
Setibanya di Bandung Nisa dibuat kecewa karena ia tidak berhasil menemui Maura.
Menurut Oma dan Opa nya Maura sedang mengikuti kegiatan perkemahan di sekolahnya selama dua hari.
Karena tidak berhasil bertemu dengan Maura, Nisa dan Yudhis pun memutuskan pulang ke Jakarta. Namun sebelum pulang mereka mampir dulu ke rumah orangtua Yudhis yang kebetulan tinggal di Bandung.
"Besok-besok kalau kamu berniat menemui Maura lagi ke Bandung aku bersedia mengantarkan kamu " ujar Yudhis ketika mereka dalam perjalanan pulang ke Jakarta.
"Terimakasih kak " jawab Nisa lirih.
Disaat sedang terpuruk seperti ini Nisa memang sedang butuh orang yang mengerti. Dan Yudhis adalah satu-satunya orang yang terus men suport meskipun ia telah melakukan kesalahan.
Sejak kepindahan Maura ke Bandung hubungan Nisa dengan Marvin menjadi mengambang.
Marvin yang sibuk dengan pekerjaannya dan Nisa yang selalu dihantui rasa bersalah menjadi segan untuk bertemu dengan keluarga Marvin membuat mereka menjadi jarang bertemu.
Selain itu Nisa juga mulai disibukkan dengan tugas akhir kuliahnya yang lumayan menyita waktu dan pikirannya.
Adam dan Mikha yang mengetahui kesibukan Nisa dan Marvin sama sekali tidak menaruh curiga jika hubungan mereka sedang tidak baik.
Bahkan Adam dan Mikha juga Millie dan Wisnu tidak mengetahui jika kecemburuan Nisa lah yang telah membuat Maura nekad memilih tinggal di Bandung.
Setelah beberapa bulan tinggal di Bandung, weekend ini untuk yang pertama kalinya Maura akan pulang ke Jakarta.
Dari Bandung Maura akan pergi dengan menggunakan travel. Gadis cantik itu menolak diantarkan oleh sopir Opa nya dan juga menolak ketika Wisnu akan menjemputnya.
Sejak pagi Millie sudah terlihat sibuk memasak makanan kesukaan Maura untuk menyambut putri kesayangannya.
Karena dari Bandung Maura berangkat pagi-pagi, jam 10 pagi gadis itu sudah sampai di Jakarta. Begitu turun dari mobil travel Wisnu sudah menunggunya di dalam mobil.
"Kakak baik-baik saja Sayang ?" tanya Wisnu sambil mencium kening Maura.
"Baik Dad..Mommy kenapa tidak ikut jemput aku ?" tanya Maura.
"Mommy sedang sibuk masak buat kakak..masaknya banyak banget seperti yang mau hajatan saja " jawab Wisnu sambil terkekeh.Maura ikut tertawa memperlihatkan deretan gigi putihnya yang berjajar rapi.
"Tinggal di Bandung kakak makin putih " Wisnu melirik Maura yang terlihat makin cantik dengan kulit yang putih bersih.
"Disana kan udaranya tidak sepanas di Jakarta Dad " jawab Maura.
__ADS_1
"Jadi kakak betah tinggal di Bandung sama Opa dan Oma ?" tanya Wisnu.
"Iya Dad..Opa bilang nanti aku mau dibelikan mobil " bisik Maura.
"Oh ya.?" mata Wisnu langsung membola. Maura mengangguk.
"Emang kakak sudah bisa nyetirnya ?" tanya Wisnu.
"Sudah Dad..setiap pulang sekolah aku selalu belajar nyetir sama sopir Opa " jawab Maura.
"Nanti kalau sudah bisa nyetir sendiri kakak harus hati-hati..jangan ngebut. Dan satu lagi..jangan sampai Mommy tau kalau kakak sudah belajar nyetir..kalau sampai Mommy tau bisa habis kakak dimarahin " pesan Wisnu.
"Iya Dad..aku heran kenapa sekarang Mommy jadi cerewet sekali " ujar Maura sambil tertawa.
Begitu mobil Wisnu memasuki halaman rumah, Millie yang sedang berada di dapur dan memakai apron nya langsung bergegas ke depan untuk menyambut Maura sambil menuntun Mile, Malik dan Meysha.
"Kakaaak dataaang " ketiga bocil itu langsung berlari menyambut Maura.
"Kakak tambah cantik ya dek " Millie menciumi wajah Maura.
"Iya..di Bandung kakak pasti sudah punya pacar " celetuk Mile.
