My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Di labrak


__ADS_3

Weekend ini Marvin tidak bisa ikut ke Bandung bersama Millie dan Wisnu seperti biasanya dikarenakan Marvin pergi ke Surabaya untuk menemui teman kuliahnya sewaktu di Kanada.


Setelah lulus dari sekolah bisnis di Kanada hampir dua tahun yang lalu mereka memang tidak pernah bertemu meskipun sama-sama tinggal di Indonesia.


Teman kuliah Marvin itu bernama Felix dan tinggal di Surabaya. Felix mulai berkecimpung di dunia bisnis keluarga sama seperti Marvin.


Setibanya di Surabaya Felix sendiri yang menjemput Marvin di bandara.


"Makin ganteng saja Lo " Felix melirik Marvin sambil menyalakan mesin mobilnya.


Marvin hanya tersenyum saat mobil Felix mulai melaju meninggalkan bandara Juanda dan membawanya ke apartemennya yang berada di pusat kota Surabaya.


"Sejak kapan Lo tinggal di apartemen ?" tanya Marvin begitu mereka sudah sampai di unit apartemen milik Felix.


"Sejak orangtua gw maksa terus gw supaya nikah secepatnya " jawab Felix sambil tertawa.


Marvin ikut tertawa, Felix yang keturunan Tionghoa memang sudah disiapkan jodohnya oleh orangtuanya dari sejak kecil.


Sejak sama-sama menimba ilmu di Kanada Felix adalah satu-satunya teman yang tau rahasia hati Marvin, begitu juga dengan Felix..hanya kepada Marvin lah Felix mencurahkan isi hatinya yang selalu gundah karena menjadi korban perjodohan orangtua.


"Bagaimana hubungan Lo sama si judes setelah Lo sama Nisa bubar jalan ?" tanya Felix sambil memberikan satu minuman kaleng kepada Marvin.


Meski jarang bertemu namun Felix tau jika hubungan Marvin dengan Nisa sudah putus karena mereka masih sering berkomunikasi.


"Masih pendekatan..gw ga mau terlalu gegabah..dia sudah mulai mau manja-manja lagi sama gw seperti dulu saja gw sudah senang banget " jawab Marvin.


"Yang penting gw mau Maura nyaman dulu sama gw..gw kasih kesempatan dia untuk menikmati masa remaja nya dengan bersosialisasi dan pacaran sebelum gw halalin dia " sambung Marvin.


"Bersosialisasi dan pacaran..maksud Lo Maura punya pacar ?" dahi Felix mengernyit.


"Ya..ga masalah dia sekarang punya pacar yang penting nanti nikahnya sama gw " jawab Marvin santai.


"Selagi dia menikmati masa remajanya biar gw usaha buat nyari restu keluarga gw..biar nanti kalau Maura kasih lampu hijau dia sudah tidak usah pusing mikirin usaha mencari restu dari keluarga " sambung Marvin.


"Kalau dia tidak ngasih lampu hijau atau keluarga Lo tidak setuju bagaimana ?" tanya Felix.


"Gw akan tetap berusaha sampai titik darah penghabisan " jawab Marvin.


"Gila Lo..sudah cinta mati rupanya Lo sama si judes " Felix tertawa.


"Si judes sekarang kelas berapa ?" Felix tampak penasaran akan sosok gadis kecil yang sudah mencuri hati sahabatnya itu.


"Kelas dua SMA " jawab Marvin.


"Hadeuuh..lagi ranum-ranumnya "

__ADS_1


"Emangnya mangga ranum " Marvin tertawa sambil melemparkan bantal kursi kearah Felix.


*


Setelah beberapa bulan putus dengan Marvin, hubungan Nisa dengan Yudhis menjadi semakin dekat saja.


Yudhis yang agak pecicilan namun lucu persis seperti Papanya membuat Nisa begitu nyaman dan dapat dengan cepat melupakan kesedihannya setelah hubungannya dengan Marvin berakhir.


Weekend ini Yudhis membawa Nisa ke rumah orangtuanya di Bandung untuk menghadiri acara syukuran kepulangan Mama dan Papanya yang baru pulang umroh beberapa hari yang lalu.


Di Bandung Nisa berkesempatan mengenal keluarga besar Yudhis yang berasal dari keluarga pengusaha.


Nisa baru tau jika Yudhis ternyata memiliki kakak laki-laki bernama Raka dan sudah memiliki dua orang anak yang lucu-lucu bernama Dikha dan Disya.


Nisa tidak mengira jika Raka itu kakak Yudhis karena wajah mereka yang tidak terlalu mirip.


Menurut Nisa Raka lebih mirip Om nya yang seorang pengusaha dibanding Papa Yudha.


Waktu pertama kali bertemu Nisa mengira jika Raka adalah putra Om nya Yudhis yang biasa dipanggil Papi Adit.


