
Pagi-pagi sekali Abi sibuk menyirami kebun sayurnya di belakang. Biasanya Milea yang melakukannya, namun kali ini Abi berinisiatif melakukannya untuk menghindari Milea yang masih marah kepadanya.
Abi memang sengaja menghindar agar Milea merasa nyaman di rumah dengan membatasi pertemuan mereka yang dikhawatirkan akan memicu kemarahan Milea.
Selesai menyiram Abi menggunakan sarung tangan kemudian mencabuti rumput yang tumbuh di kebun sayur mereka. Tidak terasa Abi berada di kebun sayur mini mereka sampai hampir jam sembilan.
"Pak..kata ibu bapak disuruh sarapan !" asisten rumah tangga mereka menghampiri Abimanyu atas perintah Milea.
Abi melirik arloji yang melingkar di pergelangan tangannya, Abi baru sadar jika sekarang sudah terlalu siang untuk sarapan.
"Ibu sudah sarapan ?" tanya Abi.
"Belum pak " jawab asisten rumah tangga mereka.
Abi yang mendengar jika Milea belum sarapan langsung menghentikan pekerjaannya.
Setelah mencuci tangannya Abi pun menghampiri Milea yang sedang berbaring di sofa di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
"Bibik bilang kamu belum sarapan, kenapa ? kamu ingin sakit ya ?" tanya Abimanyu lebih tepatnya mengomel.
"Sedang tidak selera makan " jawab Milea tanpa mengalihkan wajahnya sedetikpun dari layar ponselnya.
"Aku tidak mau tau, kamu harus makan sekarang !" Abimanyu merampas ponsel Milea kemudian memaksa Milea bangun dan menariknya ke meja makan.
"Aku sedang tidak mau makan !" Milea meronta dan menolak ketika Abimanyu memaksanya makan.
Abimanyu mendudukan Milea di kursi kemudian ia menarik kursi dan meletakannya tepat di depan Milea.
Kursi itu ia duduki dan kaki Abimanyu mengunci kaki Milea agar tidak bisa kemana-mana.
"Buka mulutnya, kunyah dan telan !" Abimanyu memaksa menyuapi Milea makan.
"Kak Abi itu maksa sekali sih.. aku sedang tidak selera makan " Milea protes dengan mulut penuh dan mata berkaca-kaca.
"Kamu harus makan Sayang, kalau kamu tidak makan nanti kamu sakit " Abimanyu terus menyuapi Milea.
"Tapi aku tidak suka makanannya " Milea menolak untuk menelan makanannya hingga mulutnya penuh.
"Milea..telan makanannya ! Kamu boleh marah dan mengabaikan aku tapi kamu tidak boleh melupakan jam makan kamu !" perintah Abimanyu.
Milea dengan sudah payah berusaha menelan makanan yang memenuhi mulutnya namun ternyata perutnya tidak bisa menerima dan akhirnya Milea pun muntah tepat mengenai baju Abimanyu.
Sebetulnya jika saja kaki Abimanyu tidak mengunci tubuhnya di kursi Milea pasti masih sempat berlari ke westafel untuk memuntahkan makanannya.
Abimanyu melongo menatap muntahan Milea yang tepat mengenai bajunya, dan kesempatan itu Milea pergunakan untuk kabur ke kamarnya.
"Ya Tuhaaan Gemoy !" Abimanyu langsung membuka kaosnya yang menjijikan itu dan langsung membuangnya di kotak sampah. Sepertinya ia tidak tega menyuruh asisten rumah tangga nya mencuci kaosnya yang dipenuhi muntahan isi perut Milea.
__ADS_1
Dengan bertelanjang dada Abimanyu naik ke lantai dua menuju kamar mereka menyusul Milea dan melupakan niatnya untuk sarapan.
Di kamar Milea sedang tengkurap dan menutupi kepalanya dengan bantal menyembunyikan wajahnya karena takut mendapat kemarahan dari Abimanyu.
Diluar dugaan Abi malah duduk disisi ranjang kemudian mengelus punggung Milea. " Maaf sudah memaksa kamu. Kamu ingin makan apa hari ini ? biar aku belikan " ucap Abimanyu lembut.
"Kak Abi tidak marah sama aku ?" tanya Milea dengan suara penuh rasa bersalah masih dari bawah bantal.
"Tidak..walaupun jijik tapi aku yang salah karena sudah memaksa kamu " jawab Abimanyu jujur.
"Sekarang katakan kamu mau makan apa hari ini ?" tanya Abimanyu.
"Aku ingin makan nasi goreng seperti yang kemarin " jawab Milea.
"Kalau kamu ingin makan nasi goreng kenapa tidak bilang? aku pasti akan buatkan " ujar Abimanyu.
Milea terdiam, Ia terlalu gengsi untuk meminta Abimanyu membuatkan nasi goreng untuknya karena mereka sedang perang dingin.
"Kamu gengsi ya untuk meminta aku membuatnya ?" tebak Abimanyu.
"Ti..tidak !..aku bisa meminta dibuatkan sama Daddy saja " jawab Milea ketus.