"Pacar apaan..kecil-kecil tau pacar segala " Maura menjembel pipi si Gemoy.
Begitu melihat meja makan yang penuh dengan makanan Maura melirik kearah Wisnu. Ternyata apa yang Daddy nya katakan memang benar..Mommy nya masak sangat banyak.
Mendengar kabar jika Maura sedang ada di Jakarta, pada sore harinya Velia,Adi dan Rizki menjemput Maura dan mengajak sahabatnya itu jalan.
Sebetulnya disaat yang bersamaan Adam dan Mikha menyuruh Millie dan Wisnu membawa Maura ke rumah namun karena Maura sedang jalan dengan Genk Bintang nya akhirnya malam itu Millie dan Wisnu tidak bisa mengantarkan Maura ke rumah Adam .
Karena Maura tidak juga diantarkan ke rumah Adam, keesokannya pagi-pagi sekali Adam dan Mikha menyuruh Marvin menjemput Maura.
Maura yang masih tertidur membuka matanya ketika Millie membangunkannya dengan cara menepuk-nepuk pipinya.
"Kak..bangun..cepetan mandi kakak disuruh ke rumah Mamih sekarang. Om Marvin sudah jemput "
"Kakak masih ngantuk Mom " Maura enggan turun dari ranjangnya yang sangat ia rindukan beberapa bulan ini.
"Cepetan..jangan sampai Papih dan Mamih marah " Millie membantu Maura bangun dengan menarik tangannya.
__ADS_1
Dengan enggan Maura pun beranjak ke kamar mandi.Setengah jam kemudian Maura sudah keluar sudah dengan pakaian lengkap.
Marvin yang duduk menunggu sambil nonton tv langsung mengangkat wajahnya begitu Maura keluar dari kamar. Jantung Marvin serasa berhenti berdetak ketika melihat Maura yang semakin cantik setelah terakhir mereka bertemu pada saat terjadi keributan di villa milik Nisa.
"Kakak pergi sama Om Marvin nanti kalau Mile, Malik dan Meysha sudah bangun Mommy dan Daddy menyusul kesana " ucap Millie.
"Iya Mom " jawab Maura sambil mengikuti langkah Marvin menuju mobilnya.
"Kenapa sih aku disuruh kesana pagi-pagi sekali ?" tanya Maura sambil memasang seatbelt nya.
"Mungkin Mamih dan Papih ingin puas kangen-kangenan sama kakak sebelum kakak kembali ke Bandung " jawab Marvin.
Mendengar jawaban dari Marvin Maura pun mengerti dan tidak protes lagi.
Ketika melewati tempat jajanan yang biasa Maura datangi sewaktu kecil tiba-tiba Marvin menghentikan mobilnya.
"Mau jajan dulu ?" tanya Marvin.
"Tidak " jawab Maura.
Meskipun dalam hatinya ia sangat merindukan jajanan masa kecilnya namun Maura terlalu takut jika ada yang melihat dirinya jalan berdua dengan Marvin.
Marvin yang seolah dapat membaca ketakutan Maura akhirnya turun sendiri dan membeli jajanan yang biasa Maura beli.
"Terimakasih Om " ucap Maura ketika Marvin memberikan apa yang barusan dibelinya kepada Maura.
Marvin melajukan kembali mobilnya sambil tersenyum tipis ketika melihat Maura memakan jajanannya dengan lahap.
Jam 7 pagi Maura dan Marvin pun sampai di rumah Adam. Kedatangan mereka langsung disambut pelukan hangat dari Adam dan Mikha.
"Dari semalam Papih suruh kesini tidak diturut " Omel Adam sambil menyentil kening Maura.
"Maaf Pih..semalam aku pergi jalan sama teman-teman " jawab Maura.
"Abang kakak jangan dimarahin " Mikha melotot kearah Adam sambil menggamit lengan Maura membawa masuk kedalam rumah. Adam hanya nyengir mendapat Omelan dari Mikha.
Setelah menurunkan Maura tidak lama kemudian Marvin pun pergi lagi dengan mobilnya. Ketika kembali Marvin terlihat membawa satu kantung ayam goreng kesukaan Maura.
"Mamih aku mau dikamar ya..kangen sama kamar aku " pamit Maura sambil membawa ember berisi ayam goreng kesukaannya.
__ADS_1
"Iya Sayang " jawab Mikha.
"Marvin menatap sekilas kearah Maura yang berlalu ke kamarnya. Marvin tau jika sebetulnya Maura sedang berusaha menjaga jarak dengannya.