Selesai acara syukuran yang diisi dengan acara pengajian , Yudhis membawa Nisa jalan-jalan menikmati indahnya kota Bandung di malam hari.


Setelah puas berputar-putar kota Bandung mereka nongkrong di sebuah coffee shop di daerah Setiabudi.


"Keluarga kamu semua baik-baik ya " puji Nisa.


"Kamu punya sepupu kembar ?" Nisa melongo.


"Iya..mereka mirip banget tapi mereka sedang kuliah di Australia dan kak Aaran sedang berada di Bali bersama keluarga suaminya " jawab Yudhis.


"Ya ampun.. bagaimana kalau mereka punya pacar, pasti pacar-pacar mereka bingung " Nisa tertawa membayangkan wajah Rafa dan Rafi yang pasti membingungkan.


"Waktu pertama kali bertemu kak Raka aku kira dia kakak sepupu kamu juga..soalnya wajahnya mirip sama Papi Adit " ucap Nisa.


"Ya pasti mirip Papi Adit karena emang Papi Adit adalah Papa nya kak Raka " jawab Yudhis.


Nisa mengurut pelipisnya terlihat bingung. Yudhis tertawa melihat kebingungan Nisa.


"Dulunya Mama aku menikah sama Papi Adit, setelah punya anak kak Raka mereka bercerai dan Papi Adit menikah sama adik Mama yaitu Mami Nana..dan Mama menikah sama Papa Yudha..Papa aku " Yudhis menceritakan silsilah keluarganya.


"Oh begitu..jadi Papi Adit turun ranjang dong sama Mami Nana " Nisa mulai mengerti.


"Iya " jawab Yudhis.


"Hebat ya meskipun berstatus mantan tapi mereka pada akur " puji Nisa.

__ADS_1


"Iya..aku bahagia memiliki mereka " jawab Yudhis.


Semakin malam coffee shop semakin banyak dikunjungi pasangan muda yang ingin menghabiskan malam Minggu berdua.


Diantara para pasangan muda itu ada Maura dan Zico yang terlihat baru datang dan sedang mencari meja yang kosong.


"Itu kan Keponakan mantan pacar kamu.. si judes " Yudhis mencolek tangan Nisa memberitahu kedatangan Maura.


"Iya..Maura sama Zico " Nisa mengikuti arah pandangan Yudhis. Nisa melongo menatap Maura yang terlihat mesra dengan Zico.


Jangan-jangan mereka pacaran batin Nisa.


Nisa yang sedang menatap kearah Maura dan Zico kaget ketika pandangan mereka bertemu.


Maura yang baru menyadari jika disana ada Nisa dan Yudhis langsung berdiri dan beranjak menghampiri meja tempat Nisa dan Yudhis.


"Mau kemana Ra ?" tanya Zico.


"Sebentar aku mau nemui kak Nisa dulu " jawab Maura.


"Ternyata kecurigaan aku selama ini kalau kak Nisa dan kak Yudhis pacaran itu terbukti..Kak Nisa tega banget sih menuduh Om Marvin pacaran sama aku padahal kak Nisa sendiri yang selingkuh sama kak Yudhis " Maura dengan beraninya langsung memarahi Nisa.


Nisa tampak kaget tidak menyangka jika Maura akan berani memarahinya demi membela Om nya.


Meskipun dimarahi oleh Maura Nisa tidak merasa kesal ataupun marah, gadis itu malah terlihat berusaha menyembunyikan tawanya karena melihat Maura yang menurutnya lucu.


Meskipun mungkin belum saling menyadari perasaan masing-masing namun Nisa dapat melihat betapa besarnya rasa sayang Maura untuk Om nya itu.


Selesai memarahi Nisa Maura mengajak Zico untuk pergi dari tempat itu.


Setelah Maura dan Zico pergi Nisa dan Yudhis pun tidak dapat menahan tawa mereka.


"Lucu sekali anak itu berani melabrak kamu " ucap Yudhis diantara tawanya.


"Kelihatan sekali betapa sayangnya dia sama Marvin sampai-sampai berani memarahi aku " ujar Nisa sambil tertawa.


Meski diwarnai insiden dimarahi oleh Maura namun tidak merubah suasana malam itu menjadi buruk.


Nisa dan Yudhis tampak enjoy, justru mereka menjadi lebih mengenal baik buruknya satu sama lain dan yang pasti membuat Nisa nyaman bersama Yudhis.


Karena malam semakin larut, mereka pun memutuskan untuk pulang. Begitu sampai di parkiran Yudhis dan Nisa menggerutu ketika mendapati keempat ban mobil Yudhis kempes.


"Dasar anak nakal " umpat Yudhis.


"Kenapa sih selalu harus kempesin mobil aku " kesal Yudhis.

__ADS_1


Nisa dan Yudhis sudah bisa menebak ulah siapa yang sudah membuat keempat ban mobil Yudhis kempes.


__ADS_2