My Posesif Uncle

My Posesif Uncle
Menjaga Hati


__ADS_3

Sepulang dari nonton Marvin dan Nisa langsung masuk ke kamar masing-masing. Marvin tidur di kamar bekas Adam sedangkan Nisa tidur di kamar bekas Arin.


Marvin membaringkan tubuhnya diatas kasur dengan kaki menjuntai ke lantai.


Marvin tidak menyangka niat hatinya mengajak Nisa nonton malah membuat hatinya menjadi gundah ketika tidak sengaja bertemu Maura dan Zico di bioskop.


Pertemuan tidak sengaja itu sukses membuat hati Marvin kacau. Marvin tidak mengerti kenapa ia bisa merasa sekacau itu.


Marvin merasa belum siap untuk kehilangan Maura yang manja dan kadang judes..yang setiap hari selalu merengek meminta diantar jemput ke sekolah olehnya padahal Daddy nya sudah menyediakan sopir..


Maura itu sudah seperti bayangannya saja mengikuti kemana Marvin pergi..dan Marvin belum siap jika bayangan itu perlahan pergi meninggalkan nya.


Yang membuat Marvin tidak mengerti adalah kenapa rasa takut kehilangan itu tiba-tiba berubah menjadi rasa marah ketika melihat Maura mulai dekat dengan Zico.


Sepertinya Marvin harus mulai menjaga jarak dari Maura agar rasa yang tidak seharusnya itu tidak semakin tumbuh subur di hatinya. Selain itu Marvin memiliki satu hati yang harus ia jaga..yaitu Nisa.


Keesokannya Adam dan Mikha juga Marvin dan Nisa juga Malik pergi ke rumah Arin.Begitu juga dengan Wisnu,Millie, Maura, Mile dan Meysha.


Mereka semua berkumpul di rumah Arin sebelum kembali ke Jakarta pada sore harinya.


Rombongan Adam tiba lebih dulu. Tidak lama kemudian rombongan Wisnu datang.


Begitu Maura muncul Selina dan Silva langsung menyambut Maura dengan ledekan.


"Duuh..yang abis nonton berdua sama Zico ga ajak-ajak " sindir Selina.


"Apaan sih kak..orang kita nontonnya sama kak Nisa dan Om Marvin " kilah Maura sambil menunjuk kearah Nisa dan Marvin.


"Tapi emang awalnya niat nonton berdua kan..sama kak Nisa dan kak Marvin cuma kebetulan ketemu disana " Silva mencolek pipi Maura. Selina sudah tau karena Zico yang bercerita kepadanya.


"Iya..kita memang tidak sengaja ketemu disana " Nisa membenarkan sambil tersenyum.


"Gimana rasanya kencan pertama dengan Zico ?" Selina semakin penasaran ingin tau kelanjutan hubungan Maura dengan Zico.


"Kak Selin.. kalau kencan itu sama pacar..kalau aku sama Zico cuma temenan " Maura berusaha menjelaskan hubungannya dengan Zico.

__ADS_1


"Iya sementara temenan.. besok-besok pacaran " ledek Silva.


Kedua kakak adik itu terlihat terus menggoda Maura.


"Eh tapi Zico itu ganteng loh..cocok sama Maura yang cantik " Nisa ikut menggoda Maura membuat gadis itu langsung merajuk sambil mencubit tangan Nisa.


Selina dan Silva yang sangat penasaran dengan kelanjutan hubungan Maura dengan Zico menggiring Maura ke kamar mereka untuk dikorek keterangannya.


"Dasar anak-anak itu " Arin hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum melihat Selina dan Silva yang terlihat sangat penasaran.


Diantara semua yang berkumpul disana Marvin terlihat sibuk sendiri dengan ponselnya. Ia terlihat tidak peduli ketika semua orang sedang membicarakan Maura dan Zico.


Sementara dari kamar Selina terdengar suara Selina,Maura dan Silva yang sedang tertawa cekikikan. Sepertinya mereka bertiga sedang membahas sesuatu yang sangat lucu.


"Kamu itu kenapa sih Vin daritadi diam terus ?" tanya Nisa ketika mereka berdua sedang menemani Malik dan Meysha bermain karena Millie, Mikha dan Arin sibuk di dapur untuk menyiapkan makan siang.


"Tidak apa-apa..malas saja membicarakan sesuatu yang tidak penting " jawab Marvin.


"Dulu semua urusan Maura sangat penting bagi kamu..tapi sekarang Kenapa kamu jadi tidak peduli begini..aneh tau ?" tanya Nisa.


"Iya tapi kamu jangan terlalu cuek begitu kasian Mauranya..jangan sampai dia merasa sedih karena perubahan sikap kamu yang sangat drastis " pinta Nisa.


"Sudahlah tidak usah membahas sesuatu yang tidak penting. Lebih baik kita fokus dengan urusan kita saja " potong Marvin.


"Iya " jawab Nisa akhirnya.


Meskipun bibir Nisa mengatakan iya, namun Nisa tetap merasa ada sesuatu yang aneh dalam cueknya Marvin terhadap Maura.


Pada saat memasuki waktu makan siang mereka semua berkumpul di meja makan. Beruntung Arin dan Seno memiliki meja makan yang cukup besar sehingga mampu untuk menampung semuanya.


Pada saat makan mereka tidak lagi membahas masalah hubungan Maura dengan Zico, namun mereka lebih banyak membahas masalah rencana pernikahan Marvin dengan Nisa.


"Kita masih belum tau konsepnya seperti apa karena aku mau fokus selesaikan kuliah dulu " jawab Nisa ketika Arin menanyakan konsep pernikahan seperti apa yang mereka inginkan.


"Tapi bagusnya sudah dipikirkan sejak sekarang biar tidak mepet waktunya " saran Arin.

__ADS_1


"Tema Outdoor saja kak..bikin garden party gitu " saran Selina.


"Jangan kak..berabe nanti kalau hujan pestanya bubar " pungkas Silva yang langsung disambut tawa semua yang ada disana.


"Kan ada pawang hujan " ucap Selina.


"Malah kalian yang sibuk bikin konsep pernikahan..kak Marvin dan Kak Nisa nya saja masih santai " omel Arin.


"Kita cuma kasih masukan Mam siapa tau cocok " jawab Selina.


"Kamu tidak nyumbang saran juga buat Om Marvin dan kak Nisa ?" tanya Silva sambil mencolek tangan Maura.


"Haaah..saran..apa ya ?" Maura tampak bingung tidak tau harus menjawab apa.


"Maura dari tadi pikirannya ke Zico terus makanya tidak menyimak " ledek Selina.Maura langsung menunduk ketika Marvin meliriknya sekilas.


Selesai makan siang mereka melanjutkan mengobrol sementara Adam dan Mikha pergi berziarah ke makam orangtua Mikha sebelum mereka kembali ke Jakarta.


Setelah Adam dan Mikha pulang berziarah sorenya mereka pun kembali ke Jakarta. Jika pada saat pergi Malik yang ikut mobil Adam, pada saat kembali ke Jakarta gantian Mile yang ikut mobil Adam.


Dari Bandung mobil berplat B itu meluncur beriringan menerobos jalanan yang sedikit padat karena banyaknya kendaraan yang akan kembali ke Jakarta seperti mereka.


Setibanya di Jakarta Marvin terlebih dahulu mengantarkan Nisa pulang sebelum mereka pulang ke rumah.


Millie dan Wisnu tiba lebih cepat di rumah Adam karena mereka tidak ikut mengantarkan Nisa pulang ke rumahnya. Setengah jam kemudian


mobil Marvin pun tiba di rumah.


Adam menuntun Mile yang tampak belum kumpul karena baru bangun tidur . Sementara Malik dan Meysha yang juga tidur di jalan sudah berada di kamar Millie.


"Kakak Nisa kemana ?" tanya Mile. karena tidur ia tidak mengetahui jika Nisa sudah diantarkan pulang ke rumahnya.


"Sudah pulang tadi diantarkan ke rumahnya " jawab Marvin.


"Kenapa aku tidak tau " gumam Mile bingung.

__ADS_1


"Bagaimana bisa tau orang kamunya tidur " Marvin tertawa sambil mengacak rambut Mile.


__ADS_2