Bagaimana bisa Abimanyu tau jika ia memang terlalu gengsi untuk meminta dibuatkan nasi goreng oleh Abimanyu.
"Tidak usah minta dibuatkan sama Daddy..aku akan membuatnya untuk kamu .Tapi aku harus mandi dulu " potong Abimanyu sambil berlalu ke kamar mandi.
Milea menyingkirkan bantal yang menutupi kepalanya kemudian melirik kearah Abimanyu yang menghilang dibalik dinding kamar mandi.
"Memangnya kamu tidak bosan sering-sering makan nasi goreng ?" tanya Abi kepada Milea yang muncul di dapur dan menonton dirinya memasak.
" Tidak " jawab Milea.
Meskipun pagi ini diwarnai dengan insiden yang cukup menjijikan namun Abimanyu merasa bersyukur karena akhirnya Milea mau berbicara lagi dengannya setelah berhari-hari mengabaikannya.
Setelah nasi goreng pesanan Milea selesai dibuat Abi pun tampak tersenyum bahagia ketika melihat Milea langsung melahapnya dengan rakus. Sementara Abi sendiri memilih makan masakan yang sudah ada di meja.
Setelah selesai makan Milea dan Abi duduk di ruang keluarga sambil menonton tv. Meskipun tidak saling berbicara namun setidaknya Milea tidak lagi menjauhi Abimanyu.
Kebisuan keduanya terusik ketika asisten rumah tangga nya memberitahu jika di depan ada tamu yang mengaku sebagai teman Milea.
"Siapa Bik ?" tanya Milea penasaran.
"Kalau tidak salah namanya Ega " jawab Bibik ART Milea.
"Bilang saja aku tidak ada Bik " ujar Milea sambil melirik takut kearah Abimanyu.
"Baik Bu " Bibik hendak pergi keluar untuk menemui Ega yang sedang duduk di teras depan namun dicegah oleh Abimanyu.
__ADS_1
"Tidak usah Bi !" titah Abimanyu membuat Bibik tampak bingung perintah siapa yang harus ia laksana kan.
"Kamu temui sana teman kamu, tidak baik membuat dia menunggu terlalu lama !" perintah Abimanyu.
"Tidak mau..kalau aku temui dia yang ada kamu marah-marah lagi " bantah Milea.
Bibik menatap bingung kearah Milea dan Abimanyu yang malah saling berdebat.
"Milea..cepat temui teman kamu !" perintah Abimanyu.
"Iya aku temui..awas saja kalau sudah ya kamu marah-marah tidak jelas seperti kemarin " sungut Milea sambil beranjak keluar untuk menemui Ega.
Tanpa sepengetahuan Milea Abi mengikuti Milea dan mengintip dari balik gorden.
"Hai Mil " sapa Ega.
"Hai..ada angin apa Lo mampir ke rumah gw ?" tanya Milea.
" Gw kesini disuruh nganterin ini sama nyokap. Kebetulan nyokap gw baru pulang dari Brebes. Dia kasih oleh-oleh ini buat Lo " jawab Ega sambil memberikan satu buah paperbag berukuran sedang kepada Milea.
"Nyokap gw suka banget sama carrot cake pemberian Lo tempo hari. Makanya waktu pulang dari Brebes dia nitip ini buat Lo..mungkin maksudnya dia berharap Lo Ngasih lagi carrot cake seperti yang kemarin " sambung Ega sambil nyengir.
"Iya..nanti gw beliin lagi " jawab Milea.
"Gw becanda " pungkas Ega.
"Gw serius malah " jawab Milea.
" Terimakasih ya Mil..Lo memang menantu Sultan yang paling baik " puji Ega sambil bersiap untuk pulang.
Sebelum pulang Ega mengambil photo Milea yang sedang memegang paperbag berisi oleh-oleh itu. " Buat bukti ke nyokap kalau titipannya sudah sampai ke orang yang tepat " ujar Ega sambil tertawa.
"Lebay Lo " Milea tertawa.
Setelah memberikan oleh-oleh titipan mamanya kepada Milea , Ega pun langsung pamit pulang.
Setelah Ega pergi Milea pun buru-buru masuk khawatir Abi murka karena ia terlalu lama bicara dengan Ega.
"Anak itu ngasih apa ke kamu ?" tanya Abi dengan wajah yang sulit diartikan namun cukup membuat Milea takut.
"Aku tidak tau, dia bilang ini oleh-oleh dari mamanya yang baru pulang dari Brebes " jawab Milea.
Karena penasaran ingin tau isinya Milea pun mengeluarkan isinya. " Oh ini telur asin dan..." Milea tiba-tiba menjatuhkan paperbag itu kemudian berlari menuju westafel sambil menutup mulutnya.
"Howek..howek.." Milea pun memuntahkan semua makanan yang tadi masuk ke mulutnya.
Abi menatap paperbag berisi telur asin dan bawang merah khas Brebes dengan tatapan bingung sambil memburu Milea dan mengusap-usap punggungnya.
__ADS_1
"Kamu kenapa Sayang ?" tanya Abi khawatir.
"Aku mual mencium bau bawang merah...howekkk.." Milea kembali muntah-muntah.