun langsung menjamu mereka dengan banyak makanan di meja makan.


Pada saat makan malam Milea tidak menyadari jika Abimanyu diam-diam terus memperhatikan nya.


Gadis belia itu terlalu cuek bahkan cenderung mengabaikan Abimanyu karena masih kesal kepada Abimanyu yang telah membuatnya menunggu di gerbang sekolah selama satu jam.


Setelah selesai makan mereka tidak melakukan aktifitas apapun selain beristirahat di kamar yang sudah Felisha siapkan untuk mereka.


Begitu masuk ke kamar Maura langsung menarik selimut dan menggulung tubuhnya didalamnya.


"Kamu dingin Sayang ?" tanya Marvin.


"Iya " jawab Maura dari dalam selimut.


"Kalau dingin kenapa tidak minta peluk aku saja " Marvin menyingkap kan selimut yang membungkus tubuh Maura.


"Aku sedang tidak ingin dekat-dekat dengan kamu Sayang " jawab Maura.


"Apaaa ?" Marvin tampak tercengang.


"Entah mengapa kakak tidak nyaman saja cium wangi tubuh kamu Sayang " jawab Maura.


"Ya Tuhaaan kenapa ngidamnya begini sih Sayang " keluh Marvin sambil menjambak rambutnya.. ngidamnya Maura kali ini sangat menyiksa lahir dan batinnya apalagi di puncak yang berhawa dingin.


"Kakak juga tidak ingin Sayang ..tapi sepertinya ini keinginan anak-anak kita " jawab Maura menatap iba pada wajah tampan Marvin.


Sebelumnya Marvin sudah sering mendengar jika ada sebagian wanita yang sedang ngidam tidak mau di dekati ataupun disentuh oleh suaminya, namun Marvin tidak menyangka jika itu kini menimpa padanya.


Meskipun tidak mau disentuh dan dipeluk namun Marvin masih diperbolehkan tidur satu ranjang dengan Maura.

__ADS_1


Setelah Maura tertidur dengan lelap barulah Marvin merapatkan tubuhnya kepada tubuh hangat Maura.


"Dek..ngidamnya jangan seperti ini dong Sayang..kalian tidak kasian sama Ayah setiap malam kedinginan " bisik Marvin sambil mengelus-elus perut Maura yang semakin terlihat menonjol.


Pada saat mengelus perut Maura, Marvin terkesiap ketika telapak tangannya merasakan getaran halus di perut Maura.


Marvin kembali mengusap perut Maura dan getaran halus itu pun kembali terasa. Rupanya si kembar sedang memberitahukan keberadaannya di perut bundanya.


"Yang sehat ya di perut bunda dan jangan buat bunda susah " pesan Marvin sambil terus menciumi perut Maura.


Keesokannya pagi-pagi sekali Alysha yang baru bangun tidur langsung heboh ketika mengetahui jika Milea benar-benar menginap di villanya.


"Aku mau ke kakak Mile " Alysha hendak beranjak ke kamar Milea.


"Jangan dulu Sayang..kakak Mile nya masih tidur " Felisha melarang.


"Lebih baik mandi dulu biar cantik dan wangi ..kalau belum mandi nanti kakak Mile nya tidak mau ketemu bau " bujuk Bagas.


"Baiklah..tapi mandinya sama Daddy " Alysha merentangkan tangannya kepada Bagas.


"Haduuh ini anak manja banget " Bagas menggendong Alysha dan dibawa ke kamar mandi.


"Tidak Mas " jawab Felisha.


"Baiklah " jawab Bagas.


Setelah selesai mandi Alysha langsung mencari Milea di kamarnya.


"Kakak Mile.. Malik..ayok kita main !" Alysha mengetuk pintu kamar Milea.


Milea dan Malik yang sudah mandi pun keluar menemui Alysha.


Alysha hendak membawa Milea dan Malik ke halaman belakang untuk bermain di dekat kolam ikan namun dicegah oleh Felisha.


"Sebelum pergi main sebaiknya sarapan dulu " Felisha menggiring ketiga bocah itu ke ruang makan dimana semua sudah berkumpul untuk sarapan.


Abimanyu yang juga sudah ada disana diam-diam memlirik kearah Milea yang kebetulan duduk disebelahnya.


Suasana sarapan pagi di villa itu terasa ramai oleh celotehan anak-anak.


Setelah sarapan pagi selesai Alysha mengajak Milea dan Malik bermain di halaman belakang villa yang luas dan sejuk.

__ADS_1


Malik dan Milea terlihat anteng bermain sambil mengejar kelinci milik Alysha yang lumayan banyak.


"kakak juga di Bandung punya banyak kelinci di rumah Opa..nanti kamu main ya kesana " ajak Milea.


"Iya..kelinci kita juga banyak sama seperti punya kamu banyak " timpal Malik.


"Iya nanti aku mau main ke rumah Opa kakak Mile " jawab Alysha.


Disaat para bocah anteng bermain di halaman belakang, para pria terlihat serius mengobrol di teras belakang sambil mengawasi anak-anak bermain.


Di area dapur tampak keempat wanita sedang sibuk memasak bersama dua orang pelayan. Maura yang sedang hamil dilarang banyak beraktifitas oleh Felisha. Akhirnya Maura hanya duduk sambil memegang Meysha.


Abimanyu yang tidak memiliki teman mengobrol memilih ikut bergabung dengan ketiga bocah yang sedang anteng bermain di halaman belakang.


Tanpa berkata sepatah kata pun Abimanyu duduk di sebuah bangku. Milea yang baru menjatuhkan bokongnya disana buru-buru menggeser duduknya menjauh dari Abimanyu.


"Kamu masih marah ya sama kakak ?" tanya Abimanyu.


"Marah kenapa ?" Milea balik bertanya.


"Karena kakak terlambat jemput kamu " jawab Abimanyu dengan mata lurus kedepan memperhatikan Malik dan Meysha yang sedang mengejar-ngejar kelinci.


"Aku tidak marah kok " jawab Milea.


"Tidak marah tapi menolak kakak jemput lagi " ujar Abimanyu.


"Aku memang tidak marah..aku hanya kapok saja janjian sama kakak..ngaret terus " ucap Milea menohok.


"Kemarin itu kakak tiba-tiba ada pelajaran tambahan..kakak mau mengabari kamu tapi tidak punya nomornya " Abimanyu menjelaskan alasan keterlambatan dirinya menjemput Milea tempo hari.


"Kakak minta nomor telepon kamu ya " pinta Abimanyu.


"Tidak " jawab Milea ketus.


"Katanya tidak marah..tapi diminta nomor telepon saja tidak kasih..nanti bagaimana cara ngabarin kamu nya kalau kita mau pergi konvoi ?" tanya Abimanyu.


"Aku tidak jadi ikut " jawab Milea


"Kenapa ?" tanya Abimanyu


"Tidak kenapa-napa cuma tidak mau ikut saja " jawab Milea santai kemudian beranjak menghampiri Malik dan Alysha yang sedang mengejar-ngejar kelinci meninggalkan Abimanyu yang tampak melongo menatap kepergian gadis belia itu.

__ADS_1


__ADS